• HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


  •   
  • FileName: srisupenikaptiunmuhsolobab4.pdf [read-online]
    • Abstract: BAB IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANA. Hasil Penelitian1. Diskripsi DataDiskripsi hasil penelitian ini didasarkan pada skor dari kuesioner yangdigunakan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan iklim komunikasi terhadap hasil

Download the ebook

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Diskripsi Data
Diskripsi hasil penelitian ini didasarkan pada skor dari kuesioner yang
digunakan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan iklim komunikasi terhadap hasil
belajar kimia SMA Negeri 1 Jogonalan Kabupaten Klaten.
Hal ini ditampilkan dalam bentuk skor rata-rata/mean, median, modus,
simpangan baku/standar deviasi, nilai terendah/minimum, dan nilai
tertinggi/maximum.
Penjelasan data penelitian dari ketiga variabel akan dijelaskan di bawah ini:
a. Variabel Motivasi Belajar
Dari perhitungan analisis deskriptif dengan bantuan program SPSS versi
10.0 for windows diperoleh hasil skor sebagai berikut: nilai rata-rata = 79,71
median = 80,00 standar deviasi/simpang baku = 3,89 modus = 82 nilai minimum
= 69 dan nilai maksimum = 90.
Hasil frekwensi data variabel motivasi belajar lebih jelasnya dapat dilihat
pada gambar histogram sebagai berikut:
Motivasi Belajar
80
60
40
20
Frequency
Std. Dev = 3,89
Mean = 79,7
0 N = 211,00
70,0 72,5 75,0 77,5 80,0 82,5 85,0 87,5 90,0
Motivasi Belajar
Gambar 2
Histogram Variabel Motivasi Belajar
b. Iklim Komunikasi Kelas
Dari perhitungan analisis deskriptif dengan bantuan program SPSS
diperoleh hasil skor sebagai berikut: nilai rata-rata = 79,63 median = 80,00
standar deviasi/simpang baku = 4,13 modus = 82 nilai minimum = 65 dan nilai
maksimum = 90.
Hasil frekwensi data variabel iklim komunikasi kelas lebih jelasnya dapat
dilihat pada gambar histogram sebagai berikut:
Iklim Komunikasi Kelas
80
60
40
20
Frequency
Std. Dev = 4,13
Mean = 79,6
0 N = 211,00
65,0 70,0 75,0 80,0 85,0 90,0
67,5 72,5 77,5 82,5 87,5
Iklim Komunikasi Kelas
Gambar 3
Histogram Variabel Iklim Komunikasi Kelas
c. Hasil Belajar Kimia
Dari perhitungan analisis deskriptif dengan bantuan program SPSS
diperoleh hasil skor sebagai berikut: nilai rata-rata = 79,87 median = 80,00
standar deviasi/simpang baku = 3,38 modus = 82 nilai minimum = 71 dan nilai
maksimum = 88.
Hasil frekwensi data variabel hasil belajar kimia lebih jelasnya dapat
dilihat pada gambar histogram sebagai berikut:
Hasil Belajar Kimia
60
50
40
30
20
Frequency
10 Std. Dev = 3,38
Mean = 79,9
0 N = 211,00
72,0 74,0 76,0 78,0 80,0 82,0 84,0 86,0 88,0
Hasil Belajar Kimia
Gambar 4
Histogram Variabel Hasil Belajar Kimia
2. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Dari hasil uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model
regresi mempunyai distribusi sebaran data normal atau tidak.
Tabel 4
Uji Kolmogorov-Smirnov
Probability
Model Z Kriteria Kesimpulan
(p)
Unstandardized 1,127 0,158 P>α Data
Residual (0,01) Berdistribusi
Normal
Sumber: data primer diolah 2008
Dari tabel diatas diketahui bahwa nilai signifikansi atau probabilitas >
0,01 maka dapat disimpulkan data berdistribusi normal.
b. Uji Linieritas (Metode LM)
Uji linieritas digunakan untuk menguji linier tidaknya suatu data yang
dianalisis yaitu variabel independen terhadap variabel dependen, maka uji
linieritasnya dengan uji F. Dari hasil analisis uji linieritas menggunakan metode
LM (Langrange Multiplier) diperoleh nilai C2 = R2 sebesar 0,000 x jumlah
responden sebesar 211 = 0. Nilai C2 sebesar 0 < C2 tabel maka data dalam
penelitian ini linier.
c. Uji Multikolenieritas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regres
ditemukan adanya korelasi yang sempurna antar variabel bebas (independen).
Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi yang sempurna di antara
variabel bebas. Salah satu cara untuk mendeteksi adanya multikolinearitas adalah
dengan melihat tolerance atau Varians Inflation Factor (VIF). Apabila tolerance
lebih kecil dari 0,1 atau nilai VIF di atas 10, maka terjadi multikolinearitas.
Tabel 5
Hasil Uji Multikolinieritas
Variabel Tolerance VIF Kesimpulan
X1 0,751 1,331 Tidak ada masalah
mutikolinieritas
X2 0,751 1,331 Tidak ada masalah
mutikolinieritas
Sumber: data primer diolah 2008
Hasil uji multikolinearitas pada pada tabel di atas diketahui bahwa hasil
tolerance pada masing-masing variabel lebih besar dari 0,1 sedangkan nilai
Varians Inflation Factor (VIF) lebih kecil dari 10. Sehingga model regresi dalam
penelitian ini tidak ada masalah multikolinearitas.
d. Uji Heteroskedastisitas
Pengertian heteroskedastisitas adalah apabila kesalahan atau residual yang
diamati tidak memiliki varian yang konstan. Kondisi heteroskedastisitas sering
terjadi pada data cross section, atau data yang diambil dari beberapa responden
pada suatu waktu tertentu.
Untuk mendeteksi dapat digunakan uji LM (Lagrange Multiplier) dengan
formula LM = R2 x N, dimana R2 diperoleh dari regresi e terhadap Y estimasi dan
N adalah besarnya observasi. Apabila R2 x N lebih kecil dari 9,2 maka standar
error (e) tidak mengalami heteroskedastisitas. Sebaliknya jika R2 x N lebih besar
dari 9,2 maka standar error mengalami heteroskedastisitas.
Tabel 6
Rangkuman Hasil Uji Heterokedastisitas
Model R2 N Kriteria Kesimpulan
Tidak terjadi
Regresi 0,000 211 LM


Use: 0.0468