• MODUL 4 METODE PENELITIAN


  •   
  • FileName: BBM_4.pdf [read-online]
    • Abstract: MODUL 4 METODE PENELITIANOleh: Rudi SusilanaPENDAHULUANPENDAHULUANSetelah Anda membaca dan memahami modul 3 tentang masalahpenelitian, apakah Anda sudah menetapkan masalah penelitian yang akanditeliti? Jika sudah, artinya satu tahapan dalam melaksanakan penelitian telah

Download the ebook

MODUL 4 METODE PENELITIAN
Oleh: Rudi Susilana
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Setelah Anda membaca dan memahami modul 3 tentang masalah
penelitian, apakah Anda sudah menetapkan masalah penelitian yang akan
diteliti? Jika sudah, artinya satu tahapan dalam melaksanakan penelitian telah
Anda lalui, tetapi jika belum, coba Anda baca berbagai literatur tentang topik-
topik yang menarik untuk Anda teliti, jurnal-jurnal hasil penelitian, dan atau
mengamati berbagai fenomena dan fakta-fakta yang muncul di masyarakat,
khususnya yang terkait dengan pendidikan dan pembelajaran. Dengan cara
tersebut, diharapkan permasalahan penelitian yang sesuai dengan minat dan
kebutuhan Anda dapat terwujud.
Untuk mendalami lebih jauh tentang kegiatan penelitian, Anda perlu
memahami berbagai metode penelitian. Metode penelitian pada hakekatnya
merupakan “alat” yang dapat digunakan oleh peneliti dalam upaya menemukan
jawaban terhadap permasalahan penelitian. Pemahaman tentang metode
penelitian akan membimbing peneliti untuk melakukan langkah-langkah yang
harus ditempuh dalam kegiatan penelitian. Perlu dipahami bahwa setiap metode
penelitian memiliki karakteristik dan prosedur-prosedur tertentu, sehingga dapat
dikatakan bahwa tidak semua masalah penelitian hanya dapat diteliti dengan
menggunakan satu metode tertentu, tetapi setiap masalah penelitian dapat diteliti
dengan mengggunakan metode yang lebih tepat dan sesuai dengan rumusan
masalah yang ditetapkan.
Metode penelitian yang digunakan peneliti akan disesuaikan dengan
masalah penelitian yang akan dijawab dalam kegiatan penelitian yang dilakukan.
Kesalahan dalam pemilihan metode penelitian dapat mengakibatkan masalah
yang ingin dijawab tidak terpecahka atau sekalipun diperoleh jawaban, hasil
penelitian tersebut diragukan validitas dan reliabilitasnya. Oleh karena itu,
seorang peneliti perlu memahami jenis, karakteristik, dan prosedur berbagai
metode penelitian.sehingga diharapkan peneliti tersebut dapat melaksanakan
kegiatan penelitian dengan baik dan benar.
Perlu Anda ketahui bahwa modul ini disusun untuk memberikan
pengetahuan atau wawasan tentang berbagai metode penelitian bagi para calon
peneliti, khususnya bagi mereka yang akan melakukan kegiatan penelitian di
bidang pendidikan dan pembelajaran. Oleh karena itu, setelah Anda mempelajari
modul ini, diharapkan dapat:
1. Menjelaskan konsep metode penelitian.
2. Membedakan karakteristik pendekatan penelitian kuantitatif dan penelitian
kualitatif.
3. Menjelaskan berbagai metode penelitian, yang meliputi: (a) metode sejarah;
(b) metode deskriptif/survei; (c) metode eksperimental; (d) metode grounded
research; dan (e) metode penelitian tindakan.
Untuk memudahkan Anda memahami modul dan mencapai tujuan di atas,
modul ini dikembangkan menjadi tiga kegiatan belajar mandiri (KBM), yaitu:
• Kegiatan Belajar-1 (KB-1) membahas mengenai konsep dasar metode
penelitian, karakteristik pendekatan penelitian penelitian dan berbagai
metode penelitian serta metode penelitian sejarah.
• Kegiatan Belajar-2 (KB-2) membahas mengenai metode penelitian
deskriptif/survey dan metode grounded research.
• Kegiatan Belajar-3 (KB-3) membahas mengenai metode penelitian
eksperimen dan metode penelitian tindakan.
Ada beberapa hal yang disarankan agar Anda dapat mempelajari modul ini
dengan baik. Saran tersebut sebagai berikut.
1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan dalam modul ini.
2. Terlebih dahulu bacalah sepintas bagian demi bagian yang ada dalam modul
ini. Kemudian temukan kata-kata kunci yang dianggap baru. Baru kemudian
baca secara keseluruhan ini dari modul ini.
3. Pahamilah pengertian demi pegertian, materi demi materi yang ada dalam
modul ini menurut pemahaman Anda sendiri. Kemudian ajaklah teman Anda
untuk berdiskusi tentang pengertian atau materi tersebut.
4. Untuk menambah wawasan, baca, gunakan dan pelajari sumber-sumber
belajar lain yang relevan. Anda dapat memperoleh sumber belajar baik dari
ahli secara langsung, melalui buku-buku, artikel di internet, dan sebagainya.
5. Tingkatkan pemahaman Anda dengan mengerjakan latihan atau melalui
kegiatan diskusi dengan mahasiswa lain atau teman sejawat.
6. Usahakan untuk tidak melewatkan untuk menjawab soal-soal yang dituliskan
pada setiap kegiatan belajar. Hal ini berguna untuk mengetahui apakah Anda
sudah memahami atau belum memahami materi yang ada dalam modul ini.
Konsep Dasar Metode Penelitian
dan Metode Penelitian Sejarah
Kegiatan Belajar 1
Sebelum Anda mempelajari lebih jauh tentang berbagai metode penelitian, ada
baiknya Anda mempelajari dulu jenis dan karakteristik penelitian dan pendekatan
penelitian. Kedua topik ini tentunya akan mengantarkan Anda untuk memahami
berbagai metode penelitian dengan ciri dan karakteristiknya termasuk langkah-
langkah dalam penggunaan metode penelitian tersebut.
A. Jenis dan Karakteristik Penelitian
Dalam beberapa literatur dipaparkan beberapa jenis dan karakteristik
penelitian yang dapat dibedakan berdasarkan hal-hal sebagai berikut:
1. Berdasarkan tujuannya, penelitian dapat dikelompokkan ke dalam
penelitian eksploratif (penelitian yang bertujuan untuk menemukan
permasalahan-permasalahan baru yang akan ditindaklanjuti melalui
kegiatan penelitian lanjutan), penelitian verikatif (penelitian yang bertujuan
untuk menguji kebenaran tentang suatu pengetahuan atau teori dalam
suatu bidang kajian tertentu), dan penelitian pengembangan (penelitian
yang ditujukan untuk mengembangkan pengetahuan atau teori-teori yang
sudah ada).
2. Berdasarkan penggunaan hasilnya, dapat dikelompokkan menjadi
penelitian murni (pure/ basic research) dan penelitian terapan (applaid
research).
3. Berdasarkan tempat/ lokasi penelitian, dapat dibedakan menjadi
penelitian laboratorium (laboratory research), penelitian kepustakaan
(library research), dan penelitian lapangan (field research).
4. Berdasarkan cara dan tarap pembahasan masalahnya dapat dibedakan
ke dalam penelitian deskriptif (penelitian yang ditujukan untuk
mengungkap masalah atau keadaan/ fakta guna memberikan gambaran
secara objektif tentang keadaan yang sebenarnya tentang objek/ masalah
yang sedang diteliti) dan penelitian inferensial (penelitian yang ditujukan
tidak hanya mengungkap atau memaparkan fakta atau gejala-gejala yang
ada, tetapi juga memberikan penilaian berdasarkan teori-teori tertentu
melalui analisis teori tertentu dalam bidang kajian yang diselidiki).
5. Berdasarkan bidang kajian (yang diselidiki), dapat dikelompokkan ke
dalam penelitian sosial (sosiologi, politik, budaya, ekonomi, pendidikan,
hukum, sejarah, dsb.) dan penelitian eksakta (kimia, biologi, fisika,
meteorologi, metrologi, dsb.)
Sekarang coba Anda analisis terhadap topik dan masalah yang telah Anda
pilih untuk dijadikan kajian dalam penelitian Anda. Menurut analisis Anda,
termasuk ke dalam jenis penelitian yang manakah, topik dan masalah Anda
tersebut? Mengapa demikian, jelaskan!
B. Pendekatan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Selain jenis dan karakteristik penelitian, hal yang perlu dipahami Anda untuk
mengenal lebih dalam tentang Metode Penelitian adalah pendekatan
penelitian. Secara umum pendekatan penelitian dapat dikategorikan menjadi
dua pendekatan, yaitu: pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif.
Sudjana dan Ibrahim (1989; 8) membuat rincian perbedaan pendekatan
kuantitatif (positivistik) dan kualitatif (naturalistik) tersebut dalam tabel
sebagai berikut.
Tabel 4.1 Perbandingan Pendekatan Positivistik (Kuantitatif)
dan Naturalistik (Kualitatif)
CIRI POSITIVISTIK NATURALISTIK
1. Pandangan Berdimensi tunggal, Berdimensi jamak, utuh,
tentang realitas fragmental, tetap. berubah.
2. Hubungan Terpisah Saling berinteraksi
peneliti dan objek
3. Prosedur Objek dari luar Judgement, dari luar
Penelitian dan dalam.
4. Alat penelitian Objektif dan baku Peneliti sekaligus
sebagai alat yang
mengandung unsur
subyektif.
5. Setting Penelitian Buatan / artifisial Alamiah/ natural
6. Hasil Penelitian Generalisasi dan Deskripsi dan
prediksi, lepas dari interpretasi dalam
konteks waktu/ situasi. konteks waktu/ situasi
tertentu.
Seperti yang telah dilakukan pada bagian A di atas, sekarang coba Anda
analisis terhadap topik dan masalah yang telah Anda pilih untuk dijadikan
kajian dalam penelitian Anda. Menurut analisis Anda, termasuk ke dalam
pendekatan penelitian yang manakah, topik dan masalah Anda tersebut?
Mengapa demikian, jelaskan!
C. Pengertian Metode Penelitian
Penelitian adalah semua kegiatan pencarian, penyelidikan, dan
percobaan secara alamiah dalam suatu bidang tertentu, untuk mendapatkan
fakta-fakta atau prinsip-prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan
pengertian baru dan menaikkan tingkat ilmu serta teknologi (Margono, 2004:
1). Metodologi penelitian terdiri dari kata “methodology” yang berarti ilmu
tentang jalan yang ditempuh untuk memperoleh pemahaman tentang sasaran
yang telah ditetapkan sebelumnya (Hadi dan Haryono, 2005: 41). Adapun
yang dimaksud metode penelitian menurut Furchan (2004: 39) adalah
strategi umum yang dianut dalam pengumpulan dan analisis data yang
diperlukan, guna menjawab persoalan yang dihadapi. Sukardi (1983, 15-16)
memaparkan bahwa metode diartikan sebagai suatu kumpulan dari berbagai
cara (yang didasari oleh penalaran dan logika berfikir yang kuat) yang
dipergunakan untuk mendekati suatu masalah dengan tujuan untuk
memperoleh pengertian-pengertian yang lebih luas mengenai berbagai
masalah. Prosedur diartikan sebagai serangkaian petunjuk atau pedoman
untuk memulai melaksanakan sesuatu dan teknik diartikan sebagai suatu
kumpulan dari prosedur atau pengelompokkan dari berbagai cara untuk
melakukan sesuatu.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode penelitian adalah suatu cara
yang harus dilakukan oleh peneliti melalui serangkaian prosedur dan tahapan
dalam melaksanakan serangkaian kegiatan penelitian dengan tujuan untuk
memecahkan masalah atau mencari jawaban terhadap suatu masalah.
D. Berbagai Jenis Metode Penelitian
Terkait dengan banyaknya ragam dan jenis metode penelitian, para ahli
telah melakukan pengelompokkan metode penelitian. Berbagai klasifikasi
metode penelitian telah diajukan oleh para ahli. Klasifikasi yang disusun oleh
satu ahli yang satu kadangkala berbeda dengan yang dibuat oleh ahli
lainnya, akan tetapi ada pula yang memberikan klasifikasi metode penelitian
yang relatif sama.
Dalam pengelompokkan metode penelitian, kriteria yang dipakai pada
umumnya terkait dengan teknik dan prosedur penelitian dari metode
penelitian tersebut. Namun ada juga pengelompokkan yang dibuat
berdasarkan pada teknik saja atau prosedur saja. Beberapa klasifikasi yang
telah dilakukan, antara lain oleh Crawford pada tahun 1928, yang
mengelompokkan metode penelitian ke dalam 14 jenis, yaitu: (1) Eksperimen
(2) Sejarah; (3) Psikologis; (4) Case study; (5) Survei; (6) Membuat
kurikulum; (7) Analisis pekerjaan; (8) Intervie; (9) Questionair; (10) Observasi;
(11) Pengukuran; (12) Statistik, dan (13) Tabel dan Grafik serta (14) Teknik
perpustakaan. Pembagian penelitian menurut Crawford ini menggunakan
kriteria metode (sejarah, survei, eksperimen, dan sebagainya) dan teknik
questionair, interview, dan sebagainya yang tidak dipisahkan olehnya secara
jelas antara teknik/ metode dan prosedur.
Perkembangan pengklasifikasian metode penelitian terus berkembag.
Pada tahun 1914 telah muncul ahli-ahli yang membagi penelitian ke dalam
kelompok-kelompok penelitian tertentu. Antara tahun 1914-1931 terdapat
empat buah metode favorit, yaitu: (1) Metode eksperimen; (2) Metode
sejarah; (3) Metode deskriptif; dan (4) Metode kuesioner. Pada tahun 1931,
penelitian dikelompokkan atas empat kelompok, yaitu: (1) Metode sejarah; (2)
Metode ekserimen; (3) Metode filsafat; dan (4) Metode deskriptif.
Antara tahun 1932-1938, metode yang banyak digunakan dalam
penelitian masih dalam pengelompokkan seperti di atas, hanya saja urutan-
urutan menurut popularitasnya berubah menjadi: (1) Metode eksperimen; (2)
Metode sejarah; (3) Metode deskriptif; dan (4) Metode filsafat.
Furchan (2004:39) mengelompokkan metode penelitian ke dalam empat
kelompok besar, yaitu: (1) eksperimental; (2) ex past facto; (3) deskriptif; dan
(4) historis. Adapun secara rinci Hadi dan Haryono (2005:47)
mengelompokkan metode penelitian dapat digambarkan sebagai berikut.
Metode
Penelitian
Tindakan
Metode Metode
Penelitian Sejarah
Grounded
Metode
Penelitian
Metode Metode
Eksperimen Deskriptif
Gambar 4.1 Pengelompokkan Metode Penelitian
Nah, sampai paparan ini, Anda telah mengetahui adanya jenis
penelitian, karakteristik pendekatan penelitian, dan berbagai
pengelompokkan metode penelitian. Paparan selanjutnya akan disajikan
kelima jenis metode penelitian di atas, dimulai dari metode penelitian sejarah
pada kegiatan belajar 1 dan metode lainnya akan dipaparkan pada kegiatan
belajar selanjutnya.
E. Metode Penelitian Sejarah
Penelitian dapat dilihat dari segi perspektif serta waktu terjadinya
fenomena-fenomena yang diselidiki. Metode sejarah mempunyai perspektif
historis. Banyak juga ahli yang mempersamakan metode sejarah dengan
metode dokumenter, karena dalam metode sejarah banyak data didasarkan
pada dokumen-dokumen. Namun, sebenarnya metode sejarah tidak sama
dengan metode dokumenter, karena metode dokumenter dapat saja mengenai
masalah dini dan tidak perlu mengenai masalah masa lalu.
Metode sejarah menggunakan catatan observasi atau pengamatan orang
lain yang tidak dapat diulang-ulang kembali. Ini nyata sekali bedanya dengan
metode penelitian eksperimen pada fenomena natura, di mana data observasi
dapat dikontrol dengan percobaan.
1. Pengertian Metode Sejarah
Sejarah adalah pengetahuan yang tepat terhadap apa yang telah
terjadi. Sejarah adalah deskripsi yang terpadu dari keadaan-keadaan atau
fakta-fakta masa lampau yang ditulis berdasarkan penelitian serta studi
yang kritis untuk mencari kebenaran (Nevins dalam Nazir, 2005: 48).
Menurut Nazir (2005: 48) penelitian dengan menggunakan metode sejarah
adalah penyelidikan yang kritis terhadap keadaan-keadaan,
perkembangan, serta pengalaman di masa lampau dan menimbang secara
cukup teliti dan hati-hati tentang bukti validitas dari sumber-sumber sejarah,
serta interpretasi dari sumber-sumber keterangan tersebut.
Dari definisi di atas, maka kita lihat bahwa biografi dapat menjadi
sejarah, jika perorangan tersebut dihubungkan dengan fenomen
masyarakat pada masanya. Metode sejarah merupakan suatu usaha untuk
memberikan interpretasi dari bagian trend yang naik-turun dari suatu status
keadaan di masa yang lampau untuk memperoleh suatu generalisasi yang
berguna untuk memahami kenyataan sejarah, membandingkan dengan
keadaan sekarang dan dapat meramalkan keadaan yang akan datang.
Dengan demikian, tujuan dari penelitian dengan metode sejarah adalah
untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara objektif dan sistematis
dengan mengumpulkan, mengevaluasikan, serta menjelaskan dan
mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan menarik
kesimpulan secara tepat.
2. Ciri-Ciri Metode Sejarah
Beberapa ciri khas metode sejarah menurut Nazir (2005: 48-49)
adalah sebagai berikut:
a. Metode sejarah lebih banyak menggantungkan diri pada data yang
diamati orang lain di masa-masa lampau.
b. Data yang digunakan lebih banyak bergantung pada data primer
dibandingkan dengan data sekunder. Bobot data harus kritik, baik
secara internal maupun secara eksternal.
c. Metode sejarah mencari data secara lebih tuntas serta menggali
informasi tua yang tidak diterbitkan ataupun yang tidak dikutip dalam
bahan acuan yang standar.
d. Sumber data harus dinyatakan secara definitif, baik nama pengarang,
tempat dan waktu. Sumber tersebut harus diuji kebenaran dan
ketulenannya. Fakta harus dibenarkan oleh sekurang-kurangnya dua
saksi yang tidak pernah berhubungan.
3. Sumber Data pada Metode Sejarah
Menurut Nazir (2005: 49), sumber dari sejarah yang merupakan data
yang digunakan dalam penelitian dengan metode sejarah diklasifikasikan
secara bermacam-macam. Antara lain remain, dokumen, sumber primer,
sumber sekunder, materi fisik, materi tulisan dan sebagainya.
Jika sumber sejarah ditinjau dari sengaja atau tidak sengajanya
bahan atau sumber data tersebut ditinggalkan, maka sumber sejarah dibagi
dua, yaitu: remain dan dokumen. Remain adalah peninggalan-peninggalan
yang tidak disengaja, baik berupa barang fisik ataupun peninggalan rohani.
Di lain pihak, terdapat juga catata-catatan yang sengaja ditinggalkan, dan
disebut dokumen.
Remain atau relics, yaitu bahan-bahan fisis atau tulisan yang
mempunyai nilai-nilai sejarah yang terdapat tanpa suatu kesadaran
menghasilkannya untuk suatu keperluan pembuktian sejarah. Peninggalan
materi termasuk: alat, perkakas, perhiasan-perhiasan kuno, bangunan
seperti piramida, candi, senjata-senjata, sendok, benda budaya, dan
sebagainya.
Dokumen, yaitu laporan dari kejadian-kejadian yang berisi pandangan
serta pemikiran-pemikiran manusia di masa yang lalu. Dokumen tersebut
secara sadar ditulis untuk tujuan komunikasi dan transmisi keterangan.
Contoh dari dokumen antara lain buku harian, batu bertulis, daun-daun
lontar, relief-relief pada candi, surat-surat kabar, dan sebagainya.
Jika sumber sejarah di atas diperluas lagi, maka sumber tersebut
dapat dibagi menjadi sebagai berikut:
a. Keterangan ditinggalkan secara sadar:
1) Sumber tertulis: catatan harian, memori, biografi dan sebagainya.
2) Karangan tradisional: balada, cerita-cerita tradisional, anekdot-
anekdot, dan sebagainya.
3) Hasil-hasil artistic: potret, gambar, lukisan, patung dan sebagainya.
b. Relic atau testimony tanpa sadar: pakaian, bahan makanan, alat rumah
tangga, mesin-mesin, buku, makam-makam, dan sebagainya.
c. Inskripsi, dokumen, monumen: memorial, kuburan, candi, dan
sebagainya. Sebuah makam atau kuburan dapat dimasukkan dalam
dua kategori di atas. Jika sebuah makam ditemukan dan pada makam
tersebut hanya ada nama saja yang tertulis, maka makam tersebut
adalah relic. Namun, jika di bawah nama tersebut terdapat lagi
beberapa keterangan seperti jabatan, kelahiran, serta tugas-tugas lain,
maka makam tersebut merupakan dokumen yang sengaja ditinggalkan.
Oleh Nevins (Nazir, 2005: 50), sumber-sumber sejarah dibagi
kedalam kelompok-kelompok sebagai berikut:
a. Pertinggal fisis: tempat-tempat bersejarah, piramida, pot-pot, senjata-
senjata, gedung-gedung, dan sebagainya.
b. Cerita secara oral: yaitu materi yang dipindahkan dari mulut ke mulut
seperti balada, cerita rakyat, tradisi-tradisi, legenda, dan sebagainya.
c. Materi inskripsi: yaitu materi-materi pada tulisan tidak seperti biasa
seperti tulisan pada pot-pot, pada piring, pada patung dan sebagainya.
d. Materi tulisan tangan: paripus, hiroglif, dokumen-dokumen modern, dan
sebagainya.
e. Buku dan cetakan: bahan-bahan yang tercetak.
f. Bahan audio-visual: film-film, televisi, microfilm, kaset-kaset, radio dan
sebagainya.
g. Observasi langsung: hasil pengamatan penulis atau pengamatan oleh
orang-orang yang diwawancarai.
Menurut Nazir (2005: 50), selain pembagian sumber seperti di atas,
sumber sejarah dapat juga dibedakan antara sumber primer dan sumber
sekunder. Sumber-sumber primer adalah tempat atau gudang penyimpan
yang orisinal dari data sejarah. Data primer merupakan sumber-sumber
dasar yang merupakan bukti atau saksi utama dari kejadian yang lalu.
Contoh dari data atau sumber primer adalah: catatan resmi yang dibuat
pada suatu acara atau upacara, suatu keterangan oleh saksi mata,
keputusan-keputusan rapat, foto-foto dan sebagainya.
Suatu peraturan dasar dari metode sejarah adalah menggunakan
data primer sebanyak mungkin. Di lain pihak adalah sumber-sumber
sekunder. Sumber-sumber sekunder adalah catatan tentang adanya suatu
peristiwa, ataupun catatan-catatan yang “jaraknya” telah jauh dari sumber
orisinil. Misalnya, keputusan rapat suatu perkumpulan bukan didasarkan
dari keputusan (minutes) dari rapat itu sendiri, tapi dari sumber berita di
surat kabar. Berita surat kabar tentang rapat tersebut adalah sumber
sekunder.
Dalam metode sejarah, maka menggunakan sumber sekunder,
padahal sumber primer ada, merupakan error yang besar sekali. Ini dapat
diterima, karena sumber-sumber data masa lampau akan terjadi banyak
sekali distorsi dalam transmisi. Adanya distorsi akibat dari transmisi
keterangan dapat membuat interpretasi keterangan yang salah tentang
suatu fenomena sejarah.
4. Jenis-Jenis Penelitian Sejarah
Penelitian sejarah banyak sekali macamnya. Akan tetapi secara
umum Nazir (2005: 52) membaginya menjadi empat jenis, yaitu:
a. Penelitian sejarah komparatif
Jika penelitian dengan metode sejarah dikerjakan untuk
membandingkan faktor-faktor dari fenomena-fenomena sejenis pada
suatu periode masa lampau, maka penelitian tersebut dinamakan
penelitian sejarah komparatif. Misalnya, ingin dibandingkan sistem
pengajaran di Cina dan Jawa pada masa kerajaan Majapahit. Dalam hal
ini, si peneliti ingin memperllihatkan unsur-unsur perbedaan dan
persamaan dari fenomena-fenomena sejenis. Atau misalnya, seorang
peneliti ingin membandingkan usaha tani serta faktor sosial yang
mempengaruhi usaha tani dari beberapa negara dan
membandingkannya dengan usaha tani Indonesia dalam tahap-tahap
tren waktu zaman pertengahan.
b. Penelitian Yuridis atau Legal
Jika dalam metode sejarah diinginkan untuk menyelidiki hal-hal
yang menyangkut dengan hukum, baik hukum formal ataupun hukum
nonformal dalam masa yang lalu, maka penelitian sejarah tersebut
digolongkan dalam penelitian yuridis. Misalnya, peneliti ingin
mengetahui dan menganalisis tentang keputusan-keputusan pengadilan
akibat-akibat hukum adat serta pengaruhnya terhadap suatu
masyarakat pada masa lampau, serta ingin membuat generalisasi
tentang pengaruh-pengaruh hukum tersebut atas masyarakat, maka
penelitian sejarah tersebut termasuk dalam penelitian yuridis.
c. Penelitan Biografis
Metode sejarah yang digunakan untuk meneliti kehidupan
seseorang dan hubungannya dengan masyarakat dinamakan penelitian
biografis. Dalam penelitian ini, diteliti sifat-sifat, watak, pengaruh, baik
pengaruh lingkungan maupun pengaruh pemikiran dan ide dari subjek
penelitian dalam masa hidupnya, serta pembentukan watak figur yang
diterima selama hayatnya. Sumber-sumber data sejarah untuk
penelitian biografis antara lain: surat-surat pribadi, buku harian, hasil
karya seseorang, karangan-karangan seseorang tentang figur yang
diselidiki ataupun catatan-catatan teman dari orang yang diteliti
tersebut.
d. Penelitian Bibliografis
Penelitian dengan metode sejarah untuk mencari, menganalisis,
membuat interpretasi serta generalisasi dari fakta-fakta yang
merupakan pendapat para ahli dalam suatu masalah atau suatu
organisasi dikelompokkan dalam penelitian biografis. Penelitian ini
mencakup hasil pemikiran dan ide yang telah ditulis oleh pemikir-
pemikir dan ahli-ahli. Kerja penelitian ini termasuk menghimpun karya-
karya tertentu dari seorang penulis atau seorang filosof dan
menerbitkan kembali dokumen-dokumen unik yang dianggap hilang dan
tersembunyi, seraya memberikan intepretasi serta generalisasi yang
tepat terhadap karya-karya tersebut.
5. Langkah-Langkah Pokok Metode Penelitian Sejarah
Langkah-langkah pokok dalam penelitian sejarah Menurut Nazir
(2005: 53-54) meliputi: (1) definisikan masalah; (2) rumuskan tujuan
penelitian; (3) rumuskan hipotesis; (4) kumpulkan data; (5) evaluasi data;
(6) interpretasi dan generalisasi; (7) laporan.
Gambar 4.2 Langkah-langkah Metode Penelitian Sejarah
Sebelum Anda melanjutkan ke kegiatan belajar 2, Anda diminta untuk
memahami rangkuman dan mengerjakan latihan & soal-soal yang akan
disajikan pada paparan berikut ini. Hal ini penting agar secara bertahap
ketuntasan Anda dalam mempelajari topic tentang metode penelitian ini
dapat tercapai dengan baik.
RANGKUMAN
Metode penelitian adalah strategi umum yang dianut dalam
pengumpulan dan analisis data yang diperlukan, guna menjawab persoalan
yang dihadapi.
Metode penelitan dapat dibagi ke dalam lima kelompok, yaitu: (1)
metode sejarah; (2) metode deskriptif/survei; (3) metode eksperimental; (4)
metode grounded research; (5) metode penelitian tindakan.
Penelitian dengan menggunakan metode sejarah adalah penyelidikan
yang kritis terhadap keadaan-keadaan, perkembangan, serta penalaman di
masa lampau dan menimbang secara cukup teliti dan hati-hati tentang bukti
validita dari sumber-sumber sejarah, serta interpretasi dari sumber-sumber
keterangan tersebut.
Ciri khas metode sejarah adalah sebagai berikut: (1) metode sejarah
lebih banyak menggantungkan diri pada data yang diamati orang lain di
masa-masa lampau; (2) data yang digunakan lebih banyak bergantung
pada data primer dibandingkan dengan data sekunder. Bobot data harus
kritik, abik secara internal maupun secara eksternal; (3) metode sejarah
mencari data secara lebih tuntas serta menggali informasi yang tua yang
tidak diterbitkan ataupun yang tidak dikutip dalam bahan acuan yang
standar; dan (4) sumber data harus dinyatakan secara definitive, baik nama
pengarang, tempat dan waktu.
Jenis penelitian sejarah dibagi menjadi 4 jenis, yaitu: penelitian
LATIHAN
Setelah anda mempelajari kegiatan belajar 1 ini dengan baik, berikut ini ada
beberapa latihan yang dapat Anda lakukan bersama dengan teman sejawat lain.
Latihan ini dapat dilakukan secara manidiri dan dapat pula dilakukan secara
bersama. Jika dilakukan secara bersama, latihan dapat dilakukan dengan
bersama-sama mengerjakan dan kemudian membuat laporan hasil latihan, atau
dapat pula dilakukan dengan melakukan diskusi yang diawali dengan saling
bertanya jawab dimana setiap teman kelompok Anda ditugasi untuk memberikan
satu pertanyaan dan menjajawab satu pertanyaan lainnya. Hasil jawaban setiap
pertanyaan tadi kemudian didiskusikan untuk memperoleh jawaban yang paling
tepat.
Berikut ini adalah pertanyaan latihan yang perlu anda selesaikan, yaitu:
1. Jelaskan pengertian metode penelitian!
2. Apa perbedaan pendektan penelitian kuantitatif dan kualitatif?
3. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis metode penelitian!
4. Jelaskan karakteristik metode penelitian sejarah!
5. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis penelitian sejarah!
6. Jelaskan langkah-langkah pokok penelitian sejarah!
Tes Formatif 1
1. Semua kegiatan pencarian, penyelidikan, dan percobaan secara alamiah
dalam suatu bidang tertentu, untuk mendapatkan fakta-fakta atau prinsip-
prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru dan
menaikkan tingkat ilmu serta teknologi disebut…..
a. Metode
b. Penelitian
c. Metode penelitian
d. Metodologi
2. Ilmu tentang jalan yang ditempuh untuk memperoleh pemahaman tentang
sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya disebut…..
a. Metode
b. Penelitian
c. Metode penelitian
d. Metodologi
3. Strategi umum yang dianut dalam pengumpulan dan analisis data yang
diperlukan, guna menjawab persoalan yang dihadapi disebut….
a. Metode
b. Penelitian
c. Metode penelitian
d. Metodologi
4. Setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah
atau untuk menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis
tertentu disebut…..
a. Penelitian murni.
b. Penelitian terapan.
c. Penelitian deskriptif.
d. Penelitian eksperimen
5. Setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah
dengan suatu tujuan praktis disebut….
a. Penelitian murni.
b. Penelitian terapan.
c. Penelitian deskriptif.
d. Penelitian eksperimen
6. Penyelidikan yang kritis terhadap keadaan-keadaan, perkembangan, serta
penalaman di masa lampau dan menimbang secara cukup teliti dan hati-hati
tentang bukti validitas dari sumber-sumber sejarah, serta interpretasi dari
sumber-sumber keterangan tersebut disebut….
a. Metode deskriptif
b. Metode sejarah
c. Metode eksperimental
d. Grounded research
7. Di bawah ini yang bukan merupakan ciri metode sejarah adalah…..
a. Lebih banyak menggantungkan diri pada data yang diamati orang lain
di masa-masa lampau
b. Data yang digunakan lebih banyak bergantung pada data sekunder
dibandingkan dengan data primer.
c. Mencari data secara lebih tuntas serta menggali informasi yang tua
yang tidak diterbitkan ataupun yang tidak dikutip dalam bahan acuan
yang standar
d. Sumber data harus dinyatakan secara definitif, baik nama pengarang,
tempat dan waktu
8. Peninggalan-peninggalan yang tidak disengaja, baik berupa barang fisik
ataupun peninggalan rohani disebut….
a. Remain
b. Inskripsi
c. Monumen
d. Dokumen
9. Laporan dari kejadian-kejadian yang berisi pandangan serta pemikiran-
pemikiran manusia di masa yang lalu disebut….
a. Remain
b. Inskripsi
c. Monumen
d. Dokumen
10. Penelitian dengan metode sejarah dikerjakan untuk membandingkan faktor-
faktor dari fenomena-fenomena sejenis pada suatu periode masa lampau,
maka penelitian tersebut disebut…..
a. Penelitian bibliografis
b. Penelitan biografis
c. Penelitian sejarah komparatif.
d. Penelitian yuridis atau legal
11. Seorang peneliti ingin membandingkan usaha tani serta faktor sosial yang
mempengaruhi usaha tani dari beberapa negara dan membandingkannya
dengan usaha tani Indonesia dalam tahap-tahap tren waktu zaman
pertengahan. Penelitian yang dilakukan tergolong penelitian sejarah….
a. Penelitian bibliografis
b. Penelitan biografis
c. Penelitian sejarah komparatif.
d. Penelitian yuridis atau legal
12. Metode sejarah yang digunakan untuk meneliti kehidupan seseorang dan
hubungannya dengan masyarakat disebut….
a. Penelitian bibliografis
b. Penelitian biografis
c. Penelitian sejarah komparatif.
d. Penelitian yuridis atau legal
13. Kegiatan menghimpun karya-karya tertentu dari seorang penulis atau
seorang filosof dan menerbitkan kembali dokumen-dokumen unik yang
dianggap hilang dan tersembunyi, seraya memberikan intepretasi serta
generalisasi yang tepat terhadap karya-karya tersebut disebut metode
penelitian sejarah….
a. Penelitian bibliografis
b. Penelitan biografis
c. Penelitian sejarah komparatif.
d. Penelitian yuridis atau legal
14. Peneliti ingin mengetahui dan menganalisis tentang keputusan-keputusan
pengadilan akibat-akibat hukum adat serta pengaruhnya terhadap suatu
masyarakat pada masa lampau, serta ingin membuat generalisasi tentang
pengaruh-pengaruh hukum tersebut atas masyarakat, maka penelitian
sejarah tersebut termasuk dalam penelitian…..
a. Penelitian bibliografis
b. Penelitan biografis
c. Penelitian sejarah komparatif.
d. Penelitian yuridis atau legal
15. Perhatikan tahapan-tahapan penelitian di bawah ini!
(1) definisikan masalah;
(2) rumuskan tujuan penelitian;
(3) rumuskan hipotesis;
(4) kumpulkan data;
(5) evaluasi data;
(6) interpretasi dan generalisasi;
(7) laporan.
Urutan tahapan penelitian yang tepat adalah…..
a. 1-2-3-4-5-6-7
b. 1-3-2-4-5-7-6
c. 2-3-1-4-5-6-7
d. 3-2-1-5-4-6-7
Keyword Jawaban Latihan
Berikut ini adalah keyword (kata kunci) jawaban latihan. Jika jawaban Anda pada
latihan yang telah dikerjakan mendekati beberapa kata kunci/ kalimat kunci di
bawah ini berarti jawaban Anda sudah benar.
1. Pengertian metode penelitian adalah suatu cara yang dilakukan oleh
peneliti melalui serangkaian prosedur dan tahapan dalam melaksanakan
serangkaian kegiatan penelitian dengan tujuan untuk memecahkan masalah
atau mencari jawaban terhadap suatu masalah yang diteliti..
2. Perbedaan pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif: Kuantitatif
(dimenasi tunggal, terpisah, objek dari luar, objektif, baku, artificial, lepas dari
konteks waktu) dan Kualitatif (dimensi jamak, interaksi, judgment dari luar
dan dalam, unsure subjektif, alamiah, terkait dengan konteks waktu).
3. Jenis-jenis metode penelitian: Ada lima kelompok, yaitu: (1) metode sejarah;
(2) metode deskriptif/survei; (3) metode eksperimental; (4) metode grounded
research; (5) metode penelitian tindakan.
4. Karakteristik metode penelitian sejarah: (1) menggantungkan diri pada data
yang diamati orang lain di masa-masa lampau; (2) data yang digunakan lebih
banyak bergantung pada data primerl;(3) mencari data secara lebih tuntas
dan menggali informasi yang tua yang tidak diterbitkan ataupun yang tidak
dikutip dalam bahan acuan yang standar; dan (4) sumber data harus
dinyatakan secara definitive, sumber data harus teruji kebenarannya.
5. Jenis-jenis penelitian sejarah: (1) penelitian sejarah komparatif, (2) penelitian
yuridis atau legal, (3) penelitan biografis, dan (4) penelitian bibliografis.
6. Langkah-langkah pokok penelitian sejarah adalah (1) definisikan masalah; (2)
rumuskan tujuan penelitian; (3) rumuskan hipotesis; (4) kumpulkan data; (5)
evaluasi data; (6) interpretasi dan generalisasi; (7) membuat laporan.
Kunci Jawaban Soal
Tes Formatif 1
1. B 11. C
2. D 12. B
3. C 13. A
4. A 14. D
5. B 15. A
6. B
7. B
8. A
9. D
10. C
Balikan & Tindak Lanjut
Bandingkanlah hasil jawaban Anda dengan kunci jawaban tes formatif 1,
yang ada pada bagian belakang bahan belajar mandiri ini. Hitunglah jawaban
yang benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat
penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1.
Rumus:
JumlahJawabanAndaYangBenar
Tingkat Penguasaan = × 100%
5
Untuk mengetaui seberapa besar tingkat penguasaan Anda, bandingkan nilai
yang Anda peroleh dengan pedoman penafsiran di bawah ini.
80% - 100% = Baik sekali
60% - 79% = Baik
40% - 59% = Cukup


Use: 0.0964