• MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN PENGUKURAN PANJANG MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BE


  •   
  • FileName: doc.pdf [read-online]
    • Abstract: Aktivitas belajar dan kemampuan siswa SD Negeri 2 Wergu Wetan. Kudus dalam menyelesaikan ... kemampuan tersebut ditunjukkan oleh rendahnya hasil belajar siswa. ...

Download the ebook

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK
BAHASAN PENGUKURAN PANJANG MELALUI MODEL
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA SISWA
KELAS VI SD NEGERI 2 WERGU WETAN KUDUS
TAHUN PELAJARAN 2005/2006
Skripsi
Diajukan Dalam Rangka Menyelesaikan Studi Strata I
Untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan
Oleh
Nama : Dina Feri Sophya
NIM : 4101401053
Program Studi : Matematika
Jurusan : Pendidikan Matematika
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2006
i
ABSTRAK
Matematika adalah studi objek yang bersifat abstrak, sehingga sulit
dicerna oleh anak-anak usia sekolah dasar. Anak-anak usia sekolah dasar masih
belum diklasifikasikan dalam tahap berfikir formal karena orientasinya masih
terkait dengan benda-benda konkrit. Untuk itulah, dalam proses pembelajaran
matematika, khususnya pada tingkat pendidikan dasar, hendaknya guru
menyampaikan konsep-konsep matematika dengan benar sehingga siswa dapat
memahami. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah dengan
menggunakan model pembelajaran berbasis masalah pokok bahasan pengukuran
panjang pada siswa kelas VI SD Negeri 2 Wergu Wetan Kudus Tahun Pelajaran
2005/2006 dapat meningkatkan hasil belajar matematika?. Panelitian tindakan
kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika pokok
bahasan pengukuran panjang pada siswa kelas enam VI SD Negeri 2 Wergu
Wetan Kudus Tahun Pelajaran 2005/2006.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Wergu Wetan
yang beralamat di Jalan Pramuka no. 2 Kudus 59318. Subyek penelitian ini adalah
siswa kelas VI SD Negeri 2 Wergu Wetan Kudus Tahun Pelajaran 2005/2006
yang berjumlah 44 siswa yang terdiri dari 24 siswa putra dan 20 siswa putri, guru
kelas enam (VI) dan peneliti yang bertindak sebagai observer yang mengamati
berlangsungnya proses pembelajaran. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan
dalam dua siklus. Masing-masing siklus dilaksanakan dengan empat tahap yaitu
perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi.
Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan belum tercapainya indikator
keberhasilan, yaitu nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 68,04. Siswa yang
tuntas belajar sebanyak 24 orang dengan persentase ketuntasan belajar sebesar
54,54%. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan yaitu nilai rata-rata hasil
belajar siswa adalah 80,11 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 75%.
Hasil observasi terhadap guru menunjukkan pada siklus I guru belum sepenuhnya
melaksanakan pembelajaran masalah dan belum dapat mengelola waktu dengan
baik. Namun pada siklus II proses pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif
dan guru dapat mengelola waktu dengan baik.
Dari penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa melalui model
pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar matematika
pokok bahasan pengukuran panjang pada siswa kelas VI SD Negeri 2 Wergu
Wetan Kudus Tahun Pelajaran 2005/2006. Untuk itu disarankan bagi guru
matematika kelas VI sekolah dasar agar pembelajaran matematika berbasis
masalah perlu dilaksanakan karena melalui pembelajaran matematika berbasis
masalah siswa terlatih untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengevaluasi
permasalahan dengan cermat sehingga siswa dapat mengembangkan daya nalarnya
untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi, hendaknya guru kelas VI SD Negeri
2 Wergu Wetan Kudus menerapkan pembelajaran berbasis masalah dalam
mengajar matematika, khususnya materi pengukuran panjang sehingga dapat
meningkatkan hasil belajar siswa.
ii
HALAMAN PENGESAHAN
Skripsi
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK AHASAN
PENGUKURAN PANJANG MELALUI MODEL PEMBELAJARAN
BERBASIS MASALAH PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 2 WERGU
WETAN KUDUS TAHUN PELAJARAN 2005/2006
Telah dipertahankan dihadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Matematika
Dan Ilmu Pengetahuan Alam pada :
Hari :
Tanggal :
Panitia Ujian
Ketua Sekertaris
Drs. Kasmadi Imam. S, M.Si Drs. Supriyono, M. Si
NIP. 130781011 NIP. 130815354
Pembimbing Utama Ketua Penguji
Isnanto, S. Pd, M. Si Dra. Kusni, M. Si
NIP. 132092853 NIP. 130515748
Pembimbing Pendamping Anggota Penguji
Drs. Kherun, M. Si Isnarto, S. Pd, M. Si
NIP. 131813671 NIP. 132092853
Anggota Penguji
Drs. Khaerun, M. Si
NIP. 131813671
iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
Motto
Jadikan sabar dan sholat sebagai penolong kita. Kita hanya perlu tanam
keyakinan bahwa Allah punya rencana lain buat kita, karena segala yang
terjadi pasti ada hikmahnya
Allah tidak akan memberi cobaan kepada hamba-Nya diluar
kemampuannya.
Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan
Semangatttt.....
Persembahan
Dengan mengucap syukur kepada Allah skripsi ini
kupersembahkan untuk :
Bapak, Ibu, kakak dan adik tercinta yang telah
mencurahkan kasih sayangnya dan selalu mengiringi
langkahku dengan doa dan cinta.
Keponakanku yang lucu dan imut.
Sahabatku Dian, Ririn, Joko, Zah, mbak Rini, dan
teman-teman P. Mat angkatan 2001 yang selalu
memberiku semangat.
Teman-teman HSBC Sekar Biru semangatku.
Someone yang selalu mendukungku dan
membantuku.
iv
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul
"Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Pengukuran Panjang
Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Siswa Kelas VI SD Negeri
Wergu Wetan 2 Kudus Tahun Pelajaran 2005/2006".
Dengan selesainya penyusunan skripsi ini perkenenkanlah penulis
mengucpkan terimakasih kepada:
1. Dr. H. A. T Soegito, SH. MM, Rektor Universitas Negeri Semarang.
2. Drs. Kasmadi Imam.S, M.Si, Dekan FMIPA Universitas Negeri
Semarang.
3. Drs. Supriyono, M. Si, Ketua Jurusan Matematika Universitas Negeri
Semarang.
4. Isnarto, S. Pd, M. Si, pembimbing utama yang dengan sabar telah
memberikan bimbingan, saran dan arahan kepada penulis dalam
menyusun skripsi ini.
5. Drs. Khaerun, M. Si, pembimbing pendamping yang dengan sabar telah
memberikan bimbingan, saran dan arahan kepada penulis dalam
menyusun sekripsi ini.
6. Supomo, S. Pd, Kepala SD Negeri 2 Wergu Wetan Kudus yang telah
memberi ijin sehingga penulis dapat melaksanakan penelitian ini.
v
7. Ayah, ibu, kakak dan adik tercinta yang telah memberikan dorongan,
dukungan dan doa kepada penulis dalam penyusunan skripsi ini.
8. Keponakanku yang lucu dan imut.
9. Seseorang yang selalu memberi dukungan dan mendoakanku.
10. Keluarga Adi yang telah membantu proses terselesainya skripsi ini.
11. Sahabat-sahabtku dan teman-teman Pendidikan Matematika angkatan
2001.
12. Semua pihak yang mendukung dan membantu proses terselesainya skripsi
ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.
Penulis menyadari bahwa penulis sekripsi ini masih jauh dibawah
sempurna. Hal ini dikarenakan adanya keterbatasan yang ada pada penulis,
sehingga kritik dan saran dari para pembaca penulis harapkan demi
kesempurnaan dan kebaikan selanjutnya.
Akhirnya semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat kepada
penulis khususnya dan kepada para pembaca pada umumnya, serta dapat
memberikan sumbangan pemikiran pada perkembangan pendidikan
selanjutnya.
Semarang , Maret 2006
Penulis
vi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................................................... i
ABSTRAK ................................................................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................ iv
KATA PENGANTAR ................................................................................. v
DAFTAR ISI ................................................................................................ vii
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................ ix
DAFTAR GAMBAR ................................................................................... xi
BAB I. PENDAHULUAN
A. Alasan Pemilihan Judul .............................................................. 1
B. Permasalahan ............................................................................. 5
C. Cara Pemecahan Masalah .......................................................... 5
D. Penegasan Istilah ........................................................................ 5
E. Tujuan Penelitian ....................................................................... 6
F. Manfaat Penelitian ..................................................................... 7
G. Sistematikan Penulisan Skripsi .................................................. 8
BAB II. LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN
A. Landasan Teori ........................................................................... 10
1. Matematika Sekolah ............................................................. 10
2. Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar ............................... 11
3. Belajar .................................................................................. 13
vii
4. hasil Belajar ......................................................................... 17
5. Model Pembelajaran Matematika ......................................... 19
6. Pokok Bahasan yang Terkait dengan Materi Penelitian ...... 25
B. Kerangka Berpikir ...................................................................... 31
C. Hipotesis Tindakan .................................................................... 32
BAB III. METODE PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian ........................................................................ 33
B. Subyek penelitian ....................................................................... 33
C. Prosedur Penelitian .................................................................... 33
D. Prosedur Pengumpulan Data ...................................................... 45
E. Indicator Keberhasilan ............................................................... 46
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian .......................................................................... 47
B. Pembahasan ................................................................................ 58
BAB V. PENUTUP
A. Simpulan .................................................................................... 63
B. Saran .......................................................................................... 63
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 65
LAMPIRAN-LAMPIRAN .......................................................................... 67
viii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Daftar Nama Siswa ........................................................... 67
Lampiran 2 : Rencana Pembelajaran Siklus I ........................................ 69
Lampiran 3 : Daftar Nama Siswa Dalam Kelompok Pada siklus I......... 72
Lampiran 4 : Kartu Masalah .................................................................. 74
Lampiran 5 : Kunci Jawaban Kartu Masalah ........................................ 75
Lampiran 6 : Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus I ....................................... 76
Lampiran 7 : Soal Evaluasi Siklus I ....................................................... 77
Lampiran 8 : Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus I ............................. 79
Lampiran 9 : Lembar Jawab Soal Evaluasi Siklus I .............................. 81
Lampiran 10 : Hasil Tes Evaluasi Belajar Siswa Pada Siklus I ............... 82
Lampiran 11 : Lembar Observasi Untuk Siswa ....................................... 84
Lampiran 12 : Lembar Observasi Untuk Guru ........................................ 85
Lampiran 13 : Angket Refleksi Siswa Terhadap Pembelajaran .............. 87
Lampiran 14 : Hasil Angket Refleksi Siswa Pada Siklus I ...................... 88
Lampiran 15 : Rencana Pembelajaran Siklus II ....................................... 90
Lampiran 16 : Daftar Nama Siswa Pada Siklus II ................................... 93
Lampiran 17 : Lembar Kerja Siklus II ..................................................... 95
Lampiran 18 : Kunci Jawaban Lembar Kerja Siklus II ........................... 99
Lampiran 19 : Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus II..................................... 101
Lampiran 20 : Soal Evaluasi Siklus II ................................................... 102
Lampiran 21 ; Kunci Jawaban Soal Evaluasi Siklus II .......................... 104
ix
Lampiran 22 : Lembar Jawab Soal Evaluasi Siklus II ........................... 106
Lampiran 23 : Hasil Tes Evaluasi Belajar Siswa Siklus II .................... 107
Lampiran 24 : Lembar Observasi Untuk Siswa ..................................... 109
Lampiran 25 : Lembar Observasi Untuk Guru ...................................... 110
Lampiran 26 : Angket Refleksi Terhadap Pembelajaran ....................... 112
Lampiran 27 : Hasil Angket Refleksi Siswa Pada Siklus II .................. 113
x
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 : Siswa Melakukan Kerja Kelompok ..................................... 115
Gambar 2 : Siswa Menyajikan Hasil Kerja Kelompok........................... 115
xi
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Alasan Pemilihan Judul
Pendidikan merupakan salah satu sektor penentu keberhasilan
pembangunan dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia,
mempercepat proses alih teknologi demi kemajuan bangsa dan negara untuk
mewujudkan cita-cita pembangunan nasional. Adapun arah dan tujuan
pendidikan nasional sebagaimana termaktub dalam SPN tahun 2003 adalah
mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia
seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha
Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki ketrampilan dan pengetahuan,
berkepribadian mantap, mandiri, sehat jasmani dan rohani, serta mempunyai
tanggung jawab yang tinggi terhadap masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan di Indonesia diawali dengan jenjang pendididikan dasar yaitu SD
dan SMP. Salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh siswa sekolah
dasar adalah matematika.
Matematika adalah studi objek yang bersifat abstrak, sehingga sulit
dicerna oleh anak-anak usia sekolah dasar (SD). Anak-anak usia sekolah dasar
masih belum diklasifikasikan dalam tahap berfikir formal karena orientasinya
masih terkait dengan benda-benda konkrit. Ini bukan berarti bahwa
matematika tidak mungkin dapat diajarkan di sekolah dasar, bahkan Domain
(1985) mengatakan, pada hakikatnya matematika lebih baik diajarkan sejak
2
usia balita. Mengingat pentingnya matematika untuk pendidikan sejak siswa
SD maka perlu dicarikan jalan penyelesaiannya, yaitu suatu cara mengelola
proses belajar mengajar matematika di SD sehingga matematika dapat dicerna
dengan baik oleh siswa SD pada umumnya.
Sekolah dasar merupakan lembaga pendidikan yang berfungsi
menanamkan kemampuan dan ketrampilan dasar untuk keperluan melanjutkan
pelajaran pada tingkat diatasnya yaitu SMP, maupun untuk memberikan bekal
kemampuan pada siswa mengembangkan diri sesuai dengan bakat dan minat,
serta kondisi lingkungannya. Kemampuan menghitung dan mengukur serta
ketrampilan membaca dan menulis di SD merupakan dasar bagi
pengembangan kemampuan lain yang lebih tinggi.
Pelajaran matematika bagi pendidikan dasar, pada umumnya tidak
disukai karena dianggap sukar dan ditakuti oleh siswa sehingga hal ini dapat
mempengaruhi perkembangan belajar matematika. Kesulitan belajar
matematika terutama disebabkan oleh sifat khusus dari matematika yang
memiliki obyek abstrak. Pelajaran matematika yang berjalan saat ini
cenderung ditujukan pada ketrampilan siswa mengerjakan dan menyelesaikan
soal-soal matematika. Banyak siswa secara individual kurang memahami
konsep matematika yang pada hakikatnya merupakan ilmu deduktif
aksiomatis dan berangkat dari hal-hal yang abstrak. Berkaitan dengan proses
belajar mengajar yang ditekankan pada penataan nalar, pengembangan sikap
kritis, logis dan ketrampilan menerapkan matematika, maka siswa harus
memiliki kemampuan memahami konsep matematika sebagai prasyarat yang
3
utama. Untuk itulah, guru sekolah dasar berperan penting dalam
menyampaikan konsep-konsep matematika kepada siswanya yang memiliki
taraf konkrit, yang mana kesalahan dalam penyampaian konsep oleh guru
berakibat fatal terhadap siswa dalam menghadapi permasalahan berikutnya
yang masih berhubungan dengan konsep tersebut.
Pembelajaran matematika sekarang ini banyak yang hanya
menekankan pada tujuan kognitif saja (Yunanto, 2004 : 48). Salah satu
alternatif agar pembelajaran matematika tidak hanya menekankan pada tujuan
kognitif saja adalah melalui pembelajaran berbasis masalah. Melalui
pembelajaran berbasis masalah diharapkan siswa akan mampu menjadi
pemikir handal dan mandiri. Pembelajaran berbasis masalah bukanlah sekedar
pembelajaran yang dipenuhi dengan latihan soalsoal seperti yang sering
terjadi di lembaga bimbingan tes (belajar). Dalam pembelajaran berbasis
masalah siswa dihadapkan dengan permasalahan yang membangkitkan rasa
ingin tahunya untuk melakukan penyelidikan sehingga dapat menemukan
sendiri jawabannya, dengan mengkomunikasikan hal itu dengan orang lain.
Dalam penyelidikan sering dilakukan kerja sama dengan temannya. Hal ini
memberikan implikasi pada pembelajaran di kelas, termasuk pada
pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika mestinya juga harus
menjadi wahana untuk mengembangkan kecakapan dalam memecahkan
masalah, karenanya perlu ditetapkan model pembelajaran berbasis masalah
sejak dini dan secara berkelanjutan, yaitu sejak sekolah dasar (SD) hingga
sekolah menengah, bahkan bila diperlukan sampai perguruan tinggi (PT).
4
Aktivitas belajar dan kemampuan siswa SD Negeri 2 Wergu Wetan
Kudus dalam menyelesaikan soal matematika masih rendah. Rendahnya
kemampuan tersebut ditunjukkan oleh rendahnya hasil belajar siswa. Hasil
wawancara singkat peneliti dengan guru matematika yang mengajar di kelas
enam (VI) SD Negeri 2 Wergu Wetan Kudus diperoleh hasil bahwa: 1. siswa
sulit memahami konsep matematika tersebut yang bersifat abstrak, 2. siswa
tidak siap atau menyiapkan diri sebelum pembelajaran dimulai walaupun
materi pelajaran yang akan diajarkan pada pertemuan berikutnya sudah
diketahui, dan 3. aktifitas siswa dalam proses pembelajaran masih rendah.
Rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas enam (VI) SD Negeri 2 Wergu
Wetan Kudus masih rendah, khususnya pokok bahasan pengukuran panjang
yaitu kurang dari 7,0. Penilaian terhadap proses belajar tidak hanya
bermanfaat bagi guru, tetapi juga bagi para siswa yang pada saatnya akan
berpengaruh terhadap hasil belajar yang dicapainya.
Oleh karena itu perlu suatu upaya untuk meningkatkan hasil belajar
matematika siswa kelas enam (VI) SD Negeri 2 Wergu Wetan Kudus.
Berbagai upaya telah dilakukan tetapi hasilnya belum memuaskan. Penelitian
tindakan kelas (PTK) adalah salah satu strategi pemecahan masalah yang
memanfaatkan tindakan nyata dan proses pengembangan kemampuan dalam
mendeteksi dan memecahkan masalah. Melalui penelitian tindakan kelas
(PTK) ini, akan dicobakan model pembelajaran berbasis masalah untuk pokok
bahasan pengukuran panjang.
5
B. Permasalahan
Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, masalah yang akan di
bahas dalam penelitian ini adalah: Apakah dengan menggunakan model
pembelajaran berbasis masalah pokok bahasan pengukuran panjang pada
siswa kelas enam (VI) SD Negeri 02 Wergu Wetan Kudus Tahun Pelajaran
2005/2006 dapat meningkatkan hasil belajar matematika.
C. Cara Pemecahan Masalah
Dalam penelitian ini masalah akan dipecahkan melalui penelitian
tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan secara bersiklus. Masingmasing
siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, implementasi, observasi, dan
refleksi. Model pembelajaran yang direncanakan untuk siklus I adalah :
a. Pengajuan permasalahan oleh guru.
b. Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok, setiap kelompok terdiri dari
4-5 siswa.
c. Setiap kelompok memperoleh kartu masalah untuk didiskusikan bersama
dan hasilnya dipresentasikan di depan kelas.
Hasil refleksi akhir siklus I untuk merencanakan (menyempurnakan)
siklus berikutnya.
D. Penegasan Istilah
Berdasarkan judul di atas maka perlu diketahui dan dipahami beberapa
istilah di bawah ini.
6
1. Meningkatkan
Meningkatkan adalah usaha untuk membuat sesuatu menjadi lebih baik.
2. Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan hasil yang telah dicapai setelah dilaksanakan
proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Hasil belajar dalam periode
tertentu dapat dilihat dari nilai raport yang secara nyata yang dapat dilihat
dalam bentuk angka-angka.
Dalam skripsi ini hasil belajar ditunjukkan dengan nilai tes evaluasi pada
setiap siklus.
3. Pokok Bahasan Pengukuran Panjang
Materi yang diajarkan di sekolah dasar kelas VI semester I dengan pokok
bahasan pengukuran panjang.
4. Pembelajaran Berbasis Masalah
Pembelajaran berbasis masalah adalah suatu model pembelajaran yang
bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan ketrampilan berpikir
dan ketrampilan pemecahan masalah (Ismail, 2002 : 2). Pembelajaran
berbasis masalah mempunyai ciri utama yang meliputi suatu pengajuan
pertanyaan atau masalah, memusatkan pada keterkaitan antar disiplin,
penyelidikan autentik, kerjasama, dan hasil karya atau peragaan.
E. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil
belajar matematika pokok bahasan pengukuran panjang melalui model
7
pembelajaran berbasis masalah pada siswa kelas enam (VI) SD Negeri 2
Wergu Wetan Kudus Tahun Pelajaran 2005/2006.
F. Manfaat Penelitian
1. Manfaat bagi siswa
a. Menumbuhkan kemampuan memecahkan masalah, kemampuan
bekerja sama, dan kemampuan berkomunikasi serta mengembangkan
ketrampilan berpikir tinggi siswa.
b. Meningkatkan motivasi dalam belajar matematika sehingga dapat
menumbuhkan minat belajar yang pada gilirannya akan membawa
pengaruh yang positif yaitu terjadinya peningkatan hasil belajar yang
baik serta penguasaan konsep dan ketrampilan yang lainnya.
c. Potensi siswa dapat lebih ditumbuhkembangkan agar menjadi lebih
baik.
2. Manfaat bagi guru
a. Mendapatkan pengalaman langsung melakukan penelitian tindakan
kelas (PTK) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan
mengembangkan profesi guru.
b. Memberikan kesempatan guru lebih menarik siswa dalam proses
belajar mengajar serta memungkinkan guru dan siswa lebih mengenal
benda konkret sebagai sarana belajar.
c. Mengetahui strategi pembelajaran yang bervariasi yang dapat
memperbaiki dan meningkatkan sistem pembelajaran di kelas,
8
sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan untuk mengatasi
rasa kebosanan siswa dalam belajar matematika.
3. Manfaat bagi peneliti
a. Akan diperoleh pemecahan permasalahan dalam penelitian sehingga
akan didapatkan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan
hasil belajar siswa.
b. Mendapatkan pengalaman dan pengetahuan dalam melakukan
penelitian tindakan kelas dan melatih diri dalam menerapkan ilmu
pengetahuan khususnya tentang konsep matematika yang telah dapat
diterapkan saat mereka terjun dilapangan. Dengan kata lain,
mahasiswa siap mengembangkan profesinya sekaligus meneliti.
G. Sistematika Penulisan Skripsi
Sistematika yang digunakan dalam penulisan skripsi ini terdiri dari tiga
bagian yaitu bagian awal, bagian isi dan bagian akhir skripsi.
1. Bagian Awal Skripsi
Pada bagian awal penulisan skripsi ini berisi tentang halaman judul,
abstrak, halaman pengesahan, halaman motto dan persembahan, kata
pengantar, daftar isi dan daftar lampiran.
2. Bagian Isi Skripsi
Pada bagian isi penulisan skripsi ini terdiri dari 5 bab, yaitu sebagai
berikut.
9
a) Bab I Pendahuluan
Dalam Bab I berisi tentang alasan pemilihan judul, permasalahan, cara
pemecahan masalah, penegasan istilah, tujuan penelitian, manfaat
penelitian serta sistematika penulisan skripsi.
b) Bab II Landasan Teori dan Hipotesis Tindakan
Dalam Bab II ini memuat tentang matematika sekolah, pembelajaran
matematika di SD, belajar, hasil belajar, model pembelajaran berbasis
masalah, pokok bahasan yang terkait dengan materi penelitian,
kerangka berpikir dan hipotesis tindakan.
c) Bab III Metode Penelitian
Pada Bab III memuat tentang lokasi penelitian yang digunakan dalam
penelitian, subyek penelitian, prosedur penelitian, prosedur
pengumpulan data, dan indikator keberhasilan.
d) Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
Dalam Bab IV berisi tentang semua hasil penelitian yang dilakukan
dan selanjutnya dibahas hasil penelitian tersebut.
e) Bab V Penutup
Dalam Bab V berisikan simpulan dari hasil penelitian, dengan
memperhatikan dari hasil penelitian ini maka dikemukakan saran-saran
yang diberikan peneliti berdasarkan simpulan.
3. Bagian Akhir Skripsi
Bagian akhir skripasi memuat daftar pustaka yang digunakan serta
lampiran-lampiran yang diperlukan.
10
BAB II
LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN
A. Landasan Teori
1. Matematika Sekolah
Menurut Suherman (2003 : 55), matematika sekolah adalah
matematika yang diajarkan di pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Ini berarti bahwa matematika SD adalah matematika yang diajarkan di
tingkat SD, matematika SMP adalah matematika yang diajarkan di tingkat
SMP, matematika SMA adalah matematika yang diajarkan di tingkat
SMA. Matematika sekolah tersebut terdiri atas bagian-bagian matematika
yang dipilih guna menumbuhkembangkan kemampuan-kemampuan dan
membentuk pribadi serta berpandu pada perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi (IPTEK). Ini berarti bahwa matematika sekolah selain
memiliki ciri-ciri penting yaitu memiliki objek yang abstrak dan memiliki
pola pikir deduktif dan konsisten, juga tidak dapat dipisahkan dari
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tujuan umum diberikannya matematika pada jenjang pendidikan
dasar adalah :
a. Mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahan keadaan di
dalam kehidupan dan di dunia yang selalu berkembang, melalui latihan
bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat,
jujur, efektif dan efisien.
11
b. Mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan matematika dan pola
pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari, dan dalam mempelajari
ilmu pengetahuan.
Dengan demikian tujuan umum pendidikan matematika pada
jenjang pendidikan dasar adalah memberi penekanan pada penataan
nalar dan pembentukan sikap, serta memberi tekanan pada
keterampilan dalam penerapan matematika, baik dalam kehidupan
sehari-hari maupun dalam membantu mempelajari ilmu pengetahuan
lainnya. Sedangkan tujuan khusus pengajaran matematika di sekolah
dasar adalah untuk menumbuhkembangkan ketrampilan menghitung
dan mengukur sebagai alat dalam kehidupan sehari-hari.
2. Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Pengertian pembelajaran menurut tim MKDU IKIP Semarang
(1997 : 26) adalah usaha sadar guru/pendidik untuk membantu siswa
dalam membangun konsep-konsep/prinsip-prinsip matematika berdasarkan
pengalaman/pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya. Adapun tujuan
pembelajaran matematika di SD dalam buku pedoman pelaksanaan
kurikulum pendidikan dasar dan GBPP SD disebutkan bahwa sasaran
matematika sekolah dasar yang ingin dicapai antara lain sebagai berikut.
a. Menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan berhitung dalam
kehidupan sehari-hari.
12
b. Menumbuhkan kemampuan siswa yang dapat dialihkan melalui
kegiatan matematika.
c. Mengembangkan kemampuan dasar matematika sebagai bekal belajar
lebih lanjut di SMP.
d. Membentuk sikap logis, kritis, cermat, kreatif dan disiplin.
Matematika yang didapat di SD merupakan modal untuk
melanjutkan ke SMP serta sebagai landasan dalam mempelajari dan
mengembangkan matematika. Selain itu untuk mempersiapkan siswa agar
dapat menggunakan matematika dan pola pikir matematika dalam
kehidupan sehari-hari dan dalam mempelajari sains dan teknologi.
Dalam kegiatan pembelajaran matematika, pendekatan, metode,
strategi dan teknik yang digunakan diserahkan sepenuhnya kepada guru
sesuai dengan kemampuan dan pengalamannya. Secara operasional dapat
dikembangkan misalnya dalam satu strategi mengajar mungkin saja
menggunakan lebih dari satu pendekatan, dalam satu pendekatan mungkin
terdapat lebih dari satu teknik. Pemilihan metode yang akan diterapkan
tentu saja disesuaikan dengan materi dan tujuan pembelajaran. Dalam
memilih dan menggunakan metode atau strategi hendaknya guru
melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik maupun
sosial karena salah satu tujuan pembelajaran matematika adalah berpikir
kritis dan kreatif. Modal dasar yang dimiliki siswa yang harus
dikembangkan adalah daya imajinasi dan rasa ingin tahu. Dua hal tersebut
harus dipupuk dan ditumbuh kembangkan karena dari dua hal tersebut
13
proses pembelajaran akan lebih hidup dan bermakna. Adapun pemilihan
topik-topik matematika yang diperlukan di SD harus mempertimbangkan
beberapa hal, misalnya bahwa :
1. Mengajar matematika tidak sekedar menyusun urutan informasi, tetapi
juga kemampuan siswa pada tingkat SD, relevasi materi yang dipilih
ditinjau lagi kegunaan dan kepentingan siswa.
2. Mengajar matematika dapat mengembangkan sikap siswa, agar siswa
mampu mengetes idenya, menyelesaikan masalah, menemukan dan
mengkomunikasikan idenya.
3. Walaupun perkembangan matematika yang sangat mengagumkan pada
abad ini, yang juga sangat bermanfaat bagi perkembangan sains dan
teknologi, namun dunia lingkungan siswa perlu mendapat perhatian
utama.
Untuk siswa tingkat SD, terdapat dua aspek dalam pengajaran
matematika, yaitu :
a. Matematika sebagai alat untuk menyelesaikan masalah.
b. Matematika merupakan sekumpulan ketrampilan yang harus dipelajari.
3. Belajar
Belajar merupakan perubahan tingkah laku yang relatif tetap dan
terjadi sebagai hasil latihan dan pengalaman (Morgan, 1983 : 3). Dari
pengertian ini diketahui bahwa seseorang yang belajar akan mengalami
perubahan tingkah laku, dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak tahu
14
menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti. Menurut Nana Sujana
(1989 : 5) memberikan arti belajar adalah sebagai berikut.
"belajar adalah suatu proses yang disadari dengan perubahan pada diri
seseorang sebagai hasil proses dalam bentuk pengetahuan, sikap, dan
tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, serta perubahan aspek-
aspek lain pada individu yang belajar. Perubahan tingkah laku tersebut
karena adanya interaksi".
Seseorang yang sudah melakukan belajar mengalami perubahan
tingkah laku. Rochman Natawijaya (1984 : 13) memaparkan tentang ciri-
ciri perubahan tingkah laku dalam pengertian belajar adalah sebagai
berikut.
a. Perubahan yang terjadi secara sadar
Ini berarti bahwa individu yang belajar akan menyadari terjadinya
perubahan itu atau sekurang-kurangnya individu merasakan telah
terjadi adanya suatu perubahan dalam dirinya.
b. Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional
Sebagai hasil belajar, perubahan yang terjadi dalam diri individu
berlangsung terusmenerus dan tidak statis. Satu perubahan yang
terjadi akan menyebabkan perubahan berikutnya dan akan berguna
bagi kehidupan ataupun proses belajar berikutnya.
15
c. Perubahan dalam belajar bersifat aktif dan pasif
Dalam perbuatan belajar, perubahan-perubahan itu senantiasa
bertambah dan tertuju untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dari
sebelumnya.
d. Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara
Perubahan yang bersifat sementara yang terjadi hanya untuk beberapa
saat saja, tidak dapat digolongkan sebagai perubahan dalam arti
belajar, tetapi yang bersifat permanen itulah yang merupakan
perubahan dalam arti belajar.
e. Perubahan dalam belajar bertujuan dan terarah
Ini berarti bahwa perubahan tingkah laku terjadi karena ada tujuan
yang akan dicapai.
f. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku
Jika seseorang belajar sesuatu, sebagai hasilnya ia akan mengalami
perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap kebiasaan,
ketrampilan, pengetahuan dan sebagainya.
Proses belajar terdiri dari beberapa tahap yang kesemuanya
harus dilalui bila seseorang ingin belajar dalam arti yang
sesungguhnya. Gambar dibawah ini menunjukkan bagan proses
belajar.
16
PROSES BELAJAR
1. Motivasi
2. Perhatian pada
pelajaran
3. Menerima atau
TIDAK TAHU mengingat MENGERTI
4. Reproduksi
5. Generalisasi
6. Melaksanakan
latihan dan
umpan baliknya
Proses belajar merupakan jalan yang harus ditempuh oleh
seorang pelajar untuk mengerti suatu hal yang sebelumnya tidak
diketahui (Rooijakkers, Ad. 1991 : 14). Ada beberapa faktor yang
mempengaruhi proses belajar antara lain sebagai berikut.
1. Faktor Internal
Faktor Internal adalah faktor yang ada dalam diri siswa, meliputi
kemampuan yang dimilikinya, motivasi belajar, minat dan perhatian,
sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik
dan psikis.
2. Faktor Eksternal
Faktor Eksternal adalah faktor yang datang dari luar siswa atau faktor
lingkungan. Sifat faktor ini ada yang sosial yaitu berkaitan dengan
manusia, misalnya prilaku guru, dan ada yang non sosial seperti alat
atau media pendidikan, bahan pendidikan, terutama kualitas
pembelajaran.
17
4. Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan hasil yang telah dicapai setelah
dilaksanakan program kegiatan belajar mengajar di sekolah. Hasil belajar
dalam periode tertentu dapat dilihat dari nilai raport yang secara nyata
dapat dilihat dalam bentuk angka-angka.
Menurut Robert M. Gagne (Sujana, 1990 : 22) mengungkapkan ada
lima kategori hasil belajar yaitu :
a. Ketrampilan intelektual : kapasitas intelektual seseorang.
b. Strategi kognitif : kemampuan mengatur cara belajar dan berfikir
seseorang.
c. Informasi verbal : kemampuan menyerap pengetahuan dalam arti
informasi dan fakta.
d. Ketrampilan motoris : menulis, menggunakan peralatan.
e. Sikap dan nilai : kemampuan ini berhubungan dengan tingkah laku.
Sedangkan Bloom (Sudjana, 1990 : 22) mengungkapkan tiga
tujuan pengajaran yang merupakan kemampuan seseorang yang harus
dicapai dan


Use: 0.098