• "UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI SD NEGERI BLUBUK 01 DUKUHWARU PADA POKOK BAHASAN KEL


  •   
  • FileName: doc.pdf [read-online]
    • Abstract: Hartanto, 4102904128 "Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SD ... Serta kemampuan guru dalam kegiatan belajar mengajar. lebih meningkat pula. Saran, sebaiknya dalam proses pembelajaran kelipatan ...

Download the ebook

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI
SD NEGERI BLUBUK 01 DUKUHWARU PADA POKOK BAHASAN
KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL (KPK) DAN
FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR (FPB)
MELALUI PEMANFAATAN
KELOMPOK BELAJAR
Skripsi
Diajukan dalam Rangka Penyelesaian Studi Strata 1
untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Oleh:
NAMA : HARTANTO
NIM : 4102904128
PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN MATEMATIKA
JURUSAN : MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
TAHUN 2006
ABSTRAK
Hartanto, 4102904128 "Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SD
Negeri Blubuk 01 Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal pada Pokok Bahasan
Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB)
Melalui Pemanfaatan Kelompok Belajar".
Pemilihan judul ini berdasarkan pengalaman di lapangan bahwa prestasi belajar
matematika siswa kelas VI SD Negeri Blubuk 01 nilai rata-ratanya masih berkisar 5,6.
Lebih khusus lagi siswa belum bisa menerapkan cara mencari kelipatan persekutuan
terkecil dan faktor persekutuan terbesar dengan benar. Melalui pemanfaatan
kelompok belajar, diharapkan siswa akan lebih mudah mengatasi masalah yang ada
dalam proses pembelajaran matematika.
Rumusan masalah pada penelitian ini apakah hasil belajar siswa kelas VI SD
Negeri Blubuk 01 Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal pada pokok bahasan
kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB) dapat
ditingkatkan?
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar dengan memanfaatkan
kelompok-kelompok yang ada dapat menyelesaikan soal matematika tentang
kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB). Dan
menghadapi berbagai masalah yang dihadapi siswa serta merencanakan tindakan yang
harus dilakukan oleh guru. Maka diharapkan siswa lebih mudah dalam menyelesaikan
soal-soal tentang kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan
terbesar (FPB).
Penelitian tindakan kelas ini, ditempuh dalam tiga siklus. Setiap siklusnya terdiri
dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan serta refleksi.
Tindakan penelitian dalam setiap siklus dilakukan dengan cara memanfaatkan
kelompok belajar yang ada untuk menyelesaikan soal matematika tentang kelipatan
persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB). Adapun yang
menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri Blubuk 01 Kecamatan
Dukuhwaru Kebupaten Tegal tahun pelajaran 2005/2006 yang terdiri dari 31 siswa.
Hasil yang diperoleh setelah dilakukan penelitian tindakan kelas adalah sebagai
berikut.
1. Keaktifan menunjukkan keadaan yang lebih kondusif dibandingkan keadaan
sebelumnya.
2. Prosentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal pada siklus I hanya
mencapai 29% sehingga perlu adanya usaha peningkatkan pada siklus II dengan
tindakan perbaikan dan hasilnya mencapai 39%, keadan tersebut masih perlu
diadakan perbaikan pada siklus III, pada tahap ini ketuntasan telah mencapai
68%.
Simpulan yang dapat diambil dari penelitian tindakan kelas ini adalah dengan
memanfaatkan kelompok belajar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam
menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar
(FPB). Demikian pula dalam proses pembelajaran, kemampuan siswa dalam
mengemukakan pendapat dan bekerja sama dalam kelompoknya menunjukkan
keadaan yang lebih baik. Serta kemampuan guru dalam kegiatan belajar mengajar
lebih meningkat pula.
Saran, sebaiknya dalam proses pembelajaran kelipatan persekutuan (KPK) dan
faktor persekutuan terbesar (FPB) di SDN Blubuk 0l Kecamatan Dukuhwaru
Kabupaten Tegal pada kelas VI dapat memanfaatkan kelompok belajar.
ii
PENGESAHAN
Skripsi
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SD Negeri Blubuk 01
pada Pokok Bahasan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan
Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) Melalui Pemanfaatan Kelompok Belajar
Telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang pada:
Hari : Jumat
Tanggal : 25 Agustus 2006
Panitia Ujian
Ketua, Sekretaris,
Drs. Kasmadi Imam S., M.S. Drs. Supriyono, M.Si.
NIP. 130781011 NIP. 130815345
Pembimbing Utama, Ketua Penguji,
Walid, S.Pd., M.Si Drs. Amin Suyitno, M.Pd
NIP. 132299121 NIP. 130604211
Pembimbing Pendamping, Anggota Penguji,
M. Fajar Safa'atullah, S.Si., M.Si M. Fajar Safa'atullah, S.Si., M.Si
NIP. 132231408 NIP. 132231408
Anggota Penguji,
Walid, S.Pd., M.Si
NIP. 132299121
iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO:
Kebahagiaan yang hakiki adalah bila kebahagiaan itu dapat berbagi dengan
orang lain.
Berusahalah menjadi yang terbaik diantara yang terbaik.
Kenanglah kenangan yang patut untuk dikenang.
Janganlah sering menggunakan kata ya, bila kata tersebut tidak sesuai dengan
kemampuan yang kita miliki.
PERSEMBAHAN:
Kupersembahkan Karyaku ini untuk :
Istri Tersayang.
Putra-putriku Tersayang.
Ayah Ibuku yang telah mengantarkanku
menjadi dewasa.
Semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan PTK ini.
Dan para pembaca yang budiman.
iv
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur dan terima kasih penulis panjatkan ke hadirat Allh S.W.T.
oleh karena rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi
yang berjudul "Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SD Negeri Blubuk
01 Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal pada Pokok Bahasan Kelipatan
Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) Melalui
Pemanfaatan Kelompok Belajar". Keberhasilan penulisan skripsi ini dapat terwujud
tidak hanya atas hasil kerja penulis sendiri namun juga berkat bantuan dari berbagai
pihak.
Untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin sampaikan rasa terima kasih yang
setulus-tulusnya kepada:
1. Prof. Dr. H. A. T. Soegito, S.H., M.M., Rektor Universitas Negeri Semarang.
2. Drs. Kasmadi Imam S., M.S., Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang yang
telah memberikan berbagai kemudahan dalam penelitian ini.
3. Drs. Supriyono, M.Si., Ketua jurusan Matematika Universitas Negeri Semarang.
4. Drs. Amin Suyitno, M.Pd., Dosen Wali Senter Tegal B jurusan Pendidikan
Matematika Universitas Negeri Semarang.
5. Walid, S.Pd., M.Si, Pembimbing Utama yang telah banyak memberikan
bimbingan dan arahan kepada penulis dalam penyusunan skripsi.
6. M. Fajar Safa'atullah, S.Si., M.Si, Pembimbing Pendamping yang telah banyak
memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis dalam penyusunan skripsi.
7. G. Kartono Ama. Pd., Kepala Sekolah SD Negeri Blubuk 01 Kecamatan
Dukuhwaru Kabupaten Tegal yang telah memberikan izin untuk penelitian di
SD Negeri Blubuk 01.
v
8. Semua pihak yang telah memberikan masukan dan dorongan bantuan dalam
penyusunan skripsi ini.
Semoga Allah S.W.T. senantiasa memberikan balasan yang berlipat ganda atas
bantuan dan amal baiknya. Penulis menyadari keterbatasan dan kemampuan yang
dimiliki, sehingga skripsi ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu saran dan dan kritik
yang membangun sangat penulis harapkan. Akhirnya semoga apa yang menjadi hasil
dari penyusunan skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi penulis, pembaca dan
dunia pendidikan, Amin.
Semarang, 25 Agustus 2006
Penulis
vi
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i
ABSTRAK..................................................................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN................................................................. iv
KATA PENGANTAR ................................................................................... v
DAFTAR ISI.................................................................................................. vii
DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................. ix
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah .................................................. 1
B. Rumusan Masalah............................................................ 4
C. Tujuan Penelitian ............................................................. 4
D. Manfaat Penelitian ........................................................... 4
E. Sistematika Penulisan Skripsi .......................................... 6
BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN
A. Landasan Teori................................................................. 7
1. Pengertian belajar....................................................... 7
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar................. 10
3. Prinsip-prinsip belajar................................................ 12
4. Pengajaran Matematika.............................................. 13
5. Model pembelajaran kelompok belajar...................... 15
6. Materi yang terkait dengan penelitian........................ 17
B. Kerangka Berfikir ............................................................ 22
C. Hipotesis Tindakan .......................................................... 23
BAB III METODE PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian.............................................................. 24
B. Obyek Penelitian.............................................................. 24
C. Prosedur Penelitian .......................................................... 24
D. Sumber Data dan Metode Pengambilan Data .................. 31
E. Tolok Ukur Keberhasilan................................................. 32
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Pelaksanaan Siklus I ....................................................... 33
vii
B. Pelaksanaan Siklus II ...................................................... 43
C. Pelaksanaan Siklus III ..................................................... 53
D. Pembahasan ..................................................................... 63
BAB V PENUTUP
A. Simpulan .......................................................................... 67
B. Saran-saran....................................................................... 67
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 68
LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................................................ 69
viii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Ijin Sekolah Tempat Penelitian ............................................. 69
Lampiran 2. Program Pembelajaran .......................................................... 70
Lampiran 3. Jadwal Pertemuan ................................................................. 71
Lampiran 4. Daftar Nama Siswa Sebagai Objek Penelitian ..................... 72
Lampiran 5. Siklus I Rencana Pembelajaran ............................................. 73
Lampiran 6. Siklus II Rencana Pembelajaran ........................................... 79
Lampiran 7. Siklus III Rencana Pembelajaran .......................................... 86
Lampiran 8. Analisis Ulangan Harian Siklus I .......................................... 92
Lampiran 9. Analisis Ulangan Harian Siklus II ........................................ 93
Lampiran 10. Analisis Ulangan Harian Siklus III ....................................... 94
Lampiran 11. Siklus I Lembar Pengamatan Siswa ...................................... 95
Lampiran 12. Siklus I Lembar Pengamatan Guru ....................................... 98
Lampiran 13. Siklus II Lembar Pengamatan Siswa .................................... 101
Lampiran 14. Siklus II Lembar Pengamatan Guru ...................................... 104
Lampiran 15. Siklus III Lembar Pengamatan Siswa ................................... 107
Lampiran 16. Siklus III Lembar Pengamatan Guru .................................... 110
Lampiran 17. Presentasi Siswa dalam Menyerap Materi Pembelajaran ..... 103
Lampiran 18. Foto-foto dalam Penelitian Tindakan Kelas ......................... 104
ix
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam kegiatan proses belajar mengajar di sekolah, keberhasilan adalah
hal utama yang diupayakan oleh setiap guru. Merupakan kepuasan tersendiri
jika kita memberikan atau menyajikan materi pelajaran kepada siswa dengan
waktu yang sedikit serta alat peraga yang sederhana dapat diterima, dibuktikan
dengan dilakukannya evaluasi pada akhir pelajaran menunjukkan hasil belajar
yang sangat signifikan. Banyak komponen yang mendukung dalam keberhasilan
proses belajar mengajar, di antaranya adalah guru, siswa, metode, ruang kelas
dan alat peraga.
Sementara ini yang menjadi komponen utama keberhasilan dalam belajar
adalah guru. Asumsi kebanyakan orang tentang prestasi akan baik dan kurang
baik tersorot hanya kepada guru. Padahal keberhasilan proses belajar mengajar
dipengaruhi oleh banyak hal. Guna mengantisipasi asumsi tersebut, sebagai guru
harus menyikapi dengan tepat. Karakter materi pelajaran harus dipahami benar
agar kita memberikan materi baru dapat diterima dengan cepat. Metode yang
tepat diharapkan membantu siswa dalam penerimaan dan pemahaman terhadap
materi pelajaran yang diterimanya.
Pada sisi lain, komponen siswa juga turut menentukan keberhasilan dalam
proses belajar mengajar. Konsep-konsep yang berhubungan dengan konsep-
konsep baru yang akan diterimanya harus sudah dikuasai oleh siswa. Konsep
baru tak akan bisa diterima oleh siswa jika konsep dasar atau pelajaran yang lalu
2
belum dipahami. Hal inilah yang juga sangat berpengaruh pada keberhasilan
proses belajar mengajar. Siswa cenderung mempunyai ingatan yang tidak setia.
Materi pelajaran dipahami seketika itu tetapi lupa jika materi yang sama
ditanyakan beberapa hari kemudian. Ingatan setia hanya dimiliki oleh beberapa
siswa saja yang tergolong anak-anak berprestasi.
Matematika merupakan obyek yang abstrak, pembahasannya
mengandalkan pada nalar, pengertian dan konsep berkesinambungan.
Matematika adalah ilmu pengetahuan yang melibatkan perhitungan atau
pekerjaan yang dapat dialihgunakan dalam berbagai disiplin ilmu maupun dalam
pola kehidupan sehari-hari. Untuk mencapai keberhasilan dalam belajar
matematika, bekal yang harus dimiliki siswa tidak hanya harus menguasai
konsep materi saja, tetapi juga harus menguasai perhitungan atau pengerjaan
sesuai proses yang benar.
Belajar matematika bisa karena terbiasa, hal ini dituntut siswa harus
banyak melakukan latihan-latihan. Waktu belajar di sekolah sangatlah terbatas,
lebih banyak waktu di luar jam efektif sekolah atau di rumah. Kesulitan-
kesulitan yang ditemui dalam pengerjaan latihan atau tugas dapat ditanyakan
pada narasumber, antara lain orang tua, kakak, teman sekelas, siswa yang berada
di jenjang atasnya (SMP, SMA) atau kepada siapa saja yang dianggap bisa
membantu dengan baik.
Pada kesempatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) penulis mengamati
langsung pada unit kerja sendiri yakni SD Negeri Blubuk 01 desa Blubuk
Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal. Secara pemetaan areal Pemerintahan
Kecamatan Dukuhwaru adalah pemerintahan kecamatan termuda nomor urut ke
18, yang merupakan pemisahan atau pemekaran dari Kecamatan Slawi.
3
Masyarakat Desa Blubuk Kecamatan Dukuhwaru sangat kompleks dan dinamis.
Satu desa kebetulan ada 6 Sekolah Dasar dan 1 Madrasah Ibtidaiyah. Sekolah
Dasar masuk pagi, dimulai dari pukul 07.15-12.55 dan Madrasah Ibhtidaiyah
masuk sore.
Keadaan siswa kelas I sampai dengan kelas VI berjumlah 225 siswa,
berasal dari strata ekonomi yang majemuk. Status pendidikan orang tua juga
sangat beragam, yang kebanyakan hanya lulusan SD. Hal ini sangat berpengaruh
terhadap tingkat kesadaran pada bidang pendidikan yang agak kurang. Lebih-
lebih hampir mayoritas pekerjaan orang tua siswa adalah petani kecil, buruh
tani, dan buruh. Siswa di sekolah kurang maksimal dalam menerima materi
pelajaran, ternyata banyak alasan yang mengakibatkan demikian. Di antaranya
adalah siswa malas, kurang perhatian dari orang tua, keluarga miskin,
lingkungan tempat tinggal yang tidak mendukung, ber-IQ rendah, kesehatan
yang tidak memadai serta banyak waktu yang terbuang hanya untuk bermain.
Di kalangan siswa terjangkit pengertian bahwa pelajaran matematika
menjadi momok yang menakutkan di antara sekian mata pelajaran serta
dianggap paling sulit untuk dimengerti dan dipahami. Hal semacam ini sudah
menjadi reaksi umum. Untuk itu, penulis ingin mengamati kegiatan
pembelajaran pada pokok bahasan tertentu melalui judul skripsi "Upaya
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SD Negeri Blubuk 01 Kecamatan
Dukuhwaru dalam Pokok Bahasan 3.1. Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK)
dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) Melalui Pemanfaatan Kelompok
Belajar." Adapun alasan pemilihan judul ini adalah sebagai berikut.
1. Penulis adalah guru langsung dari siswa kelas VI (enam) SD Negeri
Blubuk 01 Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal.
4
2. Domisili penulis masih dalam satu kecamatan dari lokasi kerja, sehingga
memudahkan dalam mengadakan penelitian.
3. Penulis ingin mengetahui pemanfaatan kelompok belajar guna mengatasi
permasalahan yang ada.
4. Selama ini belum ada tindakan kelas yang dilakukan untuk menggunakan
kelompok belajar secara maksimal.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut. Apakah hasil
belajar siswa kelas VI SD Negeri Blubuk 01 Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten
Tegal pada pokok bahasan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor
persekutuan terbesar (FPB) melalui pemanfaatan kelompok belajar dapat
ditingkatkan?
C. Tujuan Penelitian
Untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri Blubuk 01
Kecamatan Dukuhwaru pada pokok bahasan kelipatan persekutuan terkecil
(KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB) melalui pemanfaatan kelompok
belajar.
D. Manfaat Penelitian
Dengan Penelitian Tindakan Kelas yang mengangkat judul "Upaya
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SD Negeri Blubuk 01 Dukuhwaru
dalam Pokok Bahasan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor
5
Persekutuan Terbesar (FPB) melalui Pemanfaatan Kelompok Belajar" penulis
dapat mengambil manfaat yaitu sebagai berikut.
1. Manfaat bagi guru
a. Mengetahui secara langsung permasalahan yang dihadapi anak agar
dapat memberikan bantuan secara tepat.
b. Melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada melalui pengamatan
yang dilakukan oleh teman sekerja (observer).
c. Untuk mengetahui ketepatan antar perencanaan pengajaran dengan
praktiknya.
2. Manfaat bagi siswa
a. Memanfaatkan secara maksimal kelompok belajar untuk
memecahkan suatu permasalahan.
b. Munculnya tutor sebaya secara tidak langsung dalam menghadapi
suatu masalah dari kelompok yang ada.
c. Dapat diketahui prestasi hasil belajar siswa melalui beberapa siklus.
3. Manfaat bagi sekolah
a. Sebagai dorongan bagi sekolah untuk meningkatkan prestasi belajar
secara umum.
b. Memberikan semangat dan contoh bagi guru lain untuk berusaha
secara maksimal dalam merencanakan proses belajar mengajar.
4. Manfaat bagi peneliti lain
Hasil penelitian sebagai pembanding, jelas terjadi perbedaan karena
karakter kelas yang berbeda.
6
E. Sistematika Penulisan Skripsi
Dalam penulisan skripsi ini, penulis membagi tiga (3) bagian secara garis
besar yaitu sebagai berikut.
1. Pada bagian awal secara urut terdiri atas halaman judul, abstrak,
pengesahan, motto dan persembahan, kata pengantar, dan daftar isi.
2. Bagian inti skripsi dibagi menjadi 5 Bab yaitu.
a. BAB I : PENDAHULUAN berisi tentang judul, latar belakang
masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat
penelitian serta Sistematika Penulisan Skripsi.
b. BAB II : LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN,
Kerangka Berpikir, dan Hipotesis Tindakan.
c. BAB III : METODE PENELITIAN berisi tentang lokasi penelitian
dan kelas yang diteliti, prosedur kerja dalam penelitian,
data dan cara pengambilannya, indikator kinerja secara
analisis butir soal.
d. BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN, isi dalam
bab ini tentang pelaksanaan siklus I, siklus II dan siklus
III serta pembahasannya.
e. BAB V : Berisi tentang kesimpulan dan saran-saran.
3. Bagian Akhir Skripsi
a. Daftar Pustaka
b. Daftar Lampiran
c. Daftar Kelompok Belajar
d. Daftar Dokumen
7
BAB II
LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN
A. Landasan Teori
1. Pengertian belajar
Banyak sekali para ahli pendidikan telah merumuskan dan
menjelaskan pengertian tentang belajar. Dari keberagaman para ahli
mengemukakan tentang pengertian belajar maka akan menambah wawasan
dan keluasan kita memahami arti belajar.
Untuk memudahkan di dalam melakukan pembahasan maka secara
garis besar ada pengelompokan sebagai berikut. Pengertian, faktor-faktor
yang mempengaruhi, belajar metematika, model pembelajaran tutor sebaya
dalam kelompok kecil, uraian materi.
Fontana (1981:147) mendefinisikan pengertian belajar adalah proses
perubahan yang relatif dalam perilaku individu sebagai hasil dari
pengalaman. Definisi tersebut menitikberatkan pada hal-hal sebagai
berikut.
a. Belajar harus memungkinkan terjadinya perubahan perilaku individu.
b. Perubahan tersebut merupakan hasil dari pengalaman.
Menurut Herman Hudoyo (1990) belajar adalah suatu proses
mendapat pengetahuan atau pengalaman sehingga mengubah tingkah laku.
Melalui proses belajar maka seseorang akan mengalami perubahan yang
kompleks. Perubahan dapat terjadi pada tingkah laku, penambahan
pengetahuan, sikap, keterampilan, serta kecakapan.
8
Menurut Piaget (2004:3) manusia tumbuh, beradaptasi dan berubah
melalui perkembangan fisik, perkembangan kepribadian, perkembangan
sosioemosional dan perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif
sebagian besar bergantung kepada seberapa jauh anak memanipulasi dan
aktif dalam berinteraksi sebagian besar dengan lingkungannya.
Kemampuan kognitif manusia berkembang menurut 4 tahap, dari
lahir sampai dewasa. Tahap ini secara berurutan berlaku dan dialami oleh
tiap orang, akan tetapi usia pada saat seseorang mulai memasuki suatu
tahapan tertentu, tidak selalu sama untuk tiap orang.
Keempat tahap tersebut adalah sebagai berikut.
(1). Tahap sensori-motor (sensory-motor stage).
Tahap ini berlangsung sejak lahir sampai berusia 2 tahun.
Pemahaman anak terhadap sesuatu bergantung pada kegiatan
(gerakan) tubuh beserta alat indera.
(2). Tahap pra-operasional (pre-operational stage).
Berlangsung kira-kira usia 2 tahun sampai 7 tahun. Pada tahap
ini anak memahami sesuatu tidak lagi hanya bergantung pada
gerakan tubuh dan alat indera, tetapi sudah diaplikasi dengan
pemikiran. Pemikiran si anak masih bersifat egosentris. Ia berfikir
bahwa orang lain mempunyai pemikiran dan perasaan sama seperti
yang ia alami.
(3). Tahap operasi konkret (concrete-operational stage).
Terjadi pada anak usia 7 tahun sampai 12 tahun. Berkurangnya
sifat egosentris dan muncullah pemahaman bahwa orang lain
mungkin mempunyai pendapat dan pemikiran yang berbeda. Serta
9
mulai dapat berfikir obyektif dan logis. Ia bisa menghadapi suatu
masalah tetapi hal tersebut disajikan dalam bentuk konkret.
(4). Tahap operasional formal (formal-operational stage).
Tahap ini akan berlangsung pada usia 12 tahun ke atas. Pada
tahap ini anak atau orang dapat berfikir logis tanpa kehadiran benda-
benda konkret, ia bisa melakukan kegiatan abstraksi.
Pendapat Bruner (2004:8) ada 3 tahap dalam proses belajar.
(1). Tahap enaktif, yaitu tahap pembelajaran terhadap sesuatu
pengetahuan dipelajarai secara aktif, dengan menggunakan benda-
benda konkret atau menggunakan situasi yang negatif.
(2). Tahap ikonik, yaitu tahap pembelajaran sesuatu pengetahuan dan
materi yang dipelajari dalam bentuk beyangan visual (visual
imagery), gambar, atau diagram, yang menggambarkan kegiatan
konkret atau situasi konkret yang terdapat dalam tahap enaktif yang
telah tersebut di atas.
(3). Tahap simbolik, yaitu tahap pembelajaran terhadap sesuatu
pengetahuan yang diwujudkan dalam bentuk simbol-simbol abstrak
(abstract symbols). Simbol-simbol yang dipakai berdasarkan
kesepakatan dari orang-orang dalam bidang yang bersangkutan.
Misalnya: huruf-huruf, kata-kata, kalimat, lambang matematik.
Tahap belajar akan berlangsung optimal jika proses pembelajaran
diawali dengan tahap enaktif. Bila telah berhasil maka dapat dilanjutkan
pada tahap kedua yaitu tahap ikonik dan selanjutnya sampai pada tahap
simbolik.
10
Berdasarkan pendapat para ahli pendidikan tersebut di atas maka
dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar adalah proses pemindahan
pengetahuan atau pengalaman seseorang yang akan terjadi perubahan yang
mengarah pada perubahan positif pada tingkah laku, sikap, pengetahuan
dan kecakapan.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar
Di dalam proses belajar yang kompleks perlu diingat ada beberapa
faktor yang mempengaruhi. Pendapat Dimyati (1999:228) faktor-faktor
yang sangat mempengaruhi proses dan hasil belajar adalah sebagai berikut.
a. Faktor Eksternal
1). Guru
Tugas guru selain mentransfer ilmu pengetahuan juga
membentuk sikap peserta didik. Untuk itu diperlukan figur guru
yang berkualitas, baik pengetahuan yang luas, mental yang kuat
dan mempunyai kecakapan secara didaktis, serta menguasai
kurikulum.
2). Sarana dan prasarana
Agar dapat membantu meningkatkan hasil belajar yang optimal
maka sangat diperlukan sarana dan prasarana yang memadai.
3). Kebijaksanaan penilaian
Secara kejiwaan siswa sangat terpengaruhi oleh hasil belajar
yang telah ia lakukan. Karena penilaian adalah puncak dari
garapan siswa dan merupakan hasil yang ditunggu oleh siswa
dari sekian proses pembelajaran maka diharuskan guru aktif
dan bijaksana dalam penilaian
11
4). Lingkungan sosial siswa di sekolah
Lingkungan sosial belajar yang kondusif sangat berpengaruh
pada hasil belajar dan menumbuhkan perilaku yang positif.
b. Faktor Internal
1). Kosentrasi Belajar
Kosentrasi belajar merupakan kemampuan memusatkan
perhatian pada pelajaran. Untuk meningkatkan kosentrasi
diperlukan strategi belajar mengajar yang tepat dan
mempertimbangkan waktu belajar yang diimbangi dengan
istirahat. Vokal guru yang diselingi teknik kesenyapan untuk
memancing atau menyatukan kosentrasi siswa.
2). Sikap Terhadap Belajar.
Dalam proses belajar sikap siswa menanggapi materi belajar
sangat beragam. Dapat menerima, menolak, atau mengabaikan.
Sikap tersebut sangat mempengaruhi terhadap hasil belajar.
3). Motivasi Belajar
Ada dua kemungkinan yang terjadi pada siswa dalam belajar.
Semangat tinggi maka akan berpengaruh positif pada hasil
belajar. Sebaliknya jika semangat melemah maka hasil belajar
juga akan kurang baik.
4). Mengolah Bahan Ajar
Adalah kemampuan siswa untuk menerima dan memahami isi
serta cara memperoleh ajaran sehingga menjadi bermakna bagi
siswa.
12
5). Rasa Percaya Diri
Muncul dari keinginan mewujudkan diri bertindak dan berhasil.
6). Kebiasaan Belajar
Kebiasaan belajar sangat mempengaruhi kesuksesan dalam
mencapai tujuan.
3. Prinsip-Prinsip Belajar
Proses belajar itu adalah komplek sekali, tetapi dapat juga dianalisis
dan diperinci dalam bentuk azaz-azaz atau prinsip-prinsip belajar. Hal ini
perlu diketahui agar memiliki pedoman dan teknik belajar yang baik.
Menurut Abu Akhmadi (1986:14) ada beberapa prinsip-prinsip belajar
sebagai berikut.
a. Belajar harus bertujuan dan terarah. Tujuan akan menuntutnya dalam
belajar untuk mencapai harapan-harapannya.
b. Belajar memerlukan bimbingan. Dalam proses belajar sangat
diperlukan bimbingan yang didapatkan dari guru maupun dari buku.
c. Belajar memerlukan atas hal-hal yang yang dipelajari sehingga
diperoleh pengertian-pengertian.
d. Belajar memerlukan latihan atau ulangan. Agar tujuan tercapai maka
diperlukan banyak latihan.
e. Belajar adalah merupakan suatu proses aktif saling keterkaitan dan
mempengaruhi antara murid dengan lingkungannya.
f. Belajar harus diiringi keinginan dan kamauan yang kuat untuk
mencapai tujuan.
g. Belajar dianggap berhasil apabila telah sanggup ke dalam bidang
praktik sehari-hari.
13
Dari beberapa hal tersebut di atas yang tak kalah pentingnya adalah
motivasi, sebab tiap individu mempunyai kebutuhan keinginan. Setiap
kebutuhan perlu untuk memperoleh pemenuhan kebutuhan. Dalam batas
tertentu upaya untuk memenuhi kebutuhan itu sering disebut dengan
tujuan. Maka apabila tujuan tercapai dengan sendirinya kebutuhan telah
terpenuhi. Sedangkan dorongan untuk memenuhi kebutuhan atau mencapai
tujuan itu sendiri adalah motivasi. Untuk itu belajar dapat memperolah
hasil yang diharapkan, maka perlu adanya motivasi.
4. Pengajaran Matematika
Secara langsung dan tidak langsung serta sadar atau tidak sadar,
sendi-sendi kehidupan sehari-hari sangat sarat dengan ilmu terapan
matematika. Aktivitas kita dari mulai bangun pagi sampai menjelang tidur
tak lepas dari sentuhan matematika. Dengan demikian ilmu terapan yang
diperoleh dari pembelajaran formal maupun non formal telah ia lakukan.
Perkembangan jaman yang melaju terus, matematika sebagai salah
satu pelajaran di sekolah dasar disesuaikan dengan kebutuhan jaman.
Bersifat fleksibel mengiringi lajunya jaman dan menjawab tantangan-
tantangan. Maka kurikulum sebagai pedoman di dalam pengajaran pun
mengalami beberapa perubahan. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan
perkembangan yang ada.
Dewasa ini yang diberlakukan adalah kurikulum 2004 atau sering
disebut Kurikulum Berbasis Kompetensi. Dasar pelaksanaannya adalah
PP.No.25 th 2004 bidang pendidikan dan kebudayaan. Prinsipnya adalah
"Kesatuan dalam Kebijaksanaan dan Keberagaman dalam Pelaksanaan".
Dalam hal ini, kewenangan pemerintah pusat adalah menetapkan:
14
a. Standar kompetensi siswa, kompetensi dasar, indikator, materi
pokoknya, warga belajar, dan kurikulum nasional.
b. Materi pelajaran pokok.
Kurikulum Berbasis Kompetensi merupakan bentuk pendidikan yang
menyiapkan lulusannya menguasai perangkat kompetensi yang bermanfaat
bagi kehidupannya. Kompetensi yang dimaksud adalah pengetahuan,
ketrampilan, dan nilai-nilai dasar yang dapat direfleksikan dalam berfikir
dan bertindak. Dengan tujuan akhir kelulusan dapat hidup mandiri,
memenuhi kebutuhan pribadi dan kebutuhan lingkungan (masyarakat).
1). Fungsi Pengajaran Matematika
a). Fungsi sebagai alat.
Matematika dapat digunakan dalam berbagai disiplin ilmu
pengetahuan yang ditetapkan pada kehidupan.
b). Fungsi sebagai pola pikir.
Matematika dapat digunakan untuk membantu memperjelas
permasalahan melalui abstraksi mengarah pada obyektivitas
dan efektivitas yang tinggi.
c). Fungsi sebagai ilmu pengetahuan.
Pada fungsi ini hendaknya dapat mewarnai pengajarannya,
yakni dengan menunjukan bahwa matematika selalu mencari
kebenaran baru yang menyangkal kebenaran pertama tadi.
2). Tujuan Pengajaran Matematika
a). Siswa dapat menggunakan konsep, mengenal lambing, dan
istilah atau nama, serta menggunakan rumus (prinsip) yang
terdapat pada pokok bahasan.
15
b). Siswa memiliki ketrampilan melakukan operasi (pengerjaan)
yang terdapat pada butir satu di atas, dan mampu
menggunakannya pada mata pelajaran lain yang terbaik dan
dalam.
c). Siswa dapat menggunakan konsep matematika untuk mengko-
munikasikan suatu gagasan dan untuk mentafsirkan suatu data
atau keadaan.
d). Siswa memiliki sifat kritis, terbuka dan konsisten, serta mulai
memiliki sikap menghargai kegunaan matematika.
Dari uraian fungsi dan tujuan pengajaran di atas secara umum
pendidikan matemaika pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
menekankan pada penataan nalar, pembentukan sikap siswa dalam
kehidupan sehari-hari dan keterkaitan antar disiplin ilmu yang
berkembang.
5. Model Pembelajaran Kelompok Belajar
Proses pembelajaran agar mencapai tujuan yang diharapkan
menentukan waktu. Prinsip dasarnya, tiap anak mempunyai kemampuan
yang berbeda-beda sesuai dengan bakat minat yang dimiliki.
Hal tersebut di atas sesuai dengan Teori Nativisme, Arthur
Schopenhawer (1788-1860) Perkembangan pribadi hanya ditentukan oleh
factor hereditas, faktor dalam yang berari kodrati. Merujuk Teori
Nativisme yang jelas-jelas kemampuan seseorang sangat ditentukan factor
pembawaan dari siswa tersebut. Maka pandai-pandailah kita memberikan
materi pelajaran menggunakan berbagai komponen yang dikemas menjadi
16
bahan yang menarik agar dapat cepat ditangkap atau dipahami peserta
didik.
Seseorang karena kematangan jiwanya dalam waktu cepat dapat
mengerti dan memahami pelajaran yang diterimanya. Namun sebaliknya
jika seseorang Karena b


Use: 0.1623