• ETIKA PROFESI DOSEN


  •   
  • FileName: Prof.-Nanan-etika-profesi-2.pdf [read-online]
    • Abstract: Kata etik atau etika berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti ... Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ...

Download the ebook

ETIKA PROFESI
DOSEN
NANAN SEKARWANA
SEBAGIAN DARI AKTIFITAS DOSEN
1. MINI LECTURE
2.TUTORIAL
3. PRESEPTOR
4.DISKUSI
5. SKILL PRESENTATION
EKSTERNAL
HUKUM
POLITIK SOSIAL
EKONOMI TEKNIS
KOORDINASI VERTIKAL
KOMPETITIF
SIKAP DAN
PERILAKU FK VISI
MASALAH TENAGA PENGUNAAN
ANGGARAN
SPP ? KEKURANGAN
PENUNJANG
INTERNAL
STATUS DAN LOYALITAS
DOSEN
ETIKA PROFESI
Etika Profesi: etika moral yang khusus diciptakan untuk
kebaikan jalannya profesi yang bersangkutan, karena
setiap profesi mempunyai identitas, sifat/ciri dan standar
Profesi tersendiri, sesuai dengan kebutuhan Profesi
masing-masing.
ETIKA PROFESI
Kata etik atau etika berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti
karakter, watak kesusilaan atau adat.
Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu
ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya
itu salah atau benar, buruk atau baik.
Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun
standard yang akan mengatur pergaulan manusia didalam kelompok sosialnya.
Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan
manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang
secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada; dan
pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi
segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense)
dinilai menyimpang dari kode etik Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa
yang disebut dengan "self control", karena segala sesuatunya dibuat dan
diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.
Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan
manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar
dan mana yang buruk.
Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia.
Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui
rangkaian tindakan sehari-hari.
Etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat
dalam menjalani hidup ini.
Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang
tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang pelru kita pahami bersama
Etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan
demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek
atau sisi kehidupan manusianya.
PENGERTIAN PROFESI
Profesi
Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa
suatu hal yang berkaitan dengan bidang yang sangat
dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga
orang yang bekerja tetap sesuai dgn keahliannya. Untuk
itu perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari
praktek pelaksanaan, dan hubungan antara teori dan
penerapan dalam praktek.
CIRI-CIRI PROFESI
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :
1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini
dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap
pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus
meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
4. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu
berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa
keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk
menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
5. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.
Tugas dan Tanggung jawab Dosen
Dosen pada hakekatnya adalah guru pada lembaga
pendidikan tinggi. Kata Dosen berasal dari bahasa Latin yaitu
doceo yang berarti mengajari, menjelaskan, atau membuktikan
(Tampubolon, 2001:173).
Dosen ataupun guru berkaitan erat dengan makna
kepemimpinan spiritual karena mereka mengimplikasikan
moralitas akhlak dan perilaku yang luhur serta sebagai
tauladan bagi lingkungannya.
Dalam Undang- Undang No. 14 Tahun 2005 pasal 1
disebutkan bahwa dosen adalah pendidik professional
dan ilmuwan dengan tugas utama
mentransformasikan, mengembangkan, dan
menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian
kepada masyarakat (Republik Indonesia, 2006:3).
Menurut Undang-Undang No. 14 Tahun 2005
tersebut ada tiga tugas utama dosen yaitu
tugas di bidang pendidikan, penelitian dan
pengabdian pada masyarakat.
Ketiga bidang tugas tersebut tidak terlepas dari
jabatan yang melekat pada diri dosen yakni
sebagai pendidik professional dan ilmuwan
sesuai dengan disiplin ilmu atau keahliannya.
Dalam rangka pelaksanaan tugas dan
kewajibannya, seorang dosen dituntut untuk
memiliki sejumlah kompetensi atau kemampuan
dalam melaksnakan tugas pekerjaan yang
dibebankan kepadanya.
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 28 ayat 3
bahwa kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang
pendidik (dosen) mencakup kompetensi
pedagogik, kepribadian, professional, dan sosial.
Kompetensi pedagogik adalah adalah
kemampuan untuk mengelola pembelajaran
peserta didik yang meliputi pemahaman
terhadap peserta didik, perancangan dan
pelaksanaan pembelajaran, dan
pengembangan peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang
dimiliki.
Kompetensi kepribadian adalah kemampuan
kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif
dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta
didik, dan berakhlak mulia.
Sedangkan kompetensi professional adalah
kemampuan penguasaan materi pembelajaran
secara luas dan mendalam yang
memungkinkannya membimbing peserta didik
memenuhi standar kompetensi yang
ditetapkan.
Kompetensi Sosial adalah kemampuan
pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk
berkomunikasi dan bergaul secara efektif
dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga
kependidikan, orang tua siswa dan masyarakat
sekitar.
Kualifikasi, Kompetensi, dan Sertifikasi
Memiliki Diperoleh melalui pendidikan tinggi
Kualifikasi program S1 , S2 dan S3
Akademik
Pedagogik: Kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik, perancangan
D dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta
didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
O Kepribadian: Kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan
S WAJIB Memiliki
berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
Kompetensi Profesional: Kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan
E mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi
standar kompetensi.
N Sosial: Kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk
berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama
pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat
sekitar.
Memiliki Sertifikasi Pendidik diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi yang memiliki
Sertifikat program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi yang ditunjuk oleh
Pendidik Pemerintah.
KEDUDUKAN, FUNGSI, DAN TUJUAN
DOSEN
Kedudukan:
Tujuan: Sebagai tenaga profesional pada
jenjang pendidikan tinggi, yang
dibuktikan dengan sertifikat pendidik.
Mengebangkan potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Fungsi:
TuhanYang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kre meningkatkan martabat dan peran
atif, mandiri, serta menjadi dosen sebagai agen
warga negara yang demokratis pembelajaran, pengembang ilmu
dan bertanggung jawab. pengetahuan, teknologi, dan
seni, serta pengabdi kepada
masyarakat berfungsi untuk
meningkatkan
mutu pendidikan nasional.
PERAN DOSEN
UNTUK DAPAT
MENDDIDIK CALON
DOKTER
DALAM
KANDUNGAN
Ibu dan BAYI
Dewasa dan
orangtua
sehat/sakit
ANAK
SAKIT INDIVIDU
KABUPATEN / KOTA
PROPINSI
NASIONAL
INTERNASIONAL
DOKTER
ILMU
PENGETAHUAN
MOTIVASI
SIKAP DAN
TINGKAH LAKU
PROGRAM WAWASAN
UMUR
KEBERSAMAAN
RIDHO ALLAH
JABATAN AKADEMIK TERTINGGI
ETIKA (ETHOS: YUNANI) = 1. E. DISKRIPTIF
Karakter 2. E . NORMATIF
= Watak Kesusilaan = Adat
1. UMUM
2. KHUSUS Alat untuk menilai
Buruk Self
Benar Baik Control
Batasan/standar mengatur Kode Etik
pergaulan manusia dan
kelompok sosialnya
Untuk menegakkan Etika dan
memajukan standar kualifikasi Profesi
terdapat prinsip-prinsip yang wajib
dilaksanakan yang pada umumnya
dicantumkan dalam Kode Etik Profesi.
Kepercayaan Masyarakat
Kode Etik
Profesi Kelompok profesi
Proses pendidikan + pelatihan bagi
dokter
Melindungi Keahlian + kemahiran Martabat + kehormatan
masyarakat profesi
Penerapan
Program Profesi
ETIKA
PROFESI
Tanggungjawab Keadilan Otonomi
-Pelaksanaan pelayanan Memberikan kepada siapa saja Kebebasan dalam
-hasil pekerjaan apa yang menjadi haknya. menjalankan prosesi
-dampak profesi untuk
kehidupan orang lain/masy.
Kata hati atau niat biasa juga disebut karsa atau
kehendak, kemauan, wil. Dan isi dari
karsa inilah yang akan direalisasikan oleh perbuatan.
Dalam hal merealisasikan ini
ada (4 empat) variabel yang terjadi :
a. Tujuan baik, tetapi cara untuk mencapainya yang tidak
baik.
b. Tujuannya yang tidak baik, cara mencapainya ;
kelihatannya baik.
c. Tujuannya tidak baik, dan cara mencapainya juga tidak
baik.
d. Tujuannya baik, dan cara mencapainya juga terlihat
baik.
Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa
motivasi utama Profesi yang Luhur adalah
pelayanan kepada sesama manusia bukan
keuntungan finansial, sehingga umumnya
Profesi yang Luhur (officium nobile) mengadopsi
2 (dua) prinsip yang penting (Prof. Darji
Darmodiharjo, S.H.):
mendahulukan kepentingan orang yang
dibantu, apakah itu Klien atau Pasien;
Mengabdi pada tuntutan luhur Profesi
Tanggung jawab hukum
Berdasarkan Tanggung Jawab
Hukum, pelaksanaan tugas (pengemban profesi)
tidak dapat melanggar atau bertentangan
dengan rambu-rambu hukum
Pelanggaran terhadap tanggung jawab hukum:
dapat diberikan sanksi. (sanksi hukum yang
sifatnya tegas, konkret, dapat dipaksakan oleh
kekuasaan negara)
Kualitas kinerja dosen dapat dianalisis dari lima indikator, yaitu :
a. Kemampuan profesional (Professional Capacity) sebagaimana
terukur dengan ijasah, jenjang pendidikan, jabatan, golongan , dan
pelatihan;
b. Upaya profesional (professional effort) sebagaimana terukur dari
kegiatan mengajar, pengabdian dan penelitian;
c. Waktu yang dicurahkan untuk kegiatan profesional (teachers time)
sebagaimana terukur dari masa jabatan, pengalaman mengajar, dan
lainnya;
d. Kesesuaian antara keahlian dan pekerjaannya (link and match)
sebagaimana terukur dari mata pelajaran yang diampu;
e. Tingkat kesejahteraan (Prosperiousity) sebagaimana terukur dari
upah, honor dan pengahsilan rutin lainnya.


Use: 0.0816