• Penyelenggaraan Diklat


  •   
  • FileName: 152 [read-online]
    • Abstract: Kami menyetujui modul ini digunakan sebagai bahan ajar bagi para. peserta Diklat Pengelolaan Diklat Golongan III. Modul ini merupakan salah satu. bahan ajar yang diperlukan selain 4(empat) modul lain yang saling melengkapi ... kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam. melaksanakan tugas pemerintahan umum ...

Download the ebook

DRAFT
FOR DISCUSSED ONLY
DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF DASAR
PENGELOLAAN DIKLAT GOLONGAN III
MODUL
Penyelenggaraan Diklat
Oleh
Andy Prasetiawan Hamzah
Widyaiswara Pertama Pusdiklat Keuangan Umum
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN
PUSDIKLAT KEUANGAN UMUM
JAKARTA
2009
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, karena
hanya atas berkat rakhmatNyalah kita semua masih diberikan kesempatan untuk
menghasilkan karya-karya nyata yang bermanfaat bagi orang banyak. Begitu
pula dengan modul diklat ini yang tanpa restuNya niscaya tidak akan
terselesaikan dengan baik.
Modul Penyelenggaraan Diklat untuk Golongan III ini disusun oleh
Saudara Andy Prasetiawan Hamzah berdasarkan surat tugas Kepala Pusdiklat
Keuangan Umum Nomor: ST- ... /PP.7/2009 tanggal ... Agustus 2009 tentang
Penyusunan Modul Penyelenggaraan Diklat untuk Golongan III oleh Sdr. Andy
Prasetiawan Hamzah.
Kami menyetujui modul ini digunakan sebagai bahan ajar bagi para
peserta Diklat Pengelolaan Diklat Golongan III. Modul ini merupakan salah satu
bahan ajar yang diperlukan selain 4(empat) modul lain yang saling melengkapi
yaitu antara lain Modul Metode dan Media Diklat, Modul Evaluasi Diklat, Modul
Perencanaan Diklat, dan Modul Proses Desain Diklat, yang kesemuanya
tersebut menjadi sarana dalam membantu pencapaian tujuan pembelajaran
dalam Diklat Pengelolaan Diklat untuk Golongan III.
Akhirnya, semoga Modul Penyelenggaraan Diklat untuk Golongan III ini
dapat bermanfaat bagi peserta diklat pada khususnya dan masyarakat luas pada
umumnya.
Jakarta, November 2009
Kepala Pusat
Pendidikan dan Pelatihan Keuangan
Umum
Djoko Hidayanto
NIP 060062004
ii
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
DAFTAR LAMPIRAN v
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL vii
PETA KONSEP viii
A. PENDAHULUAN 1
1. Deskripsi Singkat 1
2. Prasyarat Kompetensi 2
3. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) 2
4. Relevansi Modul 2
B. KEGIATAN BELAJAR 3
1. Kegiatan Belajar 1 : Konsep Penyelenggaraan Diklat 3
a. Judul 3
b. Indikator Keberhasilan 3
c. Uraian dan Contoh 3
1). Tujuan Penyelenggaraan Diklat 3
2). Siklus Penyelenggaraan Diklat 4
3). Strategi Penyelenggaraan Diklat 5
4). Penyelenggaraan Diklat yang Efektif 8
d. Latihan 9
e. Rangkuman 10
f. Tes Formatif 10
g. Umpan Balik dan Tindak Lanjut 10
2. Kegiatan Belajar 2 : Persiapan Penyelenggaraan Diklat 12
a. Judul 12
b. Indikator Keberhasilan 12
c. Uraian dan Contoh 12
1). Langkah Persiapan Penyelenggaraan Diklat 12
2). Pembuatan Formulir A 13
3). Rapat Panitia Persiapan 15
4). Rekruitmen Peserta 16
5). Penetapan Pengajar/Widyaiswara 18
6). Penentuan Lokasi dan Penyiapan Ruangan 19
7). Pedoman Penyelenggaraan dan Jadwal 24
8). Penyiapan Kurikulum dan Bahan Ajar 25
9). Penyiapan Sarana dan Prasarana Lain 26
10). Penyiapan Jadwal Piket Panitia 26
11). Aspek Keuangan 26
12). Administrasi Lain 27
d. Latihan 28
iii
e. Rangkuman 29
f. Tes Formatif 30
g. Umpan Balik dan Tindak Lanjut 30
3. Kegiatan Belajar 3 : Pelaksanaan Penyelenggaraan Diklat 31
a. Judul 31
b. Indikator Keberhasilan 31
c. Uraian dan Contoh 31
1). Penerimaan Peserta di Asrama 31
2). Pembukaan Diklat 32
3). Pemberian Pengarahan 33
4). Pembagian ATK, Buku Pedoman dan Modul 33
5). Pengecekan Kedatangan Pengajar 34
6). Pengecekan Persiapan Ruang Kelas 34
7). Proses Pembelajaran 34
8). Penyelenggaraan Ujian 35
9). Pembuatan Karya Tulis 35
10). Menyebar Form Evaluasi Peyelenggaraan 36
11). Evaluasi Tatap Muka 36
12). Rapat Evaluasi Hasil Diklat 37
13). Layanan Konsumsi 37
14). Layanan Kesehatan 37
15). Layanan Perpustakaan 38
16). Penutupan Diklat 38
17). Pengadministrasian Penyelenggaraan 38
d. Latihan 39
e. Rangkuman 39
f. Tes Formatif 40
g. Umpan Balik dan Tindak Lanjut 40
PENUTUP 42
TES SUMATIF 43
KUNCI JAWABAN TES SUMATIF 51
DAFTAR PUSTAKA 52
iv
DAFTAR LAMPIRAN
No. Nama Lampiran Halaman
A. FORM PERSIAPAN PENYELENGGARAAN
1. Surat Permintaan Peserta 59
2. Formulir Pendaftaran 61
3. 5
Surat Permintaan Wawancara 62
5. Form Rekapitulasi Nilai 64
6. Surat Pemberitahuan Hasil Seleksi 65
7. Surat Pemanggilan Calon Peserta 66
8. Surat Permintaan Bantuan Tenaga Pengajar 67
9. Surat Pemberitahuan Kesediaan menjadi Pengajar 68
10. Form Daftar Riwayat Hidup/Pendidikan 69
Pengajar/Penceramah
11. Permintaan Memberi Ceramah pada Diklat 70
12. Undangan Rapat Pengajar Diklat 71
13. Form Rencana Pembelajaran (SAP) 72
14. Form Desain Pembelajaran (GBPP) …
15. Kurikulum …
16. Surat Pemberitahuan Jadwal Mengajar 73
17. Surat Permintaan Memberikan Sambutan pada 74
Pembukaan
18. Surat Permintaan Penggunaan Ruangan untuk Diklat 75
19. Rencana Penyelenggaraan Diklat 76
20. SK Penyelenggaraan Diklat …
21. Pedoman Diklat …
22. Rencana Kebutuhan ATK dalam rangka Diklat 77
23. Permohonan Pengajuan Pembelian Buku 78
24. Daftar Alat Bantu/Media Pembelajaran 80
25. Jadwal Piket 81
26. Surat Tugas 82
27. Rekapitulasi Kehadiran Peserta Diklat Setiap Mata 99
Pelajaran
28. Rekapitulasi Kehadiran Peserta Diklat untuk Seluruh …
Mata Pelajaran
29. Rekapitulasi Kehadiran Pengajar 97
30. Surat Permintaan Penyediaan Perlengkapan …
Pembukaan
31. Undangan Pembukaan …
B. FORM PELAKSANAAN DIKLAT
1. Check List Penerimaan Peserta Diklat 89
2. Check List Pelaksanaan Upacara Pembukaan 90
3. Acara Pembukaan Diklat 91
4. Check List Persiapan Diklat 92
5. Tanda Terima ATK, Buku Pedoman dan Modul/Buku 93
v
6. Daftar Hadir Peserta Diklat 96
7. Form Peminjaman Buku Perpustakaan 98
8. Check List Pelaksanaan Upacara Penutupan Diklat 100
9. Acara Penutupan Diklat 101
C. FORM EVALUASI PENYELENGGARAAN DAN LAPORAN
1. Evaluasi Pengajar oleh Peserta …
2. Evaluasi Kurikulum oleh Peserta per Mata Pelajaran …
3. Evaluasi Penyelenggaraan oleh Peserta …
4. Evaluasi Pengajar oleh Pengamat …
5. Evaluasi Penyelenggaraan oleh Pengamat …
6. Surat Permintaan Soal Ujian Diklat kepada Pengajar …
7. Ketentuan Penyusunan Naskah Ujian dan Pemberian …
Penilaian
8. Daftar Hadir Peserta Ujian Diklat …
9. Berita Acara Pelaksanaan Ujian …
10. Surat Pengantar Hasil Ujian untuk Dikoreksi Pengajar …
11. Daftar Nilai Ujian Peserta Diklat …
12. Form Penilaian Karya Tulis …
13. Rekapitulasi Nilai Diklat …
14. Rekapitulasi Evaluasi Pengajar oleh Peserta …
15. Rekapitulasi Evaluasi Pengajar oleh Pengamat …
16. Rekapitulasi Evaluasi Penyelenggaraan oleh Peserta …
17. Rekapitulasi Evaluasi Penyelenggaraan oleh Pengamat …
18. Surat Pemberitahuan Hasil Evaluasi kepada Pengajar …
19. Surat Keputusan Hasil Ujian Diklat …
20. Surat Permintaan Blanko Sertifikat Tanda Tamat …
Pendidikan dan Pelatihan (STTPP)
21. Form Register STTPP …
22. Surat Permintaan Penandatanganan STTPP …
23. Surat Keterangan Melakukan Kegiatan bagi Pengajar …
24. Laporan Penyelenggaraan Diklat …
25. Monitoring Penyelenggaraan Diklat …
26. Surat Pemberitahuan Hasil Diklat kepada Unit …
Pengguna
27. Laporan Tahunan Pusdiklat …
vi
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
Modul ini merupakan salah satu bagian dari 5(lima) modul yang
diperlukan dan bersifat saling melengkapi yaitu:
1. Modul Proses Desain Diklat;
2. Modul Metode dan Media Diklat;
3. Modul Perencanaan Diklat;
4. Modul Penyelenggaraan Diklat;
5. Modul Evaluasi Diklat.
yang kesemuanya tersebut menjadi satu paket dan dimaksudkan dalam rangka
pencapaian tujuan pembelajaran pada Diklat Pengelolaan Diklat untuk Golongan
III.
Modul Penyelenggaraan Diklat ini terdiri dari 3(tiga) kegiatan belajar yang
disusun berdasarkan urutan (sequence) penyelenggaran suatu diklat, yaitu
mulai dari konsep penyelenggaraan diklat, persiapan penyelenggaraan,
kemudian diakhir bahasan ditutup dengan topik pelaksanaan dikalt itu sendiri.
Dalam membaca modul ini, disarankan untuk dibaca urut mulai dari
kegiatan belajar 1, kemudian 2 dan terakhir kegiatan belajar 3. Hal ini agar
materi dalam modul ini dapat lebih mudah difahami.
Pada akhir setiap kegiatan belajar diberikan rangkuman yang berisi
intisari dari materi yang sudah dibahas sebelumnya. Hal-hal penting dan perlu
difahami dicantumkan dalam rangkuman. Selain itu, untuk mengecek
pemahaman, disetiap akhir kegiatan belajar juga disajikan tes formatif.
Meskipun sudah disediakan kunci jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam
tes formatif, disarankan peserta untuk tidak melihat dulu kunci jawaban, namun
dikerjakan terlebih dahulu dengan waktu yang telah disediakan untuk kemudian
dilakukan penilaian secara mandiri dan mengecek nilainya dengan kriteria
umpan balik apakah sudah tercapai dengan baik. Kalau belum tercapai, maka
peserta disarankan membaca materi lagi dan mengulangi mengerjakan soal tes
sampai memperoleh hasil yang maksimal.
vii
PETA KONSEP MODUL
viii
PENDAHULUAN
1. Deskripsi Singkat
Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) adalah merupakan
unit instansi yang berada dibawah Departemen Keuangan (Depkeu) yang
diberikan tugas dan tanggung jawab dalam penjagaan/peningkatan kualitas
Sumber Daya Manusia (SDM) Depkeu. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam
rangka penjagaan/peningkatan kualitas SDM Depkeu adalah dengan
menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi pegawai Departemen
Keuangan, sehingga dapat memenuhi tingkat kompetensi/keahlian yang
diperlukan guna menunjang kegiatan Departemen Keuangan.
Untuk mendapatkan SDM sebagaimana yang diharapkan dari suatu
Diklat, maka proses penyelenggaraan Diklat yang efektif menjadi hal yang
penting dan menentukan keberhasilan dari suatu Diklat. Modul ini memberikan
guidance bagaimana suatu diklat dapat diselenggarakan secara efektif, mulai
dari aspek persiapan penyelenggaraan sampai denga detil pelaksanaan
penyelenggaraan diklat itu sendiri.
Modul ini terdiri dari 3 (tiga) kegiatan belajar sesuai dengan urutan proses
penyelenggaraan suatu diklat yaitu:
a. Konsep Penyelenggaraan Diklat, yang menjelaskan tentang tujuan
penyelenggaraan diklat, siklus penyelenggaraaan diklat, strategi
penyelenggaraan diklat, dan penyelenggaraan diklat yang efektif.
b. Persiapan Penyelenggaraan Diklat, yang berisi hal-hal yang harus
dipersiapkan sebelum penyelenggaraan suatu diklat seperti: rapat panitia
persiapan, rekruitmen peserta, penyiapan pengajar/widyaiswara, penentuan
lokasi dan penyiapan ruangan, penyiapan pedoman penyelenggaraan dan
jadwal diklat, penyiapan kurikulum dan bahan ajar, penyiapan sarana dan
prasarana lain, aspek keuangan, dan administrasi lainnya.
c. Pelaksanaan Penyelenggaraan Diklat, meliputi bahasan tentang: penerimaan
peserta di asrama, pembukaan diklat, pengarahan dan pemberian ATK dan
modul, pengecekan kedatangan pengajar, proses pembelajaran,
penyelenggaraan ujian, pembuatan karya tulis, penyebaran form evaluasi
dan evaluasi tatap muka, pengadministrasian penyelenggaraan, layanan
1
konsumsi dan kesehatan serta layanan perpustakaan untuk diklat jangka
panjang.
2. Prasyarat Kompetensi
Pengetahuan awal yang harus dimiliki oleh peserta diklat untuk
mempelajari modul ini adalah;
a. Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Badan Pendidikan dan
Pelatihan Keuangan yang ditugaskan;
b. Pangkat/Golongan minimal III/a.
3. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)
Standar Kompetensi:
Setelah mengikuti pelajaran ini peserta mampu melaksanakan
penyelenggaraan diklat dengan baik.
Kompetensi Dasar:
Setelah selesai mengikuti pembelajaran ini, peserta diklat diharapkan
mampu:
a. Melaksanakan persiapan penyelenggaraan diklat;
b. Melaksanakan penyelenggaraan diklat dengan baik.
4. Relevansi Modul
Kegunaan Modul ini adalah:
a. Modul ini memberikan pemahaman operasional dalam rangka
penyelenggaraan diklat;
b. Sesuai dengan tujuan penyelenggaraan diklat pengelolaan diklat, maka
materi dalam modul ini sangat relevan karena dapat langsung
diimplementasikan pada penyelenggaraan diklat di semua diklat yang
diselenggarakan khususnya oleh BPPK.
2
B. KEGIATAN BELAJAR
1. Kegiatan Belajar 1
a. Judul
KONSEP PENYELENGGARAAN DIKLAT
b. Indikator Keberhasilan
Setelah mempelajari modul ini peserta diklat mampu melakukan
persiapan penyelenggaraan diklat dengan baik yang ditandai dengan:
1) mampu memahami tujuan penyelenggaraan diklat;
2) mampu menjelaskan siklus penyelenggaraan diklat;
3) mampu menjelaskan strategi penyelenggaraan diklat;
4) mampu menjelaskan bagaimana menyelenggarakan diklat yang
efektif.
c. Uraian dan Contoh
1) Tujuan Penyelenggaraan Diklat
Menurut Swanson et al. (1997) terdapat 3 tujuan penyelenggaraan
suatu diklat yaitu:
a) Improving skills
b) Increasing Knowledge
c) Changing Attitude
Sedangkan menurut PP No 101 tahun 2000 tentang Pendidikan dan
Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil, tujuan diklat meliputi 4
(empat) hal yaitu:
a) meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap
untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional
dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan
kebutuhan instansi;
b) menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai
pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa;
3
c) memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang
berorientasi pada pelayanan, pengayoman, dan pemberdayaan
masyarakat;
d) menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam
melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan
demi terwujudnya kepemerintahan yang baik.
2) Siklus Penyelenggaraan Diklat
Siklus penyelenggaraan diklat menurut ... (...) sebagai berikut:
a) Analysis
b) Design
c) Develop
d) Implement
e) Evaluate
Gambar Siklus Penyelenggaraan Diklat
Pada gambar di atas dapat dilihat bahwa untuk menyelenggarakan
suatu diklat diperlukan langkah pendahuluan yang sangat
menentukan yaitu melakukan analisis, desain dan selanjutnya
dikembangkan menjadi sebuah program diklat. Hasil evaluasi dari
penyelenggaraan sebuah diklat dijadikan input bagi proses analisis
guna mendesain diklat menjadi lebih baik.
4
3) Strategi Penyelenggaraan Diklat
Menurut Rosset, Douglis, dan Frazee (2003), strategi
penyelenggaraan diklat dapat dilakukan melalui 2 + 1 cara yang
dapat dilihat dalam gambar berikut:
a) Classroom (off line learning), yaitu strategi penyelenggaraan
diklat yang dilaksanakan di ruang kelas secara tradisional.
Dalam mentransfer pengetahuan atau keterampilan, pengajar
dan peserta diklat bertemu secara fisik dalam ruang kelas.
Salah satu contoh penerapan strategi penyelenggaran
pelatihan dalam ruang kelas adalah Storytelling. Storytelling
dilaksanakan di ruang kelas dan pengajar secara verbal
memberikan gambaran suatu konsep dengan bercerita
sehingga peserta dapat menerapkan konsep tersebut dalam
kehidupan nyata.
Cara penyampaian seperti ini sangat menarik bagi peserta
diklat karena pengajar dapat membuat konsep lebih mudah
dicerna dengan penyampaian yang menghibur. Respon
ataupun tanggapan atas penyerapan/penguasaan materi dapat
lebih mudah dimonitor oleh pengajar secara tepat.
b) e-Learning, meliputi
(1) e-Mentoring dan e-Coaching
Menurut Driscoll dan Carliner (2005), pengertian mentoring
adalah: “Mentoring is typically a relationship between an
experienced and a less experinced person in which the
mentor provides advice, guidance, support, and feedback”.
5
Mentoring dan Coaching pada prinsipnya adalah sama,
namun terdapat beberapa hal yang membedakan diantara
keduanya yaitu:
Mentor Coach
Focus Individual Performance
Role Facilitator with no Specific agenda
agenda
Relationship Self-selected Comes with job or
hired
Source of Perceived value Position
Influence
Personal Affirmation/learning Teamwork/perform
Returns ance
Arena Life Task-related
Sumber: Matt M. Starcevich, Center for Coaching and Mentoring,
www.coachingandmentoring.com/Articles/mentoring.html.
e-coaching dan e-mentoring dilakukan melalui internet.
Sarana yang dipergunakan dalam rangka e-coaching
maupun e-mentoring ini adalah email, instant messaging,
dan voice over internet protocol (VOIP). E-coaching
maupun e-mentoring dapat dilakukan selama 24 jam sehari
dan 7 hari seminggu. Hal ini tentu saja diperlukan pengajar
yang mempunyai komitmen yang sangat tinggi meski
seorang pengajar tidak harus bekerja selama 24 jam tapi
dapat bergantian.
(2) m-Learning (mobile learning)
Adalah pembelajaran yang dilakukan melalui alat yang
dapat dijinjing (portable) melalui jaringan wireless. Contoh
mobile device : mobile phones, Pocket PC, laptop,
smartphone, dst. Keuntungan dari pembelajaran seperti ini
adalah bahwa peserta dapat dimana saja dan tidak harus
ditempat tertentu untuk mengakses informasi/materi
pembelajaran yang mereka butuhkan.
(3) Live Virtual Classroom (LVC)
Adalah pembelajaran secara online dimana instruktur dan
peserta dapat berinteraksi bersama secara real time
menggunakan internet. Aktivitas yang dilakukan dalam
6
proses pembelajaran tersebut antara lain adalah berbagi
materi pelajaran seperti modul, slide, soal latihan, serta
peserta dapat melakukan interaksi dengan berdialog
dengan pengajar melalui internet. Kendala yang biasanya
dihadapi ketika menggunakan model Live Virtual Classroom
adalah karena dilakukan melalui internet dimana banyak
yang mengakses, proses transfer pengetahuan berjalan
lebih lambat dibandingkan dengan jika proses tersebut
dilakukan secara tradisional.
c) Blended Learning, merupakan integrasi antara dua/atau lebih
strategi penyelenggaraan diklat yang dapat berupa kombinasi:
(1) 2 atau lebih classroom /offline program
(2) 2 atau lebih e-learning
(3) 2 atau lebih classroom dan e-learning
Blended Learning merupakan strategi penyelenggaraan
diklat yang mengintegrasikan dua format pelatihan yang
berbeda guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi
penyelenggaraan pelatihan untuk mengatasi kelemahan
penyelenggaraan diklat secara tradisional (dalam ruang
kelas) maupun e-learning. Yang paling sering diterapkan
adalah mengintegrasikan program pelatihan kelas virtual
(virtual classroom program) dengan progam pelatihan
melalui internet (online program). Sebelumnya, materi yang
biasanya disajikan diruang kelas, ditayangkan melalui suatu
program yang bisa diakses melalui internet, kemudian
pengajar menjelaskan materi dalam kelas yang dapat
secara virtual (virtual classroom program).
Keuntungan dari Blended Learning antara lain:
- Peserta dapat mempelajari materi pelatihan sesuai
dengan yang diinginkan dan tidak harus urut (bisa
loncat untuk yang sudah dikuasai)
- Membantu mengurangi jangka waktu pelatihan dan
meminimalkan waktu meninggalkan pekerjaan untuk
mengikuti pelatihan. Pegawai dapat lebih cepat
7
memperoleh keterampilan dan pengetahuan baru
dengan menggunakan anggaran yang lebih hemat.
- Menghindari kebosanan dan mengurangi
ketergantungan yang sangat tinggi akan kedisiplinan
dan kesadaran dari peserta yang belajar hanya
menggunakan cara e-learning murni tanpa dapat
berkomunikasi dengan pengajar materi yang
bersangkutan.
4) Penyelenggaraan Diklat yang Efektif
Dalam rangka mencapai tujuan dari penyelenggaraan diklat yang
telah ditetapkan, baik secara umum maupun secara spesifik, maka
diklat harus diselenggarakan secara efektif. Terdapat beberapa
komponen yang ikut berperan dalam menciptakan efektifitas
penyelenggaraan diklat yang efektif (University of Maryland (2002))
yaitu:
a) Identifikasi peserta dan jadwal pelaksanaan diklat
b) Menentukan kebutuhan diklat
c) Menetapkan tujuan diklat
d) Menyiapkan dan mengorganisir materi diklat
e) Memilih metode diklat dan menyiapkan materi diklat
f) Mengorganisir penyelenggaraan diklat
g) Mengembangkan strategi evaluasi
Komponen a) s.d. c) merupakan langkah awal proses desain diklat
yang tailor made dengan kebutuhan pegawai, sedangkan point d)
s.d. f) dibutuhkan dalam penyelenggaraan diklat, dan terakhir point
g) merupakan langkah evaluasi yang akan digunakan dalam
mendesain penyelenggaraan diklat lebih baik.
8
d. Latihan
Pilihlah jawaban yang paling tepat dari 4(empat) opsi yang disediakan:
1. Berikut ini yang BUKAN merupakan tujuan dari penyelenggaraan
diklat menurut PP 101 tahun 2008 tentang Diklat Jabatan Pegawai
Negeri Sipil adalah:
a. meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap
untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional
dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan
kebutuhan instansi
b. menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu
dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa
c. memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi
pada peningkatan penerimaan negara bukan pajak*
d. menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam
melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan
demi terwujudnya kepemerintahan yang baik
2. Berikut ini adalah urutan/siklus penyelenggaraan diklat yaitu...
a. Analysis, Develop, Design, Implement, Evaluate
b. Anlysis, Design, Develop, Implement, Evaluate*
c. Evaluate, Analysis, Develop, Design, Implement
d. Analysis, Develop, Design, Implement
3. Menurut Rosset, Douglis dan Freazee, strategi pembelajaran dapat
dibedakan menjadi 3(tiga) kategori yaitu...
a. Classroom (off line learning), e-learning, blended learning*
b. Live virtual classroom, m-learning, e-mentoring dan e-coaching
c. Live virtual classroom, m-learning, classroom (off line learning)
d. m-learning, e-mentoring, e-coaching
4. Berikut ini adalah lingkup dari mentoring yang membedakan dengan
coaching yaitu...
a. Berhubungan dengan tugas
b. Terkait dengan kehidupan*
c. Berkaitan dengan pekerjaan
d. Berhubungan dengan persepsi nilai
9
5. Ciri bahwa diklat telah diselenggarakan secara efektif adalah ...
a. Tercapai tujuan diklat yang telah ditetapkan*
b. Tidak ada masalah dengan keuangan (SPJ)
c. Evaluasi hasil diklat dari peserta
d. Pengajar dapat menyampaikan seluruh materi sesuai GBPP
e. Rangkuman
1) Tujuan penyelenggaraan Diklat adalah:
a) meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap
untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional
dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan
kebutuhan instansi;
b) menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu
dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa;
c) memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi
pada pelayanan, pengayoman, dan pemberdayaan masyarakat;
d) menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam
melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan
demi terwujudnya kepemerintahan yang baik.
2) Siklus penyelenggaraan Diklat yaitu Analysis, Design, Develop,
Implement dan Evaluate (ADDIE)
3) Strategi Penyelenggaraan Diklat dapat dibedakan menjadi
Classroom (off line learning), e-learning dan blended learning
f. Tes Formatif

g. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Guna menentukan seberapa Tingkat Pemahaman Anda, lakukanlah
langkah berikut:
1) Cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat
pada bagian akhir dari modul/bahan ajar ini.
10
2) Hitunglah jumlah jawaban yang benar, kemudian gunakanlah rumus
di bawah ini untuk mengetahui sampai sejauh mana Tingkat
Pemahaman Anda.
3) Nyatakan predikat Tingkat Pemahaman materi berdasarkan hasil
perhitungan (2) dengan pedoman sebagai berikut:
91% - 100% : Amat Baik
81% - 90% : Baik
71% - 80% : Cukup
61% - 70% : Kurang
4) Apabila tingkat pemahaman Anda belum mencapai minimal
81% (predikat baik), maka disarankan Anda mengulang materi
ini.
11
2. Kegiatan Belajar 2
a. Judul
PERSIAPAN PENYELENGGARAAN DIKLAT
b. Indikator Keberhasilan
Setelah mempelajari modul ini peserta diklat mampu melakukan
persiapan penyelenggaraan diklat dengan baik yang ditandai dengan:
1) Mampu mengadakan rapat persiapan penyelenggaraan diklat
dengan baik
2) Memonitor pelaksanaan proses rekruitmen peserta diklat;
3) Mampu menentukan lokasi dan mengecek penyiapan ruangan untuk
penyelenggaraan diklat;
4) Mampu mengecek buku pedoman penyelenggaraan dan monitoring
jadwal diklat;
5) Mampu mengecek kesiapan sarana dan prasarana lain yang
diperlukan dalam rangka penyelenggaraan diklat;
6) Mampu menyusun rencana kebutuhan keuangan;
7) Mampu mengecek kelengkapan administrasi lainnya sehubungan
persiapan penyelenggaraan diklat.
c. Uraian dan Contoh
1) Langkah Persiapan Penyelenggaraan Diklat
Menurut Keputusan Kepala BPPK Nomor 24/PP/2003 tentang
Pedoman Umum Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan di
Lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, langkah-
langkah yang dilakukan terkait dengan kegiatan pelaksanaan diklat
meliputi:
a) Pembentukan panitia penyelenggara diklat, pengajar,
pengawas dan pengamat ujian
b) Penyiapan jadwal pelajaran, materi/bahan ajar/modul diklat,
sarana dan prasarana, dan hal-hal lain yang berhubungan
dengan diklat
c) Rekrutmen dan penetapan peserta diklat, yang meliputi
pembuatan surat permintaan peserta diklat, seleksi administrasi
12
atas calon peserta diklat, dan pengumuman calon peserta
diklat.
d) Penerbitan Keputusan Penyelenggaraan Diklat.
e) Pembuatan Formulir A.
f) Kegiatan belajar mengajar dalam rangka diklat (disesuaikan
dengan pedoman diklat).
g) Monitoring pengajar.
h) Rekapitulasi absensi/kehadiran peserta pada akhir proses
belajar mengajar.
i) Pembuatan surat keterangan mengajar, membuat naskah ujian,
membimbing dan menguji.
j) Pembuatan daftar honor pengajar, panitia penyelenggara, dan
uang saku siswa (untuk diklat yang diasramakan).
k) Pertanggungjawaban biaya diklat.
2) Pembuatan Formulir A
Dalam Keputusan Kepala BPPK Nomor 24/PP/2003 dinyatakan
pengertian Formulir A yaitu formulir yang digunakan untuk
melaporkan rencana penyelenggaraan diklat, baik diklat reguler
maupun diklat paralel.
Tata cara pembuatan formulir A pada Pusdiklat/STAN sebagai
berikut:
a) Formulir A diisi lengkap, dibuat rangkap 4 (empat), semuanya
asli, ditandatangani oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan
Pusdiklat atas nama Kepala Pusdiklat atau Kepala Sekretariat
STAN atas nama Direktur STAN.
b) Formulir A diajukan kepada Sekretaris BPPK untuk dicatat dan
diberikan Nomor Pokok Peserta Diklat/Nomor Pokok Mahasiswa
(NPM) Program Diploma Bidang Keuangan, selanjutnya
disahkan oleh Kepala Bagian Bina Program atas nama
Sekretaris BPPK.
c) Lembar pertama formulir A disampaikan kepada Kepala Bagian
Bina Program untuk monitoring pelaksanaan diklat.
13
d) Lembar kedua formulir A disampaikan kepada Kepala Bagian
Keuangan untuk dasar pencairan biaya diklat.
e) Lembar ketiga formulir A disampaikan kepada Kepala Bagian
Organisasi, Tata Laksana, dan Pelaporan untuk bahan
pelaporan pelaksanaan diklat.
f) Lembar keempat formulir A untuk arsip Pusdiklat/STAN yang
bersangkutan.
Tata cara pembuatan formulir A pada Balai sebagai berikut:
a) Formulir A diisi lengkap, dibuat rangkap 5 (lima), semuanya asli,
dan ditandatangani Kepala Balai dan/atau atas nama Kepala
Pusdiklat terkait/Direktur STAN.
b) Formulir A diajukan kepada Sekretaris BPPK untuk dicatat dan
diberikan Nomor Pokok Peserta (NPP) Diklat/Nomor Pokok
Mahasiswa (NPM) Program Diploma, selanjutnya disahkan oleh
Kepala Bagian Bina Program atas nama Sekretaris BPPK.
c) Lembar pertama formulir A disampaikan kepada Kepala Bagian
Bina Program untuk monitoring pelaksanaan diklat.
d) Lembar kedua formulir A disampaikan kepada Kepala Bagian
Keuangan untuk dasar pencairan biaya diklat.
e) Lembar ketiga formulir A disampaikan kepada Kepala Bagian
Organisasi, Tata Laksana, dan Pelaporan untuk bahan
pelaporan pelaksanaan diklat.
f) Lembar keempat formulir A diserahkan kepada Kepala Pusdiklat
terkait/Direktur STAN untuk arsip Pusdiklat terkait/STAN.
g) Lembar kelima formulir A untuk arsip Balai yang bersangkutan.
Macam Formulir A:
a) Formulir A1, untuk diklat reguler
b) Formulir A2, untuk diklat paralel
c) Formulir A3, untuk program diploma bidang keuangan reguler, dan
d) Formulir A4, untuk program diploma bidang keuangan paralel
14
Ketentuan lain dan waktu pembuatan Formulir A:
a) Formulir A dibuat untuk setiap diklat dan untuk setiap angkatan.
b) Formulir A harus diterima oleh Sekretariat BPPK selambat-
lambatnya 1 (satu) minggu sebelum tanggal dimulainya diklat atau
1 (satu) minggu sebelum tahun akademik dimulai
c) Formulir A harus diterima kembali oleh Kepala Pusdiklat/Direktur
STAN/Kepala Balai selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja setelah
tanggal diterimanya formulir A oleh Sekretaris BPPK
d) Dalam peraturan tersebut juga disebutkan, jika terjadi perubahan
data pada formulir A maka Kepala Pusdiklat/Direktur
STAN/Kepala Balai harus memberitahukan secara tertulis
perubahan tersebut kepada Sekretaris BPPK selambat-lambatnya
pada tanggal dimulainya diklat yang bersangkutan.
3) Rapat Panitia Persiapan
Pada awal akan diselenggarakannya suatu diklat, maka perlu
diadakan suatu rapat persiapan penyelenggaraan diklat. Rapat ini
diperlukan antara lain untuk:
a) Mengidentifikasi persiapan yang diperlukan;
b) Melakukan koordinasi internal persiapan yang telah dilakukan
oleh tiap bagian/bidang pelaksana penyelenggaraan diklat;
c) Mengecek kesiapan tiap tiap bagian/bidang terkait tugas dan
tanggung jawabnya.
Rapat seyogyanya dilakukan paling tidak 1 (satu) bulan sebelum
pelaksanaan kegiatan. Langkah-langkah yang perlu dilakukan
sehubungan penyelenggaraan rapat persiapan adalah:
a) Memonitor pembuatan undangan rapat persiapan
penyelenggaraan diklat dan mengoreksinya serta memonitor
penyampaian ke Kepala Pusdiklat untuk ditanda tangani.
b) Mengecek apakah agenda rapat sudah dinyatakan secara jelas
dalam undangan yang akan dikirimkan, yaitu agenda persiapan
penyelenggaraan diklat dan bagi peserta rapat perlu disampaikan
15
dalam undangan untuk menyiapkan laporan persiapan
penyelenggaraan diklat yang telah dilakukan.
c) Memonitor pengiriman undangan rapat 1 (satu) minggu
sebelumnya, atas undangan yang sudah dibuat dan
ditandatangani oleh Kepala Pusdiklat melalui check list status
pengiriman yang berisi nama, nomor hp dan status serta
keterangan;
d) Melakukan koordinasi ke sub Bagian Tata Usaha terkait
penyediaan konsumsi dan penyiapan ruangan rapat dengan
memberikan


Use: 0.0274