• • Pengertian Polimer (makromolekul) :


  •   
  • FileName: tkk-322_slide_polimer.pdf [read-online]
    • Abstract: • Pengertian Polimer (makromolekul) :kumpulan molekul-molekulk mp lan molek l molek l (monomer)yang berikatan secara kovalen yangsangat panjang yang dapat dihasilkan darisumber alami atau sintetik• Polimerisasi : reaksi pembentukan polimer

Download the ebook

• Pengertian Polimer (makromolekul) :
kumpulan molekul-molekul
k mp lan molek l molek l (monomer)
yang berikatan secara kovalen yang
sangat panjang yang dapat dihasilkan dari
sumber alami atau sintetik
• Polimerisasi : reaksi pembentukan polimer
Polimer berdasarkan jenis monomernya
• Homopolimer, yaitu polimer hasil reaksi monomer
monomer-
monomer yang sejenis. Struktur homopolimer adalah :
---A-A-A-A---
• Kopolimer, yaitu polimer hasil reaksi monomer-monomer
yang lebih dari sejenis Struktur kopopolimer adalah :
sejenis.
---A-B-A-B---
Reaksi yang terjadi dalam polimerisasi
• Polimerisasi adisi
Bergabungnya monomer-monomer yang memiliki ikatan rangkap (ikatan tak
jenuh). Ikatan rangkap akan menjadi jenuh saat monomer-monomer
tersebut berikatan satu sama lain. Pada polimerisasi adisi , tidak ada
molekul yang hil
l k l hilang.
Contoh reaksi polimerisasi adisi : pembentukan polivinil klorida (PVC) dari
monomer-monomer vinilklorida
CH2=CH Cl
=CH-Cl CH2=CH Cl
=CH-Cl
Vinilklorida Vinilklorida
− CH 2 − CH − CH 2 − CH − CH 2 − CH − CH 2 − CH −
| | | |
Cl Cl Cl Cl
polivinilklorida
• Polimerisasi kondensasi, yaitu bergabungnya monomer-monomer yang memiliki
gugus f
fungsional. Pada saat monomer-monomer berikatan satu sama lain, ada
molekul yang hilang, misalnya pelepasan molekul air.
Contoh reaksi polimerisasi kondensasi : pembentukan protein dari monomer-
monomer asam-asam amino
H O H O
| || | ||
H-N-CH-C-OH H-N-CH-C-OH
| |
R R
asam amino asam amino
H O H O H O H O
| || | || | || | ||
--N-CH-C- N-CH-C- N-CH-C- N-CH-C--
| | | |
R R R R
Protein
Sumber utama polimer
• Petrokimia atau gas alam.
Contoh : polypropilen, polietilen, polistiren, polivinil klorida, dll
Kelemahan :
- Tidak dapat mengalami biodegradasi
- Harga bahan baku semakin tinggi dan makin langka
(tidak dapat diperbaharui)
• Bahan baku dari bahan alam yaitu dari tumbuhan dan hewan.
Contoh : polisakarida (starch dan selulosa) dan lemak/minyak
lemak/minyak.
Keunggulan :
- lebih ramah lingkungan
- lebih murah
- bahan bakunya dapat diperbaharui (renewable sources).
Penggunaan Oleokimia untuk Polimer
Produk / penggunaan Sumber
Polimers materials Drying oil Soybean oil, castor oil
- polymerized soybean Linoleum Linseed oil
oil, castor oil
- polymerized linseed
oil
Polimers additives Stabilizer, plasticizer Soybean oil
- epoxides
id Stabilizer
S bili Stearic id
S i acid
- soap (Ba/Cd, Ca/Zn) Lubricant Rapeseed oil
- fatty acid ester,
amides, waxes
,
Building block for Polyamides, polyesters, Tall oil, soybean oil,
polymer alkyd resin castor oil, linseed oil,
- dicarboxylic acids
y Polyurethanes
y sunflower, oleic acid
,
- ether/ester polyols
Pembuatan Polimer dari Minyak Nabati
e buata o e da ya abat
Natural Fats
and Oils
Oleic acid
Oxidation/
Caustic oxidation ozonolysis dimerization Epoxidation
Epoxy ring opening
Oleochemical
Dimer fatty acid polyols
Sebacic acid Azelaic acid
Polyamido amines linoleum
Polyamides •Epoxy curing agents non-nylon
- Nylon 6.9 Polyamides
- Nylon 6.6.9 •Hotmelt adhesive
Polyurethanes •Printing ink resin Radiation curing
-Laminating adhesive
L i ti dh i Modification f
M difi ti of epoxy resins
i acrylates
Cat adalah campuran dari zat pewarna
yang t
tersuspensi dalam suatu l t
id l t larutan
seperti minyak dan digunakan untuk
menutupi permukaan berbagai macam
t i k b b i
benda.
Bahan Baku Cat
• Petroleum
• Minyak nabati : minyak kedelai, minyak biji
rami, dll
Bahan penolong : perekat pelarut dan zat
perekat,
pewarna.
Contoh perekat : alkyds phenol eposin
alkyds, phenol,
dan resin amino.
Contoh pelarut : alkohol eter dan keton
alkohol, keton.
Pembuatan Cat
Syarat minyak yang dibutuhkan dalam p
y y y g pembuatan cat :
komposisi yang konsisten, pewarna yang baik, kadar
ketidakjenuhan yang tinggi, tersedia dalam jumlah yang
banyak, kandungan tokoferol y g rendah
y g yang
• Proses pembuatan cat dapat dilakukan dengan alat-alat
tradisional, yaitu pencampuran zat warna ke dalam
bahan pengikat pada papan besi, membersihkan hasil
besi
perekat dalam satu putaran ke dalam kontainer. Melalui
metoda ini, pigmen yang akan ditambahkan akan
menyeimbangkan antara minyak dan kebutuhan mesinmesin.
• Sebagai bahan pengingat dari cat, digunakan minyak biji
rami dan kapur. Sebagai bahan pencuci digunakan
kapur yang berkalsium tinggi
tinggi.
• Langkah pertama dalam pembuatan cat adalah pewarna
yang paling sesuai untuk menghasilkan warna yang
lebih spesifik dan teksturnya sesuai dengan diinginkan.
Setiap zat pewarna merefleksikan cahaya dengan cara
yang berbeda Bentuk dan ukuran partikel serta rasio
berbeda.
vulumenya diproduksi degan efek dan penampilan yang
berbeda.
• Untuk menyesuaikan zat pewarnanya, dikumpulkan
data tentang zat p
g pewarna y g ada dan warna y g
yang yang
diinginkan dengan melihat zat warna dasar, ukuran
partikel, bentuk dan volume yang sesuai dengan
p p
proporsi dari semuanya. Kemudian dapat mencoba
y p
terlebih dahulu dalam skala laboratorium, sehingga akan
didapat zat pewarna yang lebih baik.
• Langkah kedua ialah pemilihan senyawa pengikat. Untuk cat yang
digunakan sebagai interior dapat mengunakan minyak biji kenari atau
minyak biji rami. U t k k
i k i Untuk kapur pencucinya d
i dapat menggunakan l
t k lemak untuk
k t k
menambah katahanan air pada ruangan terbuka dan kasein laktik untuk
meningkatkan elastisitas dan permealibitas untuk penggunaan cat dalam
ruangan.
• Kemudian minyak biji rami dicampurkan dengan zat pewarna dan harus
diperhatikan dengan benar saat pencampuran agar minyak dan zat
pewarna dapat bercampur dengan baik. Kemudian memilih terpentin yang
terbaik dan dicampurkan dengan minyak dan ditentukan rasio masing-
masing
masing sehingga dalam penggunaanya keduanya dapat membentuk
kombinasi kohesif, yang akan menyerang substrat dan meningkatkan
elastisitas dari cat yang diproduksi.
• Perekat dan thinner dicampur dan diaduk dengan pengadukan yang
berlangsung dengan lambat untuk mencegah minyak menjadi panas dan
mencegah aerasi dari minyak. Cat yang dihasilkan akan dites terlebih
dahulu sehingga kemudian siap untuk diwadahkan dan dipasarkan.
Produksi cat lateks
- Air, dipersan (penyebar), amine (stabilisator), extender
p (p y ) ( )
dan pigmen digabung membentuk pasta giling.
- Tergantung pada banyaknya adukan cat tersebut,
penyebaran pendahuluan (pre dispersion)
(pre-dispersion) dan
penyebaran (dispersion) dapat digabung menjadi satu
operasi; ramuan tambahan, ditambahkan baik ke dalam
tangki yang pertama ataupun dicampur dengan pasta
giling yang telah ditransfer ke dalam tangki yang
menurun
- Hasil akhirnya ditampung dalam tangki yang terbuka
akhirnya, terbuka,
sebelum dikemas bagi komsumen.
Pengurangan jumlah air limbah
produksi cat l t k
d k i t lateks
• Pemakaian alat semprot (spray nozzle) dan re-sirkulasi air
Air limbah
Ai li b h yang dih ilk
dihasilkan pada proses pencucian d l
d i dalam tangkiki
lateks, dapat dihemat dengan menggunakan semprotan bertekanan
tinggi dan melakukan re-sirkulasi limbah air. Pemasangan sebuah
tangki re-sirkulasi, direkomendasikan untuk dilakukan pada waktu
perluasan sarana perluasan l t k sedang b l
l l lateks d berlangsung. P ki
Perkiraan
penghematan awal air pencucian adalah 80% dan penghematan
selanjutnya dapat terus berlangsung dangan re-sirkulasi
• Implementasi penahanan air limbah lateks di pabrik
Suatu sistim air tertutup untuk daur ulang semua air limbah lateks
dapat diimplementasikan. Sistim ini dapat dicapai dengan
membangun bak beton tiga tahap atau kolam pengendapan air
limbah dari produksi lateks di pabrik. Residu cat lateks dapat
dipergunakan untuk produksi cat berikutnya.


Use: 0.0225