• PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA AUDITOR PADA ...


  •   
  • FileName: doc.pdf [read-online]
    • Abstract: Profesi sebagai akuntan publik memainkan peranan sosial yang sangat ... Dalam melaksanakan audit, profesi akuntan publik memperoleh. kepercayaan dari pihak klien dan pihak ketiga untuk mmembuktikan ...

Download the ebook

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP
KINERJA AUDITOR PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI
KOTA SEMARANG
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Pada
Universitas Negeri Semarang
Oleh
AHMAD ALWANI
NIM. 3351402068
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2007
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Skrpsi berjudul “ Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Auditor
Pada Kantor Akuntan Publik di Kota Semarang “ ini telah disetujui oleh
Pembimbing untuk diajukan kesidang panetia ujian skripsi pada :
Hari : Jumat
Tanggal : 16 Februari 2007
Pembimbing I Pembimbing II
Dr. Asrori, MS Drs. Partono Thomas, MS
NIP.131570078 NIP.131125640
Mengetahui :
Ketu Jurusan Akuntansi
Drs. Sukirman M. Si.
NIP. 131967646
ii
PENGESAHAN KELULUSAN
Skripsi ini telah dipertahankan di depan panetia sidang ujian skripsi Fakultas
Ekonomi, Universitas Negeri Semarang pada :
Hari : Sabtu
Tanggal : 10 Maret 2007
Penguji Skripsi
Amir Mahmud S.Pd. M Si
NIP. 132205936
Anggota I Anggota II
Drs. Asrosri, MS Drs. Partono Thomas, MS
NIP.131570078 NIP. 1311125640
Mengetahui
Dekan Fakultas Ekonomi
Drs. Agus Wahyudin, M. Si
NIP. 131967646
iii
PERNYATAAN
Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya
sendiri, bukan jiplakkan dari karya tulis orang lain, baik sebagian ataupun
seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat di dalam skripsi ini
dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.
Semarang, Januari 2007
Ahmad Alwani
NIM. 3351402068
iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
Motto:
Cita-cita masa depan itu sesungguhnya dibangun berdasarkan pada
perjuangan yang dilakukan hari ini..........(Kahil Gibran)
Suatu keberhasilan hanya akan tercapai dengan adanya usaha, doa, serta
keyakinan pada diri sendiri......(IS)
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai
penolongmu: sesungguhnya Allah SWT bersama orang-orang yang sabar.
(QS. Al-Baqarah: 153)
Persembahan:
Skripsi ini kupersembahkan untuk:
1. Ibu dan Bapak tercinta yang telah memberikan
pendidikan terbaik dalam hidupku
2. Keluarga besarku kakakku, adikku dan semua
saudara-saudaraku
3. Seseorang yang selalu kusayangi dan selalu
menyayangi aku.
4. Teman-temanku Purbo, Tio, Indra, Imam, Pak
Habib, Eunike. Terimakasih
5. Teman-teman Neo Tazkiya kost
v
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan
skripsi saya dengan judul “ Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja
Auditor Pada Kantor Akuntan Publik di Kota Semarang”.
Maksud dari penyusunan Skripsi ini adalah untuk memenuhi dan
melengkapi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan pada jurusan
Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.
Dalam Menyusun Skripsi ini, penulis memperoleh bantuan, bimbingan dan
pengarahan dari berbagai pihak, oleh karena itu dengan kerendahan hati, penulis
ucapkan terimakasih kepada :
1. Prof. Dr. H. Sudjiono Sastroadtmodjo, M. Si Rektor Universitas Negeri
Semarang.
2. Drs. Agus Wahyudin, M.Si, dekan FE Universitas Negeri Semarang.
3. Drs. Sukirman, M.Si, selaku Ketua Jurusan Akuntansi FE Universitas Negeri
Semarang.
4. Drs. Asrori MS, Dosen Pembimbing I yang penuh perhatian dan kesabaran
dalam memberikan bimbingan.
5. Drs. Partono Thomas MS, Dosem Pembimbing II yang telah memberikan
arahan dan petunjuk dalam penulisan skripsi.
6. Bapak dan Ibu Dosen, yang telaah memberi bekal ilmu yang tidak ternilai
harganya selama belajar di Jurusan Akuntaansi.
vi
7. Bapak dan Ibunda tercinta serta Adik-Kakakku yang telaah memberikan
dorongan baik moril maupun spirituil untuk menyelesaikan skripsi ini.
8. Teman-temanku semua dikelas akuntansi B angkatan 2002 yang telah
memberikan motivasi dalam pembuatan skripsi ini.
9. Semua pihak yang terkait yang telah membantu penulis menyelesaikan skripsi
ini yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu.
Ahirnya dengan segala kerendahan hati yang tulus penulis berharaap skripsi
ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan pihak-pihak yang bersangkutan.
Semarang, Januari 2007
Penulis
vii
SARI
Ahmad Alwani, 2007. “ Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadaap Kinerja
Auditor Pada Kantor Akuntan Publik di Kota Semarang ”. Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.
Kata Kunci : Kesadaran Diri, Pengaturan Diri, Motivasi, Empati, Keterampilan
Sosial, Kinerja Auditor
Auditor independen adalah auditor profesional yang menyediakan jasanya
kepada masyarakat umum tyerutama dalam bidang audit atas laporan keuangan
yang dibuat oleh kliennya. Tugas seorang auditor adalah memeriksa dan
memberikan opini terhadap kewajaran laporan keuangan suatu entitas usaha
berdasarkan standar yang ditentukan IAI. Salah satu tanggung jawab auditor
adalah menjaga mutu profesionalnya atau kinerjanya. Kinerja auditor dipengaruhi
oleh beberapa faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Salah satu
faktor internal yang sangat penting peranannya dalaam menentukan kinerja
auditor adalah kecerdasan emosional auditor.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah : (1) Apakah
kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan keterampilan sosial secara
simultan mempunyai pengaruh terhadap kinerja aauditor. (2) Apakah kesadaran
diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan keterampilan sosial secara parsial
mempunyai pengaruh terhadap kinerja aauditor. Populasi dalam penelitian ini
adalah para auditor yang bekerja di kantor akuntan publik di kota Semarang.
Sampel penelitian diambil dengan teknik Proportional Simpel Random Sampling,
yang berjumlah 72 auditor. Variabel independen dalam penelitian ini adalah
kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan keterampilan sosial,
sedangkan variabel dependennya adalah kinerja auditor. Metode pengumpulan
data dilakukan dengan metode kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis dengan
teknik diskriptif dan statistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kesadaran diri,
pengaturan diri, motivasi, empati dan keterampilan sosial berpengaruh siknifikan
terhadap kinerja auditor. Hasil secara parsial menunjukkan variabel kesadaran
diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan keterampilan sosial berpengaruh
siknifikan terhadap kinerja auditor. Secara bersama-sama kesadaran diri,
pengaturan diri, motivasi, empati dan keterampilan sosial memberikan sumbangan
terhadap variabel terikat sebesar 77.5% sedangkan sisanya 22.5% dipengaruhi
oleh faktor lain diluar model.
Berdasarkan penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa kesadaran diri,
pengaturan diri, motivasi, empati dan keterampilan sosial baik secara simultan
maupun secara parsial mempunyai pengaruh terhadap kinerja auditor. Hasil
penelitian ini diharapkan dapat mermanfaat bagi auditor maupun kantor akuntan
publik. Para auditor diharapkan untuk senantiasa meningkatkan kemampuan
emosionalnya, karena dengan kemampuan emosional yang baik akan dapat
viii
meningkatkan kinerjanya sebagai seorang auditor. Demikian juga bagi kantor
akuntan publik, dalam melakukan rekruitmen calon tenaga kerja hendaknya tidak
menilai dari prestasi akademiknya saja melainkan perlu memperhatikan
kemampuan emosional yang dimiliki calon karyawan tersebut.
ix
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL..................................................................................... i
PERSETUJUAN PEMBIMBING................................................................. ii
PENGESAHAN KELULUSAN ................................................................... iii
PERNYATAAN ........................................................................................... iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................ v
KATA PENGANTAR .................................................................................. vi
SARI.............................................................................................................. viii
DAFTAR ISI ................................................................................................ x
DAFTAR TABEL ......................................................................................... xiii
DAFTAR GAMBAR .................................................................................... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang masalah .............................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................... 7
1.3 Penegasan Istilah......................................................................... 8
1.4 Tujuan dan Kegunaan Penelitian ................................................ 10
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Telaah Pustaka ............................................................................ 12
2.1.1 Kecerdasan Emosional ...................................................... 12
2.1.1.1 Kesadaran Diri ...................................................... 15
2.1.1.2 Pengaturan Diri ..................................................... 16
2.1.1.3 Motivasi ................................................................ 17
2.1.1.4 Empati................................................................... 18
x
2.1.1.5 Keterampilan Sosial .............................................. 19
2.1.2 Kinerja Auditor ................................................................ 20
2.2 Kerangka Pemikiran Teoritis ...................................................... 21
2.3 Hipotesis...................................................................................... 26
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Variabel dan Definisi Operasional Variabel ............................. 27
3.1.1 Kesadaran Diri ................................................................. 27
3.1.2 Pengaturan Diri ............................................................... 27
3.1.3 Motivasi .......................................................................... 28
3.1.4 Empati ............................................................................. 28
3.1.5 Keterampilan Sosial ........................................................ 29
3.1.6 Kinerja Auditor ............................................................... 29
3.2 Jenis dan Sumber Data ............................................................. 30
3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ............................................... 30
3.4 Teknik Pengumpulan Data....................................................... 36
3.5 Pengukuran Konsep ................................................................. 37
3.6 Instrumen Penelitian ................................................................ 38
3.7 Validitas dan Reliabilitas ......................................................... 40
3.8 Metode Analisis Data............................................................... 42
3.8.1 Uji Asumsi Klasik ........................................................... 43
3.8.2 Pengujian Hipotesis......................................................... 44
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Obyek Penelitian ..................................................... 46
xi
4.2 Diskripsi Responden ................................................................. 49
4.3 Diskripsi Variabel Penelitian .................................................... 50
4.4 Analisis Regresi ........................................................................ 67
4.4.1 Uji Asumsi Klasik ............................................................ 69
4.4.2 Uji F (Uji Simultan) ......................................................... 72
4.4.3 Uji t (Uji Parsial).............................................................. 73
4.5 Pembahasan................................................................................ 76
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan ............................................................................... 80
5.2 Saran........................................................................................... 81
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
xii
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 3.1 Nama Kantor Akuntan Publik dan Jumlah Auditor ...................... 31
Tabel 3.2 Proporsi Sampel Penelitian ........................................................... 33
Tabel 3.3 Nama Kantor Akuntan Publik dan Alamat ................................... 34
Tabel 3.4 Nama Kantor Akuntan Publik dan Jumlah Sampel ...................... 35
Tabel 3.5 Penilaian Skor Pernyataan ............................................................ 37
Tabel 3.6 Nomor dari Setiap Jenis Pernyataan ............................................. 38
Tabel 3.7 Nomor Pernyataan Mengenai Kecerdasan Emosional dan
Kinerja auditor ............................................................................. 39
Tabel 3.8 Hasil Uji Validitas......................................................................... 41
Tabel 3.9 Hasil Uji Reliabilitas..................................................................... 42
Tabel 4.1 Profil Responden........................................................................... 49
Tabel 4.2 Sampel dan tingkat Pengembalian sampel ................................... 50
Tabel 4.3 Kesadaran diri auditor................................................................... 51
Tabel 4.4 Pengaturan diri auditor.................................................................. 53
Tabel 4.5 Motivasi diri auditor ..................................................................... 55
Tabel 4.6 Empati diri aauditor ...................................................................... 57
Tabel 4.7 Keterampilan sosial auditor .......................................................... 60
Tabel 4.8 Kinerja auditor ............................................................................. 63
Tabel 4.9 Hasil Analisis Regresi................................................................... 63
Tabel 4.10 Hasil Pengujian Asumsi Multikolinieritas .................................. 67
xiii
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Teoritis .................................................... 26
Gambar 4.1 Hasil Pengujian Normalitas dengan Histogram ........................ 70
Gambar 4.2 Hasil Pengujian Normalitas dengan P Plot ............................... 70
Gambar 4.3 Hasil Pengujian Heteroskedastisitas dengan Scatterplot........... 72
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran A Daftar Kuesioner....................................................................... 82
Lampiran B Uji Validitas Dan Reliabilitas .................................................. 83
Lampiran C Data Hasil Penelitian ............................................................... 84
Lampiran D Data Persiapan Regresi, Hasil Regresi dan
Uji Asumsi Klasik ..................................................................... 85
Lampiran E Tabel Distribusi t dan F............................................................. 86
Lampiran F Surat Ijin Penelitian dari Fakultas Ekonomi UNNES ............... 87
Lampiran G Surat Keterangan Penelitian Dari KAP .................................... 88
xv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Profesi sebagai akuntan publik memainkan peranan sosial yang sangat
penting berhubungan dengan tugas dan tanggungjawab yang diemban oleh
auditor. Auditor independen adalah auditor profesional yang menyediakan
jasanya kepada masyarakat umum terutama dalam bidang audit atas laporan
keuangan yang dibuat oleh kliennya. Tugas seorang akuntan publik adalah
memeriksa dan memberikan opini terhadap kewajaran laporan keuangan suatu
entitas usaha berdasarkan standar yang telah ditentukan IAI. Hal ini
menunjukkan bahwa auditor bertanggung jawab atas opini yang diberikan
terhadap laporan keuangan yang diterbitkan.
Dalam melaksanakan audit, profesi akuntan publik memperoleh
kepercayaan dari pihak klien dan pihak ketiga untuk mmembuktikan laporan
keuangan yang disajiakan oleh pihak klien. Pihak ketiga tersebut diantaranya
manajemen, pemegang saham, kreditur, pemerintah dan masyarakat yang
mempunyai kepentingan terhadap laporan keuangan klien yang diaudit.
Sehubungan dengan kepercayaan yang telah diberikan kepada akuntan publik,
maka auditor dituntut untuk dapat memberikan kepercayaan tersebut.
Kepercayaan ini harus senantiasa ditingkatkan dengan menunjukkan suatu kinerja
yang profesional. Guna menunjang profesionalismenya sebagai akuntan publik,
1
2
maka auditor dalam melaksanakan tugas auditnya harus berpedoman pada standar
audit yang ditetapkan oleh IAI.
Menurut Mulyadi Dan Kanaka dalam Surya dan Hananto (2004:34), ada
dua tanggung jawab yang harus dipikul oleh akuntan publik dalam menjalankan
pekerjaan profesionalnya, yaitu pertama, menjaga kerahasiaan informasi yang
diperolah dalam melaksanakan tugasnya. Informasi yang diperoleh akuntan publik
selama ia menjalankan pekerjaannya tidak boleh diungkapkan oleh pihak ketiga,
kecuali atas ijin kliennya. Namun jika hukum atau negara menghendaki akuntan
publik mengungkapkan informasi yang diperolehnya selama penugasannya,
akuntan publik berkewajiban untuk mengungkapkan informasi tersebut tanpa
harus mendapatkan persetujuan dari kliennya. Tanggung jawab yang kedua yaitu
menjaga mutu profesionalnya. Setiap akuntan publik harus bisa
mempertanggungjawabkan mutu pekerjaan atau pekerjaan lain pada saat yang
bersamaan, yang bisa menyebabkan penyimpangan obyektivitas atau ketidak
konsistenan dalam pekerjaannya.
Akhir-akhir ini muncul issue yang sangat menarik yaitu pelanggaran etika
oleh akuntan baik ditingkat nasional maupun internasional. Di Indonesia issue ini
berkembang seiringa dengan adanya pelanggaran etika baik yang dilakukan oleh
akuntan pubik, akuntan intern, maupun akuntan pemerintah. Contoh kasus ini
adalah pelanggaran yang melanda perbankkan Indonesia sekitar tahun 2002.
Banyak bank yang dinyatakan sehat oleh akuntan publik atas audit laporan
keuangan berdasar Standar Akuntansi Perbankkan Indonesia. Ternyata sebagian
bank tersebut kondisinya tidak sehat. Kasus lainnya adalah rekayasa atas laporan
3
keuangan yang dilakukan oleh auditor intern yang banyak dilakukan sejumlah
perusahaan Go Public (Winarna dan retnowati, 2004:839).
Selain fenomena diatas kinerja auditor juga tengah mendapat sorotan dari
masyarakat banyak. Seperti kasus penyuapan yang telah dilakukan oleh pejabat
KPU yaitu Mulyana W Kusuma kepada Khairiansah yang merupakan salah satu
pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Mulyana tertangkap basah oleh
seorang petugas KPK membawa sejumlah uang yang diduga akan digunakan
untuk menyuap Khaeriansah yang menjadi auditor dalam pemeriksaan keuangan
di KPU. Dengan adanya kejadian tersebut Khaeriansah mendapat penghargaan
Integrity Aword dari Berlin Jerman. Namun disatu sisi ternyata oleh penyidik
kasus korupsi Dana Abadi Umaat (DAU) di Departeman Agama, Khaeriansah
dinyatakan ikut menikmati Dana Abadi Umat (DAU). Dengan fenomena kinerja
tersebut dapat dikatakan lembaga-lembaga fungsional pemeriksa keuangan negara
seperti BPK dan BPKP sudah tidak memadai lagi untuk menjalankan fungsinya
sebagi Control And Audit Buggetting. Pamor lembaga ini akan kian memudar
sebagai lembaga yang bertugas mengamankan dan menyelamatkan keuangan
negara dari penyalahgunaan.
Setiap manusia ingin berprestasi dalam segala hal, tidak terkecuali
berprestasi dalam pekerjaan. Saat ini keberhasilan kerja seseorang tidak ditunjang
oleh kemampuan intelektual semata, namun juga didukung oleh kemampuan
penyesuaian emosi dalam berhubungan dengan seseorang. Sebagian masyarakat
beranggapan bahwa Intelektual Quotient (IQ) menentukan keberhasilan
seseorang. Masyarakat beranggapan bahwa semakin tinggi IQ seseorang semakin
4
berhasil orang tersebut dalam pekerjaannya. Namun kenyataannya tidak demikian,
IQ hanya memberikan kontribusi 20% dalam menentukan keberhasilaan hidup
seseorang dan 80% lainnya ditentukan oleh faktor lain. Faktor inilah yang disebut
kecerdasan emosional (EQ).
Aturan bekerja sekarang ini tengah berubah, seseorang dinilai tidak hanya
berdasarkan tingkat kepribadian atau berdasarkan tingkat penilaian dan
pengalaman tetapi juga berdasarkan seberapa baik seseorang mengelola diri
sendiri dan orang lain Goleman dalam Sayogya (2004:2). Sebagai seorang auditor,
pendidikan dan pengalaman dapat meningkatkan kompetensinya, namun dalam
berhubungan dengan pihak lain (auditee) seorang auditor selain harus memiliki
kemampuan intelektual juga harus memiliki kemampuan organisasional,
interpersonal dan sikap dalam berkarir dilingkungan yang selalu berubah. Dalam
meningkatkan profesionalisme seorang auditor harus terlebih dahulu memahami
dirinya sendiri dan tugas yang akan dilaksanakan serta selalu meningkatkan dan
mengendalikan dirinya dalam berhubungan dengan auditee, (Tantina 2003:2).
McClelland dalam (Golemen 2001:25) menyatakan bahwa kemampuan
akademik bawaan, nilai rapor, dan prediksi kelulusan pendidikan tinggi tidak
memprediksi seberapa baik kinerja seseorang sudah bekerja atau seberapa tinggi
sukses yang dicapainya dalam hidup. Sebaliknya McClelland menyatakan bahwa
seperangkat kecakapan khusus seperti empati, disiplin diri, dan inisiatif mampu
membedakan orang sukses dari mereka yang berprestasi biasa-biasa saja.
Goleman (2001) menyatakan bahwa peran IQ dalam keberhasilan didunia kerja
5
hanya menempati posisi kedua setelah kecerdasan emosi dalam menentukan
prestasi puncak dalam perkerjaannya.
Goleman (2001:513) membagi kecerdasan emosional yang dapat
mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam bekerja kedalam 5 bagiaan utama
yaitu kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan keterampilan sosial.
Seseorang dengan kecerdasan emosional yang berkembang dengan baik,
kemungkinan besar akan berhasil dalam kehidupannya karena mampu menguasai
kebiasaan berfikir yang mendorong produktivitas (Widagdo, 2001:15).
Dalam lingkungan dunia usaha yang kompetitif, kecerdasan emosional
dapat berpengaruh terhadap kesuksesan perusahaan secara keseluruhan.
Kecerdasan emosional sebagai salah satu faktor penting yang membentuk
tercapainya tujuan perusahaan, merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam
kaitannya dengan penyerapan tenaga kerja yang profesional (Sayogya, 2004:3).
EQ berarti menggunakan emosi secara efektif untuk mencapai tujuan,
membangun hubungan kerja yaang produktif dan meraih keberhasilan ditempat
kerja. Karena bukan IQ saja yang membuat orang berhasil, maka perlu menelusuri
kecerdasan emosional karyawan suatu organisasi.
Penelitian mengenai kecerdasan emosional sebelumnya telah dilakukan oleh
Sayogya (2004). Penelitian tersebut mengkaji pengaruh kecerdasan emosional
terhadap prestasi kerja auditor. Hasil penelitian itu menemukan pengaruh
kecerdasan emosionel terhadap prestasi kerja auditor. Berdasarkan penelitian yang
dilakukan Suryati dan Ika (2004) mengenai pengaruh kecerdasan emosional
terhap tingkat pemahaman akuntansi menemukan bahwa kecerdasan emosional
6
yang diukur dengan pengenalan diri, pengendalian diri, motivasi, empati dan
keterampilan sosial tidak berpengaruh terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Hasil tersebut sangat kontradiktif dengan teori Goleman. Penelitian Goleman
mengungkapkan bahwa kecerdasan intelektual (IQ) menyumbang kira-kira 20%
bagi faktor yang menentukan kesuksesan dalam hidup, sedang 80% lainnya
dipengaruhi oleh kekuatan lain termasuk kecerdasan emosional (EQ).
Dengan kecerdasan emosional yang baik, seseorang dapat berbuat tegas
mampu membuat keputusan yang baik walaupun dalam keadaan tertekan. Selain
itu dengan kecerdasan emosional, seseorang juga dapat menunjukkan
integritasnya. Orang dengan kecerdasan emosional yang baik mampu berfikir
jernih walaupun dalam tekanan, bertindak sesuai etika, berpegang pada prinsip
dan memiliki dorongan berprestasi. Selain itu orang yang memiliki kecerdasan
emosional mampu memahami persepektif atau pandangan orang lain dan dapat
mengembangkan hubungan yang dapat dipercaya.
Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian
tentang “ Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Auditor pada Kantor
Akuntan Publik di Kota Semarang “ .
1.2 Rumusan Masalah
Menurut Daniel Goleman kecerdasan emosional terdiri dari 5 komponen
yaitu kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan keterampilan sosial.
Orang yang memiliki kecakapan emosional mampu mengetahui dan menangani
7
perasaan mereka sendiri dengan baik, dan mampu membaca serta menghadapi
perasaan orang lain dengan efektif. Orang tersebut memiliki keuntungan dalam
setiap bidang kehidupan yang baik dalam hubungan pribadi maupun politik
organisasi (Surya dan Hananto, 2004:34). Dengan kecerdasan emosional yang
baik, seseorang dapat berbuat tegas mampu membuat keputusan yang baik
walaupun dalam keadaan tertekan. Orang dengan kecerdasan emosional yang baik
mampu berfikir jernih walaupun dalam tekanan, bertindak siesuai etika,
berpegang pada prinsip dan memiliki dorongan berprestasi. Selain itu orang yang
memiliki kecerdasan emosional mampu memahami persepektif atau pandangan
orang lain dan dapat mengembangkan hubungan yang dapat dipercaya.
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka dalam penelitian ini penulis
merumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut :
1. Apakah kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati, dan
keterampilan sosial secara simultan berpengaruh terhadap kinerja
auditor?
2. Apakah kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati, dan
keterampilan sosial secara parsial berpengaruh terhadap kinerja auditor?
1.3 Penegasan Istilah
Untuk membatasi ruang lingkup permasalahan yang diteliti serta untuk
menyamakan persepsi terhadap judul ini, perlu dijelaskan pengertian dari istilah-
istilah yang akan digunakan, yaitu :
1. Kecerdasan emosional
8
Kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali diri sendiri dan orang
lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan menelola emosi dengan baik pada
diri sendiri dan hubungannya dengan orang lain (Goleman, 2001:512)
Keserdasan emosi tidak hanya berarti bersikap ramah melainkan bersikap
tegar walaupun tidak menyenangkan dan mengungkapkan kebenaran yang selama
ini dihindari. Selain itu kecerdasan emosional bukan berarti memberi kebebasan
kepada perasaan untuk berkuasa melainkan mengelola perasaan sehingga
terekspresikan secara tetap dan efektif yang memungkinkan orang bekerja sama
dengan lancar menuju sasaran bersama. Goleman membagi kecerdasan emosional
kedalam 5 (lima) komponen yaitu kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi,
empati dan keterampilan sosial.
1.1 Kesadaran diri
Menurut Goleman (2001:513), kesadaran diri adalah mengetahui apa
yang dirasakan pada suatu saat dan menggunakannya untuk memandu
pengambilan keputusan diri sendiri. Selain itu kesadaran diri juga berarti
menetapkan tolak ukur yang realistis atas kemampuan diri dan kepercayaan
diri yang kuat.
1.2 Pengaturan diri
Menurut Goleman (2001:514) pengaturan diri adalah menguasai emosi
diri sedemikian sehingga berdampak positif, kepada pelaksanaan tugas, peka
terhadap kata hati dan sanggup menunda kenikmatan sebelum tercapainya
sesuatu sasaran dan mampu pulih kembali dari tekanan emosi.
1.3 Motivasi
9
Menurut Goleman (2001:514) motivasi adalah menggunakan hasrat
yang paling dalam untuk menggerakkan dan menuntun seseorang menuju
sasaran. Motivasi membantu seseorang mengambil inisiatif dan bertindak
sangat efektif dan untuk bertahan menghadapi kegagalan dan frustasi.
1.4 Empati
Menurut Goleman (2001:514) empati adalah merasakan yang dirasakan
orang lain, mampu memahami persepektif orang lain, menumbuhkan
hubungan saling percaya dan menyelaraskan diri dengan berbagai macam
orang .
1.5 Keterampilan sosial
Menurut Goleman (2001:514) keterampilan sosial berarti menangani
emosi dengan baik ketika berhubungan dengan orang lain dan dengan cermat
membaca situasi dan jaringan sosial, berinteraksi dengan lancar, menggunakan
keterampilan-keterampilan ini untuk mempengaruhi dan memimpin,
bermusyawaroh dan menyelesaikan perselisihan dan untuk bekerja sama dan
bekerja dalam tim.
2. Kinerja Auditor
Kinerja merupakan seperangkat hasil yang dicapai serta merujuk pada
tindakan pencapaian serta pelaksanaan sesuatu pekerjaan yang diminta ( Stolovic
dan keeps,1992 dalam Veithzal 2002:87). Kinerja diukur dengan instrumen yang
dapat dikembangkan dalam studi yang tergabung dalam ukuran kinerja secara
umum, selanjutnya diterjemahkan kedalam penilaian prilaku secara mendasar,
meliputi : (I) kualitas kerja, (II) kuantitas kerja, (III) pengetahuan tentang
10
pekerjaan, (IV) pendapat atau pernyataan yang disimpulkan, (V) perencanaan
kerja.
1.4 Tujuan Dan Kegunaan Penelitian
1.4.1 Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah
1. Untuk mengetahui secara empiris pengaruh kesadaran diri, pengaturan
diri, motivasi, empatidan keterampilan sosial secara simultan terhadap
kinerja auditor.
2. Untuk mengetahui secara empiris pengaruh kesadaran diri, pengaturan
diri, motivasi, empatidan keterampilan sosial secara parsial terhadap
kinerja auditor.
1.4.2 Kegunaan Kenelitian
Kegunaan dari penelitian ini adalah :
1. Manfaat Akademik
a. Bagi dunia pendidikan, penelitian ini diharapkan menjadi
sumbangan data empiris bagi pembangunan ilmu pengetahuan
terutama ilmu ekonomi dan manfaatnya bagi lembaga akademik
b. Sebagai informasi bagi rekan-rekan mahasiswa dalam
mengadakan penelitian lebih lanjut mengenai kecerdasan
emosional.
2. Manfaat Praktis
11
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris ada tidaknya
pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja auditor pada kantor akuntan
publik di kota Semarang, sehingga pada hakekatnya penelitian ini diharapkan
dapat memberikan masukan bagi auditor independen dalam meningkatkan
kinerjanya. Dimana faktor kecerdasan emosional menjadi hal yang harus
diperhatikan oleh auditor dalam upaya meningkatkan kinerjanya sehingga
tingkat kepercayaan masyarakat terhadap auditor independen semakin lebih
besar. Penelitian ini juga diaharapkan kontribusi praktis untuk organisasi
terutama Kantor Akuntan Publik dalam mengelola sumber daya manusia.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Telaah Pustaka
2.1.1 Kecerdasan Emosional
Dalam Kamus Bahasa Indonesia kontemporer mendefinisikan emosi
sebagai keadaan yang keras yang timbul dari hati, perasaan jiwa yang kuat seperti
sedih, luapan perasan yang berkembang dan surut dalam waktu cepat. Emosi
merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran yang khasnya, suatu keadaan
yang biologis dan psikologis serta serangkaian kecendrungan untuk bertindak.
Emosional adalah hal-hal yang berhubungan dengan emosi.
Menurut Goleman (2001:512), kecerdasan emosional adalah kemampuan
untuk mengenal perasaan diri sendiri dan orang lain untuk memotivasi diri sendiri
dan mengelola emosi dengan baik dalam diri kita dan hubungan kita. Kemampuan
ini saling melengkapi dan berbeda dengan kemampuan akademik murni, yaitu
kemampuan kogniktif murni yang diukur dengan Intelectual Quetient (IQ).
Sedangkan menurut Cooper dan Sawaf (1998), kecerdasan emosional adalah
kemampuan mengindra, memahami dan dengan efektif menerapkan kekuatan dan
ketajaman emosi sebagai sumber energi, informasi dan pengaruh. Salovely dan
Mayer mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai kemampuan memantau dan
mengendalikan perasaan sendiri dan orang lain, serta menggunakan perasaan itu
untuk memandu pikiran dan tindakan. Temuan beberapa peneliti, seperti David
Wechsler dalam Suryanti dan Ika (2003:1075), mendefinisikan kecerdasan
12
sebagai keseluruhan kemampuan seseorang untuk bertindak bertujuan, untuk
12
13
berfikir rasional, dan untuk berhubungan dengan lingkungannya yang efektif.
Aspek-aspek yang terkait dalam afeksi dan personal dan faktor sosial. Temuan
Wechsler ini mendefinisikan, selain aspek kognisi, aspek kognisi juga
berpengaruh dalam mencapai keberhasilan hidup. Kematangan dan kedewasaan
menunjukkan kecerdasan dalam hal emosi. Mayer dalam Goleman
menyimpulkan bahwa kecerdasan emosi berkembang sejalan dengan usia dan
pengalaman dari kanak-kanak hingga dewasa, lebih penting lagi bahwa
kecerdasan emosional dapat dipelajari.
Selanjutnya menurut Howes dan Herald dalam Surya dan Hananto,
(2004:34) mengatakan pada intinya, kecerdasan emosional merupakan komponen
yang membuat seseorang menjadi pintar menggunakan emosi. Lebih lanjut
dikatakan bahwa emosi manusia berada diwilayah dari perasaan lubuk hati, naluri
yang tersembunyi, dan sensasi emosi yang apabila diakui dan dihormati,
kecerdasan emosional menyediakan pemahaman yang lebih mendalam dan lebih
utuh tentang diri sendiri dan orang lain.
Komponen kecerdasan emosional :
Istilah “Kecerdsan Emosional” pertama kali dilontarkan pada tahun 1990
oleh psikolog Peter Salovey dari Harvard University dan Jhon Meyer dari
University of New Hampshire Amerika untuk menerangkan kualitas-kualitas
emosional yang tampaknya penting bagi keberhasilan (Suryanti dan Ika
2004:262). Kualitas-kualitas itu antara lain : empati (kepedulian), mengungkapkan
dan memahami perasaan, mengendalikan amarah, kemandirian, kemampuan
14
menyesuaikan diri, disukai, kemampuan memecahkan masalah antar pribadi
ketekunan kesetiakawanan, keramahan, dan sikap hormat.
Steiner dalam Trisnawati dan Suryaningsum menyatakan bahwa kecerdasan
emosional mencakup lima komponen, yaitu mengetahui perasaan sendiri,
memiliki empati, belajar mengatur emosi-emosi sendiri, memperbaiki kerusakan
sosial, dan interaktivitas emosional. Cooper dan Sawaf dalam Trisnawati dan
Suryaningsum (2003:1075) merumuskan kecerdasan emosional sebagai sebuah
titik awal model empat batu penjuru, yang terdiri dari kesadaran emosi,
kebugaran emosi, kedalaman emosi dan alkimia emosi.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan
emosional adalah seperangkat kemampuan untuk mengenal, memahami perasaan
diri sendiri dan orang lain serta mampu menggunakan perasaan itu untuk
memandu pikiran dalam bertindak.
Goleman secara garis besar membagi dua kecerdasan emosional yaitu
kompetensi personal yang meliputi kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi diri
dan kompetensi sosial yang terdiri dari empati dan keterampilan sosial. Dalam
penelitian ini komponen kecerdasan emosional yang digunakan adalah komponen
kecer


Use: 0.1457