• MUSUH ALAMI, HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN LADA


  •   
  • FileName: Pepper.pdf [read-online]
    • Abstract: Laba-laba tidak termasuk golongan. serangga. Semua serangga mempunyai. 6 kaki (3 pasang ... pasang kaki). Laba-laba adalah sahabat petani karena. memakan serangga hama. Bila terdapat ...

Download the ebook

MUSUH ALAMI,
HAMA DAN PENYAKIT
TANAMAN LADA
Proyek Pengendalian Hama Terpadu Perkebunan Rakyat
Direktorat Perlindungan Perkebunan, Direktorat Jenderal Bina Produksi Perkebunan
Departemen Pertanian
Jakarta, 2002
MUSUH ALAMI,
HAMA DAN PENYAKIT
TANAMAN LADA
Buku ini tidak diperjualbelikan.
Diberikan secara cuma-cuma kepada petani
Proyek Pengendalian Hama Terpadu Perkebunan Rakyat
Direktorat Perlindungan Perkebunan, Direktorat Jenderal Bina Produksi Perkebunan
Departemen Pertanian
Jakarta, 2002
Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada 1
2 Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada
KATA PENGANTAR
Salah satu tantangan yang dihadapi umat manusia dewasa ini adalah “sustainability” =
“berkelanjutan”, yaitu keinginan untuk menggunakan sumber daya alami tanpa
menghabiskannya atau merusak lingkungannya. Tantangan ini menjadi besar karena dengan
kekuatan bahan kimia dan tenaga mesin adalah mudah bagi manusia untuk merusak
lingkungan dan menghabiskan sumber daya alam.
Karena itu, sangat penting bagi setiap orang yang terlibat dalam penggunaan lingkungan
alami untuk memiliki pemahaman yang sama dan pengertian yang cukup mendalam
mengenai dampak lingkungan dari kelakuannya. Dalam hubungan ini, pelaksanaan Proyek
Pengendalian Hama Terpadu Perkebunan Rakyat merupakan upaya menyatukan persepsi
petani perkebunan mengenai dampak ekologis pestisida kimia dan manfaat musuh alami,
termasuk yang telah dikembangkan menjadi agens hayati.
Dalam kehidupan di alam, setiap organisme pengganggu tumbuhan (OPT) mempunyai
musuh alami. Biasanya perkembangan populasi OPT dikendalikan secara alami oleh musuh
alaminya. Sejak tahun delapan puluhan, kehadiran musuh alami kembali dimanfaatkan
dalam pengendalian OPT melalui pendekatan agro-ekosistem. Untuk kepentingan ini baik
petani maupun penyuluh dan pengamat hama perlu mengenal semua jenis serangga yang
ada di dalam kebun baik hama maupun musuh alaminya.
Buku ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman petani dan pembaca lainnya
mengenai agro-ekosistem lada menuju terlaksananya 4 prinsip dasar PHT: (a) budidaya
tanaman sehat, (b) melestarikan musuh alami, (c) pengamatan sekali per minggu, dan
(d) petani menjadi ahli PHT. Buku ini belum sempurna, sekalipun begitu isinya telah
diperiksa dan diperbaiki oleh beberapa ahli penyakit, hama dan musuh alaminya pada
lada. Walaupun demikian masukan dari semua pihak demi peningkatan kualitas buku ini
akan sangat kami hargai. Selain penyajian berdasarkan Ordo dan Famili serangga, buku
ini juga menjelaskan perilaku sebagai satu unsur informasi yang penting sekali.
Tak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terkait dalam
penyusunan buku ini. Kami berharap pemakai buku ini dapat meningkatkan pengetahuan
mengenai agro-ekosistem lada, sehingga dapat melaksanakan kegiatan pengendalian
OPT lada dengan lebih efisien, efektif, dan aman serta berkelanjutan.
Jakarta, 2002
Direktur Perlindungan Perkebunan
H. Simanjuntak, BSc., SH., MSi
Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada 3
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................3
PENDAHULUAN................................................................................................7
DAUR HIDUP SERANGGA 8-9
Metamorfosa sempurna (4 bentuk).........................................................................8
Metamorfosa tidak sempurna (3 bentuk)...............................................................9
LABA-LABA........................................................................................................10
BAGIAN TANAMAN YANG DISERANG HAMA
DAN PENYAKIT..................................................................................................11
HAMA PENTING LADA 12-17
Kepik pengisap buah lada (Dasynus piperis)........................................................12
Musuh alami kepik pengisap buah lada..............................................................13
Penggerek cabang lada (Lophobaris piperis)........................................................14
Musuh alami penggerek batang lada.......................................................15
Kepik pengisap bunga lada (Diconocoris hewetti)................................................16
Musuh alami kepik pengisap bunga lada..............................................................17
HAMA KURANG PENTING 18
Rayap............................................................................................................................18
PENYAKIT PENTING LADA 19-21
Busuk pangkal batang.............................................................................19
Penyakit keriting daun...........................................................................................20
Penyakit kuning lada......................................................................................21
4 Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada
DAFTAR ISI
MUSUH ALAMI 22-49
Pemangsa/predator 23-41
Pemangsa/predator......................................................................................23
Laba-laba lompat................................................................................................24
Laba-laba serigala dan laba-laba tutul..............................................................25
Laba-laba kepiting raksasa.................................................................................26
Laba-laba bermata tajam....................................................................................27
Laba-laba pembuat jaring...................................................................................28
Belalang sembah.................................................................................................29
Lalat buas/pemburu ...........................................................................................30
Lalat apung .........................................................................................................31
Lalat jala .............................................................................................................32
Capung besar dan capung jarum.........................................................................33
Kumbang kubah/helm........................................................................................34
Kumbang semut............................................................................................35
Kumbang harimau..............................................................................................36
Kepik leher..........................................................................................................37
Tawon kertas.......................................................................................................38
Semut....................................................................................................................39
Cecopet.....................................................................................................................40
Ular dan bunglon................................................................................................41
Parasitoid 42-46
Parasitoid................................................................................................................42
Tawon bracon.....................................................................................................43
Tawon Spathius piperis.....................................................................................44
Tawon ichneumon..............................................................................................45
Lalat tachinid......................................................................................................46
Patogen 47-49
Patogen.....................................................................................................................47
Jamur Beauveria bassiana .................................................................................48
Jamur Trichoderma.............................................................................................49
TANAMAN PENUTUP TANAH.....................................................................50
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................51
TIM PENULIS.............................................................................................52
Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada 5
6 Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada
PENDAHULUAN
Sebagian besar jenis serangga dan semua jenis laba-laba di kebun lada
bermanfaat. Mengapa, karena dapat membunuh dan memakan hama, juga ada
fungsi lain yang berguna, misalnya mengurai daun yang jatuh sehingga menjadi
unsur hara. Karena itu, semua serangga/laba-laba yang berguna untuk manusia
sebaiknya dilestarikan. Cara paling baik untuk melestarikannya adalah: jangan
menggunakan pestisida (racun kimia) bila belum diperlukan dan
mengusahakan lingkungan hidupnya yang paling cocok (konservasi).
Buku ini adalah buku petunjuk untuk petani mengenai musuh alami, hama dan
penyakit yang biasanya dapat ditemukan di kebun lada di Indonesia.
Petani lada sebaiknya mengetahui ciri-ciri dan tanda-tanda musuh alami, serta
dapat mengenalinya di kebun ladanya sendiri.
Petani sebaiknya juga melakukan pengamatan sederhana di kebun lada setiap
minggu untuk mengamati musuh alami, hama, penyakit dan gulma. Petani dapat
memutuskan bagaimana sebaiknya melestarikan serangga bermanfaat dan
laba-laba, serta melindungi tanamannya.
Pengamatan mingguan di kebun lada merupakan kegiatan yang sangat penting.
Bila petani mengamati kebunnya secara teliti setiap minggu, dia akhirnya dapat
menjadi ahli atau manajer kebun yang trampil. Dengan keahlian ini, dia dapat
memutuskan tindakan apa yang paling baik untuk mengelola kebun ladanya secara
optimal dan sedini mungkin.
Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada 7
DAUR HIDUP SERANGGA
Selama hidupnya, serangga berubah Kumbang kubah adalah serangga yang
bentuk beberapa kali. Perubahan ini mengalami metamorfosa sempurna
disebut metamorfosa. Ada dua macam
D A IRONSIDE/CRDC & CTPM
metamorfosa, yakni metamorfosa
sempurna dan tidak sempurna.
Metamorfosa sempurna
(4 bentuk)
Telur kumbang kubah
Beberapa jenis serangga mengalami
metamorfosa sempurna. Metamorfosa
ini mempunyai empat bentuk: mulai dari
telur, menjadi larva (= ulat = tempayak
= lundi), kemudian kepompong, baru
SHEPARD ET AL
dewasa.
Contohnya adalah ngengat (kupu-kupu
kecil): telur menetas menjadi ulat. Ulat
Larva (remaja) kumbang kubah
berganti kulit beberapa kali, kemudian
membuat kepompong. Setelah beberapa
waktu, ngengat dewasa keluar dari
kepompong. Hanya dewasa yang dapat
terbang dan kawin.
SHEPARD ET AL
Contoh lain adalah kumbang kubah (lihat
gambar di sebelah kanan).
Serangga yang mengalami metamorfosa Kepompong kumbang kubah
sempurna mungkin tergolong hama
(seperti ulat kipat) atau mungkin
tergolong musuh alami (seperti semut
rangrang).
SHEPARD ET AL
Metamorfosa sempurna
telur larva kepompong dewasa
Dewasa kumbang kubah memakan kutu
8 Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada
Metamorfosa tidak sempurna
(3 bentuk)
Jika serangga tertentu tidak mengalami Kepik mata besar adalah serangga
metamorfosa sempurna, berarti dia yang mengalami metamorfosa tidak
mengalami metamorfosa tidak sempurna (tidak ada kepompong)
sempurna. Metamorfosa tidak sempurna
mempunyai tiga bentuk: mulai dari telur,
menjadi nimfa, kemudian dewasa.
Dengan demikian metamorfosa tidak
UNIV CALIFORNIA
sempurna, tidak terdapat bentuk
kepompong.
Contohnya adalah kepik dan capung.
Telur menetas menjadi nimfa, kemudian
melepaskan kulitnya beberapa kali bila Telur kepik mata besar menjelang menetas
sedang mengalami proses
perkembangan. Pada saat melepas kulit
terakhir, nimfa berubah menjadi
serangga dewasa.
Metamorfosa tidak sempurna
telur nimfa dewasa
UNIV. OF CALIFORNIA
Nama-nama ilmiah
Belum semua serangga dan laba-laba
yang dijumpai di kebun lada Nimfa kepik mata besar
mempunyai nama dalam bahasa
Indonesia atau bahasa daerah. Tetapi
barangkali punya nama ilmiah.
Misalnya “kepik mata besar” nama
ilmiahnya adalah Geocoris. Nama
bahasa Inggrisnya adalah BIG-EYED
UNIV. OF CALIFORNIA
BUG. Dalam buku ini, nama ilmiah
untuk genus dan spesies ditulis dengan
huruf miring, dan nama bahasa Inggris
ditulis dengan HURUF CETAK/
HURUF BALOK. Dewasa kepik mata besar
Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada 9
LABA-LABA
Laba-laba tidak termasuk golongan
serangga. Semua serangga mempunyai
6 kaki (3 pasang kaki), tetapi laba-laba
berkaki 8 (4 pasang kaki).
Laba-laba adalah sahabat petani karena
memakan serangga hama. Bila terdapat
MANGAN
banyak laba-laba di kebun anda, hama
terkendali lebih mudah.
Laba-laba tidak mengalami Laba-laba kepiting menyerang mangsanya
metamorfosa. Setelah telur menetas,
keluarlah laba-laba kecil, dan berganti
kulit beberapa kali. Laba-laba kecil
bentuknya sama dengan laba-laba
dewasa.
Tidak bermetamorfosa
telur laba-laba
MANGAN
Ada jenis laba-laba yang membuat jaring
untuk menangkap mangsanya. Ada juga Anak laba-laba
yang berburu di tanah atau di tanaman.
Laba-laba betina biasanya jauh lebih
besar daripada laba-laba jantan.
Karenanya, sulit dipercayai bahwa
betina dan jantan adalah jenis yang sama.
Laba-laba jantan harus mendekati betina
dengan hati-hati karena berbahaya.
Mungkin si betina sedang lapar.
Kadang-kadang jantan tidak jadi kawin,
tetapi dimakan oleh si betina. Sering pula
MANGAN
terjadi bahwa si betina memakan jantan
setelah selesai kawin.
Laba-laba lompat
10 Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada
Bagian tanaman yang diserang hama dan penyakit
Hama Penyakit
Kepik pengisap buah lada Penyakit keriting daun
(Dasynus)
Kepik pengisap bunga lada
(Kepik kapal terbang lada) Penyakit kuning lada
(Diconocoris)
Penggerek batang lada
(Lophobaris)
Busuk pangkal batang
Rayap
Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada
11
HAMA PENTING LADA
Kepik pengisap buah lada
Dasynus piperis, Famili Miridae, Ordo Hemiptera
PEPPER BERRY BUG
Kepik pengisap buah lada merupakan
hama penting, terutama menyerang buah
lada umur antara 4-5 bulan (masak susu).
Kepik ini mengisap buah lada sehingga
menjadi kosong, kering, dan menghitam.
Serangan yang berat pada tunas dapat
menyebabkan buah layu dan tunas mati.
Hama ini biasanya dikendalikan secara
MANGAN
alami oleh banyak musuh alami. Delapan
puluh persen diparasitasi oleh Anastatus
dasyni. Nimfanya dibunuh oleh laba-laba Kelompok telur kepik pengisap buah
lada
lompat dan predator lain. Kepik dewasa
yang terbang ditangkap oleh lalat buas.
Kepik ini juga dikendalikan oleh musuh
alami lain termasuk tiga macam tawon
parasitoid yang membunuh telur kepik.
Pengendalian nimfa dan dewasa dengan
penyemprotan cendawan Beauveria sp.
dan Spicaria sp. dapat dilakukan.
Daur hidup NEERING
Daur hidup seluruhnya dari telur sampai
Kepik pengisap buah lada dewasa
dewasa berkisar antara 6-14 minggu. Telur
diletakkan pada permukaan daun dan
tandan lada dalam kelompok terdiri dari Metamorfosa tidak sempurna
3-11 telur. Ada Anastatus dasyni, telur nimfa dewasa
Ooencyrtus malayensis dan satu jenis
tawon parasitoid lagi yang dapat
membunuh hingga 90% dari semua telur ukuran sebenarnya
yang diletakkan oleh Dasynus. Dewasa
mampu bertelur maksimum 200 butir.
Kepik lada biasanya makan pada pagi
sampai sore hari. Pada siang hari mereka
menyembunyikan diri di dalam mahkota 0 1 2 3 4 5 cm
penggaris senti
pohon lada.
12 Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada
Musuh alami kepik pengisap buah lada (Dasynus piperis)
Parasitoid telur Kepik pengisap Pemangsa telur/nimfa
(Dasynus)
Cecopet
Tawon Anastatus Tawon Ooencyrtus Pemangsa telur/nimfa/dewasa
Telur
jadi
Berbagai jenis semut
Tawon Gryon
Patogen nimfa/dewasa Pemangsa dewasa/nimfa
Nimfa
jadi Burung/ayam
Kepik leher
Belalang sembah Bunglon
Kepik dewasa
Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada
Jamur Beauveria bassiana Berbagai macam laba-laba
13
Penggerek cabang lada
Lophobaris piperis, Famili Curculionidae, Ordo Coleoptera
SMALL PEPPER WEEVIL
Larva kumbang moncong ini membuat
lubang bulat dekat pangkal percabangan
muda dan kemudian masuk dan
menggerek ke dalamnya. Larva kumbang
moncong makan bagian tengah cabang,
MANGAN
sehingga mengakibatkan tidak produktif.
Gejala awal Lophobaris adalah
perubahan warna. Cabang akan berubah Penggerek cabang dalam batang lada
menjadi kuning, coklat, kemudian hitam.
Cabang lada biasanya akan mati. Lubang
gerekan dapat juga ditempati oleh
serangga-serangga kecil lainnya. Dapat
menjadi tempat masuknya penyakit
MANGAN
tanaman.
Pengendalian dengan memotong cabang Penggerek cabang lada yang sudah di
terserang, dimasukkan dalam karung dan parasit (lihat panah)
dibawa keluar kebun kemudian dibakar.
Daur hidup
Telur Lophobaris diletakkan satu per satu
di lubang kecil pada ruas cabang muda.
Setelah telur menetas, larva Lophobaris
membuat sebuah lubang masuk cabang itu,
MANGAN
hingga cabang jadi lemah, pertumbuhan
cabang terhenti, layu, kering dan mati.
Penggerek cabang lada kumbang moncong
Larva kemudian menjadi pupa di dalam
dewasa
lubang. Kumbang dewasa keluar dari
cabang untuk kawin dan berkembang biak.
Daur hidup dari telur sampai dewasa antara Metamorfosa sempurna
45-60 hari. telur larva kepompong kumbang
Larva Lophobaris dapat diparasitasi oleh
tawon kecil, Spathius. Tawon betina ukuran sebenarnya
Spathius masuk ke dalam cabang pohon
dan meletakkan sebuah telur pada larva
Lophobaris. Larva Spathius tersebut
mengisap dan membunuh larva 0 1 2 3 4 5cm
Lophobaris. penggaris senti
14 Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada
Musuh alami penggerek batang lada
Parasitoid larva Penggerek batang Patogen dewasa/kepompong/larva
lada
Tawon Telur
Eupelmus curculionis jadi
Jamur Beauveria bassiana
Pemangsa dewasa
Larva
jadi
Tawon Spathius piperis
Kepompong
jadi
Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada
Kumbang dewasa Berbagai macam laba-laba
15
Kepik pengisap bunga lada (kepik kapal terbang lada)
Diconocoris hewetti, Famili Tingidae, Ordo Hemiptera
LACE BUG OF PEPPER BLOSSOM
Diconocoris hanya mengisap bunga dan
buah lada muda. Kepik ini menusuk
bunga dan mengisap cairannya. Hama ini
menyerang lada selama masa berbunga.
Jika tanaman lada berbunga terus
menerus di suatu daerah, memungkinkan
kepik kapal terbang dapat berkembang
biak dalam jumlah besar sampai kepik
ini menjadi hama lada yang berat.
MANGAN
Pengendalian dengan menanam varietas
lada berbunga semusim, penyemprotan Kepik bunga lada nimfa
dengan Beauveria bassiana, Spicaria sp.
sebanyak 2 kali setiap bulan pada musim
bunga.
Daur hidup
Daur hidup seluruhnya dari telur hingga
dewasa, kira-kira 30 hari. Telur
membutuhkan waktu sedikitnya 10 hari
sampai menetas. Telur-telur diletakkan
MANGAN
pada tangkai bunga lada. Nimfa
mengalami 5 kali ganti kulit sebelum
menjadi kepik dewasa. Nimfa memiliki Kepik bunga lada dewasa
banyak duri keluar dari badannya. Setelah
menetas, nimfa langsung mulai mengisap
bunga-bunga lada, akibatnya bunga lada Metamorfosa tidak sempurna
menjadi hitam dan gugur atau tandan telur nimfa dewasa
buah lada muda banyak yang ompong.
Kepik dewasa melanjutkan mengisap ukuran sebenarnya
bunga-bunga lada sampai Daur hidupnya
selesai. Kepik dewasa berwarna kehitam-
hitaman, dan memiliki “pundak-pundak”
menonjol keluar yang sangat tinggi. 0 1 2 3 4 5cm
Musuh alami kepik ini antara lain laba- penggaris senti
laba lompat dan jaring, serta lalat buas
dan capung.
16 Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada
Musuh alami kepik pengisap bunga lada (kepik kapal terbang lada)
Patogen nimfa/dewasa Kepik bunga lada Pemangsa telur/nimfa
Telur
jadi Cecopet
Kumbang semut
Pemangsa nimfa/dewasa
Jamur Beauveria bassiana
Pemangsa dewasa/nimfa
Kepik leher
Nimfa
Capung
jadi
Tawon kertas
Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada
Lalat buas Belalang sembah Kepik dewasa
17
Berbagai macam laba-laba
HAMA KURANG PENTING
Rayap
Ordo Isoptera
TERMITES
Rayap menyerang tanamanan lada baik
penyangga atau tiang yang menyokong
lada. Rayap adalah serangga sosial yang
dapat membentuk sebuah masyarakat
dengan jumlah yang mencapai ratusan
ribu. Masyarakat rayap terdiri beberapa
lapisan sosial. Yang terendah adalah
lapisan pekerja yang mencari makanan,
memperbaiki dinding tanah, dan menolong
ratu untuk memelihara generasi baru.
Rayap prajurit badannya lebih besar,
tugasnya mempertahankan sarang
PONTIUS
MANGAN
terhadap serangan semut atau musuh lain.
Untuk pertahanan, ada prajurit yang
mempunyai ujung semprotan untuk Rayap menyerang tiang panjat dan
menyemprotkan cairan asam atau lengket menutupi cabang lada
kepada musuhnya. Ratu masyarakat
adalah satu-satunya betina yang subur.
Dia tinggal sama raja dalam ruangan
khusus di dalam sarang rayap. Ratu jauh
lebih besar dibandingkan masyarakatnya
dan terus menerus memproduksi telur.
Biasanya hanya ada satu pasang ratu dan
LUTHER
raja per masyarakat.
Daur hidup Dua ratu rayap dengan pekerja-
Telur diproduksi ratu dan dilindungi pekerjanya
pekerja. Setelah menetas, telur menjadi Metamorfosa kurang sempurna
nimfa. Kebanyakan nimfa menjadi rayap telur nimfa dewasa
dewasa pekerja. Sebagian kecil dari nimfa
akan menjadi dewasa yang memiliki empat ukuran sebenarnya
sayap dan keluar sebagai laron yang
terbang ke tempat lain. Setelah laron betina
dan jantan kawin, sayap mereka lepas
sendiri, mendiami lokasi baru dan betina 0 1 2 3 4 5cm
mulai bertelur sebagai ratu bagi penggaris senti
masyarakat rayap yang baru.
18 Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada
PENYAKIT PENTING LADA
Busuk pangkal batang
Phytophthora capsici, Family Pythiaceae, Ordo Pythiales
STEM AND ROOT ROT
Penyakit ini disebabkan oleh jamur
P. capsici yang dapat menyerang dan
mematikan semua bagian tanaman lada.
Serangan pada akar atau pangkal batang
menyebabkan kelayuan daun mulai dari
pucuk lalu ke bawah hingga tanaman mati.
Akar dan batang tanaman lada yang
terserang berwarna hitam. Daun yang
terserang terlihat bercak di bagian tepi daun
atau bentuk bulat kehitaman di bagian
tengah daun.
Penyebaran penyakit sangat cepat pada
lingkungan yang lembab, hingga tanaman
dapat mati dalam waktu dua minggu setelah
PONTIUS
muncul layunya daun. Spora disebarkan
oleh angin dan air, ternak, peralatan
lapangan hingga penyakit ini dapat Gejala penyakit busuk pangkal
menyebar dengan cepat. batang lada
Pengendalian penyakit ini dilakukan dengan
membuat parit isolasi pada tanaman
terserang ukuran lebar 30 cm dan
kedalaman 40 cm. Membuat saluran
drainase di dalam dan di luar kebun.
Mengumpulkan dan membakar tanaman
dan daun yang terserang. Membiarkan tanah
terbuka kena sinar matahari; disulam setelah
1-2 tahun kemudian.
Untuk pencegahannya sulur tanaman lada
dekat permukaan tanah di pangkas sampai
ketinggian + 30 cm diatas permukaan tanah.
Melakukan pemangkasan tajar hidup secara
MANGAN
teratur. Menanam tanaman penutup tanah
Arachis pintoi disekitar pohon lada.
Melakukan pemupukan dengan pupuk Tanda panah menunjukkan warna
organik untuk meningkatkan jamur hitam diakar karena penyakit
busuk pangkal lada
antagonis seperti Trichoderma sp.
Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada 19
Penyakit keriting daun (PKD)
LEAF CURL VIRUS
Penyakit ini disebabkan oleh virus yang
yang dapat ditularkan oleh serangga
Aphis sp, Planococcus sp, Pseudococcus
sp, dan melalui alat gunting pangkas.
Gejala tanaman terserang, daun-daun
berwarna hijau kekuningan, belang-
MANGAN
belang kemudian pinggir daun
menggulung kedalam atau keriting
Gejala penyakit keriting daun
sehingga bentuk daunnya memanjang
dan mengecil. Daun-daunnya terlihat
jarang, tangkai buah pendek, buahnya
kecil dan sedikit. Pada gejala lanjut
pertumbuhan tanaman terhambat atau
kerdil dan tidak berbuah.
Penyebaran penyakit lebih cepat pada
musim kemarau karena serangan
serangga yang membawa PKD ini lebih
aktif, sehingga penyebarannya lebih
cepat dibandingkan musim hujan. MANGAN
Penyebaran penyakit ini juga terjadi
melalui gunting pangkas yang digunakan
pada tanaman sakit. Apabila di dalam Gejala penyakit keriting daun
kebun ditemukan hanya satu pohon yang
menunjukkan gejala penyakit ini, harus
langsung dicabut dan dikubur dalam
lubang yang cukup dalam. Jangan Gejala penyakit
dibiarkan berserakan di dalam kebun. keriting daun
Jangan menggunakan tanaman lada di
areal terserang sebagai stek untuk bahan
tanaman baru yang akan ditanam.
Gunting/alat pangkas harus dipanaskan
MANGAN
dengan korek api sebelum dipakai lagi
ke tanaman berikutnya.
20 Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada
Penyakit kuning lada
Radopholus similis, Meloidogyne incognita
YELLOWING DISEASE
Penyebabnya adalah nematoda (cacing
kecil) seperti R. similis dan M.
incognita, serta jamur Fusarium dalam
tanah yang biasanya mengandung pasir
tinggi.
Nematoda menyerang akar lada dengan
menusuk dan menghisap cairan sehingga
terjadi pelukaan akar. Luka tersebut
dimasuki jamur dan menyebabkan
matinya jaringan pembuluh akar
sehingga peredaran air dan unsur hara
terganggu.
Gejala tanaman terserang, terhambatnya
pertumbuhan tanaman terutama pada
musim hujan. Warna daun dan sulur jadi
MANGAN
kuning pucat, tetapi tidak layu dan
tampak kaku. Kemudian daun menjadi
Tanaman lada sakit karena penyakit kuning
kuning, lalu gugur hingga pohon gundul.
Penyebarannya secara aktif (pergerakan
nematoda) dan pasif (tanah, drainase, alat
pertanian). Penyebarannya tampak
mengelompok di areal pertanaman lada
yang sudah terserang.
MANGAN
MANGAN
Pengendaliannya sebagai berikut:
parit isolasi
pembakaran tanaman sakit Penyakit kuning Gejala penyakit
penanaman Tagetes patula pada tanaman lada kuning lada
pengaturan drainase kebun
menghindari pelukaan
penanaman Arachis pintoi atau
pemberian mulsa
pencucian semua alat dengan sabun
sebelum dipakai untuk tanaman
lada lainnya
Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada 21
MUSUH ALAMI
Musuh alami terdiri dari pemangsa/predator, parasitoid dan patogen.
Pemangsa adalah binatang (serangga, laba-laba dan binatang lain) yang memakan
binatang lain yang menyebabkan kematian sekaligus. Kadang-kadang disebut
“predator”. Predator berguna karena memakan hama tanaman. Semua laba-laba
dan capung merupakan contoh pemangsa.
Parasitoid adalah serangga yang hidup di dalam atau pada tubuh serangga lain,
dan membunuhnya secara pelan-pelan. Parasitoid berguna karena membunuh
serangga hama, sedangkan bedanya dengan parasit adalah kalau parasit tidak
membunuh inangnya, hanya melemahkan. Ada beberapa jenis tawon (tabuhan)
kecil sebagai parasitoid serangga hama di kebun lada.
Patogen adalah penyakit yang menyerang binatang atau makluk lain. Patogen
berguna karena mematikan banyak jenis serangga hama atau penyakit tanaman
lada. Ada beberapa jenis patogen, antara lain jamur, bakteri dan virus.
Musuh alami sebaiknya dilestarikan karena mereka merupakan teman petani.
Semua jenis musuh alami membantu petani mengendalikan hama dan penyakit.
Karena itu, musuh alami jangan dibunuh atau dimusnahkan.
Langkah pertama dalam hal melestarikan musuh alami adalah: jangan
menggunakan pestisida kimia! Langkah kedua: menjaga berbagai jenis tanaman,
terutama tanaman berbunga, di kebun atau sekitar kebun. Jika terdapat bermacam-
macam tanaman di kebun, biasanya jumlah musuh alami yang berada di kebun
juga lebih banyak. (Baca juga bagian mengenai bunga di halaman ‘Parasitoid’).
Langkah ketiga: mengusahakan lingkungan yang sesuai untuk kehidupan musuh
alami tersebut (konservasi).
Dengan membantu musuh alami, berarti petani membantu diri sendiri.
M SHEPARD/CRDC & CTPM
SHEPARD ET AL. (1999)
UNIV. OF CALIFORNIA
Kepik ini adalah Lalat parasitoid ini Patogen Beauveria bassiana
pemangsa atau predator mendekati ulat untuk mematikan serangga
ulat meletakkan telurnya
22 Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada
Pemangsa / Predator
Pemangsa (juga disebut predator) menangkap dan memakan serangga hama (dan
binatang lain). Pemangsa menyebabkan kematian mangsanya sekaligus. Dalam
hidupnya satu ekor pemangsa dapat memakan banyak mangsanya.
Laba-laba adalah contoh pemangsa yang dikenal secara umum. Ada jenis
laba-laba pembuat jaring. Laba-laba tersebut menunggu di jaringnya sampai
serangga yang terbang atau jatuh terperangkap. Laba-laba mendekati serangga itu
dengan cepat, menggigit dan langsung memakannya. Kadang-kadang
menyimpannya untuk dimakan kemudian.
Beberapa jenis laba-laba lainnya tidak membuat jaring, tetapi berpindah-pindah
dalam kebun untuk memburu mangsa. Contohnya adalah laba-laba lompat.
Hal yang sama juga dilakukan oleh banyak jenis serangga pemangsa. Serangga
tersebut berburu, membunuh dan memakan serangga lain. Contohnya adalah tawon
kertas.
Selain itu, ada juga yang disebut serangga pemangsa telur yang mencari dan
memakan telur hama seperti telur kepik pengisap lada. Contohnya adalah cecopet.
Serangga lain yang merupakan pemangsa termasuk belalang sembah, kumbang
harimau, kumbang semut, kumbang kubah, capung, semut dan beberapa macam
kepik dan lalat.
Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Lada 23
Laba-laba lompat
Famili Salticidae, Ordo Araneae
JUMPING SPIDERS
Laba-laba lompat aktif sepanjang hari.
Laba-laba ini dapat menerkam
mangsanya dengan cepat, bahkan dapat
menangkap lalat yang terbang cepat.
Laba-laba ini tidak membuat jaring,
tetapi meronda di tanaman mencari
mangsa. Laba-laba lompat bermata
MANGAN
delapan. Dua mata besar menghadap ke
depan, tetapi mata lainnya kecil.
Macam-macam laba-laba lompat di
Laba-laba lompat bergerak cepat. Ia kebun lada
sering melompat jauh, dan mengeluarkan
benang sarang sebagai tali pengaman
supaya tidak jatuh ke tanah.
Laba-laba dapat menangkap mangsa
yang lebih besar darinya dan merupakan
pemangsa penting bagi kepik seperti
Dasynus dan hama lain. Laba-laba
menusukkan racun yang melumpuhkan
mangsa, kemudian mengisap cairannya.
MANGAN
Daur hidup
Laba-laba jantan menggoyangkan kaki
depan untuk menarik betina. Setelah Laba-laba lompat di atas daun lada
kawin, betina membuat kantung dari
sutera dan meletakkan telur di dalamnya. Tidak bermetamorfosa
Ia menjaga kantung itu sampai anak tel


Use: 0.0497