• PENGILUSTRASIAN POHON DI LUAR CABANG ILMU INFORMATIKA


  •   
  • FileName: Makalah0607-58.pdf [read-online]
    • Abstract: berdasarkan ciri-ciri morfologi, anatomi, fisiologi dan tingkah laku, hingga filogengetik ... struktur pohon pada taksonomi hewan dan. tumbuhan. Gambar 2 Takosonomi secara kasar. Gambar ...

Download the ebook

PENGILUSTRASIAN POHON DI LUAR CABANG ILMU
INFORMATIKA
Muchamad Surya P - NIM : 13505065
Program Studi Teknik Informatika
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha 10, Bandung
E-mail : [email protected]
Abstrak
Makalah ini membahas tentang pengilustrasian pohon di luar cabang ilmu informatika. Pohon
merupakan suatu konsep yang paling penting dan sudah banyak diterapkan di berbagai cabang ilmu
baik dalam informatika maupun diluar informatika. Karena dengan konsep struktur pohon, suatu
masalah dapat digambarkan dengan mudah dan dapat dengan mudah pula dimengerti oleh pembacanya.
Dalam makalah ini dibahas ilustrasi pohon dalam ilmu MIPA, Psikologi, Ekonomi, Geografi, Sastra
dan kehidupan sehari-hari
Dalam konsep struktur pohon terdapat “Anak dan Orangtua”, “Lintasan”, “Keturunan dan leluhur”,
“Saudara Kandung”, “Upapohon”, “Derajat”, “Daun”, “Simpul Dalam”, “Aras atau Tingkat”, “Tinggi
atau kedalaman”, dan yang paling sering dipelajari adalah tentang “Anak ( child atau children )” dan “
Orangtua ( parent )” atau juga biasa disebut “Akar” dan “Daun”.
Konsep pohon digunakan dalam ilmu biologi, psikologi dan sastra sebagai suatu cara agar mudah
dipelajari. Konsep dan bahasan yang cukup banyak dapat diringkas dengan digambarkan melalui
struktur pohon.
1. Pengilustrasian pohon pada cabang Pengelompokkan dilakukan dari tingkatan
yang paling rendah yaitu species sampai ke
ilmu biologi
tingkatan yang lebih tinggi yaitu kingdom.
Biologi adalah suatu cabang ilmu yang 1. Species
mempelajari tentang makhluk hidup. Dalam Species atau jenis merupakan takson
biologi terdapat banyak sekali struktur yang menjadi satuan atau unit dasar
klasifikasi.
1.1 Taksonomi 2. Genus
1.1.1 Pendahuluan Beberapa jenis atau species yang
Taksonomi adalah suatu cara atau metode memiliki kesamaan ciri dimasukkan
pengklasifikasian makhluk hidup. Taksonomi dalam genus yang sama.
mengalami perkembangan mulai dari 3. Famili
berdasarkan ciri-ciri morfologi, anatomi, Famili adalah tingkatan takson yang
fisiologi dan tingkah laku, hingga filogengetik anggotanya terdiri dari beberapa
atau hubungan kerabat. genus atau marga.
4. Ordo
1.1.2 Isi Ordo adalah tingkatan takson yang
Makhluk hidup yang memiliki persamaan cirri- menghimpun beberapa famili.
ciri dikelompokkan ke dalam unit-unit. Unit- 5. Classis
unit ini dinamakan takson. Takson disusun dari Beberapa ordo yang memiliki
tingkat tinggi ke tingkat rendah. Disinilah kesamaan ciri dimasukkan ke dalam
konsep struktur pohon mulai digunakan. satu kelas (Classis).
6. Phyllum atau Divisio
Makhluk hidup yang memiliki sedikit Phyllum atau divisio merupakan
persamaan ciri dikelompokkan ke dalam tingkatan takson yang menghimpun
tingkatan takson yang tinggi. Biasanya beberapa kelas yang memiliki
tingkatan ini memiliki jumlah makhluk hidup persamaan ciri-ciri. Phylum atau
yang banyak. Sebaliknya, makhluk hidup yang divisio digunakan untuk menunjuk
memiliki banyak persamaan ciri dikelompokan suatu kelompok makhluk hidup yang
ke dalam tingkatan lebih rendah. sebagian besar cirinya sama. Phyllum
digunakan dalam pengklasifikasian
hewan dan division digunakan dalam
pengklasifikasian tumbuhan.
7. Kingdom
Merupakan tingkatan takson dimana
pengelompokkan dilakukan
berdasarkan pada cirri-ciri yang
paling umum.
8. Makhluk Hidup
Namun, terkadang terdapat pula diantara
takson-takson sebuah tingkatan yang disebut
sub (anak), contohnya antara filum dan kelas
terdapat subfilum.
Berdasarkan keterangan diatas dapat dibentuk
sebuah pohon dimana makhluk hidup sebagai
“Leluhur taksonomi” dan species sebagai
“Daun taksonomi”.
Gambar 3 Struktur Taksonomi Rinci
1.2 Hereditas
1.2.1 Pendahuluan
Gregory Johann Mendel adalah seorang rahib
dari kota Brunn, Austria. Mendel diakui oleh
Gambar 1 Urutan Taksonomi para ahli biologi sebagai Bapak Genetika
karena dianggap sebagai peletak prinsip dasar
Dan dibawah ini adalah contoh gambar hereditas (penurunan sifat), yang dikenal
struktur pohon pada taksonomi hewan dan sebagai Hukum Mendel. Genetika adalah
tumbuhan. cabang ilmu biologi yang khusus meneliti
penurunan sifat-sifat pada makhluk hidup.
Di dalam sel terdapat kromosom. Kromosom
adalah benang-benang halus yang membawa
informasi kepada keturunanya. Kromosom
terdiri atas satuan kecil yang disebut gen. Gen
inilah yang mengatur sifat yang aka
diwariskan.
1.2.2 Isi
Dalam persilangan dua buah parental dapat
menghasilkan keturunan yang bervariasi.
Variasi gen dari setiap parental yang
menentukan seberapa banyak variasi
keturunannya. Banyaknya variasi keturunan
dapat dihitung dengan rumus dibawah ini :
Genotipe(P) = 2n
Gambar 2 Takosonomi secara kasar P = Parental
n = Jumlah Beda Jenis Gen Parental
Jumlah variasi keturunan berdasarkan gen atau F2
genotif bisa disebut sebagai “Daun atau Anak” Gamet BK Bk bK bk
dan parental sebagai “Akar atau Leluhur”. BK BBKK BBKk BbKK BbKk
Perhatikan contoh di bawah ini Bk BBKk BBkk BbKk Bbkk
bK BbKK BbKk bbKK bbKk
bk BbKk Bbkk bbKk Bbkk
Jumlah Keturunan (P1) = 20 = 1
Jumlah Keturunan (P2) = 24 = 16
Gambar 4 Diagram Persilangan Dihibrid
Bila dikonversi dalam bentuk pohon n-ary
derajat 4 maka, salah satu dari parental
menjadi akar pohonnya dan salah satu lainnya
jadi anaknya.
BbKk
BK Bk bK bk
BK Bk bK bk BK Bk bK bk BK Bk bK bk BK Bk bK bk
BB BB Bb Bb BB BB Bb Bb Bb Bb bb bb Bb Bb bb bb
KK Kk KK Kk Kk kk Kk kk KK Kk KK Kk Kk kk Kk kk
Gambar 5 Ilustrasi Pohon dari Hibridasi
1.3 Evolusi 1.3.2 Isi
1.3.1 Pendahuluan Evolusi pasti terjadi pada setiap makhluk
Evolusi adalah proses perubahan bentuk hidup karena keadaan lingkungan yang tidak
morfologi suatu species sebagai bentuk pernah stabil. Evolusi dalam satu species
adaptasi dalam jangka panjang. Proses evolusi terkadang berbeda, jadi mengakibatkan ada
terjadi secara bertahap dari bentuk yang satu beberapa species yang mirip. Itu dikarenakan
ke bentuk yang lain. Kondisi alam yang leluhurnya yang ber-evolusi ada yang berbeda.
berubah-ubah memaksa species untuk ber-
evolusi. Contoh : Dryopithecus (Primata)
Gambar 6 Evolusi Dryopithecus
Terlihat adanya lintasan dari sebagai leluhur (a) Spontanitas
menuju keturunan-keturunananya. Spontanitas nampak jika orang
Percabangan yang membuat derajat leluhurnya menentukan sikap terlepas dari pengaruh
dikarenakan pada saat ber-evolusi ada yang orang lain; jadi sikap atauperilaku tersebut
mengalami adaptasi yang berbeda. benar-benar berpangkal pada jiwanya
sendiri. Ada dua macam spontanitas,
Dalam teori evolusi digunakan konsep pohon yaitu:
bebas, atau pohon n-ary. Karena setiap (1) yang kuat, dan
cabangnya tidak tentu jumlahnya. (2) yang lemah
(b) reseptivitas
2. Pengilustrasian pohon pada cabang Reseptivitas adalah cara bagaimana orang
menerima kesan, apakah cepat atau
ilmu psikologi
lambat. Juga disini secara teori terdapat
2.1 Psikologi Kepribadian dua macam reseptivitas, yaitu :
2.1.1 Pendahuluan (1) yang cepat, dan
Kepribadian adalah sesuatu yang tidak dapat (2) yang lambat
dinilai secara pasti. Untuk menilainya maka (c) impresionabilitas
dilakukan berbagai pendekatan. Psikologi Impresionabilitas yaitu mendalam atau
kepribadian adalah suatu cara pendekatan tidaknya pengaruh suatu keadaan terhadap
untuk menilai kepribadian seseorang. Nernagai jiwa. Secara teori dapat dibedakan
orang telah melakukan pendekatan mulai dari menjadi dua macam, yaitu :
guratan tangan sampai berdasarkan teori (1) yang mendalam, dan
sendiri. (2) yang tidak mendalam
(d) reaktivitas
2.1.2 Isi Reaktivitas adalah lama atau tidaknya
Tipologi J.Bahnsen adalah salah satu cara suatu kesan mempengaruhi jiwa.
pendekatan menurut Julius Bahnsen. Dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
Menurutnya kepribadian seseorang ditentukan (1) yang lama, dan
oleh tiga macam keadaan kejiwaan yaitu : (2) yang tidak lama
1. Temperamen dan Kemauan Dari keempat factor pokok itu dapat
2. Posodynie diketemukan adanya 16 macam kombinasi,
3. Daya Susila sehingga secara teori juga ada 16 macam.
Dalam hal ini, kita hanya akan membahas Variasi temperamen digolongkan menjadi
temperamen dan kemauan, karena bagian ini empat macam, yaitu :
yang menggunakan konsep pohon biner. a. golongan temperamen Choleris
b. golongan temperamen Sanguins
2.1.2.1 Temperamen c. golongan temperamen Anamatisch
Temperamen ditentukan oleh 4 faktor, yaitu : d. golongan temperamen Phlegmatis
Spontan
Kuat; Resept Lemah; Resept
Cepat; Impt Lambat; Impt Cepat; Impt Lambat; Impt
Mendalam; Mendalam; Mendalam; Mendalam;
Reakt Reakt Reakt Reakt
Lama Lama Lama Lama
Tidak Lama Tidak Lama Tidak Lama Tidak Lama
TakMendalam; TakMendalam TakMendalam; TakMendalam
Reakt ; Reakt Reakt ; Reakt
Lama Lama Lama Lama
Tidak Lama Tidak Lama Tidak Lama Tidak Lama
Gambar 7 Tipologi Temperamen Julius Bahnsen
Untuk mengelmpokan kedalam 30
temperamen, Bahnsen mengemukakan
sebagai pedoman : Mau mencoba pelayaran ke Antah Berantah? Buka
(1) spontanitas kuat, reseptivitas Halaman 88
Siap Masuk ke Rumah Setan? Buka halaman 66
cepat : Choleris
(2) impresionabilitas tak Gambar 8 Catatan Kaki dalam buku
mendalam, reaktivitas lama : Goosebumps Seri Petualangan Maut,
Sanguinis Karnaval Hantu
(3) reseptivitas lambat,
reaktivitas lama : Phlegmatis Ilustrasi dalam pohonnya, percabangan terjadi
(4) spontanitas lemah, pada saat pertama kali si pembaca disuruh
impresionabilitas mendalam memilih. Halaman dimana terdapat pilihan
: Anamatisch. merupakan leluhurnya dan halaman yang dapat
2.1.2.2 Kemauan dipilih adalah keturunannya. Terkadang
Kemauan oleh Bahnsen dipandang penting halalaman yang dipilih selanjutnya bisa sama,
dan mengendalikan sebagian besar walaupun sebelumnya berbeda jalur.
daripada tingkah laku manusia.
30
3. Pengilustrasian pohon pada cabang
ilmu sastra
3.1 Multi-Ending Story 88 66
3.1.1 Pendahuluan
Dalam sebuah buku atau cerita pasti terdapat
alur cerita mulai awal hingga akhir. Mayoritas
pengarang buku megarang bukunya dengan … … … …
menuangkan pikirannya saja tanpa memikirkan
pikiran si pembaca. Pembaca pasti berpikir bila
membaca sesuatu seperti “Kenapa begini? Gambar 9 Struktur Alur Cerita
Kenapa ‘ngga begitu?” atau “Coba kalo Goosebumps
gini…”. Berdasarkan itulah maka muncul buku
yang memiliki multi-ending story. 3.2 Parse tree
3.2.1 Pendahuluan
3.1.2 Isi Parse tree adalah sebuah pohon dimana
Multi-ending story adalah sebuah cerita yang akarnya adalah kalimat dan daun-daunnya
didalamnya memiliki lebih dari satu ending. adalah kata-kata yang menyusun kalimat
Teknisnya dalam cerita tersebut tidak selalu tersebut. Simpulnya menyatakan cara
maju per-halaman pada saat-saat tertentu pembagian kalimat menjadi unsur-unsur
dimana pembaca diharuskan memilih maka pembentuknya.
halaman selanjutnya sesuai apa yang pembaca 3.2.2 Isi
pilih. Contohnya adalah dalam buku Sebuah kalimat disusun oleh subjek, predikat,
Goosebumps Seri Petualangan Maut “Karnaval objek, dan keterangan. Subjek dapat berupa
Hantu”. Pada catatan kakinya terdapat kata atau frase. Begitu pula dengan yang lain,
keterangan pilihan pembaca beserta halaman dapat mengalami perluasan kata.
selanjutnya.
Kalimat
Subjek Predikat Objek Keteranga
n
Kata Frase Kata Frase Kata Frase Kata Frase
Gambar 10 Struktur Kalimat Dalam Parse Tree
4. Pengilustrasian pohon pada cabang 4.2 Permutasi
4.2.1 Pendahuluan
ilmu matematika
Permutasi adalah jumlah urutan berbeda dari
4.1 Peluang pengaturan objek. Permutasi merupakan
4.1.1 Pendahuluan bentuk khusus aplikasi aturan perkalian.
Peluang merupakan salah satu bahasan dalam Permutasi digunakan untuk menhitung
matematika. Setiap kejadian memiliki peluang banyaknya jumlah kemungkinan urutan r buah
untuk terjadi. elemen yang dipilih dari n buah elemen,
dengan r ≤ n, yang dalam hal ini semua urutan
Contohnya adalah ambil 1 kartu AS dalam tidak ada yang sama.
sepack kartu remi. Kita yang mengambil kartu
tersebut tidak pasti akan mendapatkan kartu 4.2.2 Isi
As. Ada peluang dimana kita akan mendapat Permutasi dapat dihitung dengan
kartu As dan peluang kita tidak mendapatkan mempergunakan rumus :
kartu As.
P(r,n) = n!/(n-r)!
4.1.2 Isi
Konsep pohon dapat digunakan untuk Pencarian hasil permutasi juga dapat
permasalahan seperti ini, namun biasanya diilustrasikan dengan pohon n-ary. Seperti di
lebih digunakan pada masalah 2 buah kejadian bawah ini :
atau lebih yang saling berkaitan. Misalnya Ada 3 buah bola yang berbeda warna, yaitu
“Diambil 1 kartu AS dari 1 pack kartu remi, merah(m), putih(p), biru(b). Kita akan
berapa peluang jika diambil kembali 1 kartu 8 memasukkan ketiga bola itu ke dalam 3 buah
dari 1 pack kartu remi tersebut?”. kotak yang berbeda, setiap kota 1 bola. Berapa
Ilustrasi dalam pohon : jumlah kemungkinan dari penempatan bola ke
Kartu 8 dalam kotak-kotak tersebut?
AS (4/51) Jawab :
(1/13)
Bukan 8 m,b,p
(47/51)
Kartu
Remi
(52/52)
m b p
Kartu 8
Bukan (4/51)
AS Gambar 12 Pembagian warna bola pertama
(12/13)
m
Bukan 8
(47/51)
b p
Gambar 11 Ilustrasi Pohon pada peluang
p b
Angka-angka yang berada di struktur diatas
adalah jumlah peluang setiap kejadian.
Perhitungannya adalah : Gambar 13 Pembagian Untuk Bola Merah
Sebgai Bola pertama
P = P(A) / P(S)
b
Dari gambar diatas terlihat mana peluang yang
diakibatkan oleh suatu kejadian. Sehingga
terlihat jelas perbedaan setiap peluang yang m p
diakibatkan oleh berbagai kejadian.
Pohon n-ary digunakan sebagai landasan p m
konsep pohon. Karena banyak sekali
Gambar 14 Pembagian Untuk Bola Biru
kemungkinan kejadian yang dapat terjadi,
Sebagai Bola Pertama
sehingga tidak akan teratur jumlah derajatnya.
p 5. Pengilustrasian pohon pada cabang
ilmu kimia
m b 5.1 Reaksi Kimia
5.1.1 Pendahuluan
Reaksi kimia adalah sebuah proses dimana
b m satu atau lebih zat kimia mengalami proses
ionisasi dan bergabung menjadi satu atau lebih
Gambar 15 Pembagian Untuk Bola Putih zat kimia yang baru bisa dalam bentuk maupun
Sebagai Bola Pertama zatnya.
Dari gambar struktur poon diatas terlihat 5.1.2 Isi
bahwa ada 6 buah cara untuk menyelesaikan Reaksi kimia tejadi diawali dengan proses
masalah tersebut. ionisasi dimana suatu zat akan berubah
menjadi ion positif dan negative. Setiap ion
Bila menggunakan rumus, maka : hanya akan dapat bergabung dengan ion yang
P(3,3) = 3!/(3-3)! berlawanan muatannya.
P(3,3) = 6/0!
P(3,3) = 6 cara Jika sama muatannya dalam ilustrasi pohon
maka tidak akan bereaksi atau tidak terbentuk
Dan ternyata baik menggunakan rumus apa-apa.
maupun pembuatan struktur pohon memiliki
hasil yang sama. Jadi cara struktur pohon pun Contoh :
benar. Namun untuk bilangan yang besar cara NaOH + HCl NaCl + H2O
pohon tidak disarankan karena akan Ilustrasi dalam pohon
menghabiskan waktu untuk menggambarnya. NaOH
4.3 Faktorisasi Bilangan Prima
4.3.1 Pendahuluan
Faktorisasi adalah suatu proses dimana suatu
bilangan dibentuk menjadi perkalian bilangan- Na+ OH-
bilangan prima. Faktorisasi dapat digunakan
untuk penentuan FPB dan KPK.
Gambar 17 Proses Ionisasi NaOH
4.3.2 Isi
Proses faktorisasi dilakukan dengan tahapan, HCl
pertama dibagi dengan bilangan prima terkecil
yang dapat membagi bulat bilangan tersebut
lalu ulangi untuk hasil baginya hingga hasil
baginya adalah bilangan prima.
H+ Cl-
30
Gambar 18 Proses Ionisasi HCl
2 15
Na+
3 5
H+ Cl-
Gambar 16 Langkah-langkah faktorisasi
Dalam menentukan FPB atau KPK Tidak Bereaksi NaCl
menggunakan bilangan-bilangan prima
tersebut. Penggunaan pohon akan Gambar 19 Proses Reaksi Kimia Na+
memudahkan pemahaman dalam menentukan
FPB dan KPK, karena dari gambar diatas
untuk menghitung FPB dan KPK cukup
dengan melihat bilangan pada daunnya saja.
OH- Dengan menggunakan konsep pohon
setidaknya dapat memudahkan dalam
menghafal atau mengingat hal-hal tersebut.
H+ Cl-
Akarnya adalah Bumi, daun-daunnya adalah
wilayah terkecil yang ingin diketahui.
H2O Tidak Bereaksi Simpulnya menandakan dalam akar terdapat.
Gambar 20 Proses Reaksi Kimia OH- Struktur ini juga berguna bila ingin membuat
sebuah website tentang geografi. Seperti site
Dari gambar-gambar diatas dapat terlihat map. Setiap bagian bisa diakses bagiaanya
bagaimana reaksi kimia berlangsung sehingga secara langsung atau upapohonnya sehingga
lebih mudah dipelajari. lebih ringkas. Site map yang seperti ini dapat
memudahkan orang yang mengaksesnya.
Bila reaktannya lebih dari dua maka Karena sudah tahu harus bagaimana untuk
tahapannya pun akan tambah banyak. Dalam mencapai yang ia inginkan.
ilustrasinya anak dari tiap proses akan
bertambah lagi. Tepatnya berada setelah proses Struktur pohon yang digunakan adalah struktur
berlangsun. Dilihat dari jumlah ionnya, bila pohon n-ary. Karena setiap daerah memiliki
kurang atau lebih maka ia akan bereaksi jumlah wilayah yang berbeda-beda, sehingga
kembali hingga jumlah ionnya 0. anak-anak dari orangtua pohon pun jumlahnya
akan berbeda.
6. Pengilustrasian pohon pada cabang
ilmu geografi
6.1 Dunia
6.1.1 Pendahuluan
Dunia atau bumi adalah salah satu bahasan
dalam geografi. Mulai dari benua, negara,
provinsi, dan daerah-daerah yang mengecil
selanjutnya.
6.1.2 Isi
Banyaknya Negara membuat kita terkadang Gambar 21 Struktur Pohon Geografi
bingung di benua mana Negara tersebut
berasal, atau provinsi atau Negara bagian ini 7. Pengilustrasian pohon pada cabang
terdapat di Negara mana berasalnya. ilmu ekonomi
Gambar 22 Struktur Kebutuhan Hidup Dalam Ilmu Ekonomi
7.1 Kebutuhan Ekonomi 8.1 Surat Berantai
7.1.1 Pendahuluan 8.1.1 Pendahuluan
Setiap manusia memiliki kebutuhan hidup Surat berantai adalah suatu proses dimana
yang berbeda-beda. Namun secara garis besar seseorang harus mengirim surat tersebut
dapa dikelompokan dan menjadi memiliki kepada sejumlah orang yang tercantum pada
kebutuhan ekonomi yang sama dalam ilmu surat tersebut. Struktur pohon yang digunakan
ekonomi. adalah struktur pohon n-ary teratur karena
jumlah derajatnya sudah pasti sama.
7.1.2 Isi
Kebutuhan Hidup manusia dibagi menjadi 2, 8.1.2 Isi
yaitu : Surat berantai biasanya merupakan surat yang
(1) Use Value isinya terdapat pesan dan sang pengirim
(a) Direct Use Value pertama ingin agar pesan tersebut dibaca
(b) Indirect Use Value banyak orang. Sehingga biasanya terdapat
(c) Option Value ancaman agar sang penerima merasa takut bila
(2) Not-Use Value tidak diteruskan. Dalam surat tersebut pula
(a) Request Value terdapat jumlah orang yang harus dikirim sang
(b) Intrinsic Value penerima.
Struktur pohon lengkapnya dan penjelasannya
terdapat di gambar diatas. Akar pohon untuk ilustrasi surat berantai
adalah sang pengirim pertama, daun-daunnya
adalah sang penerima. Derajat setiap akar
8. Pengilustrasian pohon pada subpohon adalah jumlah orang yang harus
dikirim dalam surat tersebut.
kehidupan sehari-hari
Pengirim
Penerima Penerima Penerima
1 1 1
Penerima Penerima Penerima Penerima Penerima Penerima Penerima Penerima Penerima
2 2 2 2 2 2 2 2 2
Gambar 23 Ilustrasi Surat Berantai Dengan Penerima Harus (Derajat) 3
8.2.2 Isi
8.2 Silsilah Keluarga Bangsawan menggunakan silsilah keluarga
8.2.1 Pendahuluan agar keturunannya murni golongan darah biru.
Silsilah keluarga sudah ada sejak dahulu. Ini Karena mereka merasa memiliki status
digunakan untuk mengetahui latar belakang masyarakat yang lebih tinggi dari orang lain.
seseorang. Biasanya yang lebih Ilustrasi pohon yang digunakan adalah pohon
memperhatikan masalah ini adalah para n-ary. Pohon ini tidak teratur karena jumlah
bangsawan. keturunannya bervariasi.
Gambar 24 Struktur Silsilah Keluarga
Kesimpulan 9) www.kesultanan_pasir.tripod.com/saduran
gas/id07.html
Pohon adalah salah satu bentuk konsep dari Tanggal Akses : 31 Desember 2006 pukul
graf yang memiliki ciri khas. Pohon biasanya 22:00
digunakan dalam struktur data atau algoritma
dalam pemrograman. Ternyata banyak juga 10) www.emory.edu/LIVING_LINKS/Taxono
cabang ilmu yang dapat diilustrasikan dengan my.html
konsep struktur pohon, baik n-ary maupun Tanggal Akses : 31 Desember 2006 pukul
biner dan pohon bebas. 22:00
Konsep pohon merupakan salah satu cara agar 11) oak.cats.ohiou.edu/~ballardh/pbio475/Her
pembelajaran atau pemahaman akan suatu hal edity/Mendel's-Laws.JPG
lebih mudah. Contohnya dalam ilmu biologi, Tanggal Akses : 31 Desember 2006 pukul
kimia, matematika, geografi, sastra, psikologi, 22:00
dan ekonomi.
12) www.molwick.com/es/evolucion/t-leyes-
Selain itu struktur pohon juga dapat herencia-Mendel-flores.gif
diilustrasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tanggal Akses : 31 Desember 2006 pukul
Seperti surat berantai, JarKom, dan silsilah 22:00
keluarga. Pengilustrasian ini dapat
dimanfaatkan sebagai cara penelusuran akan 13) www.ipst.ac.th
suatu hal dalam masyarakat. Tanggal Akses : 31 Desember 2006 pukul
22:00
Daftar Pustaka
14) www.peripatus.gen.nz
1) Syamsuri, Istamar. (2002). Biologi Jilid Tanggal Akses : 31 Desember 2006 pukul
1A Untuk SMU Kelas 1 Semester 1. 22:00
Erlangga
2) Sumarwan, Sumartini & Kusmayadi
(2000). IPA Biologi Jilid 3B Untuk SLTP
Kelas 3. Erlangga
3) Achmad, Hiskia. (2001) Elektrokimia dan
Kinetika Kimia. PT Citra Aditya Bakti
4) Munir, Rinaldi. (2006). Diktat Kuliah
IF2153 Matematika Diskrit Edisi
Keempat. Program Studi Teknik
Informatika, Sekolah Teknik Informatika
dan Elektro, Institut Teknologi Bandung.
5) Stine, R.L. (2000). Goosbumps Seri
Petualangan Maut, Karnaval Hantu.
Gramedia
6) www.tropenbos.nl/DRG/valuation.htm
Tanggal Akses : 31 Desember 2006 pukul
22:00
7) www.boxesandarrows.com/view/developi
ng_and_creatively_leveraging_hierarchica
l_metadata_and_taxonomy
Tanggal Akses : 31 Desember 2006 pukul
22:00
8) www.biologyreference.com
Tanggal Akses : 31 Desember 2006 pukul
22:00


Use: 0.0266