• LABORATORIUM PENDIDIKAN MATEMATIKA (Pengembangan dan Hambatannya)


  •   
  • FileName: 8._ARIYANTO.pdf [read-online]
    • Abstract: guna memantapkan pengetahuannya tentang konsep Matematika maupun metodologi pengajaran ... SD, SMP/SMA, kegiatan seminar-seminar. tentang pengajaran Matematika, seminar. pengajaran ...

Download the ebook

LABORATORIUM PENDIDIKAN MATEMATIKA
(Pengembangan dan Hambatannya)
Ariyanto
Jurusan Pendidikan Matematika FKIP UMS
Abstrak. Laboratorium pendidikan Matematika adalah merupakan tempat pusat kegiatan dosen
dan mahasiswa calon guru Matematika melakukan kegiatan belajar dengan berbuat atau bekerja
guna memantapkan pengetahuannya tentang konsep Matematika maupun metodologi pengajaran
Matematika. Laboratorium pendidikan Matematika terbagi menjadi empat bagian yaitu Laboratorium
dasar, laboratorium pengembangan, laboratorium metodologi dan laboratorium penelitian.
Hendaknya laboratorium digunakan untuk perkuliahan, tempat kompetisi, kegiatan ekstra kurikuler,
kegiatan work shop, kegiatan pameran, tempat penelitian dosen dan mahasiswa, studi banding
mahasiswa. Kita perlu memasyarakatan laboratorium pendidikan Matematika
Kata kunci: Laboratorium, dasar, pengembangan, metodologi, penelitian
PENDAHULUAN pusat kegiatan belajar dengan berbuat/ bekerja
Dewasa ini pendidikan Matematika di bagi calon guru Matematika dalam usaha
sekolah dasar maupun di sekolah menengah memantapkan pengetahuannya tentang konsep
sedang ditekankan penanaman konsep-konsep Matematika maupun metodologi pengajaran
Matematika dengan menggunakan benda ben- Matematika.
da kongkret. Penggunaan benda-benda kong- Laboratorium Matematika juga merupa-
kret untuk menanamkan konsep Matematika kan pusat kegiatan dosen/guru dalam usaha
ini sesuai dengan perkembangan berpikir meneliti, mengembangkan teknologi pengajaran
manusia yang telah dikemukakan oleh Jean Matematika maupun teori atau konsep psi-
Piaget. Penggunaan benda kongkret untuk kologi belajar Matematika.
mewakili idea Matematika tidak saja membuat Matematika merupakan disiplin ilmu
Matematika lebih mudah dimengerti, tetapi juga yang mempunyai obyek benda-benda abstrak
membantu siswa terampil menyelesaikan berupa; fakta abstrak, konsep abstrak, operasi
masalah. Mengingat pentingnya masalah peng- abstrak serta prinsip atau azas abstrak. Dalam
gunaan alat peraga untuk mempelajari konsep pendidikan Matematika obyek yang abstrak
Matematika yang abstrak tersebut, maka tersebut diusahakan agar mudah dipahami oleh
mutlak dan perlu bagi mahasiswa calon guru peserta didik yang sedang berkembang. Salah
Matematika terampil menggunakannya, satu usaha adalah dengan menggunakan
mampu membuatnya dan dapat mengelola benda-benda kongkret termasuk ilustrasi yang
kegiatan yang menggunakan alat peraga menggambarkan atau mewakili obyek abstrak
tersebut. Wadah untuk melakukan kegiatan tersebut. Semuanya itu dapat dilakukan secara
tersebut adalah laboratorium pendidikan mendalam di laboratorium matematika.
Matematika. Laboratorium Matematika yang ideal di
Laboratorium Pendidikan Matematika jurusan pendidikan Matematika terdiri dari tiga
(Laboratorium Matematika) adalah merupakan bagian yaitu laboratorium dasar, laboratorium
60 MIPA, Vol. 17, No. 1, Januari 2007: 60 - 64
pengembangan, laboratorium metodologi dan ini dan diusahakan merupakan penerapan
laboratorium penelitian. dalam proses pembelajaran Matematika.
Laboratorium dasar merupakan tempat Upaya ini diharapkan dapat memecahkan
bagi mahasiswa calon guru Matematika untuk permasalahan-permasalahan di lapangan.
melakukan kegiatan workshop (perbengkelan) Laboratorium penelitian, di sini digu-
di bawah bimbingan dosen untuk menciptakan nakan dosen dan mahasiswa untuk melak-
alat-alat peraga sekolah dasar, sekolah lanjutan sanakan penelitian. Mahasiswa hendaknya
maupun program studi Matematika itu sendiri. dilibatkan dalam penelitian dosen, dengan
Laboaratorium ini juga merupakan tempat demikian mendapatkan pengalaman dalam
praktikum mahasiswa dalam berlatih menggu- melakukan penelitian. Dan biasanya dalam
nakan alat peraga pengajaran Matematika. laboratorium ini dilengkapi buku-buku Mate-
Laboaratorium pengembangan meru- matika dari pendidikan dasar sampai perguruan
pakan tempat bagi mahasiswa calon guru tinggi. Kesemuanya laboratorium Matematika
Matematika untuk memantapkan pengeta- tersebut penting, namun sebelum dapat
huannya tentang obyek-obyek Matematika, mewujutkan keseluruhannya paling tidak
baik berupa fakta abstrak, konsep abstrak, laboratorium dasar harus tersedia di perguruan
operasi abstrak dan prinsip abstrak yang tinggi program studi pendidikan Matematika.
bermanfaat bagi dirinya maupun peserta
didiknya kelak. Pemantapan pengetahuan KEGIATAN DI LABORATORIUM DA-
dapat dilakukan melalui pengkajian benda yang SAR MATEMATIKA
lebih kongkret. Pada laboratorium ini dapat juga Di sini kegiatan laboratories atau
digunakan untuk mengkaji berbagai alat praktikum dilaksanakan dengan harapan
pengajaran Matematika baik buatan sendiri memberi bekal kepada mahasiswa calon guru
maupun hasil pembelian. Kegiatan-kegiatan Matematika dalam mentransfer ilmu Mate-
yang dapat dilakukan adalah kegiatan yang matika yang bersifat abstrak untuk dapat
bersifat verifikatif dan kegiatan yang mengarah dikongkretkan sehingga mudah diserap oleh
tumbuhnya kreativitas. peserta didik. Kegiatan-kegiatan yang dapat
Laboaratorium Metodologi pengajaran dilakukan dalam Laboratorium Dasar ini antara
Matematika mempunyai kedudukan yang lain:
khusus di program studi pendidikan Mate- 1. Mengecek dan memahami konsep-konsep
matika, karena diharapkan dapat memberikan serta prinsip-prinsip Matematika, misalnya
dampak positif terhadap penampilan guru dalam meliputi:
tugasnya. Berbagai kuliah sebagai bekal a. pengkajian benda-benda ruang (geo-
mengajar dipadukan dalam laboratorium ini. metri), simetri dalam kubus, simetri
Untuk laboratorium metodologi pengajaran balok, simetri kerucut, isi, luas, jarring-
Matematika bisa kerja sama dengan labo- jaring benda ruang, irisan benda
ratorium micro teaching yang dimiliki oleh uni- dengan bidang, irisan benda dengan
versitas untuk memantapkan dan memperkaya benda, irisan benda dengan bidang,
ilmu-ilmu keguruan. Pengalaman yang irisan bidang dengan bidang, dalil
diperoleh mahasiswa dalam laboratorium ini Pythagoras, menentukan nilai n, dsb
diharapkan dapat memperkecil kesulitan b. Pengkajian transformasi geometri
dilapangan, saat mahasiswa menempuh prak- yaitu: translasi, dilatasi, rotasi, inverse,
tek pengalaman lapangan (PPL). Berbagai renggangan, gusuran, transformasi,
metode, pendekatan mengajar, pengelolaan topologi, hubungan transformasi dengan
kelas merupakan bahan kajian di laboratorium Matematikariks, transformasi ruang
Laboratorium Pendidikan Matematika (Pengembangan dan Hambatannya) (Ariyanto) 61
c. Pengkajian berbagai tempat kedudukan d. Cara kerja, di sini dijelaskan apakah
yaitu: lingkaran, parabola, elips, hiper- alat sudah tersedia atau tinggal meng-
bola, parabolida, hiperbolida, bola. gunakan atau masih harus dibuat baru
d. Pengkajian hubungan antara aljabar kemudian kegiatan dimulai. Setiap
dengan geometri seperti menentukan langkah kerja harus disebutkan dengan
(a+b)n secara geometri, mewujudkan jelas. Boleh juga digunakan teknik
pemetan dalam berbagai bentuk alat penemuan untuk menumbuhkan ke-
peraga. mampuan melakukan generalisasi
2. Merencanakan dan membuat alat Mate- e. Diskusi hasil kerja, di sini diharapkan
matika dan alat pengajaran Matematika dapat diungkap masalah-masalah yang
seperti: timbul sewaktu praktikum dilakukan.
a. pelukis parabol Salah satu upaya imtuk menimbulkan
b. pelukis hiperbol masalah yaitu dengan diisi pertanyaan-
c. pelukis inverse garis pertanyaan yang antara lain digunakan
3. Merencanakan dan menyusun penerapan untuk memancing atau melakukan
berbagai metode pengajaran Matematika kritik terhadap kegiatan praktikum baik
untuk suatu topic pengajaran seperti: dari segi alat maupun cara kerjanya.
a. paket belajar untuk Matematikariks f. Pengembangan, disini dapat diajukan
b. Kartu kerja untuk vector pertanyaan-pertanyaan yang merupa-
c. berprograma untuk dalil sisa kan kelanjutan dari diskusi dan menga-
d. Gabungan berbagai metode mengajar rah kepada kemungkinan pengem-
e. kartu berlobang untuk bangan praktikum. Dengan demikian
4. Mengolah data kuantitatif(statistika) mahasiswa dapat tergugah oleh per-
5. Melukis berbagai proyeksi tanyaan-pertanyaan yang sifatnya
6. Memanfaatkan berbagai permainan Ma- pengembangan dari kegiatan yang
tematika seperti tangram, bujur sangkar baru dilakukan.
ajaib, menara Hanoi, lintas persamaan,
sirkuit perkalian dan pembagian, kombinasi UPAYA MEMFUNGSIKAN LABORA-
operasi dsb. Setiap kegiatan praktikum TORIUM PENDIDIKAN MATEMA-
harus disediakan lembar kegiatan prak- TIKA
tikum mahasiswa yang pokok-pokoknya Pendayagunaan laboratorium pendidikan
berisi: Matematika diusahakan agar fungsi Labo-
a. Tujuan, di sini disebutkan tujuan ratoriumMatematika tidak seperti gudang me-
perubahan tingkah laku yang diha- nyimpan alat-alat peraga saja, untuk itu hen-
rapkan baik kognitif, afektif dan daknya laboratorium pendidikan Matematika
psikomotorik dapat digunakan sebagai;
b. Alat dan bahan; di sini disebutkan alat 1. Kegiatan perkuliahan
dan bahan yang diperlukan dengan Secara teoritis bagian dari setiap perku-
memperhatikan rancangan kegiatan liahan dapat dirancang sedemikian se-
untuk indivindu maupun kelompok hingga memasukkan kegiatan laboratorium
c. Diskusi pengarahan atau teori, di sini dalam satuan acara perkuliahan. Kegiatan
dijelaskan bahasan teori dari kegiatan tersebut dapat berupa
yang bersangkutan, dapat diselingi a. Tugas untuk merancang sebuah alat
pertanyaan yang perlu didiskusikan peraga untuk menjelaskan topik
sebelum praktikum dilaksanakan tertentu. Alat ini dapat dirancang untuk
62 MIPA, Vol. 17, No. 1, Januari 2007: 60 - 64
mahasiswa dalam suatu topic tertentu bawah bimbingan seorang dosen. Hasil
maupun oleh siswa sekolah menengah karya ini dapat digunakan untuk pengab-
dalam implikasinya dari topic tersebut dian pada masyarakat oleh dosen/ maha-
b. Merancang permainan Matematika siswa. Seperti kegiatan penyuluhan penga-
yang dapat melatih keterampilan dari jaran Matematika dihadapan guru-guru SD,
suatu topic maupun untuk menerapkan SMP/SMA, kegiatan seminar-seminar
dari topic tersebut. Permainan ini dapat tentang pengajaran Matematika, seminar
dibuat dalam bentuk program pengajaran Matematika dengan komputer,
komputer maupun secara manual dsb
c. Merancang yang ada kaitannya dengan 5. Pameran
metode pengajaran seperti pembuatan Kegiatan ini dapat dilakukan pada saat-saat
modul, lembar kerja, kartu kerja, libur sekolah, hari besar atau saat dies, Hari
berprograma, belajar dengan intruksi kelahiran Nabi Muhammad saw, hari
menggunakan program komputer pendidikan Nasional, peringatan tahun baru
d. Melakukan kegiatan lapangan untuk Hijrah, dsb
suatu topic tertentu dengan menggu- 6. Tempat kegiatan penelitian Dosen atau
nakan alat yang tersedia di labo- mahasiswa
ratorium Pendayagunaan laboratorium pendidikan
2. Kegiatan kompetisi Matematika dapat dilakukan melalui
Pendayagunaan laboratorium dapat di- kegiatan penelitian dosen atau mahasiswa.
lakukan melalui kegiatan seperti: Penelitian dapat menyangkut tentang
a. Lomba pembuatan alat peraga untuk Matematikaeri-Matematikaeri Matematika
topik tertentu itu sendiri atau yang ada sangkut pautnya
b. Lomba pembuatan permainan dengan strategi mengajar belajar Mate-
Matematika baik manual maupun matika
dengan program komputer 7. Studi banding
c. Lomba pembuatan program komputer Pendayagunaan laboratorium pendidikan
untuk belajar dengan intruksi Matematika dapat dilakukan melalui studi
d. Lomba cepat tepat Matematika seko- banding dari mahasiswa LPTK yang satu
lah dasar, sekolah menengah maupun ke mahasiswa LPTK yang lain untuk
perguruan tinggi saling tukar menukar pengalaman dalam
3. Kegiatan ekstrakurikuler memanfaatkan laboratorium pendidikan
Pendayagunaan laboratorium Matematika Matematika.
dapat dilakukan dengan kerja sama omp
Matematika. Kegiatan ini dilakukan khusus HAMBATAN DALAM MENGEM-
bagi mahasiswa yang mempunyai minat BANGKAN LABORATORIUM PENDI-
tinggi terhadap laboratorium Matematika. DIKAN MATEMATIKA
Hasilnya dapat disumbangkan ke sekolah- Beberapa hambatan dalam mengem-
sekolah swasta yang membutuhkan. bangkan laboratorium pendidikan Matematika
4. Kegiatan Workshop adalah orang-orang di luar Matematika masih
Workshop dibeberapa perguruan tinggi banyak yang belum mengetahui apa itu
LPTK merupakan Matematikaa kuliah laboratorium pendidikan Matematika serta
tersendiri, yaitu suatu kegiatan untuk manfaatnya dalam proses belajar mengajar.
membuat alat-alat peraga Matematika di Jika hal ini dialami oleh orang pengambil
Laboratorium Pendidikan Matematika (Pengembangan dan Hambatannya) (Ariyanto) 63
keputusan, maka akan berdampak negatif, ALTERNATIF UNTUK MENGATASI
karena tidak mendapatkan dukungan dari HAMBATAN
atasan (orang pembuat kebijakan). Untuk mengatasi hambatan-hambatan di
Keengganan dosen-dosen pendidikan atas perlu dilakukan upaya di antaranya mem-
Matematika sendiri untuk merancang kegiatan beri informasi yang seluas-luasnya tentang
laboratorium dalam satuan acara perkuliahan perlunya laboratorium pendidikan Matematika,
dengan berbagai alasan. Belum adanya petun- manfaat laboratorium pendidikan Matematika
juk penggunaan alat laboratorium Mate- dengan membuat liflet untuk disebarluaskan di
matika.Ketidakmampuan pengguna laborato- sivitas akademik. Untuk mahasiswa baru yang
rium Matematika menggunakan alat elektronik sedang mengikuti ospek (orientasi pengenalan
dalam kegiatannya seperti gergaji listrik, bor program kampus) perlu diberi Materi penge-
listrik, gunting listrik dsb. Sikap apatis nalan laboratorium pendidikan Matematika.
mahasiswa terhadap kegiatan yang berkaitan Setiap semester sekali perlu diadakan diskusi
dengan laboratorium pendidikan Matematika. atau seminar tentang fungsi laboratorium
pendidikan Matematika dsb.
DAFTAR RUJUKAN
Ariyanto, 1988. Memfungsikan Laboratorium Matematika. Makalah diskusi antar dosen MIPA di UMS
Surakarta
Maridi, 1985. Media Pendidikan.BPK UNS Surakarta
Mega Teguh Budiarto, dkk, 1995. Pendayagunaan Laboratorium Pendidikan Matematika Dalam rangka
meningkatan mutu perkuliahan. Surabaya: Puslitbang IKIP Surabaya
Rusefendi, 1990. Pengajaran Matematika Modern Untuk Orang Tua murid Guru dan SPG seri 5. Bandung:
Tarsito
————,1990. Dasar-Dasar Matematika Modem Untuk Guru, Bandung: Tarsito
Suyono 1988. Pengajaran Matematika Untuk Sekolah Menengah. Jakarta: Dirjen Dikti
64 MIPA, Vol. 17, No. 1, Januari 2007: 60 - 64


Use: 0.0194