• Perubahan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Sosial Masyarakat ...


  •   
  • FileName: KonasIII.pdf [read-online]
    • Abstract: Maksudnya untuk menilai perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat desa-desa proyek ... Makalah ini menggambarkan hasil penilaian terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku ...

Download the ebook

1
PERUBAHAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU SOSIAL MASYARAKAT
DESA TALISE SEBAGAI DESA PROYEK PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR
BERBASIS-MASYARAKAT DI SULAWESI UTARA
Oleh:
Asep Sukmara
Brian Crawford
Proyek Pesisir Sulawesi Utara
Jl. Woltermonginsidi No. 5 Manado
Tlp: 0431 – 841671
email: [email protected]
[email protected]
Disampaikan pada:
Konperensi Nasional III Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan Indonesia 2002
2
ABSTRAK
Proyek Pesisir, bagian dari Program Pengelolaan Sumberdaya Alam (NRM II, USAID-
BAPPENAS), sedang mengembangkan model desentralisasi dan penguatan pengelolaan
sumberdaya pesisir yang berbasis-masyarakat di empat desa di Sulawesi Utara. Untuk menilai
keefektifan kegiatan pengelolaan ini, Proyek Pesisir menentukan beberapa desa kontrol.
Maksudnya untuk menilai perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat desa-desa proyek
dibandingkan dengan masyarakat desa-desa kontrol yang tidak mendapatkan intervensi dari Proyek
Pesisir.
Makalah ini menggambarkan hasil penilaian terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku
masyarakat Desa Talise dan desa kontrolnya antara saat kegiatan proyek pesisir dimulai tahun
1997/1998 dengan tahun 2000 yang merupakan tahun pertengahan proyek. Wawancara dengan
informan kunci, pengamatan langsung, dan menyebarkan kuesioner dengan metode acak
berdasarkan letak tempat tinggal merupakan metode yang digunakan dalam pengambilan data.
Responden dipilih wanita dan pria untuk menggali persepsi berdasarkan perbedaan jenis kelamin.
Makalah ini merangkum pengetahuan, perubahan sosial dan ekonomi yang terjadi di masyarakat,
persepsi mengenai pengaruh kegiatan manusia terhadap sumberdaya alam, anggapan terhadap
permasalahan dan kualitas hidup, dan lebih jauh lagi apakah perubahan yang ada mungkin
disebabkan karena pengaruh proyek atau bukan.
Di Talise, kondisi perekonomian masyarakat mengalami sedikit penurunan sedangkan persepsi
mengenai masa depan yang akan lebih baik meningkat secara signifikan. Persepsi masyarakat
mengenai pengaruh kegiatan manusia terhadap sumberdaya alam juga meningkat secara signifikan.
Hasil perbandingan antara Desa Talise dengan desa kontrol, hanya aspek persepsi masyarakat
mengenai pengaruh kegiatan manusia terhadap sumberdaya alam yang berbeda nyata. Hasil ini
menunjukkan bahwa proyek telah memiliki pengaruh yang sangat nyata dalam merubah persepsi
masyarakat Talise mengenai pengaruh-pengaruh kegiatan manusia terhadap sumberdaya alam.
3
PENDAHULUAN
Desa Talise merupakan salah satu desa di antara keempat desa di Sulawesi Utara yang dijadikan
sebagai desa proyek pengembangan model desentralisasi dan penguatan pengelolaan sumberdaya
wilayah pesisir yang berbasis-masyarakat yang dilakukan oleh Proyek Pesisir sebagai bagian dari
Program Pengelolaan Sumberdaya Alam (NRM II, USAID-BAPPENAS). Desa Talise adalah desa
pulau yang berada di ujung utara wilayah Kabupaten Minahasa. Wilayah ini meliputi dua pulau
yaitu Pulau Kinabuhutan dan sebagian Pulau Talise (lihat Gambar 1).
Proses pengelolaan sumberdaya pesisir berbasis-masyarakat yang dilakukan di Desa Talise telah
berlangsung selama lebih dari empat tahun. Kegiatan ini difasilitasi dengan penempatan penyuluh
lapangan (Field Extension Officer) di desa secara full time selama lebih dari 2 tahun dengan total
tinggal di desa selama 466 hari antara Oktober 1997 sampai dengan Maret 2000. Suatu tim teknis
mendukung penyuluh lapangan dengan kegiatan-kegiatan khusus seperti pelatihan pemantauan
terumbu karang berbasis-masyarakat, studi teknis mengenai pemilihan isu-isu, pengukuran profil
pantai, dan penyusunan peraturan desa. Proyek Pesisir mengkoordinasikan perencanaan berbasis-
masyarakat dan implementasi ini melalui suatu tim kerja antar instansi dalam tingkat kabupaten,
yang lebih dikenal dengan Kabupaten Task Force (Tim Kerja Kabupaten), kelompok inti untuk
penyusunan rencana pengelolaan desa dan badan pengelola. Selama dalam kurun lebih dari dua
tahun, lebih dari 49 kegiatan formal (pertemuan-pertemuan, pelatihan, presentasi, dan pendidikan
lingkungan hidup) telah dilakukan di desa dengan total kumulatif melibatkan lebih dari 2600
peserta.
Gambar 1. Lokasi Desa Talise, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.
4
Tujuan dari semua kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan
masyarakat mengenai isu-isu pengelolaan sumberdaya pesisir dan membangun kemampuan
masyarakat untuk memecahkan masalah-masalah yang ada. Tujuan akhir kegiatan perencanaan dan
pengelolaan itu sendiri adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir dan juga
meningkatkan dan menjaga kelestarian sumberdaya pesisir. Beberapa kegiatan pelaksanaan awal
(pengelolaan sumberdaya, peningkatan mata pencaharian dan pengembangan masyarakat) telah
dilakukan oleh masyarakat dengan pendanaan yang disediakan oleh proyek USAID dan yang
bersumber dari pemerintah Indonesia. Pada waktu survei, banyak dari kegiatan implementasi ini
yang sedang berlangsung dan kegiatan implementasi tambahan sedang direncanakan. Dari tujuh
pelaksanaan awal yang dievaluasi, 5 dianggap sukses atau agak sukses, tidak satupun yang
dianggap tidak sukses, dan 2 dianggap terlalu awal untuk dievaluasi (Crawford dkk., 2000a).
Sejumlah capaian penting telah tercapai selama kurun waktu 3 tahun periode proyek antara 1997 –
2000. Profil sumberdaya pesisir telah disusun (Tangkilisan dkk., 1999a) oleh kelompok inti.
Kemudian diikuti dengan pembuatan rencana pembangunan dan pengelolaan sumberdaya pesisir
yang disetujui oleh masyarakat dan secara formal ditetapkan dengan peraturan desa pada tanggal 6
November 1999 (Tangkilisan dkk., 1999b). Kegiatan-kegiatan penting lainnya yaitu pembutan
daerah perlindungan laut (DPL) berbasis-masyarakat yang ditetapkan pada tanggal 25 Agustus
2000, pembangunan tanggul pencegah banjir, kegiatan sertifikasi tanah pekarangan untuk 220
rumah tangga, pembentukan badan pengelola desa sebagai badan yang mengimplementasikan
rencana pembangunan dan pengelolaan desa, dan organisasi-organisasi tingkat desa yang
berhubungan dengan proses pembangunan dan pengelolaan. Organisasi-organisasi yang telah
terbentuk yaitu kelompok agroforestry, kelompok pengelola daerah perlindungan laut, kelompok
katinting, kelompok manta tow, dan kelompok penanaman pohon bakau. Proses perencanaan
partisipatif secara lebih rinci dapat dilihat dalam Tulungen dkk., (1999). Pada waktu bersamaan
yaitu ketika proses perencanaan partisipatif dan penerapannya sedang berlangsung, proyek
menyelenggarakan beberapa studi dasar tentang sosial ekonomi dan lingkungan (Manjoro, 1997;
Crawford dkk., 1999; Kusen dkk., 1999; Lee and Kussoy, 1999)
Salah satu bagian penting dari strategi proyek adalah melibatkan masyarakat dalam kegiatan-
kegiatan proyek. Berdasarkan pengalaman dari pengelolaan sumberdaya pesisir berbasis-
masyarakat yang telah dilakukan sebelumnya di seluruh dunia menunjukkan betapa pentingnya
keterlibatan/peran serta masyarakat dalam setiap tahapan proses kegiatan. Perbedaan jenis kelamin
merupakan bagian yang penting dari strategi keperansertaan, khususnya keterlibatan anggota
5
masyarakat wanita dalam semua kegiatan proyek. Oleh karena itu dalam pelaksanaan proses
pembangunan dan pengelolaan di Desa Talise peran serta masyarakat berdasarkan perbedaan jenis
kelamin senantiasa menjadi suatu perhatian.
Makalah ini merangkum partisipasi dan pengetahuan masyarakat berdasarkan perbedaan jenis
kelamin dalam kegiatan proyek, perubahan sosial dan ekonomi yang terjadi di masyarakat, persepsi
masyarakat mengenai pengaruh kegiatan manusia terhadap sumberdaya alam, anggapan terhadap
permasalahan dan kualitas hidup, dan lebih jauh lagi apakah perubahan yang ada mungkin
disebabkan karena pengaruh proyek atau bukan. Makalah ini merupakan rangkuman dari penilaian
sementara yang dilakukan pada tahun 2000 (Sukmara dkk., 2001).
METODE
Wawancara dengan informan kunci, pengamatan langsung, dan menyebarkan kuesioner dengan
menggunakan metode acak berdasarkan letak tempat tinggal merupakan metode yang digunakan
dalam pengambilan data. Kuesioner disebarkan terhadap 140 responden (70 rumah tangga) di Desa
Talise dan 120 responden (60 rumah tangga) di desa kontrolnya, yaitu desa yang bertetangga paling
dekat dengan Desa Talise (Desa Kahuku dan Desa Aerbanua). Pada survei pertama, tahun
1997/1998, responden di Desa Talise sebanyak 224 (112 rumah tangga) dan di desa kontrol
sebanyak 120 responden (60 rumah tangga). Responden dipilih sebagian wanita dan sebagian lagi
pria dengan tujuan untuk menggali persepsi berdasarkan perbedaan jenis kelamin. Responden tahun
2000 kemungkinan ada yang sama dengan responden tahun 1997/1998 mengingat penyebaran
kuesioner menggunakan metode acak.
Pertanyaan yang diajukan terhadap responden sebanyak 38 pertanyaan yang terdiri dari bagian
pekerjaan produktif, indikator kemakmuran rumah tangga, penjajakan sikap individual, pertanyaan
tentang proyek, dan pertanyaan demografi. Pertanyaan tentang proyek tidak dilakukan di desa
kontrol. Semua pertanyaan disusun oleh Dr. Pollnac dari CRC-University of Rhode Island dan
daftar pertanyaan (questionnaire) yang digunakan selama survei dan petunjuknya dapat dilihat pada
laporan yang disusun oleh Crawford dkk. (2000b). Pertanyaan yang diajukan pada survei tahun
2000 adalah sama dengan yang diajukan pada tahun 1997/1998 kecuali pada bagian pengetahuan
proyek yang mana pada tahun 1997/1998 tidak diajukan dan terdapat beberapa pertanyaan
tambahan pada bagian penjajakan sikap individual.
6
Survei dilakukan selama 9 hari dengan melibatkan 6 orang pewawancara sedangkan pada tahun
1997/1998 survei melibatkan 9 pewawancara dengan lama 7 hari di Desa Talise dan melibatkan 5
pewawancara dengan lama 6 hari di desa kontrol. Semua pewawancara berasal dari luar desa.
Hasil survei pada tahun 2000 ini kemudian dibandingkan dengan hasil yang diperoleh pada tahun
1997/1998. Nilai-nilai variabel yang ada kemudian diuji dengan uji statistik dua arah untuk
melihat sejauh mana perubahan-perubahan yang ada, apakah signifikan atau tidak. Untuk melihat
apakah perubahan yang terjadi disebabkan karena adanya pengaruh proyek atau tidak, maka nilai
variabel tahun 2000 antara Desa Talise dengan desa kontrol diuji pula dengan uji statistik dua arah.
Untuk aspek gaya hidup materi dan persepsi masyarakat mengenai pengaruh kegiatan manusia
terhadap sumberdaya alam selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis komponen utama
(PCA, principal component analysis) dan rotasi ragam maksimum. Uji Scree digunakan untuk
menentukan nilai optimal dari faktor-faktor untuk dirotasikan (Cattell, 1966).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil dan pembahasan dibagi ke dalam 4 bagian yang terdiri dari; 1) Pengetahuan, partisipasi dan
jenis kelamin; 2) Perubahan sosial ekonomi; 3) Perubahan persepsi masyarakat terhadap masalah
dan kualitas hidup; dan 4) Perubahan persepsi pengaruh kegiatan manusia terhadap sumberdaya
alam.
A. Hasil
1. Pengetahuan, Partisipasi dan Jenis Kelamin
Gambaran mengenai
Tabel 1. Sebaran persentase pengetahuan dan partisipasi responden berdasarkan
pengetahuan dan jenis kelamin
peran serta responden Tanggapan Pria Wanita Total Berbeda N
(%) (%) (%) nyata
berdasarkan jenis Tahu proyek 82 82 82 Tidak 140
Partisipasi dalam kegiatan proyek 76 52 64 Ya 140
kelamin terlihat pada Partisipasi dalam penyusunan 82 92 87 Tidak 140
rencana pengelolaan
Tabel 1. Terdapat Tahu bahwa rencana pengelolaan 72 70 71 Tidak 140
tingkat pengetahuan telah disetujui
Tahu tujuan DPL 50 28 39 Ya 140
dan partisipasi yang Tahu isi peraturan DPL 60 32 54 Ya 140
Turut dalam organisasi proyek 23 3 13 Ya 140
tinggi dari masyarakat
dalam kegiatan-kegiatan proyek kecuali dalam hal peran serta dalam organisasi proyek. Hanya 13
persen responden yang menyatakan bahwa mereka terlibat dalam organisasi proyek.
7
2. Perubahan Ekonomi
Selama periode 1997 sampai dengan 2000, jumlah penduduk Desa Talise mengalami peningkatan
dengan rata-rata laju pertumbuhan setiap tahunnya sebesar 6,56 persen. Angka ini jauh lebih tinggi
dibandingkan dengan Tabel 2. Perubahan jumlah penduduk di desa proyek dan desa kontrol.
laju pertumbuhan Lokasi Tahun Persen Laju Pertumbuhan
1997 2000 Perubahan Tahunan (%)
penduduk di desa-desa Desa Proyek
Talise 1869 2237 19,69 6,56
kontrol dimana rata- Desa Kontrol
rata laju pertumbuhan Kahuku 1048 1100 4,96 1,65
Aerbanua 801 853 6,49 2,16
tiap tahunnya adalah Sumber: Informan kunci di desa, profil desa, dan Biro Pusat Statistik, Sulawesi Utara.
1,65 persen di Kahuku dan 2,16 persen di Aerbanua (Tabel 2).
Kegiatan produktif utama masyarakat Desa Talise adalah di bidang perikanan dan pertanian. Pada
tahun 2000, perikanan merupakan kegiatan produktif yang paling utama (49 %) di Desa Talise,
diikuti oleh kegiatan-kegiatan lainnya seperti terlihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Distribusi persentase kegiatan produktif utama di Talise dan di desa kontrol (Kahuku dan
Aerbanua).
Kegiatan 1997 Total 2000 Total
Produktif 1 2 3 4 5 (1997) 1 2 3 4 5 (2000)
Talise
Perikanan 33 27 8 - 1 69 49 16 14 4 - 83
Pertanian 6 33 27 8 3 77 13 40 17 4 - 74
Budidaya mutiara 10 3 - - - 13 11 3 1 - - 15
Lain-lain 51 35 39 42 15 27 36 31 20 5
Total 100 98 74 50 19 100 95 63 28 5
Desa Kontrol (Kahuku dan Aerbanua)
Pertanian 22 30 33 8 3 96 25 32 30 8 3 98
Perikanan 43 28 7 - 2 80 40 25 12 5 - 82
Perkebunan kelapa 10 5 - 5 - 20 10 3 - - - 13
Lain-lain 25 34 33 27 15 25 37 38 29 8
Total 100 97 73 40 17 100 97 80 42 11
* Lain-lain adalah kategori untuk yang kurang dari 10% dari responden dalam kegiatan produktif utama.
Di desa kontrol, sejak tahun 1997 sampai tahun 2000 kegiatan produktif utama penduduknya adalah
tetap di bidang perikanan diikuti bidang-bidang lainnya. Kebalikan dengan Desa Talise, persentase
rumah tangga yang mata pencaharian paling utamanya di bidang perikanan mengalami penurunan.
Karakteristik rumah tangga secara fisik digunakan sebagai ukuran kesejahteraan sosial-ekonomi
masyarakat. Untuk melihat perubahan ekonomi yang terjadi pada tiap rumah tangga, maka skala
MSL (Material Style of Life) digunakan. Skala ini menggunakan 28 karakteristik rumah tangga
8
yang disurvei yang meliputi struktur rumah tangga seperti jendela, dinding, atap; juga fasilitas
rumah tangga seperti air ledeng, WC dan listrik; dan perabotan rumah tangga seperti kompor,
televisi, lemari dan sebagainya. Tabel 4 memperlihatkan bahwa nilai-nilai MSL menunjukkan
sedikit perubahan di Desa Talise. Komponen rumah dan perabotan mengalami peningkatan
sedangkan komponen fasilitas dan struktur bangunan rumah tangga mengalami penurunan.
Sementara di desa kontrol, komponen rumah dan perabotan meningkat secara nyata (P


Use: 0.0381