• INFEKSI SALURAN KEMIH DAN KELAMIN TRELIA BOEL Fakultas ...


  •   
  • FileName: fkg-trelia2.pdf [preview-online]
    • Abstract: Bakteri infeksi saluran kemih dapat disebabkan oleh bakteri-bakteri di bawah ini : A. Kelompok anterobacteriaceae seperti : 1. Escherichia coli. 2. ... Bakteri yang dapat menimbulkan infeksi saluran kemih selain E.coli melalui. infeksi ...

Download the ebook

INFEKSI SALURAN KEMIH
DAN KELAMIN
TRELIA BOEL
Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Sumatera Utara
1. PENDAHULUAN
Bakteri infeksi saluran kemih dapat disebabkan oleh bakteri-bakteri di bawah ini :
A. Kelompok anterobacteriaceae seperti :
1. Escherichia coli
2. Klebsiella
3. Enterobacter aerogenes
4. Proteus
5. Providencia
6. Citrobacter
B. Pseudomonas aeruginosa
C. Acinetobacter
D. Enterokokus faecalis
E. Stafilokokus sarophyticus
Pada penyakit kelamin, bateri yang menyebabkannya adalah :
1. Neisseria gonorhoeae pada penyakit Gonorea
2. Treponema pallidum pada penyakit sifilis
3. Clamydia trachomatis pada uretritis nonspesifik
4. Haemophylus ducreyi pada syankroid
5. Calymmatobacter granulomatis pada granuloma inguinale.
2. BAKTERI INFEKSI SALURAN KEMIH & PENYAKIT KELAMIN
2.1 BAKTERI INFEKSI SALURAN KEMIH
A. ENTEROBACTERIACEAE
Enterobacteriaceae adalah kuman yang hidup diusus besar manusia dan
hewan, tanah, air dan dapat pula ditemukan pada komposisi material.
Sebagian kuman enterik ini tidak menimbulkan penyakit pada host (tuan
rumah) bila kuman tetap berada di dalarn usus besar, tetapi pada keadaan-
keadaan dimana terjadi perubahan pada host atau bila ada kesempatan
memasuki bagian tubuh yang lain, banyak diantara kuman ini mampu
menimbulkan penyakit pada tiap jaringan tubuh manusia. Organisme-
organisme di dalam famili ini pada kenyataannya mempunyai peranan penting
di dalam infeksi nosokomial misalnya sebagai penyebab infeksi saluran kemih,
infeksi pada luka, dan infeksi lainnya.
MORFOLOGI
Kuman enterik adalah kuman berbentuk batang pendek dengan ukuran
0,5 um x 3,0 um negatif gram tidak berspora, gerak positif dengan flagel
peritrikh (Salminella, Proteus, Escherichia) atau gerak negatif (Shigella,
Klebsiella), mempunyai kapsul/selubung yang jelas seperti pada Klebsiella
© 2004 Digitized by USU digital library 1
atau hanya berupa selubung tipis pada Escherichia atau tidak berkapsul sama
sekali. Sebagian besar spesies mempunyai fili atau fimbriae yang berfungsi
sebagai alat perlekatan dengan bakteri lain.
BIAKAN DAN CIRI PERTUMBUHAN
Sifat biakan kuman enterik adalah sebagai berikut :
Koloni kuman biasanya basah, halus, keabu-abuan, permukaannya licin.
Hemolisis yaitu bila ada tipe beta. Pada perbenihan cair tumbuh secara difus.
Macam-macam perbenihan yang dipakai untuk isolasi kuman enterik adalah :
1. Diferensial
Agar Mc.Conkey, agar Eosin Methylene Blue, agar Desoxycholate. Pada
perbenihan ini hampir semua jenis kuman tumbuh.
2. Selektif
Agar Salmonella-Shigella, agar Desoxycholate citrat. Perbenihan ini
khusus untuk mengisolasi kuman usus patogen.
3. Persemaian
Kaldu GN, kaldu selenit, kaldu tetrathionat. Kuman usus pathogen tumbuh
lebih subur .
Ciri pertumbuhan : Pada pola peragian karbohidrat dan aktifitas
dekarboksilase asam amino, serta enzim lain biasanya digunakan dalam
pembedaan biokimia. Beberapa tes misalnya pembentukan indol dari
Triptofan, biasanya digunakan untuk pengenalan cepat, sementara yang lain
misalnya reaksi Voges-Proskauer (Pembentukan asetil-metilkarbinol dari
dekstrosa) biasanya lebih jarang digunakan.
DAYA TAHAN KUMAN
Kuman enterik tidak membentuk spora, mudah dimatikan dengan
desinfektan kosentrasi rendah. Zat-zat seperti fenol, formaldehid, B-
glutaraldehid, komponen halogen bersifat bakterisid.
Pemberian klor pada air dapat mencegah penyebaran kuman enterik,
khususnya kuman penyebab penyakit tifus, dan penyakit usus lain. Kuman
enterik toleran terhadap garam empedu dan zat warna bakteriostatik,
sehingga zat-zat ini dipakai dalam perbenihan untuk isolasi primer. Toleran
terhadap dingin, hidup berbulan-bulan di dalam es. Peka terhadap
kekeringan, menyukai suasana yang cukup lembab, mati pada pasteurisasi.
STRUKTUR ANTIGEN
Karakterisasi, antigen berperan penting di dalarn epidemiologi dan
klasifikasi, khususnya pada genus tertentu seperti pada Salmonella -Shigella.
Komponen utama sel bakteri adalah; antigen somatik (O), antigen flagel (H),
dan antigen kapsul (K).
KOLISIN (BAKTERIOSIN)
Banyak organisme gram-negatif menghasilkan bakteriosin. Zat-zat
bakteriosidal ini dihasilkan oleh strain bakteri tertentu yang aktif terhadap
strain bakteri lain dari spesies yang sama atau spesies yang serumpun.
Pembentukannya dikendalikan oleh plasmid. Kolisin dihasilkan oleh E.coli,
mersasin oleh Serratia, dan piosin oleh Pseudomonas. Strain yang
menghasilkan bakteriosin resisten terhadap bakteriosinnya sendiri, karena itu
bakteriosin dapat digunakan untuk "menentukan tipe" organisme.
TOKSIN DAN ENZIM
Sebagian besar bakteri-gram negatif memiliki lipopolisakarida
kompleks pada dinding selnya. Zat ini suatu endotoksin, mempunyai efek
© 2004 Digitized by USU digital library 2
patofisiologis. Banyak kuman gram-negatif menghasilkan eksotoksin yang
penting dalam klinik.
ENTEROBACTERIACEAE YANG MENYEBABKAN INFESI SALURAN KEMIH
1. ESHERICHIA COLI
MORFOLOGI
Kuman ini berbentuk batang pendek, gemuk, berukuran 2,4 u x 0,4
sampai 0,7 u gram-negatif, tak bersimpai, bergerak aktif dan tidak
berspora.
PATOGENITAS
Infeksi saluran kemih : E.coli adalah penyebab yang paling lazim
dari infeksi saluran kemih dan merupakan penyebab infeksi saluran kemih
pertama pada kira-kira 90% wanita muda. Gejala dan tanda-tandanya
antara lain sering kencing, disuria, hematuria, dan puria. Nyeri pinggang
berhubungan dengan infeksi saluran kemih bagian atas. Tak satupun dari
gejala atau tanda-tanda ini bersifat khusus untuk bakteri E. coli. Infeksi
saluran kemih dapat mengakibatkan bakterimia dengan tanda-tanda
khusus sepsis.
E.coli Yang nefropatogenik secara khas menghasilkan hemolisin.
Kebanyakan infeksi disebabkan oleh E.coli dengan sejumlah kecil tipe
antigen O. Antigen K tampaknya penting dalam patogenesis infeksi
saluran atas. Pieloneftritis berhubungan dengan jenis philus khusus, philus
P yang mengikat zat golongan darah P.
Infeksi saluran kemih misalnya sistitis, pielitis dan pielonefritis. Infeksi
dapat terjadi akibat sumbatan saluran kemih karena adanya pembesaran
prostat, baru dan kehamilan.
E.coli yang biasa menyebabkan infeksi saluran kemih ialah jenis 01, 2, 4,
6, dan 7. Jenis-jenis pembawa antigen K dapat menyebabkan timbulnya
piolonefritis.
2. KLEBSIELLA
Klebsiella pnewnoniae kadang-kadang menyebabkan infeksi saluran
kemih dan bakteremia dengan lesi fokal pada pasien yang lemah.
Ditemukan pada selaput lendir saluran napas bagian atas, usus dan
saluran kemih dan alat kelamin. Tidak bergerak, bersimpai, tumbuh pada
perbenihan biasa dengan membuat koloni berlendir yang besar yang daya
lekatnya berlain lainan.
3. ENTEROBACTER AEROGENES
Organisme ini mempunyai simpai yang kecil , dapat hidup bebas
seperti dalam saluran usus, serta menyebabkan saluran kemih dan sepsis.
Infeksi saluran kemih terjadi melalui infeksi nosokomial.
4. PROTEUS
Kuman ini adalah kuman patogen oportunis. Dapat menyebabkan
infeksi saluran kemih atau kelainan bemanah seperti abses, infeksi luka,
infeksi telinga atau saluran napas. Spesies proteus dapat menyebabkan
infeksi pada manusia hanya bila bakteri itu meninggalkan saluran usus.
Spesies ini ditemukan pada infeksi saluran kemih dan menyebabkan
bakterimia, pnewnonia dan lesi fokal pada penderita yang lemah atau
pada penderita yang menerima infus intravena. P.mirabilis menyebabkan
infeksi saluran kemih dan kadang-kadang infeksi lainnya. Karena itu, pada
infeksi saluran kemih oleh Proteus, urine bersifat basa, sehingga
memudahkan pembentukan batu dan praktis tidak mungkin
mengasamkannya. Pergerakan cepat oleh Proteus mungkin ikut berperan
© 2004 Digitized by USU digital library 3
dalam invasinya terhadap saluran kemih. Spesies Proteus menghasilkan
urease mengakibatkan hidrolisis urea yang cepat dengan pembebasan
amonia.
5. PROVIDENSIA
Spesies Providensia (Providensia rettgeri, Providencia alcalifaciens
dan Providensia stuartii) adalah anggota flora usus normal. Semuanya
menyebabkan infeksi saluran kemih dan sering resisten terhadap
pengobatan antimikroba.
6. CITROBACTER
Citrobacter dapat menyebabkan infeksi saluran kemih dan sepsis.
B. PSEUDOMONAS AEROGINOSA
Kuman ini; sering dihubungkan dengan penyakit pada manusia
organisme ini dapat merupakan penyebab 10-20% infeksi nosokomial. Sering
diisolasi dari penderita yang neoplastik, luka dan luka bakar yang berrat.
Kuman ini juga dapat menyebabkan infeksi pada saluran pemapasan bagian
bawah, saluran kemih, mata dan lain-lainnya.
MORFOLOGI
Batang gram negatif, 0,5 -1,0 x 3,0 -4,0 um. Umumnya mempunyai
flagel polar, tetapi kadang-kadang 2-3 flagel. Bila tumbuh pada perbenihan
tanpa sukrosa terdapat lapisan lendir polisakarida ekstraseluler Struktur
dinding gel sama dengan famili Enterobacteriaceae. Strain yang diisolasi dari
bahan klinik sering sering mempunyai pili untuk perlekatan pada permukaan
gel dan memegang peranan penting dalarn resistensi terhadap fagositosis.
CIRI-CIRI PERTUMBUHAN
P.aeroginosa tumbuh baik pada suhu 3~-42oC ; pertumbuhannya pada
suhu 42°C membantu membedakan spesies ini dari spesies Pseudomonas
lain. Bakteri ini oksidase positif dan tidak meragi karbohidrat, tetapi banyak
strain mengoksidasi glukosa. Pengenalan biasanya berdasarkan morfologi
koloni, sifat oksidase positif, adanya daya pigmen yang khas dan
pertumbuhannya pada suhu 42°C. untuk membedakan Pseudomonas
aeruginosa dengan yang lain berdasarkan aktivitas biokimiawi, dibutuhkan
pengujian dengan berbagai substrat.
STRUKTUR ATIGEN DAN TOKSIN
Pili (fimbriae) menjulur dari permukaan gel dan membantu pelekatan
pada gel epitel inang. Simpai polisakarida membentuk koloni mukoid yang
terlihat pada biakan dari penderita penyakit fibrosis kistik. P.aeruginosa dapat
ditentukan tipenya berdasarkan imuno tipe lipopolisakarida dan kepekaannya
terhadap piosin (bakteriosin). Kebayakan isolat P.aeruginosa dari infeksi klinis
menghasilkan enzim ekstrasel, termasuk elastase, protease dan dua hemolisin
: suatu fosfolipase C yang tidak tahan panas dan suatu glikolipid yang tahan
panas.
Banyak strain aeruginosa yang menghasilkan eksotoksin A, yang
menyebabkan nekrosis jaringan dan dapat mematikan hewan hila disuntikkan
dalam bentuk murni. Toksin ini menghambat sintesis protein dengan cara
kerja yang sama dengan cara kerja toksin difteria, meskipun struktur ke dua
toksin itu tidak sama. Antitoksin terhadap eksotoksin Aditemukan dalam
beberapa serum manusia, termasuk serum penderita yang telah sembuh dari
infeksi P.aeruginosa yang berat.
© 2004 Digitized by USU digital library 4
PATOGENESIS
P.aeruginosa bersifat patogen bila masuk ke daerah yang fungsi
pertahanannya abnormal, misalnya bila selaput mukosa dan kulit "robek"
karena kerusakan kulit langsung ; pada pemakaian kateter intravena atau
kateter air kemih ; atau bila terdapat netropenia, misalnya pada kemoterapi
kanker. Kuman melekat dan mengkoloni selaput mukosa atau kulit dan
menginvasi secara lokal dan menimbulkan penyakit sistemik. Proses ini
dibantu oleh pili, enzim dan tosin. Lipopolisakarida berperan langsung yang
menyebabkan demam, syok, oliguria, leukositosis, dan leukopenia,
disseminated intravascular coagulation dan respiratory distress syndrome
pada orang dewasa.
GAMBARAN KLINIS
P.aeruginosa menimbulkan infeksi pada saluran kemih bila masuk
bersama kateter dan instrumen lain atau dalam larutan untuk irigasi
P.aeruginosa dapat dilihat pada bahan pewarnaan gram.
TES DIAGNOSIS LABORATORIUM
Untuk infeksi saluran kemih bahan dapat diambil dari urin. Sediaan
apus terlihat batang gram negatif. Biakan ditanam pada lempeng agar darah
dan perbenihan diferensial yang biasa digunakan untuk menumbuhkan batang
gram-negatif enterik.
PENGOBATAN
Infeksi P .aeruginosa yang penting dalam klinik tidak boleh diobati
dengan terapi obat tunggal, karena keberhasilan terapi semacam itu rendah
dan bakteri dapat dengan cepat menjadi resisten. Penisilin yang bekerja aktif
terhadap P.aeruginosa adalah tikarsilin- mezlosilin dan piperasilin-digunakan
dalam kombinasi dengan aminoglikosida, biasanya gentamisin, tobramisin dan
amikasin. Obat lain yang aktif terhadap P.aeruginosa antara lain aztreonam ;
imipenem ; kuinolon baru, termasuk siprofloksasin aktif melawan
P.aeruginosa.
EPIDEMIOLOGI DAN PENGENDALIAN
P .aeruginosa terutama merupakan patogen nosokomial, dan metode
untuk mengendalikan infeksi ini mirip dengan patogen untuk infeksi
nosokomial yang lain. Karena Pseudomonas dapat tumbuh subur dalam
lingkungan yang basah, perhatian yang khusus harus ditujukan pada bak cuci,
bak air, pancoran, bak air panas dan daerah basah yang lain.
Untuk tujuan epidemiologi, strain dapat ditentukan tipenya berdasarkan
kepekaan terhadap piosin dan imuno tipe lipopolisakarida.
C. ACINETOBACTER
Acinetobacter calroaceticus adalah spesies bakteri gram-negatif aerob
yang tersebar luas ditanah dan air dan kadang-kadang dapat dibiakkan dari
kulit, selaput mukosa dan sekresi.
MORFOLOGI
Acinetobacter biasanya tampak berbentuk kokobasil atau kokus ;
bakteri ill menyerupai neisseria pada sediaan apus, karena bentuk diplokokua
banyak terdapat dalam cairan tubuh dan pada perbenihan padat. Ada yang
berbentuk batang dan kadang-kadang bakteri tampak bersifat gram positif.
PATOGENESIS
Acinetobacter yang ditemukan pada saluran kelamin wanita sering
dikacaukan dengan dengan N.gonorrhoeae .tetapi N.gonorrhoeae
menghasilkan oksidase positif sedangkan Acinetobacter tidak. Acinetobakter
© 2004 Digitized by USU digital library 5
yang ditemukan padan infeksi saluran kemih dapat terjadi melalui pemakaian
kateter intravena atau kateter saluran kemih.
D. STREPTOKOKUS
MORFOLOGI
Kokus tunggal berbentuk bulat atau bulat telur, tersusun dalam bentuk
rantai .Kokus membelah pada bidang yang tegak lurus sumbu panjang rantai.
Anggota rantai sering tampak sebagai diplokokus dan bentuknya kadang-
kadang menyerupai batang.
SIFAT -SIFAT KHAS PERTUMBUHAN
Energi terutama diperoleh dari penggunaan gula. Pertumbuhan
streptokokus cendrung kurang subur pada perbenihan padat atau dalam
kaldu, kecuali yang diperkaya dengan darah atau cairan jaringan. Kuman
yang patogen pada manusia paling banyak membutuhkan faktor-faktor
pertumbuhan. Pertumbuhan dan hemolisis dibantu dengan pengeraman
dalam CO2 10%.
ENTEROKOKUS FAECALIS
Terdapat sedikitnya 12 spesies enterokokus. Enterokokus faecalis
merupakan yang paling sering dan menyebabkan 85-90% infeksi
enterokokus. Enterokokus adalah yang palin sering menyebabkan infeksi
nosokomial, terutama pada unit perawatan intensif, dan hanya pada
pengobatan dengan sefalosporin dan antibiotika lainnya dimana mereka
bersifat resisten. Enterokokus ditularkan dari satu pasien ke pasien lainnya
terutama melalui tangan perawat kesehatan yang beberapa diantara mereka
mungkin pembawa enterokokus pencernaannya. Enterokokus kadang-kadang
ditularkan melalui melalui alat-alat kedokteran. Pada pasien tempat yang
paling sering terkena infeksi adalah saluran kemih, luka tusuk dan saluran
empedu dan darah.
E. STAFILOKOKUS SAPROPHYTICUS
Stafilokokus secara khas tidak berpigmen, resisten terhadap novobiosin, dan
nonhemolitik ; bakteri ini menyebabkan infeksi saluran kemih pada wanita
muda.
2.2 BAKTERI PENYAKIT KELAMIN
Penyakit kelamin disebut juga penyakit venerik.Kata Venerik berasal
dari "venus", dewi cinta romawi. Jadi kelamin di penyakit kelamin ialah
penyakit yang ditularkan melalui hubungan kelamin.
PENULARAN PENYAKIT KELAMIN
Semua penyakit kelamin ditularkan melalui kontak tubuh yang intim.
Hubungan kelamin dengan seseorang yang terinfeksi membawa resiko
terinfeksi pula. Sayangnya beberapa infeksi, termasuk sifilis dapat ditularkan
ke janin di dalam rahim. Yang lain diperoleh oleh bayi yang baru lahir pada
waktu dilahirkan, seperti halnya radang selaput mata oleh gonokokus dan
infeksi herpes. Bayi dapat juga terjangkit radang selaput mata oleh
gonokokus serta infeksi-infeksi sejenis dari pencernaran dengan tangan dan
fomit. Hal ini mungkin disebabkan karena bayi setingat rentan dan karena
pemindahan patogen terjadi hampir segera. Pada orang dewasa kemungkinan
terjadinya infeksi oleh fomit (misalnya toilet tercemar) kecil sekali karena
bakteri tersebut mudah rusak, dan tidak dapat hidup lama di luar tubuh
manusia.
Penyakit venerik ditularkan melalui hubungan kelamin dengan cara apa
saja. Mikrobe penyebabnya dapat berpindah dari satu orang yang terinfeksi
ke orang lain.
© 2004 Digitized by USU digital library 6
MIKROORGANISME PENYEBAB PENYAKIT KELAMIN
Ada penyakit venerik lain gonorea dan sifilis, yang disebabkan oleh
bakteri. Penyakit kelamin yang paling urnurn adalah gonorea, sedangkan
yang paling tua adalah sifilis, tetapi selain ini masih ada penyakit kelamin lain
yang disebabkan oleh bakteri lain, virus, dan protozoa.
PENGENDALIAN PENYAKIT KELAMIN
Sebab utama tingginya insiden penyakit kelamin dikebanyakan negara
di dunia pada masa kini (beberapa bahkan menyebutnya epidemi) ialah
perilaku seksual modem diantara manusia. Namun masalah pengendaliannya
yang utama tidaklah terletak pada cara pengobatan penyakit kelamin
tersebut, tetapi membuat sipenderita mall berobat. (penisilin dan antibiotik
lain dapat menumbuhkan sebahagian besar penyakit kelamin secara efektif).
Langkah pertama ke arah penyembuhan penyakit kelamin secara
efektif adalah mengetahui bahwa seseorang memang menderita penyakit
tersebut. Sayangnya pada banyak wanita dan beberapa pria gejalanya tidak
jelas. Walaupun demikian bila tekanan) yang satu mempertunjukkan gejala
yang lain harus segera menjalani pemeriksaan medis. Dengan perkatan lain,
perhatian medis yang diberikan setelah tereksposi secara potensial pada
penyakit kelamin dan sebelum melanjutkan kegiatan seksual berikutnya,
dapat mengurangi akibat yang harus ditanggungnya serta penularan penyakit
yang didapatnya. Penting untuk ditekankan bahwa kedua rekan harus
menjalani pemeriksaan medis untuk mencegah penularan lebih lanjut di
masyarakat serta mengurangi infeksi "ping-pong" yaitu penularan infeksi
bolak balik antara pasangan berikut.
MIKROORGANISME PENYEBAB PENYAKIT KELAMIN
A. NEISSERIA GONORRHOEA GONOREA
Gonorea adalah penyakit bernanah yang sagat menular. Sering kali
disebut pula uretritis spesifik (radang aliran kandung kemis khusus). Gejala
penyakit ini tergantung pada situs infeksi, jenis kelamin dan umur korban,
lamanya menderita infeksi, serta terjadinya penyebab sel-sel bakteri
penyebab.
Pada laki-laki gonorea menyebabkan uretritis (infeksi pada uretra,
yaitu saluran tempat lewatnya air seni dari kandung kemih ke luar tubuh)
akut. Tanda pertama dapat berupa rasa panas mendadak pada waktu kencing
dan keluarnya cairan bernanah pada 2-8 hari setelah tereksposi. Pada wanita
biasanya terjadi infeksi pada uretra dan mulut rahim. Hal ini dapat
menyebabkan rasa sakit pada waktu kencing dan keluarnya cairan dari
vagina, walaupun kebanyakan wanita (cukup banyak pria) tidak
memperlihatkan gejala yang kentara pada infeksi dini. Infeksi tanpa gejala
semacam itu. mungkin merupakan suatu sebab bagi penyebaran penyakit ini.
Penyakit ini terutama menyerang saluran kemih kelamin. Namun,
kontaminasi pada bayi ,waktu dilahirkan dapat menimbulkan radang selaput
mata gonokokal, yang mempengaruhi mata. Dapat juga timbul berbagai
komplikasi gonorea diantaranya adalah endokarditis (radang pada lapisan
dalam jantung) dan meningitis (radang selaput otak).
MORFOLOGI NEISSERIA GONORRHOEAE
Gonorea disebabkan oleh N Gonorrhoeae, suatu diplokokus gram negatif tidak
bergerak, dengan sisi yang bersebelahan mendatar. Olesan yang dibuat dari
eksudat seringkali menunjukkan adanya bakteri dalam leukosit
polimorfonuklir.
© 2004 Digitized by USU digital library 7
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGBIAKAN
Pertumbuhan yang terbaik adalah pada suhu 360 C pad media yang
diberi serum darah atau darah yang sudah dipanaskan, dan dalam udara yang
mengandung 5-10% CO2. Koloni yang bundar dan berwarna kelabu keputihan
pada agar coklat (media yang mengandung darah yang telah dipanaskan)
dapat diperkirakan sebagai Neisseria dengan cara menguji adanya
pembentukan oksidase endofenol, atau reaksi oksidase. Neisseria akan
menghasilkan reaksi positif. Gonokokus (sel-sel Neisseria Gonorrhoeae)
berbeda dari Neisseria lain karena ketidakmampuannya menguraikan maltosa,
sukrosa atau fruktosa, tetapi dapat metabolisme glukosa. Hanya glukosa,
piruvat, dan laktat dapat digunakan sebagai sumber energi. Selnya juga
mempunyai pili dengan diameter sekitar 0,07 um dan panjang sampai 2 um.
Embel-embel ini rupanya sangat berguna untuk mengawali menempelnya
bateri tersebut pada sel-sel epitel.Virulensi organisme ini rupanya berkaitan
dengan adanya pili.
Gonokokus adalah mikroorganisme yang tidak kuat. Pengeringan
selama 1-2 jam dapat mematikannya. Ini merupakan faktor yang perlu
dipertimbangkan bila ingin mengisolasinya dari spesimen klinis. Larutan perak
nitrat dapat membunuh organisme ini dalam waktu 2 menit. (Inilah sebabnya
pencegahan rutin dengan obat tetes mata yang mengandung 1 % perak nitrat
telah mengurangi dengan nyata kekerapan terjadinya radang selaput mata
oleh gonokokus yang disebut ophthalmia neonatorum atau peradangan akut
pada mata mata bayi yang baru lahir).
STRUKTUR ANTIGEN
Secara serologik gonokokus bersifat heterogen. Gonokokus memiliki
polisakarida nukleoprotein. Juga memiliki kapsul yang terlihat jika diwarnai
dengan pewarnaan negatif. Beberapa kekhasan imunologis terdapat pada
protein kompleks selaput luar kuman.
KEKEBALAN
Kuman mati oleh pemanasan, pengeringan, dan antiseptik. Peka terhadap
sulfonarnida, penisilin dan antibiotika lain.
SIFAT PATOGENITAS
Tidak semua orang yang tereksposi pada gonorea menjadi terinfeksi
oleh penyakit tersebut. Apa sebabnya masih bel urn jelas. Mikrobiota normal
yang terdapat pada alat kelamin mungkin turut menimbulkan kekebalan
terhadap infeksi oleh gonokokus. Juga masih belum diketahui apakah oleh
gonorea secara alamiah dapat menimbulkan kekekerasan terhadap reinfeksi
(infeksi ulang) oleh galur-galur Ngonorrhoeae yang sama ataupun yang
berbeda.
Menempelnya gonokokus dengan bantuan pili telah diperkirakan
merupakan faktor virulensi. Setelah pelengketan pada mukosa (selaput
lendir), gonokokus tiba pada jaringan penghubung subepitel denga cara
menembus ruang-ruang epitel interseluler. Gonokokus mengandung
endotoksin, dan juga dapat mengekskresikan toksin yang dapat merembes
yang menginduksi terjadinya kerusakan pada selaput lendir. Sel-sel
gonokokus juga terdapat pada dan di dalam leukosit polimorfonuklir.
Walaupun kebanyakan gel gonokokus yang tetrelan (oleh leukosit itu)
terbunuh tetapi banyak mikrobiologiwan berpendapat bahwa beberapa
gonokokus dapat bertahan hidup dan berkembang biak dalam fagosit. Telah
diamati pula bahwa gel-gel gonokokus yang tidak mempunyai pili mudah
ditelan dan dibunuh, sedangkan yang mempunyai pili tetap hidup
ekstraselular (di luar gel). Bayi yang melewati saluran lahir seorang ibu yang
terinfeksi dapat menderita infeksi yang dapat menyebabkan kebutaan
(ophthalmia neonatorum). Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, infeksi
© 2004 Digitized by USU digital library 8
semacam ini dapat dicegah dengan meneteskan larutan perak nitrat pada
mata bayi segera setelah lahir.
Pada pria maupun wanita, infeksi dapat menyebab di sepanjang
saluran kelamin. Pada pria bila infeksi meluas sampai ke prostat, epididimis
(bagian saluran mani yang terletak buah zakar), dan buah zakar, maka dapat
mengakibatkan kemandulan. Pada wanita, penyebaran lebih umum terjadi
dan akibat lanjutannya lebih gawat. Pada lebih kurang 15% wanita yang
terinfeksi, infeksi menjalar sampai ke tuba falopii (saluran yang membawa
telur dari kandung telur ke rahim). Dan menyebabkan peradangan
(salpingitis). Pada masa haid yang pertama, timbul rasa sakit dibagian perut
sebelah bawah. Salpingitis menyebabkan penyumbatan tuba falopii yang
mengakibatkan kehamilan dalam tuba atau kemandulan. Tertanamnya telur
yang telah dibuahi di dalam tuba falopii dapat mematikan dan biasanya
membutuhkan pembedahan secepatnya.
Gonorea tidak selalu terbatas pada saluran kelamin dan kemih. Pada
beberapa penderita, bakteri penyebabnya masuk ke dalam darah dan
menyebab ke seluruh tubuh sehingga menginduksi demam, rasa menggigil,
serta hilangnya nafsu makan. Bakteri-bakteri tersebut kemudian berkumpul
diberbagai bagian tubuh; mereka menyebabkan bisul merah kecil pada kulit
atau artritis pada persendian (lutut, pergelangan tangan serta sendi-sendi
pada jari dan tangan). Komplikasi endokarditis dan meningitis dapat pula
terjadi. Infeksi oleh gonokokus juga mungkin terjadi di dalam dubur dan
tenggorokaan dan mungkin disebabkan oleh berubahnya preferensi dan cara-
cara melakukan hubungan kelamin.
DIAGNOSA LABORATORIUM
1. Pemeriksaan hematologi:
a.Hitung leukosit menunjukkan adanya lekositosis
b.Hitung jenis leukosit menunjukkan adanya peningkatan gel-gel
tembereng.
2. Pemeriksaan bakteriologis :
a. Pemeriksaan sediaan
Sediaan gram dari sekret mukopurulen (uretra, serviks dan lain-
lain) menunjukkan adanya diplokokus gram negatif yang berada dalam gel
leukosit gel
tembereng. Tehnik antibodi fluoresensi dapat dipergunakan dan
merupakan cara yang khas dan peka. Pada laki-laki mulut uretra
dibersihkan dengan kain kasa yang dicelupkan lebih dahulu dalam air
garam fisiologis dan contoh sekret diambil dengan menggunakan sengkelit
platina yang biasa digunakan untuk pembiakan dan pembuatan sediaan.
Pada wanita, disamping sekret uretra, diperiksa juga usap serviks.
Pada lnfeksi kronis, mungkin tidak ada sekret uretra. Disini eksudatnya
diambil melalui masase prostat.
Diagnosa dilakukan dengan pemeriksaan mikroskopis bakteri
penyebabnya di dalam spesimen dari penglepasan atau discharge dengan
cara menumbuhkan serta mengamati gonokokus di dalam bahan-bahan
yang diperoleh dari bagian dalam uretra pada pria, dari mulut rahim dan
uretra pada wanita, dan dari situs lain manapun yang dicurigai. Pewarnaan
gram eksudat dari uretra dan endoserviks diangkat diagnostik bagi
gonorea bila teramati adanya diplokokus yang khas gram negatif di dalam
leukosit.
Gonokokus dibiakkan pada medium agar coklat atau medium
Thayer dan Martin. Biakan harus diinkubasikan pada 36C C selama 48jam
dengan CO2 (5-10%). Koloni gonokokus yang khas diperkuat oleh reaksi
oksidase, perwamaan gram dan uji peragian gula. (Reaksi oksidase
dilakukan dengan dengan menggenangi koloni dengan 1% tetrametil-p-
© 2004 Digitized by USU digital library 9
fenilendiamin; koloni-koloni Neisseria akan berubah dari putih jemih
menjadi ungu.
EPIEMIOLOGI GONOREA
Meningkatnya insiden gonorea dan penyakit kelamin lainnya di negara-negara
barat bertepatan dengan mulai dipakai obat pencegah kehamilan yang
diminum dan alat pencegah kehamilan yang diletakkan di rahim pada tabun
1960-an. Hal ini turut menyebabkan turut bertambahnya kebebasan seks di
antara kaum wanita dan tentunya juga berkurangnya penggunaan siapan-
siapan spermisidal (membunuh sperma) dan kondom, keduanya ini
memungkinkan perlindungan terhadap gonorea. Gambaran epidemiologis ini
tercerminkan dari meningkatkan kasus gonorea di Amenrika Serikat.
Inang satu-satunya untuk N.gonorrhoeae ialah manusia. Jadi penyakit ini
ditularkan lewat kontak langsung dengan rekan seks terinfeksi yang
merupakan pembawa penyakit.
PENCEGAHAN GONOREA
Sekarang ini belum ada vaksin terhadap gonorea. Kondom dan spermisida
(pembunuh sperma) yang dimasukkan ke dalam vagina tetap merupakan cara
terbaik untuk mengurangi resiko infeksi.
B. TREPONEMA PALLIDUM
SIFILIS
Sifilis disebabkan oleh bakteri yang disebut spiroketa. Penyebarannya tidak
seluas gonorea, tetapi lebih menakutkan karena kerusakan yang mungkin
ditimbulkannya lebih besar. Seperti gonorea, penyakit ini disebarkan melalui
kontak langsung dengan luka-luka pada orang yang ada pada stadium
menular. Spiroketa, seperti gonokokus, adalah mikrobe yang tidak tahan
berada di luar tubuh manusia, sehingga kemungkinan tertulari dari benda
mati sangat kecil.
Treponema pallidum masuk ke dalam tubuh sewaktu terjadi hubungan
kelamin melalui luka-luka goresan yang amat kecil pada epitel, dengan cara
menembus selaput lendir yang utuh ataupun mungkin melalui kulit yang utuh
lewat kantung rambut. Masa inkubasi sifilis berkisar 10-90 hari (rata-rata 21
hari) setelah infeksi. Bila tidak diobati, sifilis dapat timbul dalam beberapa
stadium penyakit.
SIFILIS PRIMER : Gejala pertamanya adalah munculnya bisul kecil keras
yang disebut syanker pada situs infeksi. Biasanya di ujung batang pelir pada
pria dan di leher rahim atau vagina wanita. Syanker itu terlihat jelas pada
pria, tetapi pada wanita seringkali tersembunyi. Bisul itu tidak gatal ataupun
sakit. Jadi sifilis primer dapat berkembang tanpa diketahui. Treponema
biasanya dapat ditemukan di dalam syanker semacam itu melalui
pemeriksaan mikroskopis medan gelap.
Juga dalam stadium ini, spiroketa menyerang kelenjar getah bening,
menyebabkan menjadi lebih besar dan keras. Setelah 3-5 minggu, syanker itu
sembuh secara spontan, dan penyakit itu dari luar nampak tenang-tenang
saja. Tetapi sementara itu organisme tersebut disebarkan lewat aliran darah
ke seluruh tubuh.
SIFILIS SEKUNDER : Stadium penyakit ini di dahului oleh ruam (
pemunculan pada kulit) yang timbul setiap saat pada 2 sampai 12 minggu
setelah hilangnya syanker. Penyakit itu sekarang tersebar umum dan juga
terjadi limfodenopati (kelenjar getah belling yang berpenyakit) yang tersebar
luas. Sifilis disebut pula "peniru besar" karena gejala-gejala yang timbul pada
stadium ini mirip dengan yang ditimbulkan oleh penyakit lain seperti flu atau
mononuleosis menular. Selain ruam gejala-gejala lainnya meliputi radang
© 2004 Digitized by USU digital library 10
tenggorokan, kelenjar getah bening yang lembek, demam, lesu dan pusing.
Kadang-kadang disertai rontoknya rambut sebagian-sebagian. Luka patogenik
terjadi pada selaput lendir, mata, dan sistim syaraf pusat luka-luka ini penuh
dengan treponema. Korban dapat menderita hanya satu atau dua dari seluruh
gejala penyakit ini atau semua gejala. Stadium ini berlangsung beberapa
minggu, dan gejala-gejalanya termasuk luka-luka patogenik, hilang tanpa
pengobatan. Tetapi sementara itu treponema mungkin sudah mulai
menyerang organ-organ lain dalam tubuh.
Seorang penderita dapat menularkan penyakit ke orang lain hanya bila
menderita sifilis stadium primer dan sekunder, yang berlangsung sampai
selama 2 tahun.
SIFILIS LATEN: Bila tidak diobati, sifilis sekunder berlanjut menjadi sifilis
laten. Selama stadium ini penderita sama sekali tidak menunjukkan gejala
yang jelas. Stadium ini dapat berlangsung berbulan-bulan, bertahun-tahun
atau bahkan seumur hidup. Stadium laten hanya dapat diketahui dengan
melakukan uji darah (serologis).
SIFILIS TERSIER ATAU LANJUT : Satdium ini timbul pada sekitar 30% dari
orang-orang yang tidak diobati dan dapat terjadi 5 sampai 40 tahun sesudah
infeksi mula-mula. Hasil kerja spiroketa secara diam-diam tetapi mematikan
selama stadium laten itu menjadi jelas. Luka-luka patogenik tersier terjadi
pada sistim safar pusat, sistim pembuluh darah jantung, kulit dan organ-
organ vital lain seperti mata, otak, tulang, ginjal dan hati. Luka-luka ini yang
disebut gumata lalu pecah dan menjadi borok .Penderita dapat terserang sakit
jiwa, kebutaan atau penyakit jantung ; dan akhirnya dapat meninggal.
SIFLIS SYARAF
Selama stadium early, sepertiga dari penderita sifilis dapat terkena
susunan syaraf pusatnya dan setengah dari golongan ini jika tidak mendapat
pengobatan akan menderita laten neurosifilis, yang jaraknya dari stadium
primer dapat mencapai waktu lebih dari 5 tahun. Penyakit ini terjadi tanpa
gejala, sedangkan gejala klasik dapat timbul dalam bentuk dementia
paralytica, tabes dorsalis dan sebagainya. Gejala penyakit yang timbul juga
dapat menyerupai penyakit saraf lainnya.
SIFLIS KARDIOVASKULER
Setelah 10-40 tahun sejak terjadinya sifilis primer, penderita yang tidak
mendapat pengobatan dapat,menunjukkan tanda-tanda terkena sistim
kardiovaskuler. Terjadi kelainan sifilis pada aorta dan arteritis paru-paru.
Reaksi peradangan yang terjadi dapat menyebabkan stenosis yang berakibat
angina, insufisiensi miokardium yang dapat mengakibatkan kematian.
SIFLIS KONGENITA
Sifilis kongenita merupakan penyakit sifilis yang timbul pada bayi waktu lahir,
beberapa waktu atau beberapa tahun sesudahnya. Wanita hamil yang sedang
menderita sifilis, terutama stadium sekunder, dapat menularkannya pada bayi
yang sedang dikandungnya secara transplasenta. Treponema pallidum yang
terdapat dalam peredaran darah ibu masuk ke janin pada waktu kehamilan
minggu ke 16. Pada saat itu lapisan gel Langhans telah menjadi atropik. Jika
infeksinya terjadi secara masif,maka dapat mengakibatkan kematian janin,
atau bayi lahir terus mati. Infeksi treponema juga dapat mengakibatkan
gangguan pertumbuhan janin intra atau ekstrauteri. Jika wanita hamil baru
terkena sifilis pada waktu 6 minggu terakhir kehamilannya, maka biasanya
janin belum sempat terkena sifilis, karena kuman belum sempat tersebar di
dalam peredaran darah ibu.
© 2004 Digitized by USU digital library 11
SIFLIS KONGENITA PRAEKOKS
Penyakit ini mulai menunjukkan gejala pada waktu bayi lahir atau setelah
berumus 1-3 bulan. Terlihat bullae pada telapak tangan, condylomata lata,
osteochondritis atau periostitis epiphysis tulang panjang yang dapat
menyebabkan terjadinya pseudoparalisis dari Parrot, kelainan pada tulang
tibia atau sabre bone, terjadi patah tulang spontan atau penonjolan tulang
dahi. Selain itu dapat terjadi gejala penyumbatan hidung atau snuffle-nose,
hepatosplenomegali, atropi dan distropi otot, sehingga berat badan statis
tidak bertambah.
SIFLIS KONGENITA TARDA
Penyakit ini mulai menunjukkan gejala pada usia lebih dari satu tahun sampat
usia 6- 7 tahun. Akan ditemukan trias Hutchinson, yaitu berupa tuli syaraf ke-
8 atau tuli perseptif, defo~itas gigi seri atas tengah dan keratitisinterstitialis.
Syphilis d'emblee
Penyakit ini terjadi karena infeksi Treponema lewat tusukan jarum yang
dalam, misalnya pada transfusi darah yang berasal dari penderita sifilis.
Biasanya tidak dijumpai stadium primer melainkan langsung muncul gejala-
gejala stadium sekunder.
MORFOLOGI TREPONEMA PALLIDUM
Penyebab sifilis adalah spiroketa Treponema pallidum, mikroorganisme ini
halus, berpilin ketat dengan ujung meruncing dan terdiri dari 6 sampai 14
spiral; berukuran lebar 0,25 sampai 0,3 um dan panjang 6 sampat 15 um.
Organisme ini dapat dikenali paling jelas pada suatu spesimen klinis yang
berasal dari luka sifilitik stadium primer dan sekunder dibawah mikroskop
medan gelap ; ini jelas terlihat dari bentuk spiral dan pergerakannya yang
seperti putaran pembuka sumbat.
Treponema pallidum mempunyai membran luar, atau selongsong yang
disebut periplas yang melingkungi komponen-komponen dalam sel
(keseluruhannya disebut silinder protoplasma). Suatu filamen aksial, yang
terdiri dari tiga sampai enam fibril, terletak diantara periplas dan silinder
protoplasma.
Tpallidum yang virulen belum berhasil di biakkan secara in vitro.
Galur-galur T.pallidum yang non virulen (tidak patogenik), seperti galur Reiter
dan Noguchi, telah berhasil dibiakkan invitro dan menjadi sumber antigen
untuk uji-uji diagnostik laboratoris
STRUKTUR ANTIGEN
T.pallidum tidak dapat dibiakkan in-vitro yang jelas memiliki ciri khas terbatas
dari antigennya. Hal ini menjadi tidak jelas jika selubung glikosaminoglikan
berasal dari sel inang atau dibuat oleh treponema. Fungsi selubung untuk
menghambat pemtumbuhan organisme berperantara antibodi atau
berperantara komplemen. Terdapat asam sialat pada permukaan organisme
yang berfungsi untuk menghambat aktivasi jalur komplemen altematif.
T.pallidum subsp pallidum memiliki hialuronidase yang menguraikan asam
hialuronat dalam substansi dasar jaringan dan diduga meningkatkan
kemampuan invasif organisme. Bentuk protein T. pallidum (semuanya
subspesies ) tidak dapat dibedakan ; lebih dari 100 protein antigen.
Endoflagel terdiri dari 3 protein inti yang homolog terhadap protein flagelin
bakteri lain, ditambah protein selubung yang tidak berhubungan. Terdapat
banyak kelompok lipoprotein yang telah diketahui fungsinya, diduga semua ini
tampak renting dalam respon imun. Kardiolipin adalah komponen renting dari
antigen treponema.
© 2004 Digitized by USU digital library 12
SIFAT PATOGENITAS
Sifilis berjangkit secara alamiah hanya pada manusia dan terutama ditularkan
lewat hubungan kelamin atau dari ibu yang terinfeksi kepada janinnya (sifilis
bawaan atau sebelum lahir) lewat ari-ari. Pada kasus yang tidak diobati 25%
di antara janin meninggal meninggal sebelum lahir 25-30% meninggal segera
setela dilahirkan yang lain menunjukkan gejala komplikasi lanjut (misalnya
menjadi tuli).Sejumlah besar treponema dalarn darah dan jaringan musnah
selama sifilis sekunder. Penisilin adalah adalah antibiotik yang dipilih untuk
pengobatan sifilis.
DIAGNOSA LABORATORIUM
Diagnosa si


Use: 0.2574