• PENERAPAN METODE FIELD TRIP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ...


  •   
  • FileName: A310040072.pdf [read-online]
    • Abstract: dalam pembelajaran menulis salah satunya pada penggunaan metode. Penelitian tentang ... Dengan digunakannya metode field trip dalam pembelajaran menulis ...

Download the ebook

PENERAPAN METODE FIELD TRIP UNTUK
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI
PADA SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI 1 NGEMPLAK
KABUPATEN BOYOLALI
SKRIPSI
Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
Guna Mencapai Derajat S-1
Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah
Oleh :
Siti Zulaikhoh
A 310 040 072
PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2009
PERSETUJUAN
PENERAPAN METODE FIELD TRIP UNTUK MENINGKATKAN
KEMAMPUAN MENULIS DES KRIPSI PADA SISWA KELAS X-1 SMA
NEGERI 1 NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI
Dipersiapkan dan disusun oleh:
SITI ZULAIKHOH
A310 040 072
Telah Disetujui untuk Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Skripsi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Jurusan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah
Persetujuan Pembimbing,
Pembimbing I, Pembimbing II,
Drs. Andi Haris Prabawa, M.Hum. Drs. Agus Budi Wahyudi, M.Hum.
NIK. 412 NIK. 405
ii
PENGESAHAN
PENERAPAN METODE FIELD TRIP UNTUK MENINGKATKAN
KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS X-1 SMA
NEGERI 1 NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI
Dipersiapkan dan disusun oleh:
SITI ZULAIKHOH
A 310 040 072
Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji
Pada Tanggal, 12 Januari 2009
Dan Dinyatakan telah Memenuhi Syarat
Susunan Dewan Penguji
1. Drs. Andi Haris Prabawa, M.Hum. ( )
2. Drs. Agus Budi Wahyudi, M.Hum. ( )
3. Drs. Yakub Nasucha, M.Hum. ( )
Surakarta, 12 Januari 2009
Universitas Muhammadiyah Surakarta
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Dekan,
Drs. H. Sofyan Anif, M.Si.
NIK. 574
iii
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya
yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan
tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat
yang pernah ditulis atau diterbitkan orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam
naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Apabila kelak terbukti ada ketidakbenaran dalam pernyataan saya di atas,
maka akan saya pertanggungjawabkan sepenuhnya.
Surakarta, 4 Desember 2008
Peneliti,
Siti Zulaikhoh
A 310 040 072
iv
MOTTO
? Hidup di dunia adalah kesementaraan yang acap kali terasa tak berujung
pangkal hingga kita merasa jenuh, bosan dan muak menunggu keputusan.
Tapi kita harus bersabar karena esok adalah seribu kemungkinan (A.
Gunawan. Horison).
? Keridhoan hati menuntun pada kekuatan bukan kelemahan. Mengakui
kesalahan dan melakukan perubahan pada kesalahan adalah bentuk tertinggi
dari penghormatan pada diri sendiri (Mutiara Amaly).
? Kegagalan yang sesungguhnya adalah ketakutan yang ada pada diri kita untuk
bangkit menjadi lebih baik (Penulis).
v
PERSEMBAHAN
Seiring dengan sujud syukur pada-Nya karya sederhana ini penulis
persembahkan kepada.
? Ayah dan Ibuku tercinta. Terima kasih telah memberikan kasih sayang
yang tulus, doa, dan restumu adalah anugerah terindah dalam hidupku,
yang selalu terucap disetiap hitungan detik dan disetiap sujud sucimu serta
tiap tetesan keringatmu adalah semangat bagiku.
? Saudara kembarku Zulaikhah, adikku Azis dan kakakku Nur Wahid terima
kasih atas motivasi, untaian doa dan nasihatnya.
? Keluargaku di Solo adik Nur dan adik Huda khususnya terima kasih atas
kasih sayang dan tumpangannya.
vi
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Segala puji syukur bagi Allah, dengan nama-Nya langit ditinggikan dan
bumi dihamparkan. Segala puji bagi Allah yang semua jiwa dalam genggaman-
Nya. Allahlah pemilik segala kemuliaan, keagungan, kekuatan, dan keperkasaan.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah SAW.
Keluarganya, serta sahabat-sahabatnya dan orang-orang yang senantiasa teguh di
jalan-Nya.
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi syarat memperoleh gelar
Sarjana Pendidikan S1 Program Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Keberhasilan penulisan skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh
karena itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada
berbagai pihak.
1. Drs. H. Sofyan Anif, M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
2. Drs. H. Yakub Nasucha, M.Hum., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa,
Sastra Indonesia, dan Daerah.
3. Drs. Andi Haris Prabawa, M.Hum., selaku Pembimbing I yang telah
memberikan pengarahan, bimbingan dan bantuan dalam menyelesaikan
skripsi ini.
vii
4. Drs. Agus Budi Wahyudi, M.Hum., selaku Pembimbing II yang telah
memberikan pengarahan, bimbingan dan bantuan dalam menyelesaikan
skripsi ini.
5. Drs. Tri Wahyudi., selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ngemplak
kabupaten Boyolali yang tela h memberikan izin riset kepada penulis.
6. Dra. Wiwin Setia Windiari., selaku guru bahasa Indonesia kelas X SMA
Negeri 1 Ngemplak kabupaten Boyolali yang telah memberikan bimbingan
dan pengarahan kepada penulis dalam melakukan riset.
7. Siswa-siswi kelas X-1 SMA Negeri 1 Ngemplak terima kasih atas
kesediaannya memberikan data dalam skripsi ini.
8. Bapak dan ibu tercinta yang telah memberi dukungan, doa, dan kasih
sayang.
9. Adik dan kakak-kakakku serta keluarga di Solo terima kasih atas doa dan
dukungannya yang telah diberikan selama ini.
10. Teman-teman seperjuangan Eri, Esti, mbak Neni, Nana, Vivi, Ifah yang
selalu memberi semangat dan canda tawa.
11. Teman-teman PBSID angkatan 2004 terima kasih atas kebersamaannya
selama ini.
Teriring doa, semoga semua bantuan dan amal kebaikan yang diberikan
kepada penulis mendapatkan imbalan pahala dan keridhoan dari Allah SWT.
Penulis menyadari skripsi ini jauh dari kesempurnaan dan sangat banyak
kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis
viii
harapkan demi kesempurnaan skripsi ini. Harapan dari penulis semoga skripsi ini
dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan penulis pada khususnya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Surakarta, 4 Desember 2008
Penulis
ix
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………………….i
HALAMAN PERSETUJUAN…………………………………………………….ii
HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………………iii
HALAMAN PERNYATAAN……………………………………………………iv
MOTTO……………………………………………………………………………v
PERSEMBAHAN………………………………………………………………...vi
KATA PENGANTAR…………………………………………………………...vii
DAFTAR ISI………………………………………………………………………x
DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………….xiii
ABSTRAK………………………………………………………………………xiv
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………1
A. Latar Belakang Masalah………………………………………………1
B. Rumusan Masalah…………………………………………………….6
C. Tujuan Penelitian……………………………………………………...6
D. Indikator Keberhasilan………………………………………………..6
E. Manfaat Penelitian………………………………………………….....7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI …………………..9
A. Tinjauan Pustaka……………………………………………………...9
B. Landasan Teori………………………………………………………11
1. Pengertia n dan Tujuan Menulis…………………………………….11
x
2. Jenis-Jenis Tulisan………………………………………………….12
3. Hakikat Deskripsi………………………………………………….14
4. Pembelajaran Menulis Deskripsi di Sekolah………………………19
a. Hakikat Belajar dan Pembelajaran………………………………19
b. Tujuan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia……………..21
c. Pembelajaran Menulis…………………………………………...22
d. Pembelajaran Menulis Deskripsi………………………………...23
e. Penilaian Menulis Deskripsi…………………………………….23
5. Hakikat Metode Pembelajaran……………………………………..28
C. Kerangka Berpikir…………………………………………………...31
D. Hipotesis Tindakan…………………………………………………..32
BAB III METODE PENELITIAN………………………………………………33
A. Tempat dan Waktu Penelitian……………………………………….33
B. Objek dan Subjek Penelitian………………………………………...34
C. Bentuk Penelitian……………………………………………………34
D. Sumber Data…………………………………………………………36
E. Teknik Pengumpulan Data…………………………………………..36
F. Teknik Analisis Data………………………………………………...37
G. Prosedur Penelitian…………………………………………………..38
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN………………………...42
A. Gambaran Umum SMA Negeri 1 Ngemplak………………………..42
B. Kesulitan yang Dihadapi dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi….47
C. Pelaksanaan Tindakan……………………………………………….52
xi
1. Siklus I……………………………………………………………..52
a. Perencanaan Tindakan……………………………………………52
b. Pelaksanaan Tindakan……………………………………………53
c. Pengamatan (observasi)…………………………………………..55
d. Analisis dan Refleksi……………………………………………..56
2. Siklus II…………………………………………………………….60
a. Perencanaan Tindakan……………………………………………60
b. Pelaksanaan Tindakan……………………………………………63
c. Pangamatan (observasi)…………………………………………..65
d. Analisis dan Refleksi……………………………………………..66
D. Pembahasan Hasil Penelitian………………………………………...69
1. Kualitas Proses Pembelajaran Menulis Deskripsi Meningkat……...72
2. Kualitas Hasil Pembelajaran Menulis Deskripsi Meningkat……….74
BAB V PENUTUP………………………………………………………………79
A. SIMPULAN………………………………………………………….79
B. SARAN………………………………………………………………79
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
xii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Foto Kegiatan Belajar Mengajar .
Lampiran 2. Pedoman Pengamatan Proses Belajar.
Lampiran 3. Silabus.
Lampiran 4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus 1.
Lampiran 5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II.
Lampiran 6. Petunjuk Tes Siklus 1.
Lampiran 7. Petunjuk Tes Siklus II.
Lampiran 8. Catatan Lapangan Pretes.
Lampiran 9. Catatan Lapangan Siklus 1.
Lampiran 10. Catatan Lapangan Siklus II.
Lampiran 11. Karangan Siswa.
Lampiran 12. Surat Izin Penelitian.
Lampiran 13. Surat Keterangan Penelitian.
xiii
ABSTRAK
PENERAPAN METODE FIELD TRIP UNTUK MENINGKATKAN
KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS X-1 SMA
NEGERI 1 NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI
Siti Zulaikhoh. A 310 040 072. Jurusan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan
Daerah. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah
Surakarta. 2009. 80 halaman.
Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) meningkatkan kualitas proses
pembelajaran menulis deskripsi siswa kelas X-1 SMA Negeri 1 Ngemplak melalui
penerapan metode field trip, (2) meningkatkan kualitas hasil pembelajaran
menulis deskripsi siswa kelas X SMA Negeri 1 Ngemplak melalui penerapan
-1
metode field trip.
Penelitian ini mengambil lokasi di SMA Negeri 1 Ngemp lak kabupaten
Boyolali. Bentuk penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas yaitu penelitian
tindakan yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran
di kelas. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas X-1
SMA Negeri 1 Ngemplak dan objeknya adalah proses belajar mengajar,
khususnya pembelajaran menulis deskripsi yang terjadi di kelas X-1.Teknik
pengumpulan data dengan observasi, wawancara, tes dan angket. Data yang telah
terkumpul dianalisis secara kritis dengan me mbandingkan hasil tindakan dalam
tiap siklus dengan indicator keberhasilan tindakan yang telah ditetapkan. Hasil
analisis mencakup kegiatan mengungkapkan kelebihan dan kekurangan kerja
siswa dan guru dalam proses belajar-mengajar.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini antara lain: (1) penerapan metode
field trip dapat meningkatkan pembelajaran menulis. Hal ini ditandai dengan
persentase keaktifan, perhatian, konsentrasi, minat, dan motivasi siswa dalam
pembelajaran menulis deskripsi yang mengalami peningkatan pada setiap
siklusnya. Pada siklus I siswa yang aktif sebesar 60% sedangkan pada siklus II
siswa yang aktif meningkat menjadi 70%. (2) penerapan metode field trip dapat
meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis deskripsi. Hal ini ditandai
dengan nilai hasil tulisan siswa yang mengalami peningkatan. Pada siklus I nilai
terendah siswa 45 dan nilai tertinggi siswa adalah 74 sedangkan pada siklus II
nilai terendah siswa 50 dan nilai tertinggi siswa adalah 80, (3) ketuntasan hasil
belajar siswa meningkat. Dalam pretes hanya 10 siswa yang mencapai ketuntasan
hasil belajar (memperoleh nilai 65 ke atas). Pada siklus I ketuntasan hasil belajar
siswa meningkat menjadi 38,09% atau 16 siswa dan pada siklus II menjadi 75,6%
atau 31 siswa.
Kata kunci: menulis deskripsi, field trip, penelitian tindakan kelas (PTK)
xiv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pada hakikatnya, pembelajaran bahasa adalah belajar berkomunikasi,
mengingat bahasa merupakan sarana komunikasi dalam masyarakat. Untuk dapat
berkomunikasi dengan baik, seseorang perlu belajar cara berbahasa yang baik dan
benar. Pembelajaran tersebut akan lebih baik manakala dipelajari sejak dini dan
berkesinambungan. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa disertakan dalam
kurikulum. Hal ini berarti setiap peserta didik dituntut untuk mampu menguasai
bahasa yang mereka pelajari terutama bahasa resmi yang dipakai oleh negara yang
ditempati peserta didik. Begitu pula di Indonesia, bahasa Indonesia menjadi
materi pembelajaran yang wajib diberikan di setiap jenjang pendidikan, mulai dari
sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Hal itu dilakukan supaya peserta didik
mampu menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar serta mampu
menerapkannya dalam kehidupan masyarakat.
Menulis sebagai suatu kegiatan berbahasa yang bersifat aktif dan produktif
merupakan kemampuan yang menuntut adanya kegiatan encoding yaitu kegiatan
untuk menghasilkan atau menyampaikan bahasa kepada pihak lain melalui tulisan.
Kegiatan berbahasa yang produktif adalah kegiatan menyampaikan
gagasan, pikiran, atau perasaan oleh pihak penutur, dalam hal ini penulis.
Sebenarnya kegiatan produktif terdiri dari dua macam yaitu berbicara dan
menulis. Meskipun sama-sama merupakan kegiatan produktif, kegiatan tersebut
1
mempunyai perbedaan yang utama, yaitu pada media dan sarana yang digunakan.
Berbicara menggunakan sarana lisan, sedangkan menulis menggunakan sarana
tulisan. Di samping itu, berbicara merupakan aktivitas memberi dan menerima
bahasa, yaitu menyampaikan gagasan pada lawan bicara pada waktu yang
bersamaan menerima gagasan yang disampaikan lawan bicara. Jadi dalam
berbicara terjadi komunikasi timbal-balik, hal yang tidak dapat ditemui dalam
menulis. Sementara itu, menulis adalah kegiatan menyampaikan gagasan yang
tidak dapat secara langsung diterima dan direaksi oleh pihak yang dituju.
Aktivitas menulis merupakan salah satu manisfestasi kemampuan (dan
keterampilan) berbahasa paling akhir yang dikuasai pembelajar bahasa setelah
mendengarkan, membaca, dan berbicara (Nurgiyantoro, 2001: 296). Dalam buku
yang sama juga dijelaskan apabila dibandingkan dengan keterampilan berbahasa
yang lain, kemampuan menulis lebih sulit dikuasai oleh pembelajar bahasa karena
kemampuan menulis menghendaki penguasaan berbagai aspek lain di luar bahasa,
untuk menghasilkan paragraf atau wacana yang runtut dan padu.
Nurgiantoro (2001: 273) mengungkapkan bahwa menulis adalah aktivitas
mengungkapkan gagasan melalui media bahasa. Batasan yang dibuat Nurgiantoro
sangat sederhana, menurutnya menulis hanya sekedar mengungkapkan ide,
gagasan, atau pendapat dalam bahasa tulis, lepas dari mudah tidaknya tulisan
tersebut dipahami oleh pembaca.
Kegiatan menulis, khususnya menulis deskripsi dalam dunia persekolahan
termasuk dalam aktivitas pembelajaran yang memprihatinkan. Pada jenj ang
SMA/MA kelas X kegiatan tersebut diwujudkan dengan standar kompetensi yang
2
berbunyi: Menuangkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (narasi,
deskripsi, eksposisi). Adapun kompetensi dasar berbunyi: Menulis hasil observasi
dalam bentuk paragraf deskripsi
Selama ini pembelajaran menulis deskripsi dilakukan secara konvensional.
Dalam arti siswa diberi sebuah teori menulis deskripsi kemudian siswa melihat
contoh dan akhirnya siswa ditugasi untuk membuat paragraf atau wacana
deskripsi baik secara langsung atau dengan jalan melanjutkan tulisan yang ada.
Kesimpulan tersebut diperkuat dengan adanya fakta bahwa media atau sumber
belajar yang variatif tidak dimunculkan oleh guru. Sumber belajar di luar guru
yang dapat dimanfaatkan oleh siswa yaitu buku teks dan LKS bahasa Indonesia.
Oleh karena itu, suasana belajar mengajar tentang keterampilan menulis menjadi
membosankan dan siswa merasa jenuh mengikuti proses pembelajaran tersebut.
Selain itu siswa belum mampu mengidentifikasikan sebuah peristiwa atau pun
gambaran yang ada dalam pikiran masing- masing untuk dirangkai ke dalam
bentuk tulisan atau dalam kata lain siswa kurang dapat menggali ide dan gagasan.
Padahal guru sudah menentukan tema tulisan secara jelas.
Fenomena yang saat ini terjadi dalam pembelajaran menulis di sekolah,
khususnya SMA Negeri 1 Ngemplak berdasarkan hasil survei yang telah
dilaksanakan menunjukkan rendahnya kualitas proses dan hasil pembelajaran
menulis siswa kelas X-1. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti rendahnya
keterampilan menulis siswa, khususnya menulis deskripsi disebabkan oleh
beberapa faktor diantaranya (1) adanya minat dan motivasi siswa yang masih
rendah, (2) kurangnya pembiasaan terhadap tradisi menulis menyebabkan siswa
3
menjadi terbebani apabila mendapatkan tugas untuk menulis, (3) sebagian siswa
membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat menuangkan ide dan
gagasannya, (4) siswa belum mampu dalam menuangkan ide/gagasan dengan
baik, (5) siswa kurang bisa mengembangkan bahasa, (6) hasil tulisan siswa belum
mencapai ketuntasan belajar.
Melihat kondisi demikian, akhirnya peneliti berusaha memberikan solusi
alternatif dalam pembelajaran menulis supaya segala permasalahan serta kendala
yang terdapat pada siswa maupun guru dapat teratasi. Akhirnya setelah adanya
diskusi antara pihak peneliti dan guru bahasa Indonesia setempat penelitian
tentang permasalah dalam menulis deskripsi perlu dilakukan.
Penggunaan metode yang tepat agar dapat memperbaiki dan
meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis. Selain itu cara mengajar guru
harus menggunakan teknik pembelajaran yang bervariasi secara kreatif. Merujuk
pada segala permasalahan di atas, guru bersama peneliti menbuat berbagai solusi
dalam pembelajaran menulis salah satunya pada penggunaan metode.
Penelitian tentang peningkatan keterampilan menulis dengan
menggunakan metode field trip dilakukan karena melihat kondisi siswa dalam
menerima materi menulis belum sesuai dengan harapan. Selain itu, peneliti
beranggapan metode pengajaran dan pembelajaran yang digunakan oleh guru
dengan metode ceramah dan media contoh-contoh belum mengalami perubahan
terhadap hasil pekerjaan siswa dalam menulis. Masalah lain yang muncul siswa
akan berpersepsi negativ terhadap materi menulis, karena metode dan media yang
digunakan terkesan membosankan dan membingungkan.
4
Field trip merupakan pesiar (ekskursi) yang digunakan oleh para peserta
didik untuk melengkapi pengalaman belajar tertentu dan merupakan bagian
integral dari kurikulum sekolah (Sagala, 2006: 214). Dengan field trip sebagai
metode belajar mengajar anak didik dibawah bimbingan guru mengunjungi
tempat-tempat tertentu dengan maksud untuk belajar. Hal ini sangat sesuai untuk
meningkatkan pembelajaran menulis deskripsi karena dengan mendekatkan objek
belajar dengan siswa akan lebih memudahkan siswa untuk menuangkan ide- ide ke
dalam tulisan.
Adapun menurut Roestriyah (2001: 85) tujuan teknik ini adalah dengan
melaksanakan field trip diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman
langsung dari objek yang dilihatnya, dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik
seseorang serta dapat bertanggung jawab. Mungkin dengan jalan demikian mereka
mampu memecahkan persoalan yang dihadapi dalam pembelajaran. Selain itu
dengan metode ini akan membuat siswa lebih nyaman dan senang ketika
pembelajaran berlangsung dan dapat melatih siswa untuk menggunakan waktu
secara efektif.
Berdasarkan diskusi antara peneliti dan guru bahasa Indonesia metode
field trip digunakan sebagai salah satu sarana dalam memilih judul sebagai bahan
untuk penelitian “Penerapan Metode Field Trip Untuk Meningkatkan
Kemampuan Menulis Deskripsi Pada Siswa Kelas X-1 Di SMA Negeri 1
Ngemplak Kabupaten Boyolali”.
5
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang masalah di atas, rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah penerapan metode field trip dapat meningkatkan kualitas proses
pembelajaran menulis deskripsi siswa kelas X-1 SMA Negeri 1
Ngemplak?
2. Apakah penerapan metode field trip dapat meningkatkan kualitas hasil
pembelajaran menulis deskripsi siswa kelas X-1 SMA Negeri 1
Ngemplak?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis deskripsi siswa
kelas X-1 SMA Negeri 1 Ngemplak melalui penerapan metode field trip.
2. Untuk meningkatkan kualitas hasil pembelajaran menulis deskripsi siswa
kelas X-1 SMA Negeri 1 Ngemplak melalui penerapan metode field trip.
D. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Kualitas pembelajaran menulis siswa, ditandai dengan timbulnya
keaktifan siswa (semangat, motivasi, minat) dalam mengikuti
pembelajaran keterampilan menulis. Keaktifan siswa dalam pembelajaran
6
meliputi aktif bertanya maupun memberikan tanggapan, aktif mengerjakan
tugas serta menjawab pertanyaan guru.
2. Keterampilan menulis siswa ditandai dengan
a. Meningkatnya kemampuan siswa dalam menghasilkan kosa kata yang
bervariasi dalam tulisan.
b. Mampu mengo rganisasikan gagasan dengan baik.
c. Munculnya kreatifitas dan imajinasi siswa dalam menyusun kalimat-
kalimat menjadi sebuah tulisan yang baik.
d. Ada kesesuaian antara isi tulisan dengan objek yang diamati.
3. Ketuntasan hasil belajar ditandai dengan hasil pekerjaan siswa yang telah
mencapai angka 65 ke atas.
E. Manfaat Penelitian
1. Manfaat teoritis
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai:
a. Bahan kajian dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil
pembelajaran menulis deskripsi.
b. Memberikan sumbangan wawasan dan pengetahuan mengenai
pembelajaran menulis deskripsi.
2. Manfaat praktis
a. Bagi siswa
1. Memberi kemudahan bagi siswa dalam mene mukan ide tulisan.
2. Menjadikan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.
7
3. Meningkatkan kemampuan menulis deskripsi siswa.
b. Bagi guru
1. Mengatasi kesulitan pembelajaran menulis deskripsi yang dialami
guru.
2. Menjadi acuan bagi guru untuk membuat pembelajaran menulis
deskripsi lebih kreatif dan inovatif.
c. Bagi peneliti
1. Mengaplikasikan teori yang diperoleh.
2. Menambah pengalaman peneliti dalam penelitian yang terkait
dengan pembelajaran menulis.
8
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka adalah pemaparan hasil penelitian yang dilakukan oleh
peneliti lainnya atau para ahli. Dengan adanya tinjauan pustaka ini penelitian
seseorang dapat diketahui aslinya. Tinjauan pustaka akan dikaji melalui telaah
pustaka yang berkaitan dengan penelitian ini.
Titin Rahmawati (2008) dalam penelitiannya yang berjudul “Peningkatan
Keterampilan Menulis Dengan Metode Berkunjung ke Lingkungan Sekitar (Field
trip) Pada Siswa Kelas V SD Negeri I Kulurejo Kecamatan Nguntoronadi
Kabupaten Wonogiri Tahun Ajaran 2007/2008”. Hasil penelitiannya antara lain:
1) penerapan metode berkunjung ke lingkungan sekitar dapat meningkatkan
kualitas pembelajaran menulis, 2) penerapan metode berkunjung ke lingkungan
sekitar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis.
Penelitian yang berkaitan dengan menulis deskripsi juga dilakukan oleh
Laely Etika Rahmawati (2007) dengan judul “Pengaruh Pembelajaran dan
Kemampuan Penalaran Berbahasa Terhadap Kemampuan Menulis Deskripsi
Siswa Kelas X SMA Negeri I Gemolong dan SMA Negeri I Sragen Tahun Ajaran
2007/2008 (Studi Eksperimen)”. Hasil penelitiannya antara lain 1) penerapan
pendekatan komunikatif lebih baik daripada pendekatan konvensional dalam
meningkatkan kemampuan menulis deskripsi siswa, 2) semakin tinggi
kemampuan penalaran siswa kemampuan menulis deskripsinya semakin baik, 3)
9
terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan kemampuan penalaran
berbahasa terhadap kemampuan menulis deskripsi siswa.
Penelitian yang lain dilakukan oleh Khusnul Latifah (2007) dengan judul
“Peningkatan Keterampilan Menulis Dengan Media Gambar Pada Kelas X SMA
Negeri 5 Surakarta”. Hasil penelitiannya me nyatakan bahwa terdapat peningkatan
pembelajaran keterampilan menulis pada siswa kelas X.7 SMA Negeri 5,
Surakarta dengan menerapkan media gambar. Hal ini terefleksi dari beberapa
indikator sebagai berikut 1) proses belajar- mengajar berlangsung menjadi
kegiatan dua arah (guru dan siswa saling mengisi dalam proses belajar-mengajar
di kelas, 2) guru memberikan stimulus (peringatan) siswa merespon tersebut,
selama proses belajar-mengajar berlangsung siswa menjadi aktif bertanya dan
memperhatikan pembelajaran, 3) hasil menulis siswa meningkat.
Penelitian yang dilakukan oleh Wati Istanti (2007) dengan judul
“Penerapan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis
Ilmiah Pada Siswa Kelas XIII Program Bahasa (PTK di SMA Negeri 3
Sukoharjo)”. Hasil penelitian menyatakan terjadi peningkatan kualitas
pembelajaran (baik proses maupun hasil) menulis ilmiah pada siswa kelas XII
progam bahasa di SMA Negeri 3 Sukoharjo. Peningkatan kualitas proses
pembelajaran tersebut terjadi setelah guru melakukan upaya, diantaranya yaitu: 1)
penjelasan guru dengan lebih ditekankan pada kualitas pemahaman siswa bukan
pada kuantitas materinya, 2) pemberian model atau contoh sebagai acuan siswa
dalam pengembangan gagasannya untuk menulis ilmiah, 3) memberikan
Feedback atau umpan balik terhadap tugas yang telah dikerjakan siswa, 4)
10
memberikan pendekatan keterampilan proses dengan memberi sanksi berupa
pengurangan nilai sebesar 0,5 bagi siswa agar memiliki rasa percaya diri.
B. Landasan Teori
1. Pengertian dan Tujuan Menulis
Menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa.
Menulis bukanlah hal yang sulit namun tidak juga dikatakan mudah. Menulis
dikatakan bukan hal yang sulit bila menulis hanya diartikan sebagai aktivitas
mengungkapkan gagasan melalui lambang- lambang grafis tanpa
memperhatikan unsur penulisan dan unsur di luar penulisan seperti pembaca.
Sementara itu, sebagian besar orang berpendapat bahwa menulis bukan hal
yang mudah sebab diperlukan banyak bekal bagi seseorang untuk
keterampilan menulis.
Nurgiantoro (2001: 273) mengungkapkan bahwa menulis adalah
aktivitas mengungkapkan gagasan melalui media bahasa. Batasan yang dibuat
Nurgiantoro sangat sederhana, menurutnya menulis hanya sekedar
mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat dalam bahasa tulis, lepas dari
mudah tidaknya tulisan tersebut dipahami oleh pembaca. Pendapat senada
disampaikan oleh Semi (1993: 47) menyatakan menulis sebagai tind akan
pemindahan pikiran atau perasaan dalam bahasa tulis dengan menggunakan
lambang- lambang atau grafem.
Berbeda dari kedua pakar di atas, Gie (2002: 3) berpendapat bahwa
menulis diistilahkan mengarang yaitu segenap rangkaian kegiatan seseorang
11
mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada
masyarakat pembaca untuk dipahami. Dengan mencermati pendapat tersebut,
dapat disimpulkan bahwa menulis tidak hanya mengungkapkan gagasan
melalui media bahasa tulis saja tetapi juga meramu tulisan tersebut agar dapat
dipahami oleh pembaca.
Pendapat senada disampaikan oleh Tarigan (1983: 21) yang
menyatakan bahwa menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-
lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh
seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang- lambang grafik
tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambar grafik yang sama,
lambang- lambang grafik yang dimaksud oleh Tarigan adalah tulisan atau
tulisan yang disertai gambar-gambar dan simbol-simbol.
Dari pendapat di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa setidaknya ada
tiga hal yang ada dalam aktivitas menulis yaitu adanya ide atau gagasan yang
melandasi seseorang untuk menulis, adanya media berupa bahasa tulis, dan
adanya tujuan menjadikan pembaca memahami pesan atau informasi yang
disampaikan oleh penulis. Susiamiharja (1997: 10) secara lebih terang
menyatakan bahwa tujuan dari menulis adalah agar tulisan yang dibuat dapat
dibaca dan dipahami oleh orang lain yang mempunyai kesamaan pengertian
terhadap bahasa yang dipergunakan.
2. Jenis-Jenis Tulisan
Menurut Semi (1993: 5) terdapat empat bentuk pengembangan tulisan
yaitu narasi, deskripsi, eksposisi, dan argumentasi. Sementara itu, Keraf
12
(1981: 6-7) membagi karangan atau wacana menjadi lima jenis berdasarkan
tujuan umum yang tersirat dibalik wacana tersebut, yaitu eksposisi,
argumentasi, persuasi, deskripsi, dan narasi.
a. Narasi
Menurut Semi (1993: 32) narasi merupakan bentuk tulisan yang
bertujuan menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman manusia
berdasarkan perkembangan karangan dan tulisan yang bersifat menyejarah
sesuatu berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu. Narasi
mementingkan urutan kronologis suatu peristiwa, kejadian, dan masalah
(Parera, 1993: 5). Narasi bisa berisi fakta, bisa pula fiksi atau rekaman
yang direka-reka atau dikhayalkan oleh pengarangnya saja yang berbentuk
fakta contohnya biografi, autobiografi, kisah-kisah sejati. Sedangkan yang
berbentuk fiksi antara lain novel, cerpen, cerbung (Murahimin, 1999: 97).
b. Deskripsi
Deskripsi adalah suatu bentuk karangan yang hidup dan
berpengaruh. Karangan deskripsi berhubungan dengan pengalaman
pancaindera seperti penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, dan
perasaan. Deskripsi memberikan suatu gambaran tentang suatu peristiwa
atau kejadian dan masalah. Untuk menulis suatu deskripsi yang baik
seseorang pengarang harus dekat kepada objek dan masalah dengan semua
pancaindera (Parera, 1993: 5).
13
c. Eksposisi
Eksposisi merupakan tulisan yang bertujuan menjelaskan atau
memberikan informasi tentang sesuatu (Semi, 1993: 36). Dalam hal
wacana eksposisi, yang dipaparkan itu adalah buah pikiran atau ide,
perasaan atau pendapat penulisnya untuk diketahui orang lain. Oleh
karena itu, terlebih dahulu haruslah ada suatu hal, suatu buah pikiran, atau
suatu isi hati, atau suatu pendapat yang akan kita ungkapkan
d. Argumentasi
Argumentasi merupakan satu bentuk karangan eksposisi yang
khusus. Pengarang argumentasi berusaha untuk meyakinkan atau
membujuk pembaca atau pendengar untuk percaya dan menerima apa
yang dikatakan, dalam hal ini selalu membutuhkan pembuktian dengan
objektif dan menyakinkan. Pengarang dapat mengajukan argumennya
berdasarkan 1) contoh-contoh, 2) analogi, 3) akibat ke sebab, 4) sebab
akibat dan 5) pola-pola deduktif (Parera, 1993: 6).
e. Persuasi
Persuasi merupakan bentuk tulisan ynag menyimpang dari
argumentasi. Hal ini disebabkan dalam persuasi terdapat usaha untuk
membujuk dan menyakinkan pembaca didasarkan pada kelogisan
pembuktian fakta-fakta yang disajikan.
3. Hakikat Deskripsi
Deskripsi berasal dari kata decription yang berarti uraian atau lukisan.
Arti deskripsi menurut Keraf (1981: 93) merupakan sebuah bentuk tulisan
14
yang bertahan dengan usaha para penulis untuk memberikan perincian-
perincian dan objek yang sedang dibicarakan. Kata deskripsi berasal dari kata
Latin describera yang berarti menulis tentang atau membeberkan sesuatu hal,
sebaliknya kata deskripsi dapat diterjemahkan menjadi pemerian yang berasal
dari kata peri-memerikan yang berarti melukiskan sesuatu hal.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sumarlam (2003: 210) wacana
deskripsi pada dasarnya berupa rangkaian tuturan yang memaparkan atau
melukiskan sesuatu baik berdasarkan pengalaman maupun pengetahuan
penuturnya. Tujuan yang ingin dicapai oleh wacana ini adalah tercapainya
pengalaman yang agak imajinatif terhadap sesuatu, sehingga pembaca atau
pendengar merasa seolah-olah ia mengalami atau menge tahuinya secara
langsung.
Sedangkan dalam Menulis Efektif deskripsi adalah tulisan yang
tujuannya memberikan perincian atau detail tentang objek sehingga dapat
memberi pengaruh pada sensitivitas dan imajinasi pembaca atau pendengar.
Bagaimana mereka ikut melihat atau mendengar merasakan atau mengalami
sendiri secara langsung objek tersebut (Semi, 1993: 42).
Interpretasi penulis dalam wacana deskripsi sangat kuat pengaruhnya.
Kemunculan wacana deskripsi hampir selalu menjadi bagian dari wacana yang
lain. Objek yang dipaparkan dalam wacana deskripsi misalnya tetang sketsa
pemandangan, perwatakan, suasana ruang dll.
Semi (1993: 42) menyatakan beberapa ciri tanda penulisan atau
karangan deskripsi yaitu:
15
a. Deskripsi lebih berupaya memperlihatkan detail atau perincian tentang
objek.
b. Deskripsi lebih bersifat memberi pengaruh sensitivitas.
c. Deskripsi disampaikan dengan gaya memikat dan dengan pilihan kata
(diksi) yang menggugah.
d. Deskripsi lebih banyak memaparkan tentang sesuatu yang dapat didengar,
dilihat, dan dirasakan sehingga objeknya pada umumnya benda, alam,
warna, dan manusia.
e. Organisasi penyampaian lebih banyak menggunakan susunan paparan
terhadap suatu detail.
Menurut Keraf (1981: 132-169) wacana dalam bentuk deskripsi
dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Deskripsi tempat
Deskripsi tempat berdasarkan pada tiga hal yaitu suasana hati,
bagian yang relevan, dan urutan kejadiannya. Dalam kaitannya dengan
suasana hati yang manakah yang paling menonjol untuk dijadikan
landasan. Berkaitan dengan bagian yang relevan penulis deskripsi juga
harus mampu memilih detail-detail yang relevan untuk mendapatkan
gambaran tentang suasana hati.
Sedangkan berkaitan dengan urutan penyampaian, pengarang
dituntut pula mampu menetapkan urutan yang paling baik dalam
menampilkan detail yang dipilih. Mungkin seorang penulis mengurutkan
dari bagian yang tidak penting ke bagian yang penting atau sebaliknya.
16
b. Deskripsi oran


Use: 0.024