• DEPARTEMEN PERTANIAN


  •   
  • FileName: lap_rakernas_2006.pdf [read-online]
    • Abstract: DraftDEPARTEMEN PERTANIANLAPORAN PENYELENGGARAANRAPAT KERJA NASIONALBADAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIANTAHUN 2006Dalam Rangka KoordinasiProgram Peningkatan Kesejahteraan Petani

Download the ebook

Draft
DEPARTEMEN PERTANIAN
LAPORAN PENYELENGGARAAN
RAPAT KERJA NASIONAL
BADAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN
TAHUN 2006
Dalam Rangka Koordinasi
Program Peningkatan Kesejahteraan Petani
BADAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA PERTANIAN
Ciawi, 26 – 28 Januari 2006
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
atas rahmat dan karuniaNya kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas)
Badan Pengembangan SDM Pertanian tahun 2006 dalam rangka Koordinasi
Program Peningkatan Kesejahteraan Petani telah dilaksanakan dengan baik.
Laporan Penyelenggaraan ini merupakan salah satu dokumen
pertanggungjawaban, yang disusun sesuai dengan proses dan tahapan
kegiatan yang dilaksanakan. Apabila masih terdapat kekurangan, kami
mengharapkan masukannya demi perbaikan dimasa datang.
Kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan laporan ini
kami ucapkan terima kasih. Semoga laporan ini bermanfaat.
Jakarta, 30 Januari 2006
Ketua Penyelenggara
Ir. Harniati, M.Sc
NIP. 080 069 258
Dalam Rangka Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani i
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
RINGKASAN EKSEKUTIF
Dalam rangka mencapai kesatuan arah, gerak, dan langkah kerja yang
sinergis dalam pelaksanaan DIPA Badan Pengembangan Pertanian Tahun
Anggaran 2006, antara pejabat Pusat dan pejabat Daerah selaku
penanggung jawab Satuan Kerja Badan PSDM Pertanian telah dilaksanakan
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan PSDM Pertanian Tahun 2006.
Rakernas bertujuan untuk (a) mensosialisasikan Rencana Strategis
(RENSTRA) Badan PSDM Pertanian Tahun 2005-2009; (b) mengevaluasi
pelaksanaan program dan kegiatan pengembangan SDM pertanian tahun
2005, (3) pengawalan dan penajaman kegiatan pengembangan SDM
pertanian untuk peningkatan kesejahteraan petani tahun 2006.
Rakernas Badan Pengembangan SDM Pertanian Tahun 2006
diselenggarakan pada tanggal 26-28 Januari 2006 di Pusat Manajemen
Pengembangan SDM Pertanian - Ciawi, yang diikuti sebanyak 195 orang
terdiri dari Pejabat lingkup Badan PSDM Pertanian dan Peserta Daerah yaitu
Kepala Satker (UPT Badan dan Dinas/Badan lingkup Pertanian Provinsi)
serta Kepala Eks-UPT Badan PSDM Pertanian (BPP dan SPP).
Hasil Rakernas Badan PSDM Pertanian Tahun 2006 sebagai berikut:
1. Untuk pengembangan Penyuluhan Pertanian dalam rangka revitalisasi
penyuluhan pertanian akan dilaksanakan penyelesaian Undang-undang
Sistem Penyuluhan Pertanian, memfungsikan BPP sebagai sentra
pelaksanaan penyuluhan dalam rangka pemberdayaan petani;
pemberdayaan kelompok tani menjadi kelompok yang mandiri, sekaligus
dapat menjadi kelompok pendengar siaran radio/televisi, penyaluran
Bantuan Operasional Penyuluh (BOP) yang tepat sasaran, penyusunan
programa penyuluhan pertanian di setiap tingkatan (kabupaten/kota,
propinsi, dan pusat), pembagian wilayah kerja penyuluh pertanian
berdasarkan potensi sumberdaya, dan menjalin kerjasama dengan
Dalam Rangka Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani ii
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
pemerintah daerah kabupaten/kota untuk mendapatkan sharing
pembiayaan pusat dan daerah dalam penyelenggaraan penyuluhan
pertanian;
2. Untuk pengembangan Pendidikan Pertanian dalam rangka reorientasi
pendidikan pertanian, akan dilaksanakan pemantapan kelembagaan
SPP dan STPP, peningkatan profesionalisme guru SPP dan dosen
STPP, pengembangan kurikulum SPP dan STPP sesuai dengan
peraturan perundangan serta inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi,
pengembangan jejaring kerja untuk meningkatkan kualitas
penyelenggaraan pendidikan dalam meningkatkan lulusan SPP dan
STPP dalam menghasilkan lulusan yang terakreditasi, dan pendanaan
untuk kesinambungan generasi muda pertanian yang berasal dari
keluarga petani dan pemuda yang berminat berusaha tani;
3. Untuk pengembangan Pelatihan Pertanian dalam rangka reposisi
pelatihan pertanian, akan dilaksanakan penyelenggaraan pelatihan
yang disesuaikan dengan tupoksi masing-masing lembaga (PMPSDMP,
BBDA, BDA, BDP, Dinas lingkup pertanian), perumusan pedoman
pelatihan penjenjangan bagi penyuluh pertanian, pelaksanaan kegiatan
nasional (P4S, LM3, IKAMAJA, PUG, dan Agropolitan), peningkatan
profesionalisme staf dan tenaga fungsional, dan koordinasi/kerjasama
dengan institusi/lembaga/stakeholders yang terkait dalam proses
perencanaan pelatihan.
4. Untuk pengembangan administrasi dan manajemen, akan dilaksanakan
peningkatan penyediaan data yang akurat dan cepat, penertiban
administrasi untuk aset-aset yang dimiliki oleh unit kerja/satker, dan
pelaksanaan program-program koordinatif yang diarahkan bagi
percepatan/akselerasi peningkatan kesejahteraan petani.
Dalam Rangka Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani iii
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..........................................................................................i
RINGKASAN EKSEKUTIF................................................................................ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................i
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................1
A. Latar Belakang.........................................................................................1
B. Tujuan .......................................................................................................2
C. Sasaran ....................................................................................................2
D. Keluaran ..................................................................................................2
BAB II PENYELENGGARAAN ........................................................................3
A. Tempat dan Waktu ...................................................................................3
B. Peserta dan Tamu Undangan ..................................................................3
C. Panitia Penyelenggara .............................................................................4
D. Materi dan Narasumber............................................................................4
E. Pembiayaan ..............................................................................................5
BAB III RUMUSAN HASIL RAKERNAS ..........................................................6
A. Penyuluhan Pertanian ............................................................................6
B. Pendidikan Pertanian..............................................................................8
C. Pengembangan Pelatihan Pertanian.....................................................16
D. Administrasi dan Manajemen SDM Pertanian ......................................18
Dalam Rangka Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani iv
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejalan dengan semangat otonomi daerah yang berbasis
Kabupaten/Kota, serta paradigma baru pembangunan pertanian yang
bersih dan peduli kepada petani, membawa implikasi proses perencanaan
pengembangan sumberdaya manusia pertanian dilakukan dengan
pendekatan bottom-up planning, namun dengan tetap mengacu pada
program dan kebijakan nasional ( top-down policy).
Pembangunan pertanian yang berdaya saing, berkerakyatan,
berkelanjutan dan terdesentralisasi, hanya dapat tercapai apabila tersedia
sumberdaya manusia pelaku pembangunan pertanian yang bermutu.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan pendayagunaan
serta merumuskan kebijakan pengembangan sumberdaya manusia
pertanian. Implementasi program dan kegiatan pengembangan
sumberdaya manusia pertanian, di Pusat dan Daerah, disusun dengan
sasaran yang jelas dan terukur, terutama mencakup pelaku, lokasi, waktu
dan manfaat. Untuk itu perlu adanya koordinasi, konsolidasi dan
sinkronisasi program/kegiatan di tingkat Pusat dan tingkat Daerah (UPT
Pusat/ UPT Daerah serta Dinas/Badan lingkup pertanian tingkat Provinsi).
Untuk mencapai kesatuan arah, gerak dan langkah kerja yang
sinergis dalam pelaksanaan DIPA Badan Pengembangan SDM Pertanian
Tahun Anggaran 2006 antara pejabat Pusat dan pejabat daerah selaku
penanggungjawab satuan kerja, dilaksanakan Rapat Kerja Nasional
Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Tahun Anggaran
2006. Rapat Kerja Nasional ini dilaksanakan dalam rangka Koordinasi
Program Peningkatan Kesejahteraan Petani.
Dalam Rangka Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 1
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
B. Tujuan
Tujuan penyelenggaraan rapat kerja nasional pengembangan
sumberdaya manusia pertanian tahun 2006 adalah : (1) sosialisasi
Rencana Strategi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pertanian Tahun 2005 – 2009; (2) evaluasi pelaksanaan program dan
kegiatan pengembangan SDM pertanian tahun 2005; (3) pengawalan dan
penajaman kegiatan pengembangan SDM pertanian untuk peningkatan
kesejahteraan petani tahun 2006.
C. Sasaran
Sasaran penyelenggaraan rapat kerja nasional pengembangan
sumberdaya manusia pertanian tahun 2006 adalah : (1) tersosialisasi
kannya Rencana Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pertanian Tahun 2005 – 2009; (2) terevaluasinya pelaksanaan program
dan kegiatan pengembangan SDM pertanian tahun 2005; dan (3)
terlaksananya program dan kegiatan pengembangan SDM pertanian
tahun 2006 secara terkoordinasi dan sinegis antara Pusat dan Daerah
dalam rangka peningkatan kesejahteraan petani.
D. Keluaran
Keluaran yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah
tercapainya kesatuan pemahaman dan terciptanya sinergi kegiatan
pengembangan sumberdaya manusia pertanian tahun 2006 antara Pusat
dan Daerah serta tersosialisasikannya Rencana Strategis Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Tahun 2005 – 2009.
Dalam Rangka Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 2
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
BAB II
PENYELENGGARAAN
A. Tempat dan Waktu
Rapat kerja nasional Pengembangan SDM Pertanian Tahun 2006
telah diselenggarakan di Pusat Manajemen Pengembangan Sumberdaya
Manusia Pertanian, Jl. Raya Puncak Km. 11 Ciawi, Bogor, pada tanggal
26 sampai dengan 28 Januari 2006
B. Peserta dan Tamu Undangan
Rapat kerja nasional ini dihadiri oleh peserta dan tamu undangan
serta nara sumber yang terdiri dari :
1. Peserta
a. Pusat, terdiri dari para pejabat Eselon II, III dan IV serta pejabat
fungsional lingkup Badan Pengembangan SDM Pertanian
b. Daerah, terdiri dari Kepala Satuan Kerja (Satker) pelaksana
kegiatan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, yaitu
Satuan Kerja UPT lingkup Badan Pengembangan SDM Pertanian,
Dinas Pertanian tingkat Propinsi / Badan Ketahanan Pangan
Provinsi dan Kepala Eks UPT Badan Pengembangan Sumberdaya
Manusia Pertanian.
2. Tamu Undangan dan Nara Sumber
a. Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian, yang diwakilkan
kepada Kepala Biro Perencanaan;
b. Inspektur Jenderal, Departemen Pertanian, yang diwakilkan
kepada Inspektur I – Inspektorat Jenderal Departemen Pertanian;
c. Direktur Jenderal / Kepala Badan lingkup Departemen Pertanian,
yang sebagian diwakilkan kepada para Sekretaris Direktorat
Jenderal / Sekretaris Badan.
d. Tenaga Ahli Menteri, Bidang Pengembangan SDM Pertanian.
Dalam Rangka Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 3
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
C. Panitia Penyelenggara
Susunan panitia penyelenggara kegiatan rapat kerja nasional
pengembangan sumberdaya manusia pertanian tahun 2006, tersurat
dalam Keputusan Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia
Pertanian, Nomor 6/Kpts/OT/160K/06.
D. Materi dan Narasumber
Materi dan narasumber dalam Rapat Kerja Nasional Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Tahun Anggaran 2006
terdiri dari :
1. Pembukaan oleh Menteri Pertanian, diwakili Kepala Badan
Pengembangan SDM Pertanian;
2. Sosialisasi RENSTRA Pengembangan SDM Pertanian 2005–2009
oleh Kepala Badan PSDMP, diwakili Sekretaris Badan PSDMP;
3. Arahan Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia
Pertanian oleh Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian;
4. Kebijakan Departemen Pertanian 2005-2009 dan Fokus Program 2006
oleh Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian, diwakili oleh Kepala
Biro Perencanaan;
5. Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan PSDMP tahun 2005 oleh
Sekretaris Badan PSDMP;
6. Pengelolaan Program, Anggaran dan Kegiatan pengembangan SDM
pertanian tahun 2006 oleh Sekretaris Badan PSDMP;
7. Program Kerja Pusat-Pusat lingkup BPSDMP oleh masing-masing
Kepala Pusat;
8. Paradigma Pembinaan Pengembangan SDM Pertanian oleh Tenaga
Ahli Mentan Bidang Pengembangan SDM.
Dalam Rangka Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 4
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
E. Pembiayaan
Biaya kegiatan Rapat Kerja Nasional Badan Pengembangan SDM
Pertanian Tahun Anggaran 2006 ini dibebankan pada DIPA Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Tahun Anggaran 2006
pada kegiatan Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani.
Dalam Rangka Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 5
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
BAB III
RUMUSAN HASIL RAKERNAS
A. Penyuluhan Pertanian
Dalam rangka mendukung Revitalisasi Penyuluhan Pertanian maka
Pusat Pengembangan Penyuluhan Pertanian mendukung dalam penguatan
kelembagaan, ketenagaan, penyelenggaraan penyuluhan pertanian dan
pendanaan, yang diuraikan sebagai berikut:
1. Kelembagaan
a. Segera menyiapkan konsep pembentukan kelembagaan tingkat
provinsi sesuai amanat RUU Penyuluhan Pertanian yang akan
segera di terbitkan.
b. Memprioritaskan BPP yang secara fisik maupun operasional
melaksanakan penyelenggaraan penyuluhan dalam rangka
pemberdayaan petani dan kelompok tani.
c. Mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk mengembangkan BPP
model sebagai percontohan pelayanan prima penyelenggaraan
penyuluhan pertanian, minimal 1 (satu) BPP model untuk setiap
kabupaten/kota.
d. Guna pemberdayaan kelembagaan kelompoktani, maka perlu segera
disusun pedoman umum kelas kemampuan kelompok dengan
memperhatikan aspek kemandirian.
e. Segera membentuk dan memfungsikan kembali Komisi Penyuluhan
Pertanian mulai dari tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Dalam Rangka Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 6
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
2. Ketenagaan
a. Segera dilaksanakan pendataan penyuluhan pertanian sebagai
dasar revisi 2006 dan bahan penyusunan program tahun 2007
b. Biaya Operasional Penyuluh (BOP) akan diberikan kepada penyuluh
pertanian penyuluh pertanian PNS dengan syarat: (a) telah
diimpasing dan bukan penyuluh perikanan, kehutanan,
honorer/kontrak, (b) tidak sedang tugas belajar, dan (c) tidak
merangkap jabatan lainnya.
c. Segera mengatur kembali kembali satminkal penyuluh di
kelembagaan penyuluhan dalam satu manajemen.
3. Penyelenggaraan
a. Segera menyusun programa penyuluhan di setiap tingkatan. Bagi
provinsi yang tidak ada penyuluh di tingkat provinsi, maka programa
disusun di tingkat kabupaten/kota. Sedangkan untuk tim Verifikasi
Programa terdiri dari unsur dinas lingkup pertanian dan KTNA.
Verifikasi dilakukan dalam forum penyuluhan di setiap tingkatan.
b. Segera menetapkan Pedoman Umum Sistem Kerja Penyuluhan
Pertanian yang diawali dari pemerintah (pusat).
c. Provinsi dapat menyusun materi penyuluhan lebih mengarah kepada
peningkatan pendapatan petani dan spesifik lokalita.
d. Segera membagi wilayah kerja penyuluh pertanian berdasarkan
sumberdaya, sehingga penyuluh dapat melakukan identifikasi dan
pendataan petani dan kelompoktani.
e. Penyuluhan pertanian agar mengaktifkan kembali kelompok
tani/nelayan di wilayah kerjanya, sekaligus dapat menjadikan
Dalam Rangka Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 7
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
kelompoktani sebagai kelompok pendengar siaran pedesaan di radio
dan televisi.
f. Kelembagaan penyuluhan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,
segera mengumpulkan data base dengan format disiapkan oleh tim
pusat.
g. Segera dibentuk Tim Sistem Informasi Manajemen (SIM) untuk
mengatasi sistem evaluasi dan pelaporan
h. Mekanisme penyampaian data base penyuluhan dilakukan secara
berjenjang mulai dari BPP, Kabupaten/Kota, Provinsi, dan Pusat.
4. Dukungan Pendanaan
a. Daerah diharapkan juga mendukung kekurang dana BOP yang
diakibatkan perbedaan diakibatkan perbedaan data penyuluh
pertanian.
b. Daerah segera melakukan revisi DIPA terhadap beberapa kegiatan
dan disesuaikan dengan kebutuhan. Hasil revisi tersebut
ditembuskan ke pusat (Badan Pengembangan SDM Pertanian)
B. Pendidikan Pertanian
Dalam rangka reorientasi pendidikan pertanian, maka Pusat
Pengembangan Pendidikan Pertanian mendukung reorientasi pendidikan
menengah pertanian dan pendidikan tinggi pertanian.
1. Pendidikan Menengah Pertanian
a. Kelembagaan
Pemantapan kelembagaan Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP),
dalam hal ini Pusbangdiktan harus berkoordinasi dengan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan), Departemen Dalam Negeri
Dalam Rangka Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 8
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
dan Departemen Pendidikan Nasional. Selain itu Pusbangdiktan harus
berupaya untuk memantapkan kelembagaan SPP melalui Undang Undang
Penyuluhan, sehingga Kelembagaan SPP Negeri yang dikelola oleh
Deptan, Pemerintah Propinsi dan Kabupaten/ kota mempunyai dasar yang
kuat dalam menyelenggarakan pendidikan di SPP. Sejalan dengan upaya
tersebut, SPP dan pengelola seperti Pemerintah Propinsi, Kabupaten dan
Kota, serta yayasan berkewajiban untuk mendukung keberadaan SPP di
masing masing wilayahnya . Sehubungan dengan ketergantungan dengan
pihak luar, maka kegiatan ini direncanakan pada bulan Februari hingga
Desember 2006.
b. Ketenagaan
Peningkatan profesionalisme guru menjadi tanggung jawab
Pembina SPP dalam hal ini Pusbangdiktan. Adapun kegiatan yang harus
dilaksanakan adalah :
1) Menyusun RIPTB, menyeleksi dan memproses 10 calon peserta
tugas belajar program S2 dan 5 peserta program S3, yang akan
dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2006.
2) Menyelenggarakan Apresiasi Manajemen Sekolah yang akan
dilaksanakan pada bulan Juli 2006 di Malang, dengan peserta
sebanyak 25 orang Kepala Sekolah.
3) Menyelenggarakan Apresiasi Rancangan Pembelajaran bagi guru,
direncanakan pada bulan Juli 2006 di Ciawi yang diikuti oleh 25
orang Guru SPP.
4) Menyelenggarakan Pertemuan Guru Seprofesi/Sejenis, yang akan
dilaksanakan pada bulan Juli – Oktober 2006 di 6 lokasi, yaitu SPP
Negeri Padang, Palembang, Kupang, Pleihari, Mataram, dan
Banjarbaru, dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang guru.
5) Menyelenggarakan Gelar Karya Teknologi bagi Guru SPP melalui
Penilaian Penulisan Karya Ilmiah. Kegiatan tersebut direncanakan
dapat dilaksanakan pada bulan Juli 2006.
Dalam Rangka Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 9
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
6) Menyelenggarakan Apresiasi Penulisan Karya Ilmiah Bagi
Guru, direncanakan dapat dilaksanakan pada bulan Juli 2006
dan diikuti oleh 25 orang guru di Yogyakarta.
7) Menyelenggarakan sosialisasi penilain DUPAK guru yang
direncanakan pada bulan Februari atau Maret 2006. sedang
akreditasi tenaga pengajar, yaitu dengan menilai DUPAK guru
yang akan dilaksanakan pada bulan Februari, Mei, Agustus,
dan Nopember 2006.
8) Sesuai dengan implementasi Undang undang guru dan dosen,
maka Pusbandiktan harus menyelenggarakan program Akta IV
untuk guru SPP dengan alokasi anggaran mulai tahun 2007.
Kegiatan tersebut dilakukan dalam bentuk kerjasama dengan
Perguruan Tinggi penyelenggara Akta IV.
Sehubungan dengan point 1 s.d 8, maka SPP harus merencanakan,
mengusulkan dan mengirimkan peserta yang sesuai dengan
kompetensinya.
c. Penyelenggaraan
Pengembangan kurikulum SPP sesuai dengan perkembangan
peraturan dan perundangan, serta perkembangan inovasi ilmu
pengetahuan dan teknologi di era globalisasi. Sehubungan dengan hal
tersebut, Pusbangdiktan segera menyusun kegiatan sebagai berikut :
1) Pengembangan kurikulum SPP tahun 2006, dengan sistem
terbuka, dan dengan pendekatan spesifik lokalita yang akan
dilaksanakan pada bulan Februari 2006 di Lembang. Sebelum
kegiatan tersebut dilaksanakan, akan diadakan pertemuan
pendahuluan di SPP Sembawa, Banjarbaru, dan Kupang.
2) Menyusun silabi kurikulum 2006 berikut Rencana Pengajaran
Semester (RPS) dan Paket Satuan Kompetensi (PSK) . Kegiatan
tersebut akan dilaksanakan pada bulan Mei di Ciawi, dan diikut
oleh bagian pengajaran dan guru yang kompeten di bidangnya.
Dalam Rangka Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 10
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
3) Menyusun pedoman penyelenggaraan pendidikan SPP sesuai
dengan pengembangan kurikulum tahun 2006. Kegiatan ini akan
dilaksanakan pada bulan Mei 2006 di Ciawi.
4) Menyelenggarakan monitoring dan evaluasi hasil belajar tahap
akhir bagi Siswa SPP yang direncanakan pada bulan Mei 2006.
5) Memfasilitasi dana dan memonitoring pelaksanaan ujian
kompetensi di 40 SPP, yang akan dilaksanakan pada semester
genap tahun ajaran 2005/2006.
6) Mefasilitasi dana dan monitoring kegiatan pembinaan
kewirausahaan untuk siswa yabg baru lulus dan berminat
berwirausaha agribisnis di 15 SPP, yang direncanakan pada
bulan Juni s.d nopember 2006.
Sehubungan dengan kegiatan Pusbangdiktan point 1 s.d 6, SPP harus
menyesuaikan kegiatan pusbangdiktan dengan melibatkan bagian
pengajaran, dan bagian kesiswaan.
d. Kerjasama
Mengembangkan jejaring kerja untuk meningkatkan kualitas
penyelenggaran pendidikan SPP dalam meningkatkan mutu lulusan
bergaransi. Sehubungan program tersebut, Pusbangdiktan dan SPP
segera melakukan kerjasama dengan stakeholders, dan pihak terkait.
Selain kegiatan tersebut, Pusbangdiktan harus melakukan sinkronisasi
program dalam kegiatan :
1) Temu Laboratorium Lapangan, yang akan dilaksanakan di STPP
Malang pada bulan Juli 2006, dan dihadiri oleh Menteri Pertanian
beserta jajarannya, aparat Pemda, dan kelompok tani.
2) Tertib laporan bulanan, triwulan dan tahunan serta lakip SPP.
3) Pembinaan Gernerasi muda pertanian melalui kegiatan Pramuka
Saka Tarunabumi.
Dalam Rangka Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 11
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
e. Dukungan Pendanaan
Pendanaan kegiatan SPP sangat diperlukan untuk
kesinambungan pencetakan generasi muda pertanian yang berasal dari
keluarga petani, dan pemuda yang berminat berusahatani. Sehubungan
dengan pentingnya hal tersebut, Badan Pengembangan SDM Pertanian
harus memfasilitasi pendanaan untuk kegiatan SPP ke Departemen
Keuangan melalui anggaran Departemen Pertanian sebagai kepedulian
Departemen Pertanian terhadap putra-putri petani dan pemuda pecinta
pertanian dalam rangka revitalisasi pertanian.
2. Pendidikan Tinggi Pertanian
a. Kelembagaan
1) Pusbangdiktan akan melakukan Identifikasi Potensi Wira Koperasi Bagi
STPP dan Pembinaan internal akan dilakukan oleh STPP
2) Dalam rangka rancang bangun pendidikan tinggi pertanian,
Pusbangdiktan akan :
- Membuat naskah kerjasama perpanjangan izin penyelenggaraan
- Melakukan penandatanganan naskah kerjasama
- Menyiapkan bahan penetapan kelembagaan STPP NAD
- Seleksi calon dosen
- Penerbitan fungsionalisasi dosen STPP NAD
Sedangkan STPP akan :
- Menyiapkan dan menyampaikan dokumen untuk pembuatan
naskah kerjasama ke pusat
- Memfasilitasi pelaksanaan penandatangan naskah kerjasama
- Menyiapkan data yang dibutuhkan untuk penetapan kelembagaan
STPP NAD
- Menyiapkan berkas dan mengusulkan calon dosen STPP NAD
3) Pusbangdiktan akan menyelenggarakan dalam rangka Konsultasi
Pengembangan Kelembagaan sebanyak 3 (tiga) kali yaitu pada bulan
Dalam Rangka Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 12
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
Maret, Juli dan September 2006, sedangkan STPP mempersiapkan
materi seminar/workshop.
4) Pusbangdiktan melaksanakan akreditasi di 6 STPP.
b. Ketenagaan
1) Pusbangdiktan akan menyusun Rencana Induk Pedoman Tugas
Belajar (RIPTB) dan Pedoman Evaluasi berdasarkan kebutuhan
pemangku kepentingan (stake holders) lingkup Deptan, dan STPP
yang mengusulkan RIPTB.
2) Pusbangdiktan akan menyelenggarakan pendidikan S2 dan S3 bagi
aparat Deptan, sedangkan STPP yang mengusulkan calon peserta
Tugas Belajar sesuai dengan persyaratan.
3) Pusbangdiktan menyelenggarakan Apresiasi Penulisan Karya Ilmiah
dan Apresiasi Pengembangan Metodologi dalam rangka peningkatan
profesionalisme dan metodologi pembelajaran bagi dosen di STPP.
4) Pusbangdiktan menyusun juknis Penilaian Angka Kredit dan juknis
Standarisasi dan Kualifikasi Dosen, sebagai Juknis Penilaian Angka
Kredit dan Standarisasi dan Kualifikasi Dosen di STPP.
5) Pusbangdiktan melaksanakan akreditasi tenaga pengajar di STPP.
c. Penyelenggaraan
1) Pusbangdiktan melakukan inventarisasi dan koordinasi penyusunan
kegiatan sebagai dasar untuk penyusunan Renja 2006 dan 2007
serta Renstra 2005-2009, sedangkan STPP menyampaikan usulan
kegiatan.
2) Pusbangdiktan melakukan inventarisasi naskah Jurtek sebagai dasar
untuk penyusunan naskah jurtek dengan standar minimal 6 karya
tulis per edisi, sedangkan STPP menyampaikan naskah hasil
penelitian karya ilmiah 2 (dua) judul setiap UPT per semester.
3) Pusbangdiktan mempersiapkan pelaksanaan sampai dengan
perumusan dalam kegiatan koordinasi program pendidikan pertanian
Dalam Rangka Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 13
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
di STPP tahun 2006 pada Ratekdiknas dan Ratek Regional 3
kali/lokasi, sedangkan STPP mempersiapkan materi pertemuan.
4) Pusbangdiktan dan STPP melakukan penyusunan Laporan Bulanan,
Tahunan dan Lakip tepat pada waktunya. Pusbangdiktan juga
melakukan kompilasi terhadap Laporan Bulanan, Triwulan dan
Tahunan STPP pada penyusunan Laporan Tahunan dan Lakip
Pendidikan Pertanian.
5) Pusbangdiktan melakukan penerbitan informasi pendidikan pertanian
berupa VCD/DVD/Video, Website, Folder dan Diorama sebagai
sarana untuk mensosialisasikan pendidikan pertanian kepada
masyarakat/stakeholders. Sedangkan STPP berperan menyiapkan
dan menyampaikan bahan informasi pendidikan.
6) Pusbangdiktan melaksanakan monitoring dan evaluasi pada
penyelenggaraan pendidikan pertanian di STPP, sedangkan STPP
menyiapkan data pendukungnya.
7) Pusbangdiktan melaksanakan sinkronisasi program STPP,
sedangkan STPP menyiapkan dan menyampaikan materi
pertemuan.
8) Pusbangdiktan melaksanakan seleksi calon penerima beasiswa
Suprsemar, fasilitasi penyelenggaraan pendidikan jarak jauh, dan
fasilitasi kerjasama pendidikan di dalam/luar negeri dalam rangka
peningkatan mutu pendidikan di STPP.
9) Pusbangdiktan melaksanakan Penyusunan dan Penetapan
Penyelenggaraan dan Kurikulum Pendidikan dalam rangka
Penyusunan Pedoman Penyelenggaraan dan Kurikulum Pendidikan,
sedangkan untuk konsep diusulkan oleh STPP.
10) Pusbagdiktan melaksanakan pemyusunan 2 (dua) standar proses
pembelajaran pendidikan pertanian dalam rangka Koordinasi dan
Standarisasi Proses Pembelajaran Pendidikan Pertanian di STPP.
Sedangkan STPP melaksanakan sosialisasi panduan pembelajaran
pendidikan pertanian.
Dalam Rangka Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 14
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
11) Pusbangdiktan menyusun dan menetapkan rancang bangun dan
STPP yang mengajukan konsep dalam rangka Studi Rancang
Bangun Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi Pertanian di
STPP.
12) Pusbangdiktan menyelenggarakan wisuda nasional serta kompilasi
alumni STPP dalam rangka wisuda nasional mahasiswa dan
penelusuran alumni STPP.
13) Pusbangdiktan melaksanakan penyusunan juknis Sapras dan
sosialisasinya, dan STPP berperan menyiapkan data dan
memberikan bahan evaluasi, dalam rangka Penyusunan Juknis
Sarana Prasarana.
14) Pusbangdiktan melaksanakan penyusunan kajian kompetensi profesi
pertanian, sedangkan STPP berperan menyiapkan data
pendukungnya, dalam rangka Studi Rancang Bangun Kompetensi
Profesi Pertanian.
15) Pusbangdiktan menyelenggarakan Seminar/Workshop dalam rangka
Sinkronisasi Program STPP (Evaluasi Implementasi Peningkatan
Status STPP).
16) Pusbangdiktan melaksanakan Gelar Karya Teknologi dengan
menyeleksi dan menentukan 3 (tiga) Karya Tulis Ilmiah Dosen
terbaik, sedangkan STPP berperan mengirimkan dan mengusulkan
Karya Tulis Ilmiah tersebut.
d. Kerjasama
a. Pusbangdiktan melakukan pencarian peluang kerjasama baik
dalam maupun luar negeri dalam rangka Pengembangan
Kerjasama Luar Negeri.
Dalam Rangka Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 15
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
C. Pengembangan Pelatihan Pertanian
1. Kelembagaan
a. BBDA/BDA, sebagai UPT Pusat harus konsisten sebagai
penyelenggara pelatihan Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli,
sedangkan pelatihan Fungsional Penyuluh Pertanian Trampil
diselenggarakan oleh BDP Daerah. Khusus untuk Provinsi yang tidak
ada BDP-nya penyelenggaraan pelatihan fungsional Trampil
diselenggarakan oleh Propinsi Induk/BBDA/BDA.
b. Dalam fungsinya sebagai center of excellence pengembangan
pertanian di wilayahnya, maka BBDA/BDA tetap membuka diri untuk
pelatihan aparatur atau non aparatur yang bukan tupoksinya dan sesuai
dengan kebutuhan Daerah dengan dana APBD dan atau APBN non
BPSDMP yang diatur dalam suatu mekanisme sertifikasi/lisensi UPT
dan atau berkoordinasi dengan BBDA/BDA yang sesuai Tupoksinya.
c. Setiap UPT segera mempersiapkan diri sesuai tupoksinya masing-
masing guna keperluan akreditasi program tertentu. Tahun 2006, setiap
UPT Pusat minimal satu jenis pelatihan terakreditasi.
d. Tahun 2006 setiap UPT Pusat/Daerah, segera mengupayakan
persiapan terlaksananya peran Balai sebagai Tempat Uji Kompetensi
(TUK) di Wilayah kerjanya masing-masing, berkoordinasi dengan BNSP
dan atau LAN, Asosiasi, Kelompok Profesi, dsb.
2. Ketenagaan
a. Peningkatan profesionalisme Widyaiswara (kuantitas dan kualitas)
dibahas dalam pertemuan Koordinasi bulan Maret 2006 di Bali dengan
menggunakan dana pusat. Pertemuan diikuti oleh Kepala Balai,
Bidang/Seksi Program, dan Widyaiswara.
Dalam Rangka Koordinasi Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 16
Laporan Penyelenggaraan Rakernas 2006
b. BBDA/BDA harus menggunakan dana pengembangan profesionalisme
staf dan widyaiswara setelah melalui proses identifikasi yang lengkap
sesuai kebutuhan Tupoksinya masing-masing, secara bertahap dan
berkesinambungan.
3. Penyelenggaraan
a. Penyelenggaraan pelatihan Fungsional RIHP non Penyuluh Pertanian
akan diatur dalam Pertemuan Koordinasi yang akan dilaksanakan
Minggu 4, Pebruari 2006.
b. Pedoman pelatihan penjenjangan bagi Penyuluh Pertanian akan
segera dirumuskan dimana pelatihan penjenjangan bagi Penyuluh
Pertanian terampil dilaksanakan oleh UPT Diklat Daerah kecuali bagi
Propinsi yang belum memiliki UPT Diklat dilakukan oleh UPT Pusat
terdekat (misalnya Sulawesi Barat di BBDMP) dan pelatihan
penjenjangan bagi Penyuluh Pertanian Ahli dilaksanakan di BBDA.
Pola pelatihan penjenjangan Penyuluh Pertanian ini akan dijadikan
sebagai model bagi pelatihan penjenjangan profesioan RIHP.
c. TOT penjenjangan Fungsional Penyuluh akan dibahas dalam
Workshop yang akan dilaksanakan pada tanggal 1-3 Pebruari 2006.
Kegiatan TOT diubah menjadi Workshop Penyusunan Materi Diklat
Penjenjangan dengan peserta seluruh UPT Daerah.
d. Pelatihan Pengembangan Mental Spiritual akan dibahas pada minggu
ke 3, Pebruari 2006.
e. Forum nasional Pengelola P4S pada minggu ke-3 bulan Mei 2006 di
Jawa Timur (Ketindan/Batu). Segera dibentuk panitia Pusat maupun
Daerah dengan melibatkan pihak-pihak terkait,
f. Pertemuan Nasional IKAMAJA, pada minggu ke-1 bulan September
2006. di BBDA Hortikultura,


Use: 0.097